Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 100: Mengungkap Kebenaran (Part 2)


Saat ini, Emelin bersama Antony dan Alex mampir disalah satu kedai Es Krim. Alex terlihat sedang menikmati Es Krim coklat miliknya, sedangkaan Emelin dan Antony saat ini fokus pada ponsel Antony.


Ya, mereka baru membaca email soal hasil Tes DNA antara Caludia dan Ayah Emelin.


Emelin menunjukan wajah kesalnya, setelah membaca baris terakhir Surat Tes DNA itu.


"Claudia benar-benar anak haram Ayahku. Sungguh menyebalkan."


"Haha, kurasa memang sebaiknya kita jalankan rencana seperti sebelumnya,"


"Ya, aku akan melakukan siaran langsung untuk menyampaikan hasil ini,"


"Tentu saja,"


"Emm, baik sebaiknya kita melakukan siaran langsung dimana? Apakah di hotel?"


"Owh, itu benar mungkin kita akan menyewa satu, untuk kamera kurasa kamera ponsel cukup?"


"Ya, kurasa cukup, dan orang-orang juga pasti malah lebih mengerti karena kita saat ini di situasi liburan."


Alex yang memakan Es Krimnya itu, sedikit menatap kearah Papa dan Mamanya, dia mengamati bagaimana kedua orang tuanya itu dari tadi sibuk mengurus sesuatu.


Dan membahas sesuatu seperti Tes DNA, yang tidak Alex mengerti.


Karena rasa penasarannya, Alex lalu bertanya,


"Mama dan Papa membicarakan apa? Alex mendengar kalau dari tadi kalian membahas soal Tes DNA, apa itu Tes DNA?"


Emelin dan Antony yang saat ini tengah serius memikirkan rencana mereka, lalu menatap kearah Alex.


Emelin baru saja memikirkan bagaimana dari tadi dirinya dan Antony tidak memperhatikan Alex, pasti Alex merasa bosan.


"Itu, semacam Tes untuk menguji hubungan darah antara dua orang, apakah benar-benar Orang Tua dan anak atau tidak, apakah cocok atau tidak"


"Eh? Begitu kah? Jadi kalau Alex ikut Tes Tes ini dengan Papa dan Mama apakah hasilnya akan cocok?"


Antony tertawa kecil, lalu mengusap kepala Alex.


"Alex, jangan coba bicara aneh-aneh, bahkan tidak perlu Tes-Tes segala, kamu jelas Putra Mama dan Papamu. Kalau bukan Putra kami, memang kamu ingin menjadi Putra siapa hmm?"


"Hmm, iya juga. Hanya Alex tidak mengerti kenapa kalian membicarakan hal-hal tentang Tes DNA ini, jika bukan Alex dengan Papa dan Mama yang di uji, lalu siapa?"


"Apakah Alex ingat Tante Claudia itu?" tanya Emelin pada Putranya itu.


"Apakah Tante yang mirip lampir itu? Sungguh, dia benar-benar selalu menunjukkan wajah jahat dan sangat cerewet ketika bertemu Alex, benar-benar seperti Mak Lampir yang pernah Alex dengar dari teman-teman Alex,"


Emelin lalu tertawa melihat ekspresi Alex yang terlihat kesal itu ketika menyebut nama Claudia.


"Memang, dia itu orang jahat. Ya kamu tidak perlu memikirkan hal-hal ini, biar Mama dan Papa yang mengurus orang jahat ini, Alex tidak perlu khawatir, Alex tidak akan pernah bertemu orang-orang jahat ini lagi,"


"Ummm, baiklah."


Alex lalu kembali menikmati Es Krim kesukaannya itu, sedangkan Emelin dan Antony kembali melanjutkan diskusi mereka.


"Kamu sudah menyiapkan untuk apa yang akan kamu katakan nanti di siaran online?"


"Benar, aku sudah menyiapkannya, pertama bilang kalau aku ada di Kota B dan tidak tahu apa-apa soal Claudia bukan?"


"Benar."


"Nanti setelah itu, aku akan pura-pura menagis dan bilang bagaimana Claudia begitu tega memfitnahku."


"Kamu harus berakting lebih bagus dari pada siaran Claudia itu,"


"Pfffff... Jelas aktingku lebih bagus dari Claudia itu, walaupun begini, saat jadi artis pemula dulu, aku pernah memenangkan penghargaan Award untuk pendatang baru."


"Baiklah-baiklah aku percaya pada aktingmu itu."


"Selanjutnya, aku akan mengatakan soal perselingkuhan ayahku. Aku cukup penasaran apa reaksi mereka setelah tahu. Pertama-tama, mari kita segera cari tempat, aku sudah membagikan Pos bahwa aku akan segera memberikan tanggapan pada Rumor yang Claudia sebarkan,"


"Benar juga, nanti malam kamu harus segera kembali?"


"Hmm, begitulah. Besok Senin."


Ada rasa sedih ketika Emelin memikirkannya, namun memang iya, Besok Senin, selain Alex harus kembali ke sekolah, Antony harus kembali bekerja di kantor pasti sibuk, dan lagi dirinya harus tetap kembali syuting besok, ada beberapa adegan yang harus di rekam besok pagi.


"Aku benci hari Senin," kata Emelin dengan ekpersi cemburutnya.


Memang, kali ini Antony juga sedikit setuju dengan Emelin, besok Senin dan mereka harus segera berpisah lagi...


Hah...


Padahal belum puas untuk melihat Emelin.


Tapi mau bagaimana lagi?


Setelah mereka membuat perencanaan, mereka lalu mengajak Alex untuk pergi kesalahan satu Hotel disana.


Dan benar saja sesuai jam yang ditentukan, Emelin sudah menyiapkan kamera untuk siaran langsung nya.


"Hallo semua pemirsa,"


Emelin mulai menyapa dengan hangat.


"Sejujurnya aku merasa sangat sedih ketika mendengar kabar soal hal-hal di Internet. Sungguh, aku sekarang berada di Kota B dan tidak kemana-mana."


"Kalian juga bisa lihat, saat jam kejadian yang menimpa Claudia, aku bersama dengan Keluargaku di Kota B. Jika kalian memeriksa CCTV bandara, kalian pastinya tidak akan menemukanku di lokasi kejadian."


"Sungguh, aku tidak tahu kenapa Claudia adikku menuduhku orang yang mencelakakannya..."


Emelin mulai menagis saat ini, menunjukan air matanya.


"Aku benar-benar tidak tahu apa-apa. Aku... Aku... Aku tidak tahu kenapa dia bisa sampai membenciku sampai menuduhku seperti ini.... Sejujurnya aku benar-benar sedih mendengar kabar duka yang dialami Caludia ini."


Emelin mulai mengeluarkan tisu, mencoba menyeka air matanya.


"Aku juga tidak tahu kenapa Claudia selalu menuduhku yang tidak-tidak..."


"Memang hubungan kami saat ini buruk karena beberapa masalah internal. Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini pada kalian, namun melihat Claudia begitu tega sampai mencemarkan nama baikku ini... Aku terpaksa membongkar hal ini."


Lalu, Emelin mengeluarkan secarik kertas yang merupakan hasil print surat Tes DNA Claudia dan Ayahnya.


"Kalian lihat ini? Ini adalah surat hasil Tes DNA antara Ayahku, dan Claudia."


"Aku selalu penasaran kenapa sejak dulu Ayahku lebih membela Claudia dari pada aku yang merupakan Putrinya sendiri, dan bagaimana dia tega mengusirku baru-baru ini dari Rumah Keluarga Smith yang seharusnya menjadi milikku yang merupakan warisan dari Kakekku sendiri."


Emelin mulai menagis lagi ketika menceritakan hal ini.


"Aku mulai menyelidiki soal hal ini, dan siapa yang tahu kalau hasil nya sungguh membuat aku tidak bisa mempercayainya... Bahwa ternyata Claudia adalah anak dari hubungan perselingkuhan Antara Ayahku dan Ibu Tiri ku Cornelia.... Berapa umur Claudia saat ini? Dia tidak jauh berbeda dengan umurku... Kalian... Kalian pasti paham apa maksudku..."


"Aku... Aku... Aku tidak pernah menyangka... Orang-orang yang aku sayangi bisa membohongiku seperti ini... Seseorang yang aku anggap Ibu sendiri, ternyata selama ini berbohong seperti ini padaku... Dan Ayah kandungku.... Aku... Aku tidak tahu kenapa dia bisa begitu tega padaku dan Ibuku sampai..."


Emelin menagis tersedu-sedu disini, seolah tidak sanggup lagi berbicara.


Penonton yang menonton siaran langsung itu dibuat tercengang oleh pernyataan Emelin tersebut.


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya,


Nantikan Update Crazy Up mulai Besok ya,


Hari ini satu Episode saja,