Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 170: Kabar Baik


Emelin lalu memasuki ruang pemeriksaan, dia langsung di sambut oleh seorang dokter wania, dia segera menanyakan gejala-gejala yang Emelin miliki, dan mencatatnya, lalu melakukan pemeriksaan singkat, menyuruh Emelin berbaring di tempat tidur.


"Jadi bagaimana keadaan saya, Dok? Saya sakit apa?"


"Sepertinya Ibu Emelin harus melakukan pemeriksaaan lebih lanjut untuk mengetes apakah ini akurat atau tidak."


Mendengar hal itu, jantung Emelin berdebar dengan cukup kencang...


Jangan bilang dirinya benar-benar terkena penyakit misterius?


"Saya... Saya sakit apa dok?" Tanya Emelin lagi dengan takut-takut.


"Tidak, tidak. Anda tidak sakit, hanya saja sepertinya ada hamil, jadi mari pergi memeriksanya ke Lab untuk hasil yang lebih akurat."


"Hamil, Dok?"


"Benar, selamat Atas Kehamilannya, dan untuk pemeriksa lebih lengkap apakah anda ingin USG sekalian?"


"Ya ya, lakukan semua permeriksaan agar hasilnya akurat."


Setelah itu, Emelin menjalani beberapa pemeriksaan di laboratorium.


Lalu Emelin menunggu dengan cemas hasilnya.


Ini sepertinya memerlukan waktu sekitar satu jam untuk hasilnya.


"Nona Emelin, selamat ya atas Kehamilannya," kata Ana dengan ceria.


"Tapi ini belum pasti oke? Mari tunggu dulu hasil Lengkapnya,"


"Itu benar. Namun jika Nona Emelin benar-benar hamil bagaimana soal Karirmu? Saat ini masih di tengah populatiasmu yang sangat meningkat,"


Emelin terdiam sejenak, lalu mulai tersenyum,


"Tidak masalah sama sekali, kalau memang dokter menyuruh Istirahat, aku akan Istirahat dengan baik, saja mengurangi jatwal, toh aku masih merasa jalan terbuka lebar tidak perlu terlalu cemas,"


Melihat hal itu, Ana juga cukup senang,


"Sepertinya kamu cukup optimistis,"


Emelin lalu membelai perutnya sebentar.


Jika dirinya benar-benar hamil...


Apakah Antony akan senang mendengarnya?


Orang itu selalu ribut masalah membuat adik kecil untuk Alex, dan berbicara banyak omong kosong lainnya soal hal-hal ini.


Dan sekarang adik kecil Alex benar-benar ada didalam sini!!


Benar-benar tidak sabar untuk memberi tahu Antony.


Dan Alex pasti akan sangat senang, dan tidak akan lama sampai dia memiliki seorang adik!!


Memikirkannya wajah-wajah bahagia Suami dan Putranya itu ketika mendengarkan kabar ini, membuat Emelin senang.


Dan tidak terasa sampai akhirnya hasil Laboratorium keluar.


Dan benar saja, hasilnya positif.


"Saat ini kondisi Ibu Emelin sehat, begitu juga dengan bayinya, mari sekarang lanjut kepemeriksaan USG,"


"Saya benar-benar positif?"


"Benar. Selamat ya,"


Perasaan Emelin begitu senang ketika mendengar kabar itu, Akhhh...


Benar-benar ini segera memberitahukan hal ini ke Antony...


Tapi...


Mungkin nanti bisa sambil membuat kejutan ketika dia pulang?


Tinggal dua hari lagi dia seharusnya pulang...


"Silahkan lewat sini, saya akan memeriksanya,"


Dan tidak lama, sampai Emelin melakukan USG itu, didalam layar kecil, ada gumpalan kecil yang sepertinya masih sedang tumbuh.


"Hmm, janinnya cukup sehat ini kira-kira hampir satu bulan, jadi masih sangat kecil,"


Emelin melihat gambar yang berada dilayar itu dengan antusias.


Walaupun itu masih baru berukuran sangat kecil, sekali namun melihat suatu calon kehidupan baru itu membuat Emelin benar-benar terasa senang.


"Ini sehat? Aku belakangan cukup sibuk... Takut terjadi sesuatu,"


"Ini tumbuh dengan baik dan sangat sehat, Ibu Emelin tidak usah khawatir,"


"Benar?"


"Ya. Jadi apakah anda ingin mengeprint hasil USG nya?"


"Tentu saja, dokter Print yang cukup kira-kira seukuran foto, saya akan memperlikannya pada Suami saya,"


Dokter itu tersenyum dengan ramah,


"Tentu saja, tidak masalah. Hanya kenapa Suami Ibu tidak mengantarkan?"


"Biasalah, dia sibuk saat ini di Luar Kota, aku ingin memberikan kejutan padanya nanti saat dia pulang,"


"Ah jadi begitu. Semoga Keluarga Ibu bahagia selalu,"


"Terimakasih, Dokter."


"Kalau boleh tahu, ini kehamilan keberapa?"


Emelin menjawab dengan malu,


"Ini... Ini menjadi yang kedua,"


"Hmm, jadi begitu. Kalau begitu Ibu sudah memiliki beberapa pengalaman,"


Emelin mulai menjelaskan riwayat kehamilannya yang pertama itu yang bermasalah.


"Jadi begitu, anda pernah mengalami situasi yang sulit?"


"Benar, dokter. Saya takut kehamilan kedua ini akan seperti situasi yang pertama,"


"Tenang saja, saat itu adalah Kehamilanmu yang pertama dan usiamu masih sangat muda bukan saat itu? Hal-hal seperti itu kadang terjadi, tapi kali ini sepertinya Tubuh Ibu sudah cukup kuat, pasti kehamilan ini akan lancar,"


"Benar begitu?"


"Benar, hanya lebih berhati-hati saat frase-frase awal ini, karena masih sangat rawan, sebaiknya kalau bisa memang mengurangi kegiatan dan jangan terlalu banyak,"


"Begitu? Saya akan mencobanya,"


"Ya, ini saya sudah meresepkan obat dan vitamin, Sebaiknya Ibu juga makan lebih banyak makanan yang bergizi dan sayur, bila perlu susu untuk Ibu hamil,"


Emelin menerima resep itu dengan baik, masih merasa sangat gembira.


Dia juga lalu menerima hasil print USG nya, menatap gambar kecil itu dengan gembira.


Dirinya sangat berharap anak kedua ini bisa perempuan, namun kalau memang nanti laki-laki tidak ada masalah sama sekali, sama saja pula.


Tapi kalau itu benar laki-laki dan mirip Ayahnya lagi....


Ukhh, benar-benar masih ingin seorang bayi perempuan yang mirip dengan dirinya sendiri...


Baiklah tidak perlu terlalu cemas, apapun nanti hasilnya, tidak masalah sama sekali, kalaupun laki-laki, masih bisa membuat lagi yang berikutnya...


Tunggu....


Wajah Emelin menjadi begitu merah ketika memikirkan hal itu...


Apa-apa dirinya sudah mulai memikirkan adik Alex yang ketiga?s


"Nona Emelin, mari segera ke Apotek untuk mengambil obat, setelah ini akan saya antar pulang,"


"Sebentar, sebelum ini mampir dulu ke Supermarket dan membeli beberapa susu untuk Ibu hamil,"


"Tentu saja, akan saya temani,"


Dengan itu, Emelin pergi ke Supermarket, namun sayangnya tidak hanya dia membeli susu untuk Ibu hamil, tapi saking bersemangatnya, dia mulai membeli beberapa peralatan untuk calon bayi, seperti sepatu kecil, dan hal-hal lucu lainnya yang kira-kira bisa dipakai untuk bayi laki-laki atau perempuan.


Melihat barang-barang lucu itu, Emelin benar-benar tidak tahan untuk membelinya, tangannya sungguh gatal.


Ana yang menemani Emelin belanja itu cukup kewalahan.


"Nona Emelin, apakah sebaiknya Belanjanya lain kali saja? Ini sudah jam tujuh malam, anda harus banyak Istirahat, ingat?"


"Benar juga, atur ulang jatwalku, jangan buat jatwal yang terlalu padat,"


"Tentu saja, saya akan segera mengatur ulang nanti,"


Akhirnya setelah membeli sampai delapan kantong belanjaan, Emelin keluar dari Supermarket itu.


Ketika sampai dirumah, Emelin disambut oleh Alex dengan semangat, lalu Alex yang penasaran itu bertanya,


"Ma? Apa yang Mama beli kenapa begitu banyak? Apakah Maninan untuk Alex?"


Emelin ingat, kalau dirinya juga sempat membeli maninan untuk Alex, tapi lupa di kantong belanjaan yang mana.


"Benar, Mama membelikanmu sesuatu..."


Sebelum Emelin selesai berbicara, Alex sudah membingkar kantong belanjaan, dan menemukan beberapa kaos kaki kecil dan sepatu kecil, juga menemukan baju-baju kecil.


"Ma? Kenapa ini begitu kecil? Ini sepertinya tidak Pas untuk Alex, ini kok seperti barang-barang untuk dedek bayi?"


Alex selalu begitu pintar, sebelum Emelin menjelaskannya, Alex sudah menebak dengan akurat,


"Ma, apakah Adik Kecil Alex sudah ada? Apakah sudah ada Ma?"


Emelin awalnya berniat menyembunyikannya, dan ingin membuat kejutan nanti, tapi sepertinya dirinya tidak bisa menyembunyikan hal-hal ini dari Putranya ini yang begitu pintar.


"Itu benar. Alex akan segera memiliki adik nanti,"


"Dimana Adik Alex?"


Emelin lalu menunjuk kearah perutnya, dan mengelusnya ringan,


"Dia saat ini berada disini, Alex."


Alex menatap perut Mamanya, lalu mengelusnya dengan tangan kecilnya.


"Dia disini Mama?"


"Benar, sekali, adikmu masih disini, dan kira-kira butuh delapan bulan lagi sampai dia bisa keluar,"


"Kenapa begitu lama?"


"Hmm, ini memang lama. Kamu dulu juga pernah didalam sini begitu lama,"


"Hpmh, baiklah Alex mengerti. Adik bayi, cepat keluar ya Kakak Alex sudah menunggumu," kata Alex sambil mengelus perut Emelin.


"Kamu senang akan menjadi seorang Kakak?"


"Iya!! Alex sangat senang, ingin segera melihat adik kecil,"


Alex terlihat sangat bahagia ketika tahu akan menjadi seorang Kakak, benar-benar menantikan respon Antony nanti.


Tunggu sebentar lagi...


Ketika Antony pulang nanti dirinya akan mengatakan kabar baik ini juga soal perasaannya....


Benar-benar tidak sabar untuk dua hari lagi...


Benar-benar merindukan Antony tiba-tiba.


####


Bersambung