Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 49: Permintaan


Tidak banyak yang terjadi ketika Emelin berada di lift bersama dengan Viktor.


Karena Viktor juga tidak lama berada di lift, dan langsung keluar di lantai yang lebih rendah, sedangkan Emelin harus naik ke salah satu lantai paling atas.


Tapi bertemu dengan Paman Antony yang bernama Viktor ini membuat Emelin merasa tidak nyaman.


Rasanya....


Ada yang mencurigakan dari orang itu.


Dan bahkan soal dirinya keceposan barusan soal Kehamilannya itu...


Apakah tidak apa-apa?


Ya, harusnya tidak apa-apa.


Apalagi yang akan membuat masalah?


Ketika Emelin masih sibuk berpikir itu, dirinya tiba-tiba sudah sampai di lantai atas saja.


Lift terbuka, kemudian dirinya segera berjalan menuju Ruangan Antony yang juga merupakan satu-satunya Ruangan di lantai itu.


Emelin segera menyapa bagian depan ruangan, dimana ada sekertaris Antony disana, mulai bertanya,


"Selamat Pagi, apakah Pak Presdir ada di Ruangannya?"


"Ah, Nyonya Emelin, silahkan masuk saja, Pak Presdir di dalam,"


"Apakah tidak apa-apa? Dia tidak begitu sibuk?"


Sekertaris itu hanya tersenyum, lalu berkata,


"Pak Presdir sudah berpesan sebelumnya, jika Nyonya Emelin datang, dipersilahkan untuk masuk saja,"


Emelin sedikit terkejut dengan perlakuan spesial ini, merasa cukup senang juga.


"Dia sendirian di Ruangannya?"


"Ya, Pak Presdir sedang mempelajari beberapa dokumen, mungkin saat ini sedang fokus,"


Mendengar kata-kata Sekertaris itu, Emelin segera memilikan sebuah ide.


Dan segera setelah memikirkannya idenya itu, Emelin memasuki ruangan pelan-pelan tanpa mengetuk, ingin mengagetkan Antony.


Dan benar saja, Antony yang terlalu fokus di mejanya itu tidak sadar akan kehadiran Emelin, ketika pintu dibuka pelan-pelan.


Jadi dengan hati-hati, Emelin bergerak di sisi ruangan, lalu menuju meja kerja Antony.


Emelin melihat Antony yang sedang serius dan fokus di mejanya itu mengenakan kacamata bacanya, Emelin tiba-tiba memiliki sebuah keinginan.


Namun menunda keinginannya itu, Emelin segera mengejutkan Antony terlebih dahulu.


"Kejutan!!"


Melihat Emelin tiba-tiba memeluknya itu, tentu saja Antony sampah kaget karena dia terllau fokus sebelumnya.


"Emelin? Kamu disini? Sejak kapan?" Kata Antony dengan ekpersi terkejutnya itu.


"Pfffff.... Kamu terlalu fokus dengan pekerjamu hingga tidak sadar dengan kedatanganku,"


"Hah, seperti begitu. Kamu benar-benar berhasil mengejutkanku. Tapi tumben kamu kesini masih jam pagi?"


"Aku sebenarnya ada pekerja di Perusahaan ini, jadwal syuting untuk Iklan,"


"Owh? Jadi hari ini jadwalnya? Kenapa tidak bilang? Kamu datang kesini sendirian?"


"Benar, aku diantar supir kesini. Bodyguard aku suruh menunggu diluar, lagipula di dalam Perusahaan aku tidak merasa butuh orang-orang itu,"


"Hah, tapi Emelin aku memintamu lebih hati-hati, lebih baik membuat para pengawal selalu mengawalmu sewaktu-waktu,"


"Ayolah, ini di Gedung Perusahaanmu, mana mungkin terjadi sesuatu,"


"Sebenarnya aku cukup ragu untuk mengatakan ini, di Perusahaan sepertinya ada Mata-mata dari Perusahaan musuh,"


Emelin tentu menunjukan keterkejutannya.


"Apa? Bagaimana bisa?"


"Aku juga tidak tahu soal, ini. Hah, sebaiknya tidak perlu di bahas, aku lelah membicarakan soal orang-orang menyebalkan itu,"


Antony lalu hendak melepaskan kacamatanya, namun Emelin segera mencegahnya.


Antony lalu menatap Emelin dengan heran.


"Jangan dilepaskan! Aku ingin melihatmu memakai kacamatamu,"


Antony lalu tertawa dengan permintaan Emelin itu.


"Kamu cukup aneh,"


"Aku melihat, jika kamu memakai Kacamata ini dan melepaskan Jas yang kamu pakai, kamu pasti akan terlihat sangat cocok seperti penampilan Seorang Guru, aku ingin melihatnya,"


Antony sekali lagi menatap Istrinya itu dengan heran.


Emelin sudah bergerak dan berniat melepaskan Jas yang Antony pegang.


"Ayolah, aku ingin melihat kamu berpenampilan seperti seorang guru lalu mencoba menerangkan pada murid-muridnya di depan kelas,"


"Apa?"


Antony merasa dirinya salah dengar.


"Aku ingin melihat kamu berpenampilan seperti seorang guru lalu mencoba menerangkan pada murid-muridnya di depan kelas,"


"Apakah kamu barusan mengejekku soal ini? Karena tempo hari aku cerita bagaimana aku ingin menjadi guru?"


Ekpersi Emelin tentu menjadi Cemberut karena kecurigaan Antony itu.


"Astaga, tidak begitu... Bagaimana aku menjelaskannya ya... Ini.... Ini... Ini benar-benar keinginan calon bayimu, karena Ayahnya terlihat sangat tampan memakai kacamata, jadi tiba-tiba aku keinginan melihatmu setingkah seperti seorang guru,"


Antony sekali lagi memasang ekpersi kagetnya itu.


Dirinya tahu, kalau wanita hamil biasanya memiliki sesuatu seperti masa ngidam atau sejenisnya.


Apakah Emelin sudah saatnya memasuki masa-masa ini?


Ini harusnya memang sudah lebih dari satu Bulan sejak Emelin hamil.


Dan memang seharusnya memasuki masa-masa ngidam.


Namun tiba-tiba wajah Antony menjadi pucat karena teringat sesuatu.


Itu adalah ketika Emelin sedang hamil Alex.


Dirinya ingat betapa aneh-aneh permintaan Emelin itu, lupakan soal keinginan yang ingin naik kapal Pesiar itu, ada permintaan yang lebih aneh lagi.


Itu dulu saat dirinya baru pulang dari kampus, sampai di rumah, Emelin tiba-tiba menyeretnya ke halaman belakang.


Saat itu mereka masih tinggal di Rumah Keluarga Smith yang memiliki halaman yang luas.


Emelin memintanya, memajat pohon rambutan disana.


Ataukan saat Emelin ingin makan ikan dan menuruh dirinya menangkap ikan di kolam?


Mana ikannya harus spesifik, ikan warna merah loreng-loreng, itu adalah koleksi ikan Koi milik Kakek Emelin.


Mengingat hari-hari penyiksaan alam itu membuat wajah Antony benar-benar pucat.


Yah walaupun pada akhirnya saat itu dirinya tetap mencoba menuruti permintaan itu.


Tapi itu marupakan memory yang cukup lucu juga kalau di ingat-ingat.


Memang, dirinya dan Emelin pernah merasakan saat-saat bahagia saat itu...


"Hey! Antony? Apa yang kamu lakukan? Tidak jadi menuruti permintaanku?"


Antony tersadar dari lamunannya itu, berkat kata-kata Emelin, lalu segera berkata,


"Baik, Baik Ratuku, apapun perintahmu,"


Emelin merasa sedikit malu ketika di panggil Ratu oleh Antony, lalu segera berkata dengan gugup,


"Ratu apa, kamu ini paling suka menggoda,"


Antony segera melepaskanya jasnya, lalu menarik Emelin kedalam pelukannya.


"Karena kamu adalah Ratu di hatiku, jadi sebagai satu-satunya Ratuku, aku harus menuruti permintaanmu, hmmm berpura-pura menjadi guru? Ini permintaan mudah, ketika kami hamil Alex dulu, berapa banyak yang kamu minta hmm?"


Emelin lalu jadi teringat saat itu, dan wajahnya menjadi sedikit memerah karena malu.


Dirinya juga heran, kenapa bisa ngidam aneh-aneh begitu.


Semoga kali ini tidak seperti itu, atau itu akan benar-benar memalukan ketika dirinya ingat lagi.


'Duh, Nak jangan minta aneh-aneh seperti jaman Kakakmu Alex ya,' kata Emelin dalam hati sambil mengelus perutnya itu.


####


Siang itu, Raka yang selesai dengan urusanya itu segera turun kebawah dan mencari Alissya di Ruangannya.


Jam Istirahat seperti ini, biasanya rekan-rekan Alissya atau Atasanmu sudah pergi makan siang hanya meninggalkan Alissya yang makan bekal di meja nya.


Raka sudah beberapa hari sering datang untuk makan siang disana juga, sambil sedikit mencicipi masakan Alissya sangat enak.


Alissya yang melihat Raka datang itu segera mengubah ekpersinya.


"Raka, kenapa kamu datang kesini? Aku kan sudah bilang, kamu sebaiknya jangan makan disini, nanti jika orang-orang tahu, aku tidak ingin mereka salah paham tentang kita,"


Raka langsung duduk di kursi dekat Alissya tanpa memperdulikan perkataannya itu, dan mengeluarkan kotak makan siangnya sendiri, ini di beli di salah satu toko dekat Apartemennya tentu saja.


"Salah paham apa? Ini hanya makan siang biasa, terserah aku mau makan siang dimana, orang-orang tidak berhak mengaturku, hpmh"


Melihat sepertinya Raka tidak mau mendengarkan, Alissya hanya pasrah saja dan segera mengeluarkan bekal makan siangnya sendiri.


Raka jelas melihat betapa mengiurkannya bekal makan siang di depan Alissya itu, dan menatap Alissya dengan ekspresi yang cukup....


Alissya tentu memperhatikan tatapan kelaparan itu.


"Hah, kamu ini kan Tuan Muda Keluarga Anderson, bagaimana hanya membeli Bekal Makan Siang di Toko Serba ada?" Kata Alissya sambil menatap bekal makan siang Raka.


"Aku tinggal sendiri di Apartemen, mau bagaimana lagi? Aku juga tidak begitu suka ada yang berkeliaran di Apartemenku, jadi hanya menyewa seorang pembersih yang datang ketika aku tidak ada. Jadi tidak ada yang memasak untukku,"


"Kamu selalu makan di luar?"


Raka malah hanya tersenyum,


"Begitulah, sungguh baik jika ada yang mau memasakanku bekal makan siang, sungguh makan Siangmu terlihat sangat enak,"


Alissya sekali lagi hanya bisa menghela nafas melihat Tuan Muda di depannya itu, lalu segera menukarkan bekal mereka.


"Tidak baik selalu membeli makanan cepat saji seperti ini,"


Melihat sikap perhatian diam-diam itu, tentu saja Raka merasa senang.


Sepertinya sudah ada sedikit kemajuan?