
Antony lalu semakin mendekat kearah Emelin.
Hal-hal yang ada dipikiran Antony begitu sederhana sekarang.
Untuk membuat Emelin benar-benar menjadi miliknya.
Hatinya tidak bisa menerima jika Emelin bersama dengan laki-laki lain.
Bahkan walaupun itu hanya bersentuhan.
Tiba-tiba seolah-olah perasaan yang tertahan dan terpendam dalam hati Antony muncul.
Rasa obsesif dan posesifnya ada Emelin.
Perasaan ingin menjadikan Emelin miliknya, hanya miliknya, hanya boleh dirinya yang menatap Emelinnya....
Emelin adalah Istri Syahnya...
Yang hanya miliknya seorang...
Miliknya....
Benar...
Bagaimana cara membuat Emelin menjadi milik nya seutuhnya?
Pikiran Antony yang saat ini masih terpengaruh obat, tidak bisa berpikir dengan jernih.
"Antony, apa-apa kamu!! Kenapa kamu mengajakku kesini?"
Emelin bertanya dengan penuh penasaran.
Ini adalah sebuah kamar hotel, dan kenapa Antony tiba-tiba mengajaknya kesini?
Dan lagi, Antony memiliki kunci kamar ini, seolah-olah dia memang berencana tinggal disini....
Tidak....
Tunggu dulu....
Jangan bilang, Antony sebenarnya berniat mengajak Isabella ke kamar hotel ini?
"Antony!! Katakan padaku! Apa maksudmu dengan kamar ini, Hah? Siapa yang kamu ingin ajak kesini Hah!! Katakan!!"
Namun yang Emelin terima hanya tatapan sayu dari Antony, Antony yang menatapnya dengan lekat.
Emelin melihat, ada yang salah dengan Antony.
"Antony?"
Emelin muncul sejenak karena tiba-tiba menjadi takut, namun dibelakangnya hanya ada pintu yang tertutup rapat.
Antony semakin mendekatkan wajahnya, lalu mulai mencium bibir Emelin, membuat Emelin tentu saja kaget.
Ciuman Antony menjadi semakin dalam, mulai memainkan lidahnya menjilati bibir Emelin, meminta akses masuk.
Namun Emelin jelas, tidak merasa marah dengan tidakan Antony tiba-tiba, dia menolak, dan mendorong Antony.
Namun melihat penolakan Emelin ini, malah membuat Antony menjadi semakin ganas.
Tangan Antony sudah meraba kemana-mana, menyentuh bagian tertentu tubuh Emelin,
"Ah...."
Emelin yang membuka mulutnya itu, menjadi kesempatan bagi Antony menciumnya lebih dalam, mereka berciuman sampai-sampai Emelin kehabisan nafas.
"An... Antony...."
Akhirnya Antony melepaskannya ciumannya itu, pada Emelin.
Emelin masih tidak bisa mengerti akan apa yang barusan mereka lakukan....
Perasaan Emelin masih begitu kesal...
Namun ciuman barusan walaupun agak kasar, terasa menjadi candu untuk Emelin.
Tatapan mereka kembali bertemu....
Mereka berciuman lagi, dan lagi, ciuman Antony sangat agresif, begitu bersemangat, membuat Emelin merasakan suhu tubuhnya yang memanas.
Emelin yang berada dalam dekapan Antony juga merasakan bahwa tubuh Antony cukup panas.
Pikirannya mulai teralihkan menikmati ciuman dari Antony...
Setelah sekian kalinya mereka berciuman, terlihat jelas bibir Emelin yang menjadi bengkak berkat beberapa gigitan dan ciuman itu.
Kali berikutnya, Antony lalu menarik Emelin lagi, lalu melemparkannya kearah tempat tidur.
"Aw.... Antony apa-apa kamu!!"
Emelin berada di bawah, dan terbaring ditempat tidur, sedangkan Antony berada diatasnya.
Tatapan mereka bertemu, Antony melihat bibir Emelin yang sedikit bengkak itu dengan puas.
Puas karena itu adalah tanda perbuatannya...
Tanda cintanya pada Emelin...
Lalu, Antony mulai berkata dengan agresif,
"Emelin... Kamu harus tahu... Kamu ini milik siapa, kamu ini hanya milikku... Kamu tidak bisa bersama dengan laki-laki lain termasuk Raka-Raka itu... Kamu tidak diijinkan berselingkuh dengannya ataupun laki-laki lainnya, kamu milikku...."
Emelin awalnya terlalu terbius dalam ciuman Antony sampai-sampai melupakan hal-hal yang terjadi sebelumnya.
Dimana Antony mencium Isabella di lorong...
Apakah kamu melakukan ini juga padanya?
Perasaan sakit hati muncul....
Apa-apaan dia ini benar-benar menyebalkan.
"Antony! Aku seharusnya yang marah!! Sekarang lepaskan aku!!" kata Emelin dengan marah, mencoba mendorong Antony dari atasnya.
Antony sendiri tidak mendengarkan apa yang Emelin katakan, namun melihat sikap Emelin yang memberontak itu, membuat Antony bersikap lebih agresif.
"Kamu!! Aku sudah bilang kamu adalah milikku hanya milikku milikku! Milikku! dan milikku.... Emelinku.... Apa yang aku harus lakukan untuk membuatmu sadar jika kamu hanya milikku kamu tidak boleh memikirkan laki-laki lain selain aku.... Kamu milikku... Aku ingin memberikan semua tanda padamu bahwa kamu adalah milikku... Hanya milikku...."
Mendengar kata-kata Antony barusan, membuat wajah Emelin memerah.
Apa-apa Antony ini?
Ini seperti bukan dirinya saja?
Kenapa Antony bertingkah begitu aneh?
Jantung Emelin berdebar, terutama setelah melihat Antony, laki-laki yang dicintainya ini dari dekat.
Tatapan mana Antony terasa memikat dirinya, untuk tengelam dalam tatapan mata itu...
Tatapan mata yang entah kenapa penuh dengan rasa obsesif.
Sekali lagi, Antony memaksakan sebuah ciuman pada Emelin, namun itu hanya ciuman singkat sampai Antony lalu mengarahkan bibirnya pada telinga Emelin, berbisik,
"Jadi apa yang kamu suka sayang, dariku? Kamu selalu menyukai tubuhku bukan? Tentu saja kamu selalu bisa memilikinya sebanyak yang kamu mau...."
Lalu, Antony mulai mengigit daun telinga Emelin, membuat rasa sakit muncul, namun perasan mendebarkan juga muncul.
Ahkkk....
Apa-apa Antony ini!!
Apa dia kerasukan!
Belum cukup sampai disitu, bibir Antony lalu turun, dan mencium leher Emelin, membuat Emelin sedikit merintih, lalu memberikannya gigitan kecil.
"Sa... Sakit... Hentikan itu Antony... Jangan gigit lagi,"
Semakin kesini, tindakan Antony semakin berani.
"Emelin aku akan membuatmu hanya menyebut namaku seorang..."
Antony lalu mengarahkan ciuman bahu Emelin, yang terbuka, lalu sekali lagi memberikan gigitan disana.
"An... Antony...."
"Lihat, aku akan membuatmu menjadi milikku, dan tidak akan bisa melakukan hal-hal ini selain denganku lagi... Aku akan memberikan 'Layanan Malam Spesial' kali ini, hingga kamu tidak akan bisa berpaling lagi dariku... Hanya menatapku... Menatapku seorang....."
Ketika Antony mengatakan itu, tatapan mereka bertemu.
Emelin tidak bisa membaca ekpersi dari Antony, hanya bisa melihat tatapan itu begitu penuh gairah.
Tanpa menunggu respon Emelin, Anting sudah dulu melemparkan Jas yang dia pakai, lalu juga melepaskan kemejanya sendiri.
Melihat pemandangan indah di depannya, itu membuat Emelin hanya bisa menelan ludahnya.
"Suka?" Goda Antony lagi, sambil mengarahkan tangan Emelin pada perutnya, membuat Emelin meraba-raba otot perutnya yang terbentuk dengan baik itu.
Emelin juga merupakan wanita normal yang tidak tahan godaan.
Menatap wajah tampan itu....
Dan tubuh seksi Antony, benar-benar membuat Emelin juga tidak tahan...
Dengan pikiran warasnya, Emelin berkata dengan dirinya sendiri kalau ini salah...
Ini bukan saat yang tepat melakukan hal-hal ini bukan?
Dan lagi...
Ada apa dengan Antony ini?
Dia biasanya tidak seagresif ini di tempat tidur....
"Antony, tunggu dulu... Antony kamu Sebenarnya kenapa?"
"Apakah aku kurang baik di tempat tidur hingga kamu melirik laki-laki lain?"
"Antony!!! Aku tidak pernah dengan laki-laki lain!!! Kamu... Kamu... Apa yang kamu pikirkan tentang ku?"
Tentu saja Emelin menjadi marah melihat Antony sepertinya menilai dirinya wanita seperti itu.
Rasa emosi masuk, mencoba mendorong Antony menjauh, namun gagal karena kekuatan Antony lebih besar.
Namun mulut Emelin langsung ditutup oleh bibir Antony, dengan ciuman yang agresif.
Sedangkan tangan Emelin, dirinya bimbing semakin kebawah...
Kebawah....
Dan kebawah....
Hingga, Emelin merasakan sesuatu yang keras dan panjang dibawah sana....
Ini...
Ekspresi dan kemarahan Emelin kemudian menjadi rasa malu....
Perasaan rumit mulai muncul....
Barulah setelah itu, Emelin sadar....
Sepertinya sudah terlambat menghentikan Antony?
#####
Bersambung