Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 6: Kesempatan Baik


Mendengar perkataan Alex yang terlihat antusias itu, Antony dan Emelin saling menatap, sedang berpikir sebentar.


Emelin sendiri juga merasa, itu mungkin keputusan yang baik juga karena kasihan juga jika Alex sendirian di Rumah, walaupun ada Pengasuh dan Pembatu, namun itu tetap saja berbeda dengan Keluarga.


Alex sebelumnya memang sering ditinggal di rumah sendirian, dan dia menjadi sangat kesepian saat itu.


Menyangkannya sekarang, Emelin menjadi tidak tega.


Dan Emelin merasa, jika di jaga oleh Keluarga juga lebih baik, seandainya Kakeknya masih di dunia ini, dirinya juga akan senang menitipkan Putranya padanya.


Dan sepertinya Tuan Anderson ini juga cukup menyayangi Putranya ini.


Antony yang sepertinya memiliki pemikiran yang sama lalu mengaguk.


"Baiklah, kamu boleh menginap disini. Namun ingat, jangan merepotkan Kakek buyutmu, mengerti?"


Alex yang terlihat sangat bahagia itu, lalu berkata dengan penuh keyakinan,


"Tentu saja, Alex akan menjadi anak yang patuh dan baik,"


"Terimakasih Kakek, karena mau membantu menjaga Alex kami, nanti aku akan mengirimkan Pengasuh Alex kesini dengan baju ganti Alex. Saya harap Kakek tidak akan repot dengan keberapa Alex," kata Antony pada Kakeknya itu.


"Tentu saja, aku akan memastikan menjaga anak ini dengan baik kalian berdua bersenang-senanglah dulu,"


Mendengar itu, dua orang itu lalu berpamitan.


Dan ketika sampai di mobil, Emelin mulai mengeluh,


"Apakah biasanya Makan Malam Keluarga seperti itu?"


Antony hanya bisa menghela nafas, kemudian berkata,


"Begitulah, selalu ada saja yang di perdebatkan, itulah kenapa aku tidak ingin mengajakmu,"


"Tapi sebenarnya Kakekmu sepertinya orang yang baik,"


"Ya, Kakekku memang sepertinya orang yang baik, hanya saja kadang kebaikan sering di manfaatkan seseorang,"


"Maksudmu apa?"


"Kamu lihat Paman Viktor? Aku dengar, dia berasal dari Pernikahan Kedua Kakekku yang di lakukan diam-diam, aku juga tidak tahu detailnya sih, tapi sepertinya Kakekku dulu di jebak oleh Ibu anak itu, atau sesuatu aku juga tidak tahu kebenarannya, hanya gosip yang aku dengar,"


"Sepertinya ini cukup rumit,"


"Memang, makanya aku memintamu agar berhati-hati, jangan terlalu banyak berhubungan dengan Paman Viktor, aku sendiri tidak tahu apa motif dia dibelakang, dia masih di dukung oleh Ibunya, walaupun sekarang Ibu anak itu tentu saja tidak bisa masuk Keluarga Anderson karena sudah lama di ceraikan oleh Kakekku,"


"Jadi maksudmu, dia anak Syah?"


"Bukan, aku juga tidak tahu detailnya, tapi sepertinya anak itu lahir sebelum mereka menikah. Kamu mengerti maksudku bukan?"


"Ah... Ini mengunakan cara lama untuk memasuki Keluarga Kaya,"


"Benar, kurang lebih seperti itu."


Emelin lalu sedikit berpikir lagi, dan teringat sesuatu.


"Antony, kamu juga harus hati-hati, siapa yang tahu di luar sana ada orang yang ingin menjebakmu, kamu ingat kejadian terakhir kali? Jika aku tidak disana apa yang terjadi?"


Antony mengigat kejadian saat di Renuni.


"Kamu benar. Hah... Sungguh hidup di Dunia Orang Kaya sangat merepotkan. Dulu ketika aku masih hidup biasa-biasa saja hidupku selalu tenang dan tentram, tidak ada berbagai orang yang mendekatiku dengan maksud terselubung,"


"Jadi itukah alasan kamu juga selalu menyembunyikan Identitasmu? Aku dengar sebelumnya, kamu tidak pernah menunjukkan wajahmu di hadapan Publik,"


"Ya, aku masih ingin menjalani hidup yang damai dengan Keluarga kecilku, terutama dengan Istri manisku ini, namun sayang sekali Istriku ini begitu populer sekarang, hah, padahal aku ingin hanya aku yang boleh menatapmu,"


Emelin yang meminta suaminya sedikit posesif itu, lalu berkata dengan sedikit mengoda.


"Tentu saja, aku ini juga hanya eklusif untukmu.... Hanya kamu yang boleh menatapku sepenuhnya, dan menyentuhku sepenuhnya,"


Antony terkejut dengan godaan Emelin tersebut, lalu membalas godaanya,


"Aku benar-benar tidak sabar. Karena Alex tidak ada di rumah, kenapa tidak kita 'bermain' saja malam ini? Anggap saja pemanasan, hmm? Mau?"


Emelin menutup wajahnya, dan berkata dengan malu,


"Sungguh kamu ini benar-benar tahu cara mencari kesempatan,"


"Emelin, kita harus berlatih dulu sebelum membuat adik Alex, anggap saja ini versi uji coba, agar nanti lancar,"


Antony tidak lagi mengoda Emelin, dan langsung tancap gas pulang.


Tiba-tiba dirinya memiliki rencana bagus untuk malam ini.


####


Begitu sampai di rumah, Emelin langsung pergi ganti baju, namun ketika dirinya sampai di kamar dan memilih baju yang ingin dipakainya, Antony sudah memeluk Emelin dari belakang.


"Antony, kamu apa-apaan, aku sedang akan ganti baju,"


"Kamu tidak usah ganti baju,"


"Sangat risih masih memakai baju ini, apakah kamu tidak tahu?"


"Emm, baiklah aku mengerti, bagaimana jika aku saja yang membantumu Menganti baju? Hmm?" Kata Antony sambil melepaskan resleting baju Emelin di belakang.


Merasakan sentuhan hangat tiba-tiba itu, Emelin sedikit kaget.


"Antony, sudah saja kamu ganti baju saja sendiri, aku akan ganti baju sendiri,"


"Jangan malu-malu, seperti sama siapa saja, aku suamimu, mana aku bantu melepaskan bajumu," kata Antony lagi, sambil semakin menurunkan resleting, dan sedikit mencium punggung Emelin itu.


Membuat Emelin merasa sedikit geli.


"Aku yakin, setelah kamu melepas bajuku, kamu tidak akan memiliki niat untuk membantuku memakai baju ganti,"


"Oh? Bagaimana kamu bisa tahu?" Kata Antony berpura-pura menunjukan ekpersi terkejutnya.


Emelin segera membalik tubuhnya, dan menatap kearah Antony, lalu tangannya tanpa malu-malu memegang barang keramat di bawah sana milik Antony yang sepertinya sudah sedikit bereaksi itu.


"Lihat, juniormu ingin sudah sangat bersemangat, bagaimana aku tidak tahu? Ini dari tadi menyenggolku,"


Antony benar-benar terkejut dengan respon Emelin yang sangat sigap itu.


"Hmm, sepertinya tidak hanya aku yang tidak sabar, hmm?"


Emelin merasa sedikit malu melepaskan tangannya dari barang itu, lalu menjawab dengan malu-malu.


"Ya... Aku sebenarnya juga ingin,"


"Mau mencobanya malam ini?"


"Mumpung Alex ada di Rumah Kakekmu, kenapa tidak? Namun ingat, jangan lama-lama, kita masih harus perjalan jauh besok,"


Antony terlihat menatap Emelin dengan ekpersi rumit, lalu berpikir sejenak,


"Hmm, sepertinya akan sangat sulit untukku menahan diri. Tapi aku akan jamin jika kamu akan kecanduan, hingga tidak ingin bilang berhenti dan ingin terus lanjut,"


Wajah Emelin benar-benar memerah mendengar ucapan Antony yang sangat berani itu.


"Kamu... Bagaimana bisa sekarang mulutmu menjadi begitu berani dan banyak bicara seperti ini? Dulu ketika kita melakukannya, kamu sungguh diam saja seperti patung,"


Antony sedikit terteguh ketika kembali mengingat masalalu, merasa malu sendiri. Namun segera mengalihkan pembicaraan,


"Namun walaupun seperti patung bukankah kamu menikmatinya? Kamu sangat suka bermain di atas... Hmm, kamu selalu menyukai posisi itu,"


Emelin merasa malu, lalu menutup mulut Antony dengan tangannya.


"D.. Diam!!"


Namun Antony malah memasukan jari Emelin kemulutnya, **********, dan menjitinya.


Emelin segera menarik tangannya karena merasa geli, dengan gerakan tiba-tiba itu.


"Jangan malu-malu, sayang. Aku sekarang milikmu, hanya milikmu, dan aku akan menuruni apapun yang kamu inginkan, sayangku Emelin,"


Kata Antony lagi, sambil menarik Emelin dalam pelukannya.


"Ukhhh.... Kamu benar-benar tidak sabar,"


"Hmm, karena Istriku sangat cantik dan manis, bagaimana aku bisa sabar?" Kata Antony lagi, sambil mulai mencium bahu Emelin.


"Ukhh... Antony..."


Melihat respon positif itu, Antony segera menarik Emelin ke tempat tidur.