Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 98: Pertarungan Rumor di Internet (Part 2)


Malam itu, setelah menikmati makan malam bersama, suasana hati Emelin benar-benar sudah cukup baik.


Dan saat ini Keluarga Kecil itu, tengah memasuki kamar tidur di penginapan.


Alex yang lelah, ada di gendongan Emelin, dan Emelin langsung membaringkan anak itu ditempat tidur disana.


Antony juga mengikuti Emelin untuk masuk kekamar itu.


Untuk beberapa saat, Emelin cukup kaget melihat Antony.


"Kamu.. kamu disini?" Tanya Emelin dengan ekpersi binggung.


"Mau dimana lagi? Bukankah memang kita tidur satu kamar mulai sekarang? Hmm, apakah setelah beberapa saat terpisah, kamu menjadi tidak ingin tidur denganku lagi?"


"Te... Tentu saja tidak."


Saat ini mereka memang sudah memakai piyama tidur, Emelin dengan gugup naik ketempat tidur duluan, lalu disusul oleh Antony.


Entah kenapa Emelin begitu gugup malam ini...


Hanya rasanya ada sedikit hal berbeda ketika menatap Antony hari ini...


Seperti... Sikap Antony tidak seperti biasanya...


Apakah menjadi cukup hangat?


Ketika Emelin masih dalam pikirannya sendiri, sebuah pelukan hangat dari belakang membuat Emelin kaget sendiri.


"A... Antony?"


"Apa? Bukankah nyaman seperti ini? Sini berbalik sedikit," Kata Antony sambil mempererat pelukannya.


Emelin merasa sedikit malu, lalu berbalik menatap kearah Antony, mereka saling bertatapan sejenak.


Antony menatap Emelin cukup interes membuat Emelin sekali lagi gugup.


"Apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu, bukannya tidur?"


"Kamu sepertinya melupakan sesuatu,"


"Melupakan apa?"


"Hmm, aku sudah berusaha cukup keras hari ini untuk mengatasi kekacauan yang kamu buat,"


Emelin lalu sadar, benar dirinya belum mengucapkan Terimakasih pada Antony.


"Terimakasih untuk hari ini, jika tidak ada kamu, aku tidak tahu lagi harus bagaimana,"


"Hmm, aku tidak ingin ucapan Terimakasih."


"Lalu? Lalu kamu ingin aku melakukan apa?"


"Beri aku beberapa hadiah,"


"Hadiah apa yang ingin kamu minta?"


Emelin tentu saja kaget, sekarang dirinya cukup miskin, dan tidak bisa membeli hal-hal bagus untuk seorang CEO dari Keluarga Anderson seperti Antony.


Kira-kira bagaimana ya dirinya harus membalas Antony?


Emelin menunggu jawaban Antony, namun bukannya menjawab, Antony malah hanya menunjuk kearah bibirnya, membuat Emelin semakin bertanya-tanya.


"Apa?" Tanya Emelin lagi dengan ekpersi binggung.


"Bagaimana dengan ciuman selamat malam? Hmm, keluarga kita memiliki tradisi seperti itu,"


"Ci... Ciuman apa?"


"Kupikir kamu mau menunjukan sedikit ketulusan ketika berterimakasih,"


Emelin tidak mengira permintaan Antony menjadi begitu sederhana.


Ini...


Ini hanya ciuman bukan?


Emelin memejamkan matanya, lalu mendekat kearah Antony, mengecup bibirnya ringan, dengan perasaan gugup.


Emelin merasakan kehangatan ketika mencium bibir lembut Antony.


Rasanya benar-benar mendebarkan, namun begitu Emelin hendak menarik diri dari kecupan ringan itu,


tangan Antony menahannya.


Antony membalas ciuman Emelin lebih keras, mencoba memasukkan lidahnya ke bibir Emelin.


Sesaat itu menjadi lebih dari sekedar ciuman selamat malam.


Sampai, akhirnya Antony melepaskan Emelin, Emelin masih tidak mengerti dengan apa yang barusan terjadi.


Emelin menatap kosong kearah Antony...


Baru saja....


Mereka benar-benar berciuman...


Dan ini bukan ciuman sederhana...


Hanya....


Hanya kenapa Antony bersikap begitu aneh hari ini?


Ini seperti....


Antony sedikit bersikap manja?


"Apa? Bukankah kamu ingin, tidur? Mari segera tidur." Kata Antony sambil kembali memeluk Emelin, membiarkan kepala Emelin didadanya.


"Kamu... Kamu tidak tahu malu!! Disini ada Alex!! Bagaimana kalau dia tadi bangun!!"


Sedikit senyum nakal muncul diwajah tampan itu,


"Hmm, Alex sangat lelah hari ini, dia pasti tidur pulas. Atau apa kamu ingin lebih?"


Ekpersi Emelin sudah memerah seperti tomat, dirinya tidak ingin membiarkan Antony lebih banyak mengodanya, Antony memang suka sekali iseng seperti ini...


Dan malam itu, dengan perasaan hati yang gembira, Emelin tidur dengan nyenyak.


Berbeda dengan beberapa orang yang tidak bisa tidur nyenyak malam ini.


####


Keesokan paginya, Emelin bangun walaupun sedikit kaget hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tidur dari Pria Tampan tertentu.


Emelin mulai memikirkannya, sudah lama sejak dirinya dan Antony tidur bersama seperti ini.


"Sudah bangun?"


Mata yang awalnya tertutup itu, perlahan-lahan terbuka.


"Hmm, kurasa ini sudah agak siang,"


"Kamu benar, mari kita mencari sarapan diluar, tempat yang cukup sinyal."


"Eh? Kenapa?"


"Ada beberapa hal yang perlu kamu lihat di internet,"


Sekarang membicarakannya, Emelin teringat kejadian yang terjadi kemarin.


Emelin cukup penasaran juga,


"Baik, mari segera kesana. Aku akan membangunkan Alex,"


Dengan itu, mereka langsung naik mobil dan menuju salah satu rumah makan yang menjual menu makanan di pinggiran kota B.


Disana, Emelin langsung menyalakan ponselnya. Membiarkan Alex menikmati sarapannya sendiri.


Dia mulai membuka kabar-kabar yang muncul, awalnya ini soal bagaimana Claudia keguguran.


"Ini... Aku... Aku benar-benar tidak sengaja... Sampai Claudia keguguran... Aku tidak tahu kalau dia sedang hamil,"


Rasa bersalah muncul dihati Emelin,


"Kamu tidak perlu merasa bersalah. Sebenarnya aku memiliki beberapa informasi lainnya soal kehamilan Claudia. Kata dokter yang mengoperasinya, keadaan kehamilan Claudia memang lemah dan harus dijaga dengan hati-hati, namun Claudia sendiri yang malah memiliki banyak aktifitas di luar belum lagi pola makannya juga buruk untuk janin dalam perutnya, membuat kehamilannya benar-benar lemah. Aku mendengar juga dia akan syuting adegan berat di Luar Negeri, yang akan membenahi tubuhnya, aku rasa bahkan walaupun kamu tidak melakukannya saat itu, melihat Claudia tidak peduli dengan kandungannya, dia akan tetap..."


"Tapi tetap saja..."


"Emelin, ini sudah terjadi tidak ada lagi yang bisa kita ubah bahkan walaupun kamu ingin, kamu juga perlu melihat beberapa video ini,"


Antony menunjukan rekaman video yang menunjukkan pertengkaran antara Daniel dan Claudia, yang mana disana Claudia benar-benar mengagap kehamilannya tidak penting, dan malah memanfaatkan hal ini untuk keuangannya sendiri.


Emelin benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dirinya tidak percaya jika ada wanita sejahat Claudia bahkan dia tidak berperasaan pada calon bayinya sendiri.


"Bagaimana bisa Claudia tidak memiliki hati seperti itu? Padahal itu darah dagingnya sendiri...."


Emelin jadi teringat kejadian saat dirinya jatuh dari tangga dulu saat hamil Alex.


Bahkan dirinya saat itu juga masih sangat khawatir dengan keselamatan bayi dalam perutnya.


Takut terjadi sesuatu pada kehamilannya saat itu, jadi bahkan walaupun doker bilang kalau dirinya meneruskan kehamilannya saat itu mungkin akan memiliki konsekuensi yang buruk, dirinya tetap mempertahankan kehamilannya.


"Kamu ingat kejadian yang menimpamu dulu? Ketika kamu hampir kehilangan Alex saat masih masa kehamilan?"


"Hal itu? Tentu saja aku tidak akan pernah melupakannya,"


"Itu sebenarnya direncanakan oleh Claudia. Dia yang membuatmu mengalami Kecelakaan itu, aku baru menyelidikinya belakangan ini."


"Apa?? Bahkan kejadian itu?"


Mendengar penjelasan Antony, hanya rasa marah sekarang yang tersisa dihatinya Emelin.


Memikirkan hari itu, dirinya hampir saja kehilangan Alex....


Sejauh itukan kejahatan mereka?


Apa lagi kejahatan yang mereka lakukan yang belum dirinya sadari?


"Emelin, kamu harus tenang, lihat lagi hal-hal di internet,"


"Baik."


Menuruti permintaan Antony, Emelin melanjutkan membaca-baca hal-hal disana.


Awalnya memang ada banyak hujatan terhadap dirinya soal mencelakai Claudia, namun beberapa postingan lain muncul membuat beberapa orang mulai tidak percaya dengan Claudia, bagaimana tidak ada bukti jika itu perbuatan Emelin.


Emelin juga melihat video dramatis pengakuan Claudia yang terlihat sedih setelah kehilangan calon bayinya itu, benar-benar wajah yang berbeda dari yang Claudia katakan dibalik layar.


Sungguh, air mata buayanya sangat-sangat membuat Emelin kesal, bahkan disana memberikan kesan kalau Emelin lah yang membuat keributan duluan, padahal jelas dua orang itu yang membuat dirinya emosi duluan, setelah semua hal yang mereka lakukan, termasuk fakta jika, Caludia adalah anak haram Ayahnya.


Namun saat ini opini di internet, menuduh Claudia berbohong mana tidak ada bukti ataupun saksi tas kejadian itu, keculai Ibu Claudia, gang orang menganggap kesaksian Ibu Claudia tidak dapat dipercaya, kena bisa saja itu bersekokol dengan Putrinya.


"Ah, benar-benar bagus bisa melihat akhirnya orang-orang memihakku. Bagaimana itu rasanya Claudia? Ketika kamu mengatakan hampir yang sebenarnya, namun tidak ada yang percaya?"


Emelin terlihat puas dengan hal itu, namun itu masih tidak bisa menghilangkan rasa kesalnya terlalu banyak kejahatan yang Claudia lakukan pada dirinya.


Tiba-tiba sebuah ide muncul, ini sepertinya momentum yang tepat.


"Antony, aku rasa ini saatnya,"


"Saatnya apa?"


"Mengungkapkan kalau Claudia sebenarnya anak haram hasil dari Perselingkuhan Ayahku. Semua orang harus tahu soal fakta ini, bagaimana mereka sebenarnya adalah penipu,"


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya, semua 😆


Semoga kalian suka dobel Update ini,


Nantikan terus kelanjutannya 😉😉😉