
Mendengar pertanyaan itu, wartawan itu menjadi sedikit tertarik,
"Apakah kamu punya bukti untuk itu? Jika memang benar ini bisa menjadi gosip yang heboh,"
Anggota Staff itu lalu memberikan kartu namanya,
"Jika Bapak tertarik silahkan hubungi saya, saya akan menjelaskannya detailnya dan buktinya,"
Wartawan itu menerima kartu nama itu dengan senang hati.
Ini benar-benar hal besar kalau sampai bisa mendapatkan gosip heboh soal Emelin Smith yang penuh skadal itu!!
Ini bisa menaikkan reputasinya sebagai seorang wartawan, dan jelas dirinya tidak akan membiarkan kesempatan ini hilang begitu saja.
"Baik, Terimakasih. Saya akan menghubungi anda untuk detailnya,"
Dengan itu mereka berdua berpisah dengan rencana masing-masing pikiran mereka.
Disisi lainnya, saat ini Emelin masih di Pesta dan berbicara sangat akrab dengan Pak Sutradara membicarakan bagaimana film ini akhirnya selesai syuting.
"Aku minta maaf sebelumnya karena sempat menunda syuting begitu lama, ini pasti membuat begitu banyak kerugian," kata Emelin dengan nada bersalah.
"Tentu saja ini tidak masalah sama sekali, Investor juga tidak keberatan,"
Tentu saja, Edward juga tidak bisa komplain, Putra Emelin tiba-tiba sakit dan harus di rawat, artinya ini juga Putra Antony, salah satu orang yang berperan besar dalam Investasi film ini, jelas tidak keberatan sama sekali membakar uang-uang itu demi Emelin tetap bisa merawat Putra mereka.
Benar-benar Suami yang dapat diandalkan.
"Investor ini... Dia sepertinya begitu baik,"
Namun Edward hanya bisa menghela nafas, karena sepertinya Wanita didapannya ini tidak tahu apa-apa bagaimana Suaminya ternyata banyak membantunya diam-diam.
Entah bagaimana hubungan suami istri itu sampai-sampai menyimpan rahasia seperti itu.
"Tentu saja, Investor ini benar-benar baik hati, kita benar-benar tidak bisa membuatnya kecewa,"
"Namun saya masih sedikit cemas bagaimana kalau film ini tidak berjalan dengan baik ketika rilis? Karena skandal saya...."
"Emelin, kamu harus lebih percaya diri! Kamu benar-benar berakting dengan bagus saat memerankan tokoh Lailah, aku yakin itu akan menyentuh hati para Penonton nantinya. Itu pasti akan sampai pada mereka, aku tahu betapa kamu serius soal ini, bagaimana kamu sering berlatih dimalam hari,"
"Bapak tahu?"
"Ya, beberapa Staff kadang melihat mu di pantai sedang berlatih menghafalkan dialog sendiri,"
Emelin jadi ingat bagaimana dirinya menghafalkan dialog seperti bicara sendiri seperti orang gila di pantai.
Memikirkan hal-hal itu ternyata dilihat orang lain, wajah Emelin memerah karena malu.
Itu...
Itu sungguh Aib!!
Tidak mengira ada orang yang melihatnya ketika sedang berlatih sendiri seperti orang gila itu!!
Melihat ekspresi malu dari Emelin, Sutradara itu tertawa,
"Tidak perlu malu, itu hanya bagaimana kami sangat berdedikasi soal hal ini, dan usahamu pasti tidak akan sia-sia,"
"Terimakasih Pak Sutradara,"
Mereka lalu lanjut berbicara lagi.
Dan beberapa orang juga datang menyapa mengucapkan selamat pada mereka atau ada juga yang saling mengobrol.
Beberapa orang mulai tertarik dengan Identitas misterius Investor film ini.
Seseorang bertanya pada Edward,
"Maaf, soal itu aku tidak bisa menjawabnya, Investor itu tidak ingin namanya disebutkan, yang jelas itu dari Perusahaan Investasi Baru yang bernama Ax Investment. Soal siapa yang berada dibaliknya, itu saya tidak bisa menyebutkannya,"
Salah satu orang yang bertanya itu tambah antusias.
"Jadi ini dari Ax Investment? Astaga Perusahan itu selalu berinvestasi dalam berbagai bidang dan Investasi mereka selalu berhasil! CEO mereka sepertinya punya mata yang baik, pasti film ini juga memiliki potensi baik, Identitas CEO itu juga sangat misterius!"
Emelin ikut mendegarkan juga, dia tentu saja juga penasaran dengan Investor Misterius ini yang membiayai film ini yang begitu berani mengeluarkan dana yang sangat besar untuk film ini.
Ternyata ini dari Ax Investment?
Perusahaan milik Investor Misterius.
Emelin sendiri tidak tahu hal-hal soal bisnis jadi dirinya juga tidak tahu soal Ax Investment ini, hanya bisa berterimakasih pada mereka karena berkat uang mereka, dirinya bisa berakting lagi di sebuah film.
####
Disisi lainnya, Caludia menatap acara gosip yang sekarang penuh dengan nama Emelin dan rencana film miliknya yang akan rilis.
Caludia langsung membanting remote control televisi miliknya.
Sangat benci bagaimana orang-orang mulai mentikan film itu rilis.
Caludia masih begitu marah pada Emelin, namun saat ini dirinya punya hal-hal lain yang dirinya pikirkan.
Ditangannya ada sebuah foto yang entah siapa yang mengirimnya.
Didalamnya adalah foto berisi Daniel sedang tidur dengan wanita lain.
Belum lagi kabar soal Daniel bersama wanita lain keluar dari Apartemennya tersebar luas.
Dan jika sampai foto ditangannya ini sampai tersebar luas...
Tidak hanya nama Daniel namun dirinya pasti akan di seret-seret juga.
"Daniel itu!!! Dia begitu berani sampai selingkuh di belakangku!! Bahkan sampai tertangkap Kamera!! Dasar laki-laki tidak tahu diri! Sudah aku beri begitu banyak uang untuk kenaikan karirnya dan juga di angkat sebagai salah satu petinggi CLA Entertainment namun begitu cara dia membalas ku? Dasar kurang ajar!! Awas saja kamu Daneil!!"
"Kamu pikir aku akan membiarkan mu menipuku sama seperti kamu menipu Emelin hah? Lihat saja!! Dasar Laki-laki Brengsek Kurang Ajar!!!"
Caludia meremas foto ditangannya dengan penuh kebencian.
####
Antony saat ini tengah berada di Kantor Perusahaannya yang lainnya.
Didepan meja kerjanya terlihat sebuah papan nama yang cukup mencolok,
'CEO Ax Investment, Antony Callisto'
Ax Investment merupakan sebuah perusahaan investasi kecil yang awalnya Kakek Antony berikan padanya sebagai hadiah, Kakeknya tidak akan pernah berharap di tangan Antony, Perusahan kecil yang hampir bangkut itu bisa menjadi hal-hal yang begitu besar.
Itu juga alasan kenapa Kakek Antony berani menyuruh Antony menjadi CEO Anderson Group, dan terbukti keputusan Kakeknya itu tidak mengecewakan.
Saat ini Antony sedang menonton berita, dimana Emelin menjadi tokoh utama dalam berita itu, soal film yang akan di rilisnya.
Disana juga ada poster besar Emelin bersama seorang Aktor film itu.
Sebagai sampul film tentu saja poster itu terlihat sangat romantis.
Awalnya Antony tidak benar-benar memperdulikan Emelin saat di dunia Berita Hiburan.
"Ah.. aku tahu ini hanya akting profesional.... Tapi kenapa melihat Emelin berada di pelukan laki-laki lain terasa sangat menyebalkan?" Guma Antony sendiri.
Antony memikirkannya, bagaimana beberapa minggu ini dirinya jarang berbicara dengan Emelin, Emelin akan sering menelepon Alex dan disana dirinya juga akan ikut berbicara bersamaan Alex.
Emelin jarang mengirimkannya sebuah pesan, jadi dirinya juga berinisiatif mengirimkan pesan dulu, Emelin membalasnya namun jedanya sangat lama.
Kalaupun mereka berteleponan, itu hanya mengatakan soal kabar, dan sudah.
Apalagi Emelin sudah lama tidak pulang.
Terasa lama sekali sejak Antony melihat wajah Emelin.
Dilayar laptopnya, Antony memandang foto Emelin.
"Hah... Karena syuting selesai, besok akhirnya aku bisa melihatmu...."
Ketika Antony sibuk melamun, bawahan mengetuk pintu.
"Masuklah,"
Seorang laki-laki datang, dan mulai melapor.
"Soal Proyek Film yang Bapak Presdir Investasikan, sebentar lagi akan rilis, namun biaya yang digunakan untuk iklan cukup banyak lebih dari yang kita kira,"
"Tidak masalah. Pokoknya berapapun asal masih masuk akal, keluarkan saja uangnya. Lagipula uang kita akan segera kembali ketika film ini rilis,"
"Kenapa Bapak begitu percaya diri?"
Antony hanya tersenyum tanpa menjawab, malah bertanya,
"Jadi bagaimana soal tugas yang aku berikan padamu yang harus mengirimkan foto itu pada Claudia?"
"Owh, soal itu. Seharusnya sudah sampai di tangannya."
"Itu bagus, sekarang cepat buat seoalah-olah Claudia yang mengirimkan foto-foto itu ke media, agar Daniel marah pada Claudia yang membuat karirnya hancur,"
"Baik, kami akan segera lakukan."
"Bagus."
Sangat baik untuk mengadu domba orang-orang itu.
Lihat, dirinya tinggal duduk manis dan mereka akan menghancurkannya dirinya sendiri.
####
Bersambung