Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 54: Kecurigaan


Antony menunggu perkataan Emelin dengan cemas, begitu pula dengan Ayah Antony, Thomas, menunggu apa yang ingin Emelin katakan.


"Hanya saja, tadi setelah melakukukan USG, Dokter bilang calon bayi kita kembar, Antony," kata Emeik dengan penuh semangat itu.


Antony dan Ayahnya Thomas saling menatap satu sama lainnya dengan ekpersi binggung dan terkejut.


"Kembar?" Tanya Antony lagi memastikan.


"Bener, ini kembar dan akan menjadi sepasang bayi kecil yang lucu, sungguh aku tidak sabar menantikannya,"


Mendengar hal itu, tentu saja Antony juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.


Ini benar-benar akan memiliki Anak Kembar?


Ini cukup mengejutkan karena Keluarganya tidak memiliki riwayat memiliki bayi kembar.


"Aku juga cukup terkejut," kata Antony lagi.


"Selamat kalau begitu untuk kalian berdua. Bayi kembar ya? Ini pasti akan sangat ramai ketika mereka lahir,"


"Terimakasih juga, Ayah Thomas," balas Emelin sopan.


Lalu segera dia menatap kearah Antony, dan mengeluarkan print hasil USG.


"Lihat, ini sekarang ada dua bayi dalam kandunganku, ini benar-benar cukup mengejutkan. Dokter bilang ini memang bukan kembar Identik, kemungkinan yang cukup langka, kita benar-benar beruntung, mungkin kita akan memiliki sepasang bayi perempuan dan laki-laki? Aku sungguh sangat senang,"


Antony lalu mengambil gambar itu dan menatap foto didalamnya.


Walaupun masih terlihat sangat kecil, namun ada gambar sepasang janin kembar disana.


Memikirkan ini akan menjadi sepasang bayi lucu yang mirip dengan Emelin, membuat Antony merasa sangat senang.


Ini pasti akan menjadi bayi yang mengemaskan.


"Ya, aku juga tidak mengira hal-hal ini benar-benar terjadi. Alex pasti juga akan senang memiki sepasang adik lucu,"


"Itu benar, kita akan memberikan kejutan yang bagus untuk Alex. Aku juga merasa ini mungkin sebuah anugrah. Setelah sebelumnya kita kehilangan calon bayi kita, dan sekarang kita akan di beri dua bayi lucu, sepasang bayi kembar," kata Emelin sambil memeluk Antony.


"Ya, kamu benar Emelin," balas Antony sambil membalas pelukan Emelin.


Lalu tangannya, sedikit meraba kearah perut Emelin yang masih terlihat datar itu.


Seolah merasakan keberadaannya calon bayi kembar mereka disana.


Hari itu setelah kejadian buruk yang menimpa Emelin, Antony menyuruh Emelin langsung pulang, Ayah Antony juga segera berpamitan pulang.


Dan sekarang tinggal Antony yang mengantarkan Emelin ke Rumah mereka, di temani oleh beberapa Bodyguard.


"Antony, sebenarnya saat menyerangan tadi ada yang aneh,"


Antony menatap Emelin dengan binggung lalu bertanya,


"Aneh apa maksudmu?"


"Itu, aku rasa mereka mencoba menyerangku terutama bagian Perutku, aku rasa ini aneh bukan?"


"Tunggu.... Apa mungkin mereka tahu jika kamu hamil? Namun bagaimana bisa? Saat ini informasi ini di rahasiakan, hanya sedikit orang yang tahu hal ini,"


Emelin tediam sejenak,


"Aku juga tidak tahu.... Aku tidak pernah memberi tahu siapa-siapa soal hal ini..."


"Apa mungkin mereka memata-matai kita? Memang sebelumnya kita pernah ke Klinik Dokter Kandungan...."


"Jika mereka benar-benar melakukannya... Ini mengerikan..."


"Ya, kamu lebih hati-hati mulai sekarang, kalau bisa kurangi aktivitas di Luar Ruangan,"


"Aku... Aku akan coba usahakan, aku memang sudah membatalkan beberapa syuting sebelumnya karena memang fokus syuting,"


Antony lalu mengehela nafas, dan berkata,


"Kamu juga tidak perlu terlalu cemas, semua akan baik-baik saja, aku pastikan akan segera menyelidiki ini dan mencari tahu pelakunya, kemungkinan besar ini bisa sama dengan orang yang mencoba mencelakakanku sebelumnya,"


"Itu... Itu bisa saja..."


"Emelin, pokoknya kamu harus lebih hati-hati mulai sekarang, mungkin ada mata-mata disekitar kita, kita harus mewaspadainya, orang yang biasa kamu percaya bisa juga tidak kamu percaya,"


"Apa maksudmu, Antony?"


Namun Antony tidak menjawab, hanya terdiam.


Apakah dirinya perlu untuk mengatakan apa yang barusan dirinya dengar, soal Pamannya Charlise yang sempat mau mencelakakan Ayahnya?


Mereka adalah saudara.


Namun bisa tega sampai sejauh itu...


Jika ini benar, dirinya juga harus waspada pada Pamannya itu.


Dia sangat ambisius sepertinya, tidak tahu apa yang ada didalam kepalanya.


Kadang-kadang orang seperti itu bisa malah berbuat nekat dan hal-hal yang tidak berguna...


Misalnya soal kasus mata-mata....


Informasi proyek sebelumnya juga bisa bocor...


Raka Anderson...


Dia adalah Putra dari Paman Charlise, tapi...


Apakah ini sedikit berlebihan mencoba waspada dengannya?


Hanya...


Atau apakah dia dimanfaatkan secara tidak sengaja?


Dirinya jelas harus menyelidiki ini lebih banyak.


Soal Pamannya ini, apakah dia benar-benar mata-mata yang dirinya cari.


Dan soal Musuh yang mencelakakannya ini...


Semakin kesini menjadi semakin rumit.


Terutama berbahaya untuk Keluarganya.


Inilah kenapa dirinya tidak ingin mengungkapkan Identitasnya sebelumnya, karena dirinya tahu, kalau Emelin bisa saja terlihat hal-hal merepotkan ini...


Sekarang dirinya harus bagaimana?


Dirinya sudah waspada namun tetap bisa kecolongan begini.


Siapa sekarang yang bisa dirinya percaya?


####


Di tempat lainnya, ketika ada berbagai hal yang menimpa Emelin dan Antony, Raka yang tidak tahu apa-apa itu masih menjalani hari-harinya dengan tenang.


Selama hari-hari ini, Raka tentu saja mulai belajar Bisnis dengan baik, dan tetap saja mencoba mendekati Alissya dengan cukup agresif.


Sore itu, Raka melihat Alissya yang pulang dari kantor dengan jalan kaki, dia segera menyapanya dan membuka jendela mobilnya.


"Alissya, mari aku antar pulang,"


"Tidak usah, aku bisa mengunakan kendaraan Umum," tolak Alissya dengan tegas.


"Ayolah, hanya aku antar,"


"Tidak-tidak, tidak perlu repot-repot sungguh,"


Melihat penolakan yang jelas itu, ekpersi Raka jelas menjadi buruk.


"Bagaimana jika Makan Malam bersama?"


Melihat Raka ini sepertinya masih saja keras kepala, Alissya mencoba menolak lagi.


"Maaf aku tidak bisa. Raka.. Tolong berhenti bersikap seperti ini, aku tidak mau jika ada gosip yang menyebar antara kita dan menuduh kita yang tidak-tidak,"


Raka yang mendengar itu tentu saja menjadi marah.


"Apakah aku terlihat peduli dengan gosip?"


"Raka.... Kamu tahu ini tidak bisa..." Kata Alissya lagi mencoba menolak, dia juga menatap kearah sekitarnya memastikan apakah ada yang melihatnya?


Dirinya tidak ingin terkena masalah jika sampai terlihat akrab dengan Raka yang memang merupakan Cucu dari Pemilik Perusahaan.


Namun Raka selalu menjadi keras kepala dan sangat sulit untuk dihentikan, dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa, dan terkadang dirinya malah terbawa suasana.


Tidak.


Dirinya tidak boleh seperti ini.


Harus berusaha lebih tegas lagi pada Pria didepannya ini.


Dirinya yang sekarang tidak akan mampu menanggung beban berat sebagai 'Kekasih Raka Anderson'.


"Tapi aku tidak mau."


"Raka, ini hanya cinta sesaat, masa depanmu masih panjang. Dan mungkin cepat atau lambat kamu akan segera melukapan cintamu padaku. Kamu mungkin akan mudah menaggung konsekuensinya jika ini berakhir, namun tidak dengan aku..."


Jika hubuangan mereka berakhir setelahnya, mungkin dirinya hanya akan dianggap sebagai salah satu dari salah satu Matan Kekasih Raka, dan Raka mungkin tidak akan terpengaruh oleh hal-hal itu kemudian akan mencari orang lain.


Namun berbeda dengan dirinya, setelahnya mungkin dirinya akan menjadi bahan gosip di perusahaan dan memiliki reputasi buruk, dan malah kemungkinan tidak akan bisa lagi bekerja di Perusahaan Anderson ini....


Mencari pekerjaan sangat sulit sekarang ini.


Dan mungkin, karirnya bisa berkahir dengan buruk tidak hanya hatinya...


Jika ini berakhir dan Raka meninggalkan dirinya...


Apa yang dirinya bisa?


Dirinya tidak memiliki kekuatan untuk mengatasinya.


"Tidak. Aku tidak akan, aku tidak akan pernah melupakan cintaku padamu, aku yakin kamu adalah takdirku, aku tidak akan pernah meninggalkanmu..." Kata Raka dengan ekspresi serius.


"Raka... Aku mohon, pergilah sekarang,"


Raka akhirnya mengehela nafas panjang, lalu berkata,


"Baik-baik, aku akan pergi sekarang, namun ingat ini bukan berati aku akan menyerah,"


Pada akhirnya, Alissya hanya menatap kepergian Mobil Raka itu dengan ekpersi rumit.


Dirinya tidak tahu apakah kepuasannya ini benar atau tidak...


Apa yang sebaliknya dirinya lakukan?


Raka terlihat begitu serius soal ini....


Namun dirinya cukup takut untuk menerima semua cinta itu...