Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 163: Saling Menghubungi


Sore itu, dengan begitu semangat, Alex dan Emelin berkeliling AX Investment, ditemani oleh salah satu petugas keamanan disana.


Jam-jam sore hari begini, beberapa pegawai sudah saatnya pulang kerja, kebetulan berpapasan dengan sepasang ibu dan anak itu, awalnya mereka tidak terlalu memperhatikannya, namun ketika melihat seorang anak kecil dengan wajah familiar itu, mereka tentu saja merasa heran.


Dan mulai bergosip sendiri, sambil juga menatap wajah wanita yang mengandeng anak itu.


Alex yang merasa dari tadi ditatap lalu bertanya pada Mamanya,


"Ma... Ma... Kenapa Alex merasa kalau dari tadi ditatap oleh orang-orang yang lewat? Alex merasa mereka terlihat terkejut setelah melihat, Alex?"


Emelin tersenyum, dan mengelus rambut Alex lalu berkata,


"Itu karena Putra Mama ini sangat Tampan dan lucu, tentu saja akan menarik perhatian orang-orang, benar begitu Pak Petugas?"


Alex yang dipuji itu merasa cukup malu sampai wajahnya memerah, benar-benar terlihat sangat manis.


Sang Satpam yang ditanya itu hanya bisa terdengar canggung, ingin sekali dirinya berkata jika orang-orang menatap anak kecil itu mungkin karena wajahnya mirip dengan Pak Predir mereka!!


Itu benar-benar mirip sampai membuat orang akan berpikir itu versi mini dari Pak Presdir mereka.


Apakah ini benar-benar Putra tersembunyi Pak Predir mereka?


Astaga....


Dan wanita ini....


Ini bukankah salah satu artis yang belakangan sering dibicarakan majalah gosip itu?


Namun dirinya tahu, dan diberi pesan sebelumnya oleh Pak Rizal agar tidak mengatakan apa-apa soal hal ini pada sepasang Ibu dan Anak ini, dirinya juga tidak begitu mengerti tentang apa yang terjadi, hanya bisa menurut dan berkata,


"Tentu saja, itu karena adik kecil sangat lucu, siapa tadi namamu?"


"Alexander Smith, Aku biasa dipanggil Alex," kata Alex sambil menyebutkan lagi namanya.


"Ah, jadi Tuan Muda Alex?" Kata petugas keamanan itu dengan sopan.


Ya barangkali ini benar-benar Putra Pak Presdir yang itu artinya dimasa depan akan menjadi salah satu atasan di Perusahaan ini bukan?


Tentu saja dirinya harus sopan.


Emelin tertawa melihat respon Alex yang lucu saat di panggil Tuan Muda oleh orang lain itu,wajahnya memerah malu.


"Tidak perlu terlalu sopan memanggilnya begitu, kamu bisa memanggilnya Alex saja,"


"Saya hanya merasa panggilan Tuan Muda ini cocok," kata petugas itu, lalu mulai menyapa Alex lagi,


"Tuan Muda Alex, mari kita ke lantai atas, disana ada kantin, jam segini biasanya masih buka dan menjual aneka makanan disana juga ada Es Krim," katanya lagi pada Alex.


"Benarkah? Alex mau, Alex mau, Ayo Ma segera kesana, Alex ingin Es Krim,"


Melihat sepertinya Alex langsung terbiasa dipanggil Tuan Muda itu, Emelin tidak terlalu mempermasalahkannya, toh di Rumah dia biasa disapa seperti itu.


Mereka lalu langsung menunjuk lantai atas tempat kantin berada, Emelin tiba-tiba merasa sangat lapar itu, juga memesan beberapa makanan disana dan camilan untuk Alex, tidak lupa memesankan sesuatu untuk orang yang menemani mereka.


Ketika mereka sedang menikmati makanannya itu, tiba-tiba, ponsel Alex berbunyi, Alex segera mengangkatnya, itu adalah sebuah panggilan Video dari Papanya.


"Hallo, Papa! Ah, Papa akhirnya menelepon. Papa sudah sampai di Kota C dari tadi?"


'Benar, sayang, Papa sudah sampai dari tadi namun memiliki begitu banyak yang harus di urus, dan sekarang akhirnya Papa memiliki waktu luang. Bagaimana dengan Alex? Sekarang sedang apa sayang?'


Emelin yang memberhatikan Alex mendapat telepon dari Antony itu, sedikit melirik, ingin tahu apakah Antony ingin bicara dengannya juga.


"Sekarang Alex menemani Mama untuk mengurus beberapa hal di Perusahaan AX... Ax Investment kalau tidak salah, sekarang Alex sedang berkeliling gedung bersama Mama,"


Alex dengan ceria lalu mengarahkan kamera pada Mamanya, Emelin.


"Hay, Antony. Ya begitulah ada beberapa hal yang harus diurus disini, dari pada Alex bosan dirumah jadi aku mengajaknya sekalian," kata Emelin dengan ceria.


Antony awalnya kaget mendengar Putranya itu datang ke AX Investment Perusahaan miliknya itu, sayang sekali dirinya tidak ada disana untuk memberikan beberapa kejutan.


'Begitu? Apakah Alex senang berkeliling disana? Bagaimana pendapat Alex soal Perusahaan itu?'


Mendengar jawaban itu, Antony tentu saja senang melihat respon Alex yang menyukainya, ya karena di masa depan memang Perusahaan itu mungkin juga akan menjadi milik Putranya ini.


Mereka lalu mulai bercakap-cakap tentang banyak Hal, Emelin sesekali ikut percakapan Ayah dan Anak itu.


Petugas keamanan yang menikmati kopi sorenya itu, hampir saja tersedak ketika tidak sengaja melihat siapa wajah orang yang diajak Video Call oleh mereka berdua itu.


'Itu benar-benar wajah Pak Predir mereka?? Sungguh? Dua orang ini benar-benar Istri dan Putra Misterius Pak Predir? Sangat mengejutkan sekali,'


Pada akhirnya setelah selesai Video Call, itu Emelin berkeliling sebentar lagi dengan Alex melihat-lihat lantai atas, lalu mereka segera berpamitan pergi.


Tanpa mereka sadari, jika gosip heboh terlah terjadi di kantor itu.


####


Hari-hari sangat cepat berlalu, Emelin sendiri juga menjadi sangat sibuk menjelang rilis film barunya itu.


Setelah mengurus kontak dengan AX Entertainment, dirinya juga segera mendapatkan seorang Manager yang menemaninya mengatur jatwalnya itu.


Sangat mengejutkan mengetahui jika wajah Manager ini adalah sosok yang familiar.


Tentu saja, saat melihat dokumen-dokumennya, Emelin tanpa pikir panjang memilih orang ini.


"Ana, senang bisa bertemu dan bekerjasama dengan mu lagi,"


"Terimakasih juga Nona Emelin karena telah memilih saya."


"Jadi bagaimana kamu bisa bekerja disini? Aku kira kamu bekerja untuk Pak Sutradara,"


"Belakangan Pak Sutradara juga ikut bekerjasama dengan perusahaan ini, dan saya dapat tawaran menjadi salah satu Manager Artis, karena pengalaman saya memang cukup, kebetulan juga tempat ini kan membuka banyak lowongan, jadi saya mendaftarkan diri,"


"Ah? Begitukah? Hmm, ini sangat kebetulan sekali ya,"


Bekerja sama dengan orang yang familier, tentu saja Emelin terkejut, dan lagi kabar soal Pak Sutradara Edward yang sepertinya bekerja sama dengan AX Entertainment juga merupakan hal yang bagus.


Dan begitulah Emelin melewati hari-hari damainya itu.


Sampai satu Minggu menjelang perilisannya film nya ini, di temani oleh Managernya, Emelin melakukan beberapa acara.


Di hari-hari yang melelahkan ini, tentu saja Emelin akan terkadang menelepon Antony melepaskan kerinduan.


Bahkan Antony juga sepertinya begitu sibuk disana, baru satu Minggu berpisah...


Namun rasanya sudah sampai satu abat saja.


Sialan, benar-benar rindu dengan Antony...


Ingin melihat wajahnya lagi secara langsung.


"Hari ini ada jatwal apa, Ana?"


"Hari ini kita akan ke Anderson Group untuk tanda tangan kontrak untuk menjadi Brand Ambasador mereka, semua sudah di atur oleh Perusahaan,"


"Wow, mereka benar-benar sangat cepat dalam bekerja, baik mari bersiap-siap, untuk kesana,"


"Baik Nona Emelin,"


Tidak lupa juga Emelin tentu mengabari Raka soal berita baik ini,


"Aku mendapatkan kontrak Brand Ambasador dengan Perusahaanmu, Raka, apakah kamu terkejut?"


'Owh astaga? Ini benar-benar kabar bagus!! Aku bahkan tidak tahu tentang ini Brand Ambasador yang sudah diganti ini karena begitu sibuk,'


"Ahaha.... Karena Suamiku pergi Ke Luar Kota? Jadi Tugas mu menjadi semakin banyak?"


'Huwaaaa.... Benar sekali, Kak! Aku bahkan harus kerja tambahan dimalam hari, dan menjadi begitu lelah, tiba-tiba aku ingin melarikan diri,'


"Kamu itu tidak bisa begitu doang, harus kerja yang benar! Owh iya, Raka ngomong-ngomong, jika aku yang menjadi Brand Ambasador baru bagaimana dengan Isabella-Isabella itu?"