Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 84: Tidak Menyerah (Part 1)


Setelah memasuki lift, Isabella masih belum bisa mengerti soal apa yang barusan terjadi.


Kenapa Antony memperlakukannya dengan begitu dingin?


Akhhh....


Apakah Antony benar-benar sudah memiliki seorang Istri?


Tapi kenapa tidak ada yang tahu kalau dia sudah menikah?


Apakah pernikahannya itu dirahasiakan atau sesuatu?


Tapi kenapa?


Kapan dia menikah?


Dan apakah dia benar-benar sudah melupakan perasaannya padanya di masa lalu?


Dulu, Antony sangat mencintai dirinya....


Kenapa sekarang dia menjadi seperti itu?


Istri Antony, siapa dia sebenarnya?.


Atau itu hanya karangan Antony agar tidak memberikan harapan pada dirinya?


Memikirkan hal-hal ini, tiba-tiba Isabella menjadi teringat sesuatu.


Isabella inget pernah melihat seorang anak yang memiliki wajah yang mirip dengan Antony saat menuju ruangan Antony tempo hari...


Anak yang berusia sekitar lima atau enam tahun....


"Tidak.... Tidak mungkin dia anak Antony kan?"


Tapi bagaimana jika iya?


Jika sebenarnya, memang sudah ada orang yang menempati posisi Nyonya Anderson dan Antony bahkan sudah memiliki seorang Putra...


Semakin memikirkannya membuat rasa kesal di hati Isabella semakin menumpuk...


Tidak....


Ini tidak bisa dibiarkan, harusnya Antony menjadi miliknya...


Siapa wanita ini yang menikah dengan Antony?


Dirinya harus menyelidikinya agar tahu langkah berikutnya.


Juga alasan kenapa pernikahan mereka di rahasiakan.


Ini pasti ada suatu misteri yang belum terpecahkan.


Masih terlalu dini untuk menyerah.


Bukan gayanya untuk menyerah begitu saja.


Dirinya biasanya akan selalu mendapatkan apa yang diinginkannya..


Apapun itu.


Termasuk Antony, akan dirinya pastikan bisa mendapatkan Antony lagi.


Mari berpikir positif dan selidiki soal masalah ini dulu.


Ketika Isabella sibuk berpikir, dia sudah sampai di lantai bawah, dia mulai keluar dari lift, berjalan menuju kamar mandi, lalu berniat melakukan sebuah panggilan.


"Aku memintamu untuk menyelidiki seseorang. Soal bayarannya kamu tidak usah khawatir,"


'Baik, Nona Isabella. Anda bisa mengirimkan fotonya lewat Email seperti biasanya,'


"Benar, aku ingin kamu menyelidiki orang ini sedetail-detailnya, bahkan jika perlu sampai dimana dia tinggal dan siapa saja yang berhubungan dengannya,"


'Itu tugas mudah, Nona.'


"Kalau bisa aku ingin secepatnya,"


'Itu tergantung siapa orang nya, Nona.'


"Dia orang yang cukup penting jadi mungkin akan sedikit sudah untuk menyelidikinya,"


'Saya dan anak buah saya akan melakukannya dengan baik,'


"Bagus, aku tunggu kabar baik darimu."


'Tentu saja, kami tidak akan mengecewakan Nona,'


Dengan itu, telepon ditutup.


Sebuah senyuman muncul diwajah Isabella.


Baik mari tunggu dan selidiki dulu, masih banyak yang perlu dirinya ketahui juga soal Antony. Apalagi soal Istrinya ini bukan? Kali saja hubuang mereka berdua tidak baik, bukankah itu bisa menjadi kemepatan untuk nya?


Isabella kembali menatap ulang rencana miliknya itu untuk mendekatkan Antony.


Ketika dia berada di lorong, kebetulan sekali dua bertemu dengan Raka yang sedang lewat.


Dengan sopan, Isabella menyapa,


"Selamat siang, Tuan Muda."


Mendengar seseorang menyebut namanya, Raka lalu menatap Isabella.


Melihat wanita didepannya ini tiba-tiba wajah Raka menjadi dingin.


Cih, kenapa wanita murahan ini menyapanya?


Dan juga, kenapa wanita ini berada disini?


Raka lalu merubah ekspresinya, sedikit tersenyum dan menyapa Isabella juga.


"Ah, Nona Isabella disini? Apakah habis pemoteran?"


"Ya, begitulah. Aku baru saja selesai pemotretan."


Ekpersi Raka sekarang menjadi sedikit lega.


Setidaknya wanita ini tidak datang untuk menemui sepupunya.


"Begitu? Benar juga ini jam makan siang, bukan? Apakah Nona Isabella akan pergi makan siang?"


Mengigat makan siang, mood Isabella menjadi dingin.


Dirinya ingat kalau dirinya membuat bekal untuk Antony.


Apakah dia memakannya?


Hmm, bisa jadi Antony memakan bekal itu bukan?


Sebuah senyum kembali ke wajah cantik itu.


"Aku baru saja mengantar bekal makan siang untuk Pak Predir, sayang sekali dia sedikit sibuk jadi kami tidak makan bersama,"


Sekarang tatapan Raka yang menjadi horor.


Apa barusan dia dengar?


Bekal makan siang apa!!


Apa-apaan Sepupunya ini!!


Mentang-mentang Kak Emelin sibuk syuting dan saat ini di luar kota, dia malah mesra-mesraan dengan wanita lain!!


Bahkan menerima bekal makan siang darinya!!


Sungguh terlalu!!


Sepupu tidak tahu diri!!


Namun bagaimana ini?


Apakah dirinya harus bilang hal ini pada Kak Emelin?


Namun kalau dirinya bilang, bukankah dirinya terkesan memprovokasi hubungan mereka?


Namun kalau dirinya tidak mengatakan hal yang dirinya tahu, bukankah malah dirinya menjadi salah karena ikut-ikutan menyembunyikan perselingkuhan Sepupunya yang tidak tahu diri itu?


Akhhh....


Memikirkan hal-hal ini membuat Raka menjadi pusing sendiri.


Lagipula ini juga wanita didepannya ini yang begitu genit!


Kenapa dia berani mengoda Suami orang?


Mencoba menenangkan ekpersinya, Raka lalu mulai bertanya lagi,


"Kalian cukup dekat?"


Ah benar juga, Isabella mulai memikirkannya, kalau mungkin Tuan Muda didepannya ini tahu petunjuk soal Istri Antony?


Mungkin bisa dipancing dengan beberapa jawaban ambigu.


Lalu, Isabella tersenyum dan menjawab,


"Ya, kamu lumayan dekat,"


"Apakah kamu tidak tahu kalau sepupuku ini sebenarnya sudah punya Istri?"


Isabella berpura-pura kaget karena syok.


"Istri? Antony sudah punya Istri? Dia tidak pernah bercerita padaku...."


Mendengar jawaban ini, Raka terkejut.


Jadi bahkan sepupunya itu menipu wanita didepannya ini dan mengaku masih singel hanya karena tidak banyak orang yang tahu kalau dia sudah menikah!!


Akhhh....


Benar-benar kurang ajar!!


Bagaimana kalau Kak Emelin sampai tahu?


Lalu dengan nada pura-pura tenang, Raka berkata,


"Ya. Kak Antony sudah memiliki seorang Istri. Jadi ada baiknya jika kamu menjaga jarak dengannya,"


"Ah! Benarkah? Aku sungguh tidak tahu, soalnya semua orang mengira Antony masih singel, aku juga mengira begitu."


"Pokoknya kamu tidak perlu berhubungan lagi dengannya, tidak baik juga dengan karirmu jika kamu kepergok menggagu hubungan orang," kata Raka dengan ekpersi dingin, bahkan sebelum Isabella sempat bereaksi, Raka sudah pergi dari sana.


Senyum Isabella lalu menghilang setelah Raka pergi.


Sial, kok malah jadi dirinya yang mendapatkan peringatan?


Apakah Istri Antony ini orang cukup penting sampai-sampai mendapatkan dukungan dari Raka Anderson?


Apakah dirinya salah memprovokasi orang?


Tapi jika orang ini penting, kenapa pernikahan mereka disembunyikan?


Ada yang aneh!!


Memang, sebaiknya menunggu orang suruhannya mendapatkan informasi, dari pada mengira-ngira tidak jelas seperti ini.


####


Disisi lainnya, di tempat syuting Emelin, berjalan dengan baik sejak beberapa hari ini.


Tidak ada lagi yang berani menggagunya ketika syuting.


Semua berjalan dengan lancar dan baik-baik saja, walaupun masih ada rumor buruk yang beredar.


Namun yang penting tidak ada yang menggagunya, itu sudah cukup, agar syuting ini bisa berjalan dengan lancar.


Jika semua berjalan dengan baik, maka akan memiliki lebih banyak waktu luang untuk bisa pergi ke kota dan menelepon Keluarganya!!


Emelin yang mengigat panggilan tempo hari menjadi sangat senang.


Ternyata memang diam-diam dirinya cukup merindukan sosok Antony.


Bisa mendengar suaranya saja sudah membuat Emelin senang!!


Dan Antony...


Dia benar-benar merindukan dirinya juga kah?


Ya ampun...


Apakah benar....


Memikirkannya, yang mungkin tidak ada disana sampai membuat Antony cukup kesepian membuat Emelin senang.


Jadi, apakah rencana miliknya berhasil?


Mungkin nanti dirinya akan coba menelepon Raka, kalau rencana Raka yang pura-pura mengabaikan itu sangat efektif!!


Sayang sekali disini benar-benar sudah sinyal, dan tidak bisa menghubungi mereka setiap saat.


Namun sejujurnya, mencoba menelepon Antony lagi seperti tempo hari membuat dirinya cukup malu.


Harus mencoba telepon Alex di jam-jam kira-kira ada Antony.


Ini benar-benar terdegar sebuah ide yang bagus.


Sambil menunggu di pertengahan syuting, Emelin masih menatap ponselnya, mencoba berangkali ada sinyal.


Saat ini mereka tidak pas di tepi pantai, namun syuting di agak jauh diri tepi pantai.


"Kamu mencari sinyal?"


Suara seorang pria membuyarkan lamunan Emelin, ini adalah Ricard yang kebetulan hari ini sama-sama syuting untuk adegan bersama.


"Iya. Sangat sudah mencari sinyal disini,"


"Mungkin kamu bisa kearah bukit dekat situ, disana tadi aku menemukan beberapa sinyal,"


"Benarkah?"


"Benar. Aku juga barusan menelepon seseorang."


Emelin yang terdengar gembira itu lalu tersenyum dan berkata dengan senang,


"Baik. Terimakasih atas Informasinya. Mumpung ini jam Istirahat, aku akan mencoba kesana dan menelepon."


Dengan itu, Emelin pergi ke tempat yang di tujuk tadi.


Dan benar saja, ada sedikit sinyal disana.


Dengan segera, Emelin langsung memanggil nomor seseorang, ini adalah panggilan video.


Ini nomor Alex tentu saja.


Tidak berapa lama, ponsel itu diangkat,


"Hallo, Alex."


'Mama? Akhirnya Mama menelepon lagi, Alex sudah kangen lagi, ukhhh ingin segera kesana dengan Papa,'


"Kamu ini ya, sangat buru-buru sekali,"


'Habis disini benar-benar sepi, apalagi Papa kadang pulang malam,'


"Papamu sering lembur?"


'Tidak juga sih, Papa selalu berusaha untuk pulang lebih awal agar bisa makan malam dengan Alex,'


"Itu bagus, Papamu sangat perhatian sekali bukan?"


'Emm, iya. Papa memang selalu perhatian. Eh, ngomong-ngomong, Mama tidak menelepon Papa lagi?'


"Ahahahaha... Jam segini Papamu sedang sibuk bukan?"


'Tapi Alex yakin kalau Mama yang menelepon, Papa akan angkat, apa perlu Alex yang telepon?'


"Ya ampun, Alex kamu apa-apaan,"


Memikirkan menelepon Antony lagi membuat wajah Emelin sedikit memerah karena malu.


'Mama bukannya kangen juga dengan Papa? Papa juga pasti sangat senang kalau Mama telepon,'


"Kamu ini ya paling suka mengoda Mama,"


'Mama tidak perlu malu-malu, Alex tahu kok, terlihat dari ekpersi Mama,'


Di goda oleh Putranya sendiri membuat Emelin juga tetap merasa malu.


Anak ini ya, dari mana dia belajar hal-hal ini Ah?


Sepasang Ibu dan Anak itu terlihat mengobrol dengan ceria, melepaskan kerinduan.


Namun sayangnya itu tidak berlangsung lama, karena Emelin segera di panggil oleh anggota Kru untuk melanjutkan syuting.


Namun ketika Emelin mengakhiri telepon, dia melihat ada pesan dari Raka.