
Hari-hari berlalu dengan begitu cepat sejak Emelin keluar dari Rumah Sakit.
Dirinya menjalani banyak aktifitas syuting iklan, dan menjadi bintang film, bahkan di undang dalam Acara Reality Show.
Kali ini, ditengah kesibukannya, akhirnya Emelin memiliki hari liburnya.
"Ana, apakah ada jatwal untuk siang ini?"
"Tidak ada, Nona Emelin. Hari ini hanya ikut pemotretan pagi, lalu tidak ada lagi kegiatan untuk hari ini,"
"Berani ini sudah selesai?"
"Ya, semua sudah selesai,"
Emelin menatap Jam tangannya yang bahkan menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Baiklah. Kamu bisa kembali Ke Kantor, aku akan kembali pulang kalau begitu,"
"Baik-baik,"
Setelahnya, Emelin menunggu sopir menjemputnya.
Sekarang setelah tidak memiliki kegiatan, Emelin malah menjadi binggung sendiri.
Apalagi jam pagi begini, Alex juga belum Pulang dari Sekolahnya, apalagi Antony yang katanya ada Kerja Lembur sampai nanti malam.
Sekarang ketika memiliki waktu luang seharian saat bukan weekend, Emelin menjadi benar-benar binggung.
Mau memulai acara Siaran Langsung juga, jam segini tidak cocok.
Lalu, saat mobilnya itu melewati sebuah Supermarket, tiba-tiba Emelin memiliki sebuah Ide.
"Pak, Berhenti disini,"
"Nyonya Emelin mau kemana?"
"Aku akan berbelaja sebentar, parkiran mobil di Supermarket itu,"
"Baiklah, Nyonya."
Dengan patuh, sopir itu memarkirkan mobilnya, lalu Emelin segera memakai kacamata hitam dan sebuah jaket yang juga bisa menutupi rambutnya.
Emelin berusan memiliki sebuah ide untuk memasak.
Dirinya ingin memasak bekal makan siang, lalu di antarkan langsung ke Kantor Antony!
Bukankah ini ide yang bagus?
Sudah sejak lama dirinya memiliki keinginan itu, namun karena sebelumnya Pernikahan mereka di rahasiakan, dirinya membuang jauh-jauh untuk ini.
Namun sekarang, semua orang sudah tahu soal Pernikahan mereka berkat Konferensi Pres oleh Antony tempo hari yang membela dirinya didepan orang banyak.
Emelin tidak pernah mengira, Antony bisa begitu baik dan selalu so sweet itu, membantunya diam-diam dan mendukungnya tanpa pamrih selama ini.
Bahkan Antony juga membantu dirinya untuk balas dendam.
Emelin benar-benar tidak menyangka, selain Antony itu sangat Tampan, dia juta sangat baik hati sekali.
Apalagi, Pria Tampan dan baik hati itu, sekarang hanya miliknya.
Sejak Antony menyatakan perasaannya itu, Emelin merasa sangat bahagia sekali.
Jadi dirinya selalu ingin melihat wajah tampan itu, benar-benar tidak tahan jika tidak melihat wajah itu untuk waktu lama.
Ya!!
Sekarang saatnya bisa ke kantor Antony, mengantarkan makan siang sambil ya....
Bisa melihat Antony!!
Ingin mendapatkan beberapa ciuman dari Antony, Ah~
Lagipula dirinya tidak perlu terlalu malu lagi, toh Antony juga tahu akan perasaannya.
Dan sekarang cintanya ini sedang mengebu-ngebu dan bersemangat.
Jadi dengan perasaan penuh semangat segera memilih bahan-bahan untuk masakan nanti.
Sekarang dirinya sudah tahu masakan kesukaan Antony, ini adalah Cumi goreng tepung.
Dirinya tidak sebagus itu memasak, namun dirinya sudah belajar cukup banyak sambil membuat siaran langsung tentang aneka masakan seafood.
Membayangkan, jika Antony pasti akan sangat senang jika di antarkan makan siang itu, mambut Emelin semakin tidak sabar.
Lagipula Antony itu workholic sekali, dirinya sering cemas kalau Antony tidak makan tempat waktu.
Yos!!
Memang, pergi ke tempat dia kerja juga adalah hal yang baik.
####
Siang itu, setelah Emelin menyelesaikan masakannya, dia segera mengirimkan pesan pada Antony.
Bertanya apakah Antony akan makan siang di kantor atau ada Pertemuan dengan Klaien.
Balasannya cukup cepat,
'Aku makan siang di kantor.'
Melihat balasan kilat itu, Emelin segera menjawab,
'Baik, Baik.'
Lalu ada pesan lagi, bertanya,
'Ada apa memangnya?'
'Ada deh, pokonya kamu di Kantor saja jangan kemana-mana,'
Melihat pesan dari Istrinya tiba-tiba itu, Antony langsung menghentikan pekerjaannya,
Emelin tiba-tiba bertanya seperti itu?
Ada apa?
Antony terdiam sejenak, lalu mulai menebak, lalu langsung menelepon Emelin.
"Aku tebak, apakah kamu ingin mengantarkan Bekal Makan Siang kesini?"
Emelin di ujung telepon, yang menerima telepon itu tiba-tiba merasa berdebar sendiri.
"Pa... Padahal aku ingin membuat kejutan,"
Di ujung telepon, Antony tersenyum lalu menjadi sedikit tertawa melihat suara malu-malu dari Istrinya tercinta itu.
"Hmm, jika kamu ingin membuat kejutan, kamu selalu bisa datang kapan saja ke Kantorku, tidak perlu mengirimkan Pesan,"
"Tapi, bagaimana kalau kamu sibuk? Aku tidak ingin mengagumu,"
"Menggagu apa? Tentu saja aku selalu ada waktu untuk Istri Tercintaku ini. Sebelumnya bukankah aku sudah bilang kalau Istri Nomor satu dan Pekerjaan Nomor Dua?"
"Kamu mulai bicara omong kosong lagi,"
"Aku tidak bicara omong kosong, sayangku. Ya sudah aku tunggu kamu disini, aku ingin segera bertemu denganmu,"
"Ya, tunggu aku,"
Panggilan telepon itupun segera mati.
Antony duduk di mejanya itu terlihat tersenyum bahagia setelah panggilan telepon, sampai-sampai ketika Sekertaris nya datang untuk menyerahkan pekerjaan, Sekertaris itu hampir kena serangan jantung melihat Bosnya itu tersenyum sendiri.
Astaga, apakah akan ada Badai?
Kenapa Pak Presdir yang biasanya memasang wajah dingin itu tiba-tiba tersemyum?
Astaga, Astaga....
"Apa yang kamu lihat?" Kata Antony yang sudah kembali menormalkan ekpersinya.
"Tidak ada, Pak. Ini berkas yang harus ditandatangani,"
Tentu saja Sekertaris itu tidak berani bertanya lagi masalah Bosnya.
Dan Antony hanya menjawab dengan dingin, lalu mengurus berkas-berkas itu segera.
Melihat kearah jam tangannya sudah hampir jam makan siang, Sekertaris itu lalu bertanya,
"Untuk Makan Siang ini, Pak Presdir mau dibelikan apa?"
"Tidak perlu. Kamu bisa mengurus sendiri untuk Makan Siangmu,"
"Tapi Pak Presdir harus makan teratur,"
"Nanti Istriku datang untuk membawakan makan siang,"
Astaga....
Dirinya sudah dengar hal-hal di Internet bagaimana Pak Presdir mereka ini begitu membela Istrinya dan sangat mencintai Istrinya itu.
Astaga, mengigat adegan Pengakuan Pubik itu benar-benar membuat dirinya terkejut sekaligus kagum!!
Istri Pak Presdir benar-benar Hebat!
Bisa merubah Wajah Es ini menjadi begitu ceria!
Ah, jadi itu yang membuat Pak Presdir barusan tersemyum senang tiba-tiba.
Dirinya harus menyapa Istri Pak Presdir dengan baik nanti didepan.
Dengan itu, setelah menyelesaikan urusannya, Sekertaris itu keluar dari Ruangan itu, meninggalkan Antony yang masih terlihat dalam mood baik itu, sedang menunggu Emelin.
####
Saat ini akhirnya Emelin tiba di depan gedung Kantor Anderson Group.
Gedung yang familiar, namun tujuan ke gedung ini saat ini berbeda.
Dengan dandanan yang sudah cukup bagus dan rapi, Emelin mulai masuk kedalam gedung itu.
Ketika dirinya sampai di pintu masuk, dirinya disambut dengan baik.
"Selamat Datang Nyonya Emelin, mari saya antar ke Lift Khusus, Pak Presdir sudah menunggu anda,"
Melihat dirinya disapa dengan ramah itu, Emelin tidak merasa heran, sepertinya berkat hal-hal di Internet Viral, semua orang memang sudah benar-benar tahu hubungan antara dirinya dan Antony.
Ketika Emelin berjalan menuju lift, beberapa pegawai yang lewat sedikit melirik kearah Emelin.
Mereka mulai bergosip sendiri, dan berbisik,
"Ya Ampun.... Nona Emelin Smith benar-benar Istri Pak Presdir! Di lihat langsung dia sangat cantik, Astaga, benar-benar cocok dengan Pak Presdir yang sangat Tampan,"
"Iya, Astaga. Mereka benar-benar serasi. Tapi ngomong-ngomong, tumben Istri Pak Presdir datang?"
"Apakah kamu tidak lihat kotak bekal yang di bawanya tadi? Itu jelas Istri Pak Presdir sedang mengajarkan Makan Siang,"
"Kotak bekal? Kalau aku tidak salah, beberapa kali Pak Presdir memang pernah membawa Kotak Bekal, sekarang masuk akal dari mana kotak itu, jelas itu buatan Istrinya tercinta itu,"
"Astaga, mereka begitu romantis sekali, ini membuatku ingin segera memiliki pasangan. Sayang sekali Laki-laki Tampan dan Baik Hati seperti Pak Presdir itu sudah Punya Istri,"
"Kamu itu, ya kalau Halu jangan ketinggian,"
"Hahaha... Namanya juga keinginan, kan barang kali dapat jodoh tipe-tipe ini,"
"Hust, Pak Presdir sudah Punya Istri. Kalau soal Tipe Tampan, dan Kaya, bukankah Masih Ada Tuan Muda Raka? Aku dengar dia masih jomblo,"
"Ah.... Tapi Tuan Muda Raka itu...."
"Aku kenapa Hah?"
Raka yang kebetulan lewat itu mendegar beberapa pegawai bergosip, lalu mendegar namanya di sebut, dirinya tentu saja menjadi kepo.
Pegawai itu menjadi kaget, lalu langsung berkata,
"Tentu saja Tuan Muda Raka itu sangat Tampan, benar sangat Tampan,"
"Ya, Ya itu benar," kata pegawai lainnya.
"Hphm, tentu saja Tuan Muda ini tampan. Sana kembali kerja, jangan bergosip disini,"
"Baik-baik, Tuan Muda. Hanya saja tadi Kami melihat Istri Pak Presdir berkunjung, itu dia," kata pegawai itu menujuk ke Emelin yang masih jalan menuju lift.
Melihat Emelin, Raka tentu saja secara refleks langsung datang dan mengejar Emelin berniat menyapanya.
Dia berhasil menyusul Emelin ketika Emelin tiba didepan lift, Raka menemukan pundak Emelin, membuat Emelin kaget.
"Raka! Kamu jangan mengagetkan orang! Hampir aku mati jantungan,"
"Kak Emelin tumben kesini?"
"Kamu mah kepo aja sih,"
"Ya, Kak Emelin kok gitu? Mana tidak memberikan kabar kalau kesini, eh mana Keponakan Kecil?"
"Dia sekolah,"
Lalu ketika Raka hendak berbicara dan bertanya lagi pada Emelin, dirinya ingat sesuatu langsung mundur 5 langkah dari Emelin, dengan wajah horor.
"Raka? Kamu kenapa?"
"Aku baru ingat gosip heboh tempo hari, Dunia Hiburan sangat menyeramkan, aku mau jaga jarak 5 langkah dari Kak Emelin! Bisa-bisanya mereka mengosipkanku yang tidak-tidak mana aku di tuduh selingkuhan Kak Emelin lagi, sampai di tuduh macam-macam mulai dari Ayah anak Kak Emelin pula, padahal aku ini masih Perjaka! Hah, aku mau jaga jarak!"
"Hah, soal gosip itu sudah dibereskan oleh Suamiku."
"Ih, tapi tetap saja Kak aku masih tidak terima! Sumpah padahal aku hanya jalan-jalan dengan Kakak, tapi ada gosip yang begituan, benar-benar tidak masuk akal,"
"Ya, Isabella itu yang membuat gosip, tapi keberadaannya sekarang tidak diketahui, kata Antony, dia berhasil lolos dari pengawasan entah bagaimana,"
"Ah, sayang sekali. Aku juga ingin memberi dia pelajaran, berani sekali membawa-bawa namaku!! Sialan! Walaupun aku seperti ini, aku tidak akan bermain-main dengan Istri Orang,"
"Sudahlah, aku malas memikirkan orang kurang ajar itu. Sudah aku mau naik, dan memberikan bekal makan siang ini untuk Suamiku, sudah dulu ya," kata Emelin lalu langsung memasuki lift.
Setelah itu, Emelin langsung naik ke lantai atas dan menuju Ruang Kerja Antony di lantai paling atas.
Ini juga pertama kalinya dirinya memasuki ruangan itu, rasanya sedikit berdebar.
Ketika dirinya memasuki ruangan, terlihat Antony yang masih duduk di Kursi Kerjanya sedang berkutat dengan serius dengan dokumen didepannya.
Ya ampun!!
Tampilan ini!!
Benar-benar seperti Presdir Yang Mendominasi!!
Sangat Tampan!!
Astaga, apalagi saat serius seperti itu, benar-benar tampan, ingin rasanya segera dirinya lahap.
Ah~
Pikiran memalukan!!
Emelin segera mengeleng-gelengkan kepalanya, lalu mendekat ke Antony.
"Kamu sudah datang?"
"Ya, apakah kamu masih sibuk?" Tanya Emelin sambil meletakkan kotak makan siang itu di meja Antony.
Antony lalu membereskan dokumen-dokumen itu.
"Sudah selesai, Emelin kamu kesini sebentar, bantu membukakan kotak bekal,"
"Hah, kamu begitu manja," kata Emelin segera menunjuk ke balik meja Antony.
Namun disana, bukannya membuka bekal, dirinya langsung di seret ke pangkuan Antony.
"Antony! Kamu apa-apaan..." Kata Emelin dengan sedikit malu, melihat dirinya berada dipangkuan Antony.
Antony memeluk Emelin dipangkunya, lalu berbisik manja di telinga Emelin,
"Hmm, aku sebenarnya sudah sangat lapar, ingin segera 'makanmu,' kamu benar-benar membuat aku menunggu cukup lama,"
Mendengar omong kosong Antony itu, wajah Emelin memerah.
"Itu di meja makanannya..."
Antony melirik kotak bekal di meja, lalu kembali menatap Emelin.
"Tapi aku lebih suka untuk memakanmu, sayang," katanya lalu segera mencium bibir Emelin, lalu sedikit menjilatinya, membuat Emelin merasa panas tiba-tiba, dan terbawa dalam ciuman itu.
Sampai cukup lama mereka berciuman, begitu ciuman lepas, Emelin berkata dengan sedikit marah.
"Ini benar-benar, lezat." Kata Antony terlihat puas.
"Kamu... Kamu tidak tahu malu! Ini di Kantor!"
"Dikantor apa? Hmm? Disini tidak ada kamera CCTV, jadi aman jika kita ingin melakukan apa saja, hmm tertarik?" Goda Antony sambil tangannya sedikit merambah tubuh Emelin.
"Antony.... Kamu...."
"Hmm? Apa sayangku?" Kata Antony lagi sedikit mencium telinga Emelin, membuat wajah Emelin menjadi panas.
Emelin merasa salting sendiri dengan godaan Antony, apalagi dengan wajah Tampan itu yang sebenarnya sangat membuat Emelin tidak tahan.
Sejak mereka saling menyatakan cinta, Antony menjadi begitu lengket, sangat lengket...
Ah...
Tapi itu menyenangkan...