
Selama kepergian Antony dan Emelin untuk Bulan Madu, di Kantor Utama Perusahaan Anderson tengah di hebohkan oleh beberapa gosip heboh.
Tentu saja, ini bermula sejak masukkan orang baru di Perusahaan Utama Anderson ini.
Yang saat ini kabarnya akan mendapatkan Posisi sebagai salah satu Direktur di Perusahaan Utama, yaitu Viktor Anderson.
Tentu saja, semua orang juga tahu, kalau Direktur Baru ini merupakan Anak tidak Syah dari Ketua Group Anderson.
Sebenarnya ini bukan hal terlalu baru, beberapa tahun yang lalu, Dia juga sempat bergabung di Perusahaan Utamanya Anderson Group, namun terlibat beberapa perselisihan dengan Putra-putra Utama Keluarga Anderson, untuk mencegah hal-hal itu, Johanes Anderson mengirim anak bungsunya itu ke Luar Negeri untuk mengembangkan Cabang Perusahaan disana.
Sejauh ini, Cabang yang berada Di Luar Negeri berjalan dengan baik di bawah kelolaannya, dan berkembang dengan cukup baik.
Sebenarnya tidak ada alasan khusus kenapa dia kembali di Pindahkan ke Perusahaan Utama.
Karena selama bertahun-tahun di Luar Negeri, dalam kedamaian dan semua baik-baik saja.
Hanya, beberapa saat lalu Viktor Andrson barusaja pulang dari Luar Negeri.
Alasan kenapa Makan Malam di adakan di Keluarga Anderson saat itu, selain menyambut Menantu Baru, juga sebenanya menyambut Viktor yang baru kembali dari Luar Negeri.
Selama ini, Viktor jarang bertemu dengan saudara-saudaranya, jadi tidak pernah ada masalah apapun.
Johanes Anderson berpendapat, karena sudah begitu lama, harusnya Putra-putranya itu tidak membuat masalah dengan Putra Bungsunya.
Tidak mengira, bahkan setelah bertahun-tahun lamanya berlalu, hubungan mereka masih seburuk itu.
Sebenarnya, Direktur baru itu belum benar-benar masuk ke Perusahaan, karena memang harus ada beberapa Rapat Direksi dulu, terutama karena CEO Anderson Group saat ini kebetulan tengah mengambil cuti.
Namun Viktor Andrson, tanpa malu-malu walaupun belum mendapatkan jabatan resmi, dia sudah pergi ke Perusahaan dan bahkan berkemas untuk kantor barunya.
Saat ini Ayahnya menyambutnya di dalam Ruangan.
"Bagaimana dengan ini? Apakah kamu menyukai Ruangan ini?" Tanya Johanes dengan ramah.
"Tentu saja, Ayah. Tempat ini cukup bagus. Namun mungkin aku butuh terbiasa disini dulu, karena biasanya aku hidup di Luar Negeri. Aku sebenarnya pulang karena cukup lelah tinggal di Luar Negeri, dan mungkin memang sudah saatnya aku pulang, fokus memikirkan Pernikahan,"
Johanes tersenyum mendengar perkataan Putranya itu.
Alasan utama Johanes menerima kepulangan Putra Bungsunya itu, ya karena hal-hal ini.
Dirinya juga merasa cukup bersalah mengirim Ke Luar Negeri Putranya itu, yang membuat dia jauh dari Negaranya, dan menjadi sibuk dengan urusan disana, sampai-sampai dia belum menikah di usia ini.
Mungkin orang-orang di Luar Negeri tidak ada yang membuat Putranya itu tertarik, jadi dengan alasan itu, dia kembali ke sini.
"Aku mendukung keputusanmu itu. Itu akan sangat baik jika kamu segera menikah. Lihat, bahkan Keponakanmu saja sudah lama menikah dan memiliki seorang Putra,"
"Ya, itu benar. Antony benar-benar cukup baik dalam memilih seorang Istri, dan sudah memiliki seorang Putra yang cukup baik,"
Johanes lalu tertawa dengan senang,
"Itu benar, setidaknya dengan itu garis keturunan Keluarga Anderson kita dapat di warisankan dengan baik,"
Viktor tetap tersemyum ramah menangapi perkataan Ayahnya itu.
"Ngomong-ngomong, wanita seperti apa yang kamu mau? Mungkin Ayah akan mencoba memperkenalkanmu dengan beberapa Putri rekan bisnis Ayah,"
"Soal itu, Ayah tidak usah khawatir. Nanti biar aku saja yang mengurus sendiri hal-hal itu,"
"Ah, begitu. Anak muda jaman sekarang sepertinya tidak suka di jodoh-jodohkan?"
"Ya, Ayah benar."
Setelah beberapa percakapan ringan itu, Johanes Anderson sepertinya berniat pergi dari Ruangan itu, namun sebelum dia pergi, dia sekali lagi bertanya,
"Jadi, apakah kamu membutuhkan sesuatu yang lain?"
Viktor berpikir sejenak,
"Sepertinya aku membutuhkan seorang Asisten secepatnya. Tidak perlu begitu Profesional, hanya perlu bisa mengatur jatwal-jatwal untukku, dan bisa mengatur beberapa urusan bisnis."
"Baiklah-baiklah, nanti aku akan menyuruh bagian HRD untuk mengurus hal-hal itu,"
"Apakah itu tidak merepotkan untuk merekrut orang baru?"
"Tidak-tidak, itu karena orang baru biasanya lebih fleksibel dalam bekerja," kata Viktor lagi sambil tersenyum.
Tentu saja, tujuan Viktor sudah jelas.
Di tempat ini, dirinya harus memiliki bawahan yang ada di pihaknya.
Jika menyuruh orang-orang lama, bisa saja mereka hanya mata-mata dari Saudara-saudaranya yang lain bukan?
Dan lagi, dirinya juga sudah membawa salah satu orang kepercayaannya kesini untuk menjadi Sekertaris.
Hanya butuh tambahan beberapa orang untuk ada di pihaknya.
Belakangan, Viktor merasa sedikit terancam posisinya, terutama setelah kedatangan Keponakan barunya itu dalam beberapa tahun terakhir.
Dirinya sudah masuk ke Keluarga Anderson begitu, lama namun bukannya mendapatkan hal-hal yang layak, dirinya malah di usir ke Luar Negeri?
Memang dirinya pikir, dirinya tidak tahu alasan Ayahnya mengirimnya ke Luar Negeri?
Itu jelas, agar dirinya menyingkir dari Perusahaan Utama Anderson.
Namun tentu saja, dirinya tidak akan membiarkannya dengan mudah.
Setelah bertahun-tahun, akhirnya dirinya bisa mengendalikan penuh Cabang di Luar Negeri dibawah kendalinya, tanpa Ayahnya ketuahui.
Dan lihat saja, cepat atau lambat, Perusahaan Utama juga akan ada di bawah kendalinya.
Awalnya dirinya cukup tenang dan menjalankan rencana ini dengan hati-hati, agar orang-orang tidak ada yang curiga padanya.
Terutama kerena dirinya selama ini terlihat Pasrah dan mau-mau saja di Kirim Ke Luar Negeri, agar tidak ikut dalam persaingan mendapatkan Perusahaan Utama.
Tentu, bukan hanya pastra, dirinya sudah merencanakan semuanya dari awal sejak matang.
Padahal dirinya sudah susah payah mengembangkan Perusahaan di Luar Negeri untuk mendapatkan pengakuan dari Ayahnya, namun sayangnya kedatangan Keponakan barunya itu membuat semuanya menjadi berantakan.
Dirinya awalnya, merasa senang karena Kakak tirinya Thomas itu yang begitu di banggakan dan cukup pintar itu, tidak akan memiliki anak, itu artinya dia tidak akan mendapatkan hak warisan Perusahaan, karena hal-hal sebagai Penerus Keluarga Anderson, harus memiliki anak untuk ahli waris berikutnya.
Dan untuk Putra Kedua Keluarga Anderson itu, dia sebenarnya cukup bodoh jika dibandingkan dengan Kakaknya, dan lagi untungnya Kakak keduanya itu, dia juga hanya memiliki anak bodoh yang sama yang tidak terlalu berguna dalam perusahaan.
Hal-hal ini tentu saja menjadi jelas, jika dirinya memiliki kinerja baik, dan dimasa depan memiliki seorang anak yang mengakan, harta warisan keluarga jelas jatuh ke tangan siapa.
Hah, namun tidak mengira, Kakak tertuanya itu melakukan gerakan di luar prediksinya.
Belum lagi...
Ayahnya sangat menyukai cucunya itu, dan bahkan sampai-sampai memberikan posisi CEO padanya.
Dirinya sudah bertahun-tahun dalam keluarga, namun malah di usir, sedangkan Keponakannya itu, belum lama dalam Keluarga namun dia sudah mendapatkan segalanya?
Hah, seperti dirinya akan membiarkan saja.
Itulah kenapa dirinya kesini, dan soal alasan menikah itu hanya alasan.
Namun sepertinya itu juga menjadi masalah, dirinya juga harus segera menikah juga, jika dirinya memiliki seorang Putra toh itu akan melancarkan rencananya.
Hanya saja...
Memikirkan seseorang yang akan dirinya nikahi itu menjadi masalah besar.
Saat ini, benar-benar belum ada yang menarik perhatiannya.
Sungguh, sekarang dirinya mengerti kenapa Kakak tertuanya yang kabarnya cukup sempurna itu tidak pernah menikah.
Mengurus dan memilih seorang wanita itu lebih sulit dari pada mengurus Perusahaan.
Ya, dirinya harus mempertimbangkan untuk segera mencari calon Istri secepatnya saja juga