
Ini sudah lebih dari satu minggu sejak Isabella terakhir kali bertemu dengan Antony, dan pernyataan mengejutkan dari Antony soal dia yang memilih istri.
Di hari-hari berlalu ini, dirinya juga sudah menyelidiki soal Emelin Smith, namun belum melakukan apapun dalam rencananya.
Dirinya cukup sibuk juga untuk ikut iklan dan syuting di berbagai acara belakangan ini.
Baru-baru ini juga terdengar kabar dan skandal yang begitu heboh yah menyangkut soal Emelin Smith.
Ini ada hubungannya dengan Claudia Calleste yang ternyata adalah Saudara satu Ayah Emelin.
Sejujurnya, Isabella merasa bosan setiap kali dirinya melihat sosial media, hanya ada berita kalau tidak soal Emelin, ini soal Claudia.
Entah itu berita bagus atau buruk, hanya nama mereka ada dimana-mana di dunia hiburan.
"Sungguh, aku pikir dua-duanya sama saja murahannya hanya menjual Drama Pribadi untuk menjadi viral, sungguh Artis-artis tidak tahu malu,"
Isabella sekali lagi menatap bosan ke ponselnya, mencoba melihat-lihat sesuatu barangkali dirinya menemukan sesuatu yang menarik soal Emelin-Emelin ini yang merupakan Istri dari Antony.
Dan masalah soal pernikahan mereka, namun sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepala Isabella.
"Bagaimana kalau aku berkunjung ke Caludia? Mungkin aku akan mendapat informasi yang berguna darinya,"
Dengan ide itu, lalu Isabella menelepon nomor ponsel Claudia.
Tidak lama sampai teleponnya diangkat.
"Hallo, Claudia aku dengar kamu saat ini di Rumah Sakit?"
'Ah, Kak Isabella? Benar, saat ini aku masuk di Rumah Sakit,'
"Kalau boleh tahu, kamu di Rumah Sakit mana? Aku pikir aku akan berkunjung, melihat keadaanmu,"
'Aku di Rumah Sakit XX dekat bandara. Ya ampun, Isabella kamu tidak perlu repot-repot, keadaanku sudah cukup mendingan kok,'
"Tidak bisa begitu kita kan teman, jadi aku harus berkunjung, aku khawatir dengan keadaanmu...."
'Kamu... Kamu pasti sudah mendengar soal hal-hal di Internet soal aku....'
"Kamu bicara apa? Kita sama-sama artis, aku juga paham kalau hal-hal di Internet pasti hanya di besar-besarkan saja, hanya karena hal ini, ini tidak merusak Pertemanan kita,"
'Terimakasih Kak Isabella, Kakak sungguh wanita yang sangat baik,'
"Ya ya, aku akan berkunjung sore nanti, tunggu aku ya,"
'Baik, Kak. Terimakasih. Aku juga butuh teman sebenarnya untuk saling mengobrol,'
"Tentu saja, tentu saja aku akan mendengarkan semua ceritamu, aku adalah seorang pendengar yang baik."
'Hmm, sampai bertemu nanti Kak Isabella.'
"Ya, sampai jumpa,"
Dengan itu ponsel ditutup.
Isabella lalu tersenyum, dirinya bisa memanfaatkan Claudia ini barangkali bisa dimanfaatkan untuk memisahkan Antony dan Emelin itu?
Wow, ternyata ada gunanya menjadi ramah dan baik pada semua orang.
Sambil memikirkan rencananya, suasay hati Isabella cukup baik.
####
Disisi lainnya, Claudia sebenarnya dalam suasana hati yang buruk terutama setelah Kemarin Mamanya bercerita padanya bagaimana dia diperlakukan oleh teman-temannya Arisannya itu, belum lagi semua teman-teman sekelasnya dulu sekarang tahu soal skandal dirinya itu dan mendapatkan tuduhan selingkuhan dari semua orang.
Claudia cukup pusing mendegarkan keluhan dari Mamanya itu, dirinya sendiri sudah sangat lelah menghadapi berbagai cibiran yah dirinya terima.
Namun ada hal mengejutkan lainnya yang Claudia dengar dari Mamanya, bagaimana Alvan Ayahnya berniat menjual perhiasan-perhiasan yang ada dirumah!!
Memang, Claudia juga tahu kalau semua Perhiasan itu adalah peninggalan dari Ibu Emelin yang sudah meninggal.
Dan Mamanya sangat mengiginkan untuk memiliki semua perhiasan-perhiasan itu.
Seharusnya, setelah Emelin diusir dari rumah itu menjadi milik Mamanya.
Kenapa Ayahnya berniat menjualnya tanpa persetujuan Mamanya?
Apa sih maksud Ayahnya ini? Menjual sesuatu yang seharusnya milik Mamanya, dirinya tidak mengerti kenapa dia begitu jadi menyebalkan sekarang, sudah tidak bisa mengurus soal semua Gosip dan Rumor yang beredar pula, dan sekarang tidak bisa di hubungi.
Atau memang Ayahnya menjadi begitu sibuk?
Apakah urusan di Perusahaan menjadi begitu rumit?
Apakah dirinya harus bertanya pada Daniel?
Tapi mengingat laki-laki itu, membuat Mood Claudia jadi bertambah buruk.
"Sudahlah aku tidak ingin peduli lagi dengan semua ini, aku ingin menengangkan diri sambil memikirkan langkah selanjutnya, tapi nanti."
Kata Claudia lalu dia berniat tidur siang. Sampai dia mendapatkan telepon dari Isabella tiba-tiba.
Cukup terkejut dengan niat kedatangan Isabella, namun coba lihat apakah niat sebenarnya dari orang itu?
Dirinya saja tidak begitu bodoh seperti Mamanya yang sampai dipermalukan di depan teman-temannya seperti itu.
Jadi tanpa banyak bertanya dan berpura-pura sangat tersanjung pada Isabella, Claudia menyetujui kedatangan Isabella.
Dengan tenang, Claudia tidur siang saat ini.
Ketika Sore hampir tiba, Claudia terbagun, hal pertama yang dia lihat adalah wajah Isabella.
"Claudia kamu sudah bangun?"
"Emm, sejak kapan kamu disini?"
"Aku baru saja datang kok, dan Suster yang menjagamu sebelumnya menyuruhku untuk masuk saja, namun aku lihat kamu sedang tidur jadi aku ingin memanggangumu," kata Isabella sambil tersenyum ramah.
"Tentu saja kamu tidak mengganggu. Lagipula aku yang terlalu ceroboh sampai-sampai terlalu lelap tidur padahal sudah ada janji denganmu,"
Isabella masih tersenyum sambil membawa bingkisan buah disana.
"Tidak tidak, kamu kan masih sakit, jadi butuh banyak istirahat. Bagaimana keadaanmu aku dengar kamu habis operasi? Ini aku membawakanmu beberapa buah, mungkin kamu akan menyukainya,"
"Aku sungguh sudah mendingan, hanya jahitan dari Operasi masih belum sembuh, kadang-kadang sakit. Terimakasih atas buah-buahan, kamu bisa meletakkannya dimeja."
"Bukan masalah. Ya ampun, pasti berat kamu sampai bisa mengalami insiden ini, jadi yang sebenarnya terjadi...."
"Aku tahu, kamu mungkin tidak akan membercayainya, namun jnh semua benar-benar perbuatan Emelin itu, aku tidak tahu bagaimana dia bisa menghilangkan barang bukti bahkan tidak ditemukan rekaman CCTV nya," kata Claudia dengan wajah sedih.
"Aku percaya padamu. Aku sebenarnya juga tidak suka dengan Emelin itu, mungkin soal menghilang barang bukti dia dibantu seseorang?"
"Kamu... Kamu percaya padaku?"
"Tentu saja, aku percaya, kamu adalah temanku, Claudia. Pasti ini benar-benar perbuatan Emelin itu kan?"
"Ya!! Dia melakukannya namun begitu tega,"
Sekarang Isabella memikirkannya, jika memang kejadian di Bandara itu memang perbuatan dari Emelin, namun bagaimana semua barang bukti ini hilang...
Apakah itu berkat bantuan Antony?
Benar, dengan kemampuan Keluarga Anderson hal-hal seperti ini bukan masalah besar.
"Itu benar, dia pasti di bantu oleh seseorang, seperti suaminya mungkin?"
Claudia lalu tertawa,
"Dia mungkin memang di bantu seseorang, tapi mana mungkin itu suaminya,"
"Kenapa kamu berpikir begitu? Kan bisa saja itu suami Emelin yang membantunya," tanya Isabella dengan heran.
"Suami Emelin? Laki-laki Bayaran itu?"
"Maksudmu apa Claudia?"
Tentu saja Isabella heran, karena Antony sekarang CEO Anderson Group...
Atau jangan bilang dia juga menyembunyikan identitasnya dari Istrinya dan Keluarga lainnya?
Lelaki bayaran apa pula ini?