
Salah satu teman sekelas itu menjadi penasaran juga,
"Aku juga ingin melihat keponakan kecil ini, kenapa tidak diajak?"
"Sayangnya Putraku ini hari ini ada acara, dia menonton beberapa pertunjukan dan bersenang-senang dengan teman-temannya, bagaimana aku bisa mengajaknya ikut acara yang membosankan seperti ini?"
Mereka kembali asik berbicara membicarakan tentang Putra Emelin, Alex.
Sampai-sampai Emelin kelupaan soal peringatan Raka barusan.
####
Disisi lainnya, Antony awalnya baik-baik saja mengobrol dengan teman-temannya, sampai Isabella datang dan keadaan menjadi canggung.
Beberapa teman mencoba berbicara dengan Isabella.
Karena mereka sekarang tahu, kalau Isabella dan Antony memiliki hubungan yang buruk, dua teman Antony ini berusaha mengalihkan pembicaraan dengan Isabella.
Tidak baik juga jika mereka terlalu dekat, takut terjadi insiden yang tidak mengenakkan.
Demi menjaga kedamaian dunia, mereka berusaha berbicara dengan Isabella.
Isabella yang dari tadi mencoba mengajak bicara Antony, namun sekali gagal karena dia teman sekelas ini menjadi kesal.
Setiap dirinya bertanya, bukan Antony yang menjawab namun malah dua orang ini.
Dan salah satu orang yang berada dipihaknya yang dirinya sempat mintai tolong untuk membagikan minuman sebelumnya juga sudah pergi entah kemana.
Sampai waktu benar-benar berlalu, namun Isabella masih tidak bisa berbicara dengan Antony, dia malah jadi terbawa suasana dan mengorol karena salah satu teman Antony ini memang banyak bicara, paling bisa membuat bahak percakapan, dari A-Z dan tidak pernah selesai.
Sekarang Isabella menyadarinya...
Antony yang dari tadi duduk disana sudah tidak ada!?
"Eh? Kemana Antony?"
Salah satu orang yang duduk disitu lalu menjawab,
"Tadi Antony tiba-tiba merasa badannya tidak enak, dia mau kekamar mandi sepertinya, barusan saja,"
Setelah bertanya Isabella Akhirnya berpura-pura pergi juga, dan mengalihkan pembicaraan,
"Itu, sepertinya aku mau ketempat Ria dulu, dia sudah menungguku,"
"Tentu saja,"
"Sampaikan salam ku pada Antony jika dia kembali,"
Beberapa teman sekelas itu, lalu hanya setuju-setuju saja.
Setelah Isabella pergi, beberapa teman sekelas itu mulai bergosip.
"Ini hanya perasaanku saja atau, memang sepertinya Isabella itu masih memiliki maksud tertentu pada Antony?"
"Eh? Jadi tidak hanya aku yang merasa seperti itu? Iya, dari cara dia mencoba membicarakan masalalu ketika mereka masih bersama,"
"Tidakkah Isabella itu tau, jika Antony sudah punya Istri? Kenapa dia tetap seperti itu?"
"Aku memikirkannya sekarang, saat awal dia masuk, dia masuk bersama Antony seolah-olah mereka berangkat bersama-sama, namun ternyata itu hanya kebetulan bertemu di tempat parkir, aku merasa semua jawaban yang dia katakan seolah mengatakan dia masih dekat dengan Antony,"
"Benar, padahal Antony jelas sudah punya Istri."
"Dan lagi, soal masalah Antony dan Isabella putus dulu, aku sepertinya punya petunjuk. Aku kebetulan satu Kampus juga dengan Antony dan Isabella, saat itu aku memang sempat melihat Isabella sempat jalan dengan salah satu Kakak tingkat yang terlihat kaya,"
"Eh? Ada hal-hal seperti itu? Kenapa kamu tidak bilang?"
"Ya kan tadi ada Antony, ya kalik aku tanya 'Kamu putus dengan Isabella karena ketahuan dia Selingkuh?' Aku ya mana enak bertanya,"
"Ya ampun, aku kira Isabella itu diisi gadis yang lembut ternyata dia seperti itu!! Dan lihat sekarang, karena Antony sepertinya memiliki penampilan yang baik, dan terlihat sudah mapan, dia lalu mencoba mendekatinya lagi, sungguh tidak tahu malu,"
"Aku juga tidak mengira dia adalah tipe wanita seperti itu,"
"Memang, sepertinya sangat beruntung Antony tidak menikah dengan Isabella itu. Aku juga melihat kalau Istri Antony itu terlihat sangat baik,"
"Hmm, mereka memang terlihat cocok bersama."
*****
Disisi lainnya, Antony merasa badannya tidak enak, tiba-tiba merasa panas.
'Apakah tiba-tiba demam?'
Jadi dirinya segera memutuskan untuk kekamar mandi, cuci muka, mungkin nanti akan menjadi lebih enakan.
Jadi saat Antony perjalanan kekamar mandi, disalah satu lorong dia malah bertemu dengan Isabella.
"Owh, aku kira kamu masih sedang berbincang dengan yang lainnya,"
"Ahahahaha.... Memang iya, awalnya kami terlalu asik mengobrol, aku sepertinya banyak minum jadi ingin kekamar mandi,"
"Begitu?"
Antony mencoba menstabilkannya tubuhnya yang terasa tidak nyaman itu entah kenapa.
Isabella yang pura-pura tidak tahu itu, kemudian bertanya,
"Antony? Kenapa wajahmu menjadi merah? Kamu tidak apa-apa? Apakah kamu salah makan dan alargilmu kambuh?"
Antony memikirkannya, dirinya sepertinya belum makan apapun, dan hanya minum beberapa minuman barusan.
"Seharusnya tidak,"
Isabella yang mencoba sok perhatian itu mencoba menekan dahi Antony, mencoba memeriksa suhu tubuhnya, melihat tangan yang tiba-tiba itu, tentu saja Antony menjadi marah.
"Isabella jangan menyentuhku, aku tidak ingin ada yang melihat lalu ada gosip yang tidak-tidak,"
Wajah Isabella menjadi cemberut,
"Apa? Apakah kamu takut Istrimu tahu? Ayolah, Antony kamu bisa cerita apa saja padaku, aku tuh juga tahu kalau Pernikahanmu dan Emelin itu hanya sebatas Pernikahan Kontrak,"
Mendengar kata-kata Isabella itu, Antony juga menjadi kaget, lalu bertanya,
"Pernikahan Kontrak apa? Jangan bicara omong kosong,"
Isabella lalu sedikit tertawa,
"Aku tahu, kamu menyembunyikannya bukan? Emelin itu hanya Istri Kontrak mu, aku jelas tahu ini dari Saudaranya Claudia,"
Tiba-tiba mendengar nama Claudia membuat Antony marah.
"Kamu... Kamu percaya omongan Claudia itu?"
"Owh, bagaimana tidak? Aku tahu jika sekarang hubungan Emelin dan Claudia itu buruk, namun mereka dulu dekat wajar jika Claudia tahu hal-hal soal Emelin, bahwa Pernikahanmu adalah Pernikahan Kontrak,"
"Jangan bicara omong kosong, aku dan Emelin menikah seperti kebanyakan pasangan lainnya, tidakkah kamu tahu jika aku dan Emelin memiliki seorang Putra?"
"Soal Putramu? Tentu saja aku tahu. Itu juga bagian dari kontrak Pernikahanmu itu bukan? Aku tahu jika Emelin itu tidak mencintaimu, dia hanya mengagap kamu sebagai Suami Kontraknya, Suami Bayarannya tidak lebih dan tidak kurang."
"Berhentilah bicara omong kosong!!"
"Kamu masih mengelak? Emelin itu tidak mencintaimu, dia hanya mengagapmu tidak lebih dari Suami Bayarannya, mengagap kamu lelaki yang dia bayar untuk mau menikah dengannya,"
"Cukup!! Kamu tidak tahu apa-apa soal aku dan Emelin!!"
"Aku hanya mengatakan fakta, ini yang sebenarnya terjadi. Kalian hanya menikah kontrak tidak lebih dan tidak kurang! Aku melihat bagaimana sebelumnya Emelin itu suka bermain-main dengan laki-laki lain sebelumnya, dia cepat atau lambat mungkin akan meninggalkanmu,"
Tubuh Antony merasa semakin tidak nyaman, terlebih sekarang dia menjadi begitu emosi mendegar perkataan Isabella.
"Cukup!! Jaga bicaramu itu!!!"
"Antony, kamu itu harus sadar kalau Emelin itu tidak mencintaimu kenapa kamu begitu keras kenapa?"
"DIAM!! AKU BILANG!!"
Isabella lalu mulai mengeluarkan ponselnya, mulai memujukan sebuah foto.
Ini adalah foto saat Raka dan Emelin saling mengobrol di sebuah restoran.
"Foto ini...."
"Ya!! Aku kebetulan melihat Sepupumu bersama seorang wanita, aku hanya penasaran siapa dia lalu memfotonya, siapa yang tahu kalau ternyata dia adalah Istrimu... Ya ampun, apakan dia mencoba menggoda Sepupumu!!"
"Aku bilang kamu diam!!"
####
Di tempat lainnya, Emelin masih asik ngobrol dengan teman-temannya.
"Aduh, sepertinya aku butuh kekamar mandi," kata Emelin tiba-tiba.
"Hah, ini gara-gara Raka yang membuat pertaruhan untuk minum bagi yang kalah,"
"Hey, berhenti bicara! Tidak lihat, aku yang malah banyak minum? Aku butuh ke kamar Mandi!!" Kata Raka dengan kesal.
####
Bersambung