Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 53: Ayah dan Anak (Part 2)


Antony juga binggung mau memulai dari mana.


Apakah ini hal yang baik memberi tahu soal ini pada Ayahnya?


Karena ini menyangkut soal Nenennya, yang tidak lain adalah Ibu dari Ayahnya ini.


Namun sepertinya, ini memang harus dikatakan.


Setelah tediam sejenak, lalu Antony segera berkata,


"Mamaku tentu saja mencoba menghubungimu, namun kamu berada di Luar Negeri dan tidak bisa dia hubungi, hanya saja dia hanya bisa mencoba datang ke Rumah Keluarga Anderson...."


Thomas tentu terkejut setelah mendengar hal ini cukup kaget dengan fakta ini.


Irena mencoba menghubunginya dan datang Ke Keluarga Anderson?


"Dia ke Rumah Keluarga Anderson?" tanya Thomas lagi memastikan.


"Ya, tepat setelah Mamaku tahu dirinya hamil, dia mencoba mencarimu dan pergi ke Rumah Keluarga Anderson, dia bertemu dengan Nenek, Sarah Anderson,"


"Ibuku? Aku.... Aku tidak pernah mendengar soal ini,"


Antony akhirnya menghela nafas lagi.


Dirinya memang sudah menduga ini.


"Ya, aku juga tidak tahu kenapa Nenek merahasiakan ini, dia dulu memang sempat mengusir Mamaku ketika dia hamil, menuduhnya yang tidak-tidak bahkan sempat menyuruhnya mengugurkan kandungannya,"


"Apa? Ibuku melakukan itu?"


"Ya, itulah yang aku baca di buku harian. Apakah Ayah Percaya?"


Thomas lalu terdiam sebentar, mencoba mengigat lagi soal Almarhum Ibunya.


Jika ini sekitar dua puluh sembilan tahun yang lalu...


Kira-kira itu adalah saat dimana Ibunya akhirnya tahu bahwa Ayahnya memiliki Anak Haram di Luar Nikah...


Saat itu adalah saat-saat yang sulit untuk Ibunya, memikirkan laki-laki yang dia cintai ternyata memiliki hubungan dengan wanita lain, terlebih...


Wanita itu datang sendiri, dan meminta untuk di nikahi oleh Ayahnya, dengan membawa bukti anak mereka berdua.


Jelas, saat itu hanya kemarahan yang tersisa, yang membuat Ibunya menjadi cukup sedih dan hancur.


Itu benar-benar bukan saat yang tepat ketika Irena datang, itu pasti Ibunya menjadi ingat juga dengan wanita itu, Ibunya Viktor yang sangat jelas sekali tujuannya, datang ke Rumah Keluarga Anderson, untuk mendapatkan Harta Keluarga Anderson.


Dirinya tahu, Irena tidak seperti itu hanya dia datang di saat yang tidak tepat.


Namun itu juga bukan Hak Ibunya untuk memperlakukan Irena dengan begitu kejam dan mengusirnya, terlebih Ibunya tidak pernah menceritakan ini padanya...


"Ini memang salah Ibuku. Aku tidak tahu apakah kamu akan bisa memaafkannya, aku juga tidak ada maksud mencoba meminta maaf atas kesalahan Almarhum Ibuku... Hanya ini memang salahnya... Dan aku yang tidak peka, harusnya aku tidak pergi ke Luar Negeri dan sampai memutuskan semua kontak dengan Teman-temanku... Hanya tahun itu..."


Memang, dirinya terlalu merasa sakit hati, begitu sedih, juga cukup untuk membuatnya hampir depresi setelah Pernikahan Olivia itu.


Untuk mencoba melukapan Olivia, dirinya merencanakan pergi Ke Luar Negeri, dan memutuskan semua kontak dengan teman-temannya, termasuk kontak dengan Olivia.


Itu adalah tahun terberat...


Namun ini bukan saatnya memikirkannya lagi...


"Aku paham itu. Cukup menyakitkan ketika ditinggal orang yang dicintai,"


"Ya, aku hanya bisa meminta maaf atas hal-hal yang aku lakukan,"


Antony lalu memikirkannya lagi,


"Lalu.... Bagaimana Ayah tahu jika Aku adalah anak Ayah? Jika Ayah tidak pernah memikirkannya sebelumnya jika Mamaku, Irena hamil?"


Thomas lalu terdiam, sedikit binggung harus berkata apa.


Ada banyak cerita di balik itu.


"Ini sebenarnya cerita yang cukup rumit,"


Antony lalu mencoba menebak lagi,


"Ini mungkin salah satunya. Ini adalah cerita cukup rumit, yang bisa aku katakan adalah, kecelakaan yang membuat aku hampir mati dan sampai membuat aku tidak bisa memiliki anak itu adalah hal yang di segaja,"


"Maksud Ayah... Ada seseorang yang dari awal ingin menyingkirkan Ayah?"


"Itu benar. Aku cukup beruntung bisa selamat, namun tetap saja efek dari Kecelakaan itu cukup besar. Dan aku tahu pasti efek kecelakaan yang membuat aku tidak bisa lagi memiliki anak ini akan menguntungkan beberapa orang, karena itu mungkin membuatku tidak bisa lagi menjadi ahli waris Keluarga Anderson. Jelas tujuan musuh ini tercapai, aku juga baru tahu hal-hal ini belakangan, itulah kenapa aku mulai menyelidiki beberapa wanita yang pernah aku ajak tidur...."


Antony terdiam setelah mendengarkan hal-hal ini.


Cukup tidak mempercayai apa yang didengarnya.


Jadi sepertinya, urusan Keluarga Anderson dan maslahatnya lebih rumit dari pada yang dirinya kira.


"Lalu, itulah kenapa Ayah membawaku ke Keluarga Anderson?"


"Ya... Aku hanya tidak bisa yang membuatku celaka itu hidup dengan tenang, mendapatkan apa yang mereka mau,"


"Apakah Ayah tahu pelakunya?"


Thomas menjadi diam.


Tidak tahu harus mengatakan ini atau tidak.


"Ini cukup rumit untuk dikatakan... Namun kemungkinan besar ini adalah adikku, Charlise Anderson,"


Antony tidak mengira akan mendengar hal ini, tentu saja ini cukup mengejutkan.


Melihat Paman Charlise bagaimanapun juga masih merupakan saudara kandung dari Ayahnya, mereka memiliki Ibu dan Ayah yang sama....


Namun bagaimana bisa sampai melakukan hal-hal sejauh itu hanya demi uang?


"Apakah Ayah yakin?"


"Aku masih menyelidiki soal hal ini.... Namun aku cukup yakin. Kerena Dia yang paling di untungkan soal hal ini,"


"Jadi ini benar-benar Paman Charlise?"


"Ya, aku memintamu kamu berhati-hati dengan Pamanmu itu, ya itu cukup licik, aku juga tidak mengerti jalan pikiran adikku itu,"


Antony lalu terdiam masih memikirkan hal-hal ini lagi.


Ketika mereka asyik berbicara, Emelin sudah keluar dari ruang pemeriksaan dengan ekspresi yang sangat bahagia.


Emelin melihat sepasang Ayah dan Anak itu telah membicarakan hal-hal yang cukup serius terlihat dari ekspresi mereka yang serius.


Emelin jelas langsung bertanya karena penasaran,


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Terlihat sangat serius,"


Thomas dan Antony langsung mengalihkan pandangan mereka dan menatap kearah Emelin.


Mereka lalu bicara secara kompak,


"Ini bukan hal yang penting,"


"Ini bukan apa-apa,"


Mendengar jawaban itu malah makin membuat Emelin penasaran.


"Ayolah, apa yang kalian bicarakan ini benar-benar membuat aku penasaran tidak mungkin ini tidak penting jika kalian memiliki ekspresi sangat serius seperti itu,"


Antony jelas rasa ini bukan saat yang tepat untuk membicarakannya dirinya tidak mau membuat Emelin lebih khawatir lagi.


Jadi Antony mencoba mengatur topik pembicaraan.


"Jadi... Bagaimana dengan pemeriksaannya?"


Emelin segera melupakan hal-hal dan rasa penasarannya itu, segera menjawab Antony dengan antusias,


"Aku dan kandunganku baik-baik saja, Kalian tidak perlu khawatir ini benar-benar sehat, hanya saja...."


"Ada apa Emelin?"


Antony menjadi gugup apa yang akan Istrinya itu bicarakan.