Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 53: Rahasia antara Kita


Malam itu Emelin walaupun merasa gundah, namun dirinya tetap melakukan hal-hal yang harus dirinya lakukan dan rencanakan, seperti membuat minuman hangat untuk Antony.


Ketika sampai dikamar, Emelin melihat kalau Antony masih dikamar mandi.


Meletakkan cangkir di meja samping, Emelin sekali lagi menatap Jas Antony.


Memang, selain tercium aroma parfum seorang wanita, ini juga tercium aroma minum alkohol.


Emm, apa Antony habis dari Club Malam atau sesuatu?


Dirinya memang mencoba berpikir positif, namun tetap saja tidak bisa untuk tidak bertanya-tanya.


Dirinya dulu juga memiliki banyak teman, dan beberapa teman wanitanya terkadang suka curhat bagaimana Kekasih mereka sering pergi ke Club Malam tiba-tiba, dan bermain-main dengan wanita disana.


Terkadang laki-laki memiliki kebiasaan seperti itu, hmm apakah semua laki-laki sama saja?


Sejujurnya, dirinya juga tidak mengenal Antony terlalu dalam, jadi dari pada berasumsi yang tidak-tidak sebaiknya bertanya langsung.


Tidak lama setelah itu, Antony keluar dari kamar mandi, sudah lengkap dengan set piayama biru muda miliknya.


Dia lalu berjalan kearah Emelin, mengabil cangkir hangat di meja, lalu duduk disamping Emelin dan meminumnya.


"Terimakasih,"


"Sama-sama,"


Suasana dikamar itu lagi-lagi cukup hening.


Lalu, Emelin memberanikan diri untuk bertanya,


"Kamu... Kamu benar-benar bekerja lembur?"


Wajah Antony yang ditanya menunjukan ekpersi keterkejutannya tiba-tiba karena ditanya, namun itu hanya sekilas, lalu menjawab dengan tenang.


"Ya, aku bekerja lembur hari ini,"


Dirinya tidak berbohong, malam ini menurutnya Pesta barusan hanyalah salah satu Tugas Tambahan dari Kantor, Tugas Tambahan diluar jam kantor di sebuah lembur.


"Tidak ada yang lain?" Tanya Emelin lagi penuh selidik, karena Antony menjawabnya terlihat terlalu tenang, memang seolah tidak menyembunyikan apapun.


"Kenapa memangnya? Tumben kamu bertanya,"


"Tidak ada. Apakah salah untuk bertanya tentang kegiatan sehari-hari suamiku?"


Mendengar pernyataan Emelin soal suami barusan, membuat Antony mengangkat alisnya, cukup terkejut dan heran dengan itu.


"Suami ya?"


Menyadari omong kosong yang barusan Emelin katakan, dia merasa malu tiba-tiba, namun segera memperbaiki ekpersinya.


"Umm, ada apa dengan itu? Tidak salah kan?"


"Itu benar. Aku suamimu, dan kamu adalah Istriku."


Perkataan itu terdengar samar, namun membuat Emelin yang mendengarnya merasa sedikit berdebar dihatinya, terutama ketika mendengar kata 'Istriku'.


Memang, segampang inikah dirinya bisa terbawa perasaan?


Pantas saja selama ini dirinya sering tertipu banyak Pria sampah diluar sana, hanya beberapa kata-kata manis, seolah-olah membuatnya lupa hal-hal yang membuatnya khawatir barusan, dan membuat dirinya berbunga-bunga tidak jelas.


Namun saat ini, dirinya tidak bisa terlihat lengah hanya dengan kata-kata manis!


Kalau kata Raka, soal Pria-pria yang bersamanya sebelumnya, dia selalu berkomentar,


'Laki-laki itu memiliki mulut yang manis, terutama ketika mereka berbohong, tidak ada yang tahu ada yang ada dihati mereka ketika mereka mengatakan kata-kata manis,'


Memang, kata-kata yang tidak bisa dipercaya yang keluar dari Raka yang merupakan Playboy dan sering bergonta-ganti kekasih, dan kadang memiki beberapa kekasih.


Mengalihkan pikirannya, Emelin lalu kembali fokus dan menatap Antony, lalu berkata,


"Ya, kita adalah suami istri, tidak ada rahasia antara kita? Benar?"


Antony menatap Emelin dengan serius, lalu berkata dengan sedikit keraguan.


"Benar, tidak ada rahasia."


Kata-kata Antony terasa meyakinkan dibenak Emelin.


Namun justru itu yang membuatnya khawatir.


Jadi kalau Antony benar-benar dikantor dan lembur, dari mana aroma parfum wanita dan alkohol ini?


Ini tidak seperti Antony bekerja di Perusahaan Industri Parfum wanita bukan?


Ah...


Itu masuk akal.


Jadi bisa saja, Antony lembur dan memeriksa bahan-bahan parfum dan karena tentu saja akan ada aroma parfum yang tertinggal, dan untuk alkohol, beberapa parfum mengunakan alkohol sebagai salah satu bahannya, mungkin sedikit tumpah atau sesuatu?


Lagipula, dirinya tidak tahu Antony bekerja di Perusahaan apa.


Namun ini waktu yang bagus untuk bertanya?


"Jadi kamu bekerja di Perusahaan seperti apa? Apakah Perusahaan Industri Parfum?"


Antony terdiam sejenak, lalu menjawab,


"Benar, ada hal semacam itu juga di Perusahaan tempatku bekerja,"


Antony merasa tidak berbohong juga, Perusahaan Anderson juga memiliki salah satu Brand Parfum terkenal juga.


"Baiklah. Aku mengerti."


Mendengar perkataan Antony, Emelin sekarag mulai merasa tenang, berpikir spekulasinya benar.


Benar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Setelah itu, Emelin tidak lagi banyak bertanya, dan memposisikan dirinya untuk segera tidur.


Hmm, sangat mengantuk.


"Ingin tidur?" Tanya Antony santai.


"Kamu belum?"


"Kurasa aku juga akan tidur."


Setelah mengatakan ini, Antony mematikan lampu, dan hanya tersisa lampu tidur remang-remang.


Ini adalah hari kedua sejak mereka tidur bersama seperti ini.


Dan cara Emelin bertingkah, seperti dia benar-benar sudah terbiasa, tidak mengatakan banyak hal dan sudah langsung berbaring di ranjangnya ini.


Terkadang ada sisi dari wanita ini yang selalu membuat dirinya kagum.


Ya, dan bahkan sekarang sepertinya Emelin sudah tidak ragu lagi mengagap kamar ini seperti kamarnya sendiri.


Memikirkan itu, Antony sedikit tersenyum tiba-tiba.


Dia lalu juga memposisikan dirinya untuk tidur, dan membenarkan selimut Emelin.


Dan sekali lagi, untuk kedua kalinya, malam ini, Antony mencium kening Emelin.


"Selamat tidur," katanya dengan ringan.


Emelin yang awalnya, agak mengantuk itu tiba-tiba langsung sadar dengan ciuman selamat malam itu....


Akhhh.....


'Kalau seperti ini aku tidak bisa tidur sekarang!'


Teriak Emelin dalam hati, dirinya benar-benar tidak terbiasa dengan sikap Antony yang berubah-ubah itu.


####


Disisi lainya, Raka yang baru pulang dari Pesta lalu langsung menelpon salah satu kenalanya.


"Aku mau kamu menemukan dimana rumah Sepupuku,"


"Petunjuk?"


"Tidak ada, aku baru sadar setelah melihat data Identitas pegawai, jika dia tidak mencantumkan Alamat Rumahnya."


"Baik, kami akan segera menyelidiki soal itu."


"Bagus, kalau bisa secepatnya Alamat Rumahnya harus ada di tanganku besok,"


"Baik Tuan Muda,"


Malam itu, Raka tidur dengan nyenyak dan bermimpi indah memikirkan hal-hal baik yang dirinya rencanakan.


Sebenarnya dia juga merasa tidak enak dengan Istri Antony itu, namun mau bagaimana lagi?


Suaminya seperti itu....


####


Pagi ini, Emelin juga memasak sesuatu untuk Antony. Tidak banyak hal yang terjadi selama pagi ini, dan Alex terlihat sangat senang mendengar orang tuanya tidur satu kamar dan begitu akur.


Setelah Emelin selesai mengantar Alex Kesekolah, dia memiliki beberapa urusan di Perusahaan Anderson yang harus diurus.


Ini masih soal Ikan yang dibintangi Alex tempo hari, dan karena Iklan itu sudah selesai, sebelumnya karena buru-buru belum ada pemandangan kontrak kerja atau sesuatu, jadi dirinya sebagai wali dari Alex, akan kesana dan mengurusnya sekarang.


Emelin langsung menyusuruh supir untuk pergi ke Perusahaan Anderson sekarang.


"Jangan langsung pulang, ada tempat yang ingin aku kunjungi,"


"Baik, Nyoya. Dimana itu?"


"Perusahaan tempo hari aku dan Alex kesana,"


"Anderson Group?"


"Benar."


Tanpa banyak bertanya, supir itu langsung mengantarkan mereka kesana.


Dijalanan cukup macet pagi ini, jadi perjalanan yang seharusnya setegah jam itu, menjadi perjalanan yang memakan waktu satu setengah jam.


Memilikikan betapa padatnya jalanan, membuat Emelin merasa lelah ketika keluar dari mobil.


"Kamu bisa menungggu diparkiran, ini tidak akan lama paling-paling hanya satu jam,"


"Baik Nyonya."


Dengan itu, Emelin keluar dari mobilnya, lalu langsung memasuki gedung Anderson Group.


Memang, tempat ini cukup besar dan mewah seperti terakhir kali dirinya kesini.


Hanya saja, karena dirinya kesini, dirinya sudah cukup familiar dengan tempat ini, jadi dia tidak bertanya dengan Resepsionis lagi, dan langsung berjalan mencari lift.


Didekat lift, Emelin melihat ada kerumunan pegawai yang sedang mengantri lift.


Memang, ini sekitar jam delapan, saatnya jam masuk kantor.


Sangat lelah tadi macet dijalan sekarang harus mengantri di Lift?


Menatap kerumunan orang itu saja sudah membuat Emelin lelah.


'Apakah tidak ada lift lainnya?'


Dari sini, dari pada antri lama disana, Emelin memutuskan untuk mencoba mencari alternatif.


Dia berkeliling disekitar sana, dan di ujung ruangan, dia melihat ada sebuah lift kosong.


Emelin merasa sangat lega ketika melihat lift itu.


Astaga, tidak perlu mengantri.


Benar-benar suatu keberuntungan.


Emelin tidak terlalu memikirkannya kenapa lift itu sepi, jadi dia hanya ingin mengunakan lift.


Dia tidak tahu kalau sebenarnya ini adalah lift khusus untuk Direktur dan petinggi Perusahaan.


Dengan wajah yang begitu santai, Emelin menekan tombol lift itu.


Melihat sepertinya lift itu masih berjalan turun.


Emelin menunggu dengan sabar.


Ting


Lift akhirnya sampai dilantai bawah, dan pintu lift terbuka.


Dari dalam lift itu, Emelin melihat wajah yang familiar.


"Eh??? Antony? Kamu disini?"


Antony yang awalnya ingin pergi keluar dengan salah satu Direksi dan Asistennya itu untuk meeting, tentu saja kaget melihat Emelin tiba-tiba.


Didalam lift, ada dua orang menatap wajah Emelin disana dengan pandangan heran dan penuh tanya.


'Siapa wanita ini yang terlihat akrab dengan Pak Presdir mereka?'


####


Bersambung