
"Antony?" Kata Isabella kaget saat menatap Antony keluar dari ruangannya.
"Isabella, kenapa kamu disini?"
"Apakah mampir tidak boleh?"
"Hari ini aku sibuk,"
"Tidak bisakah meluangkan waktu?"
Antony lalu menatap dimana disana ada dua Sekertarisnya yang menatapnya.
Menghela nafas, Antony lalu berkata,
"Maaf Isabella, aku ada perlu dan harus segera pergi,"
Dia lalu menatap Sekertarisnya itu, merasa tangap dan ingat, dia lalu berniat mengantar Isabella pergi ke lift pegawai.
Antony sendiri langsung masuk ke lift petinggi tanpa kata-kata.
"Tapi...."
Isabella ingin bertemu dengan Antony namun entah bagaimana dirinya malah di tolak.
Apakah Antony benar-benar sibuk?
Padahal ini kesempatan yang bagus.
"Nona? Anda bisa pergi, karena Pak Presdir sedang sibuk, apakah perlu untuk saya antar?"
"Aku bisa sendiri," kata Isabella kesal, berniat naik ke lift Antony pergi tadi namun di cegah.
"Maaf, lift ini khusus untuk Pak Presdir, anda bisa lewat lift yang satunya,"
Isabella hendak marah karena dilarang mengunakan lift yang sebelumnya, namun dirinya tiba-tiba mendapatkan telepon.
"Ya, Hallo?"
Itu adalah telepon dari Produsen sebelumnya, dia bilang kalau Artis untuk model akan diganti, dan Isabella tidak perlu menunda pemotretan.
Mendengar kabar baik itu, Isabel merasa puas.
Setidaknya beberapa orang mengerti tempat mereka.
Baik, mari temui Antony lain kali saja, masih ada besok, dan besoknya lagi, mungkin orang itu memang benar-benar sibuk, ketika dia sibuk memang selalu seperti itu, dulu saat mereka masih Sekolah, juga ketika dia belajar, benar-benar tidak bisa di ganggu.
####
Saat Raka ada di ruang CCTV, dia tiba-tiba mendapatkan telepon dari Asistennya.
"Hallo, ada apa?"
'Tuan Muda Raka, anak kecil yang tadi saat ini ada di Ruangan anda, dia sudah kembali.'
"Apa? Kenapa tidak bilang dari tadi? Awasi dia jangan sampai hilang lagi,"
Dengan itu, Raka segera buru-buru menuju ruangannya, namun ketika di lift dia harus bertemu dengan Sepupunya Antony.
Antony hanya menatap Raka dengan ekpersi dingin, sedangkan Raka hanya cukup muak untuk melihat wajahnya.
Antony keluar lift, dan Raka masuk.
Tidak ada kata-kata disana, lagipula Raka sedang buru-buru, tidak ada waktu membuat masalah dengan Antony.
Antony juga menatap Raka dengan ekpersi heran, tumben dia menjadi pendiam?
Namun Antony tidak terlalu memikirkannya.
Dia hanya memiliki beberapa hal lainnya yang harus diurus di Perusahaan, belum lagi ada masalah baru.
Belakangan ada mobil yang mencoba mengikutinya.
Mobil itu mencurigakan, apakah itu suruhan Pamannya?
Ayahnya? Kakeknya?
Atau jangan bilang Raka?
Apa mau mereka mengikuti dirinya?
Untungnya dirinya menyamarkan kalau pulang kesebuah Apartemen Kosong, untuk membingungkan orang-orang yang mengikutinya, namun mereka sepertinya belum menyerah.
Atau orang-orang ini merupakan musuh Keluarga Anderson?
Selain masalah internal dalam Keluarga, Anderson Group ini memiliki banyak musuh.
Semakin besar sesuatu Perusahaan, tentu akan semakin banyak orang yang menginginkannya untuk hancur.
Saingan dimana-mana, musuh-musuh yang berkedok dan memakai topeng.
Tidak bisa diungkuri kalau musuh-musuh dari luar ini mengincar beberapa orang di Keluarga Anderson, mencoba mencari kelemahan.
Mungkin beberapa musuh akan mengagap dirinya sebagai kelemahan, mencoba mencari kelemahannya...
Tahun lalu juga, dirinya sempat hampir mengalami Kecelakaan, saat itu ada beberapa sengketa lahan.
Di Dunia Bisnis, dipermukaan semua terlihat tenang bagai air, namun dibalik itu semua selalu ada bayangan gelap.
Orang-orang terkadang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka mau.
Orang-orang seperti itu, pikirannya benar-benar tidak bisa ditebak, dan bisa melakukan hal-hal berbahaya.
Inilah juga alasan kenapa dirinya tidak ingin Emelin dan Putranya terlibat.
Lebih baik memang merahasiakan hal-hal seperti ini dulu untuk sementara waktu.
Dirinya juga masih membangun Kekuatan di Anderson Group ini.
Ketika saatnya tiba, dirinya juga akan mengungkapkan ini.
Di Keluarga Anderson ini...
Bukankah dirinya memang sengaja di jadikan CEO untuk menjadi umpan publik?
Memikirkan hal-hal rumit ini, membuat Antony pusing sendiri.
####
"Alex!! Kamu ini! Kenapa tiba-tiba pergi? Bukankah Kakak sudah bilang kalau kamu tidak boleh kemana-mana?"
"Maaf, Paman... Alex hanya terlalu bosan menunggu..."
"Kamu ini! Bagaimana kalau kamu benar-benar hilang?"
"Alex tidak akan hilang! Alex tahu jalan untuk kembali, lihat Alex kembali bukan?"
Melihat ekpersi polos anak itu, Raka akhirnya mengalah.
Tidak ada gunanya pula berdebat dengan anak ini.
Raka segera mengandeng Alex untuk ke lantai ke lobby tempat dirinya dan Emelin janji bertemu.
Tidak banyak hal yang terjadi, hari itu Emelin hanya masih sedikit mengeluh bagaimana dirinya batal pemotretan, namun dia tidak membuat masalah, dan Raka juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika Emelin menolak tawarannya.
"Aku benar-benar minta maaf, Kak Emelin,"
"Ini bukan salahmu, mengerti? Lagipula aku sebentar lagi jika akan sibuk syuting film,"
"Film apa?"
"Aku memenangkan Audisi beberapa minggu lalu, pokoknya ini film bagus nanti kalau sudah selesai pastikan kamu menontonnya!"
"Tentu saja, Kak. Nanti aku akan menyewa Satu Bioskop untuk menontonnya bersama teman-temanku, film Kak Emelin tidak mungkin mengecewakan."
"Ahahahaha... Raka kamu masih mengunakan Uang seperti Air mengalir,"
"Seperti Kakak tidak saja,"
"Sekarang aku tidak punya uang, jadi tidak ada lagi yang bisa aku hambur-hamburkan,"
"Apakah Kak Emelin butuh bantuan? Aku bisa memberikan Kartu Kredit ku kalau Kakak mau,"
"Kamu benar-benar sesuatu bukan? Inilah alasan kenapa banyak sekali wanita yang suka menggodamu bukan? Kamu benar-benar boros untuk mereka. Dan aku tidak membutuhkan uang-uangmu, lagipula aku masih memiki seorang Suami bukan?"
"Mereka memanfaatkanku, dan aku memanfaatkan mereka ini merupakan sebuah deal. Wow, apakah Kakak Ipar ini orang kaya?"
"Itulah kenapa kamu tidak segera punya pacar yang serius Raka. Suamiku ini tidak begitu kaya, lagipula aku akan bisa menghasilkan banyak uang di masa depan, jadi tidak perlu ribut-ribut soal ini,"
Dan percakapan mereka segera berkahir, ketika Emelin berpamitan pada Raka bersama Alex.
####
Hari-hari sekali lagi berlalu, Emelin mulai sibuk dengan mempersiapkannya acara syuting ini.
Sebenarnya dia harus pergi ke Luar Kota untuk syuting, dan ini terasa tidak nyaman ketika memikirkan Alex.
Hari ini juga dirinya harus bertemu dengan anggota Kru yang lainnya, sebelum mereka pergi ke Luar Kota beberapa hari lagi.
"Mama akan pergi?"
"Maafkan, Mama Alex. Mama sementara mungkin tidak akan pulang dulu,"
Ekpersi sedih jelas terlihat diwajah Alex.
"Namun Mama akan pastikan jika ada hari libur akan segera pulang oke? Ini hanya kota sebelah, naik pesawat satu jam sudah sampai, dan cepat untuk kembali kesini,"
"Benarkah?"
"Itu benar, jadi mari kita menghabiskan waktu pergi ke Taman Bermain mumpung Mama sempat,"
"Taman bermain?"
"Benar, kamu masih ingat artis kecil temo hari? Mama anak itu bilang ingin ke Taman Bermain di Pusat Kota, kenapa kita tidak kesana dan ikut bersenang-senang?"
Mendengar itu, Alex begitu bahagia.
Dia lalu segera kekamar untuk bersiap-siap.
Emelin menunggu Alex diruang tamu.
Tiba-tiba ada bel berbunyi.
"Huh? Siapa yang bertamu sore-sore? Apakah Antony sudah pulang?"
Dengan penuh tanya, lalu Emelin memutuskan untuk membuka pintu.
Namun ketika pintu dibuka, tidak ada siapapun, hanya ada sebuah kotak misterius tergeletak di lantai.
"Hmm? Kotak apa ini?"
Disana tidak ada nama pengirimnya, hanya ada tulisan 'Untuk Istri Antony Callisto,'
Kotak ini sangat mencurigakan bukan?
Atau jangan bilang ini semacam hadiah kejutan dari Antony?
Ya ampun, apa ini....
#####
Disisi lainnya, Raka terlihat senang mendengar kabar dari anak buahnya.
"Jadi kamu sudah mengirimkan paket itu?"
'Susuai perintah Tuan Muda,'
"Ahahahaha.... Kerjamu sangat bagus.... Kalau seandainya gagal pun, aku masih memiliki banyak foto yang sudah aku cetak tinggal mengirimkannya lagi saja,"
'Tidak ada masalah, saat ini kami melihat kotak itu diambil oleh seorang wanita,'
"Kalian masih mengamati rumah itu! Bisa tolong kirimkan foto wanita itu?"
'Sayang sekali, dia basan masuk kerumahnya,'
"Sudahlah lupakan. Pokoknya kerja bagus."
Raka benar-benar dalam mood yang cukup baik, setelah membutuhkan beberapa waktu untuk mendapatkan alamat Sepupunya, rencananya segera dilaksanakan.
Benar-benar menantikan apa yang terjadi berikutnya.
####
Bersambung