
Hari-hari cukup cepat berlalu, Emelin saat ini tengah berada di Kantor Perusahaan AX Entertainment dan mulai memperlajari beberapa hal soal Bisnis.
Emelin yang baru memasuki Perusahaan tentu saja musti belajar banyak hal, dan ini cukup membuat dia menjadi sibuk.
Saat ini Emelin tengah serius membaca beberapa laporan Para Artis baru di Perusahaan ini.
Beberapa ada nama yang Emelin kenal yang pernah mengikuti beberapa program dan acara yang sama dengannya, beberapa lagi benar-benar orang-orang yang tidak pernah Emelin kenal, masih Artis yang benar-benar baru dalam dunia Akting.
"Bagaimana menurut Bu Emelin? Sebentar lagi kami akan mengadakan Audisi untuk penerimaan Rekrutan Artis Baru di Perusahaan, kalau Bu Emelin bersedia, Bu Emelin bisa ikut untuk mewawancarai mereka," kata salah satu Karyawan yang barusan menyerah beberapa dokumen itu kepada Emelin.
Emelin tediam dan berpikir sejenak, setelah mendengar hal itu, lalu segera berkata,
"Apakah tidak masalah jika aku ikut?"
Ini benar, dirinya masih baru takut nanti malah akan membuat masalah.
"Tentu saja tidak masalah, Bu Emelin juga sudah menjadi Artis cukup lama dan memiliki banyak pengalaman, tentunya keputusan Ibu bisa berdampak baik pada pemilihan Artis ini,"
Emelin mengaguk ringan, lalu berkata,
"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut,"
"Baik, saya akan melaporkan ini pada bagian personalia,"
Setelahnya Karyawan itu keluar, Emelin segera minum beberapa Air Putih di Mejanya.
Ternyata pekerja kantor seperti ini cukup melelahkan juga.
Ini sudah memasuki bulan kedua kehamilanya.
Emelin sedikit mengelus perutnya yang masih datar itu.
Memikirkan jika waktu sangat cepat berlalu.
Selama satu bulan ini, dirinya memang mengalami begitu banyak masalah soal mual-mual.
Menjadi sangat susah untuk makan atau minum apapun, bahkan tidak bisa memakan Ayam Goreng kesukaannya ini.
Dirinya tidak mengira jika kehamilanya kali ini lebih merepotkan dari pas hamil Alex dulu.
Namun untungnya, Antony memang selalu menemaninya, walaupun dia sibuk dengan pekerjaan, tidak pernah lupa untuk memberikan perhatian padanya.
Bahkan walaupun terkadang dirinya meminta sesuatu yang aneh-aneh, Antony akan selalu menurutinya.
Memikirkan hal-hal ini benar-benar membuat Emelin merasa tenang.
Berikutnya, Emelin mencoba memeriksa jadwalnya lagi.
Hmm, hari ini masih ada Syuting Iklan, harusnya sebentar lagi sampai jadwalnya tiba.
Emelin segera memanggil Asistennya, Ana untuk bersiap-siap.
Dan tidak lama sampai Asistennya itu datang ke Ruangan Emelin.
"Anda ingin berangkat sekarang?"
"Ya, mari segera berangkat saja, aku tidak ingin terlambat,"
"Tapi, Nona Emelin harus makan siang dulu,"
"Aku tidak memiliki mood untuk makan siang di kantor, mungkin nanti mencari makan siang di jalan,"
"Baiklah kalau Nona Emelin bilang begitu, tapi yang jelas Nona Harus makan, saya sudah di wanti-wanti oleh Suami Nona, agar memastikan Anda makan teratur,"
"Pfffff.... Antony itu benar-benar berlebih sekali,"
"Itu karena dia sangat mencintai Nona Emelin, benar-benar perhatian,"
Emelin hanya bisa tersenyum mendengar pujian Ana itu, memang, sangat beruntung memiliki Antony yang begitu perhatian padanya ini.
Baik, mari segera pergi, setelah acara pemoteran sudah tidak ada jadwal dan dirinya bisa langsung pulang dan bertemu dengan Alex.
Dengan itu, Emelin bersama Ana segera memasuki mobil mereka di Parkiran.
Dan tentu saja, di sana sudah ada supir dan dia Bodyguard yang duduk di kursi belakang.
Mobil ini cukup luas untuk beberapa orang.
Hah, Rupanya menjadi Istri dari Bos Besar itu merepotkan sekali.
Emelin menatap keluar jendela ketika dalam perjalanan itu, sampai tiba-tiba mereka berhenti di lampu merah dan Emelin yang melihat beberapa penjual makanan di pinggir jalan itu terlihat menjadi lapar tiba-tiba.
"Tolong berhenti. Aku tiba-tiba ingin makan makanan disana," kata Emelin sambil menunjuk beberapa penjual kaki lima.
Ana yang melihat itu, tentu saja menjadi tidak setuju,
"Nona Emelin tidak bisa makan sembarangan, apalagi di pinggir jalan seperti ini,"
"Ah, kamu apaan sih Ana, aku ingin itu, aku ingin itu," kata Emelin lagi dengan nada meregek.
Memang, tiba-tiba memiliki keingintahuan kuat untuk jajan di pinggir jalan.
Ana yang melihat itu, mau tidak mau hanya pasrah dan akhirnya menyuruh mobil mencari tempat perkir.
"Baik, Nona Emelin tunggu di mobil, saya akan kesana dan membelikan jajanan itu untuk Nona,"
"Tentu saja tidak. Aku ingin ikut dan membeli sendiri,"
"Tapi, Nona ini...."
"Aku maunya makan disana langsung,"
Ana hanya bisa menggelengkan kepalanya, tentu sebagai Manajer Emelin, dirinya sudah di beritahu soal Kehamilan Emelin, dan ditugaskan untuk memantau Emelin oleh Antony.
Dia hanya bisa maklum ketika mendengar permintaan aneh-aneh dari atasannya itu.
"Baik, mari kita kesana, tapi Nona Emelin tidak bisa berpenampilan seperti itu,"
Emelin lalu mulai memakai masker dan kacamata hitam. Kebetulan ada jaket di mobil, dia juga segera memakai jaket itu.
Sudah siap mau keluar, dan ketika keluar, tentu saja dua Bodyguard Emelin bersiap Keluar juga.
"Tidak perlu, kalian berdua memantauku saja dari mobil, ini hanya di dekat sana tidak perlu ikut,"
"Tapi Nyonya..." Kata salah satu pengawal itu dengan ragu.
"Jika kalian ikut, ini akan menjadi pusat perhatian, apakah kalian tidak mengerti?" Kata Emelin dengan tegas.
Dua Bodyguard itu kemudian saling tatap, dan akhirnya memutuskan.
"Biak, kami akan mengawasi Nona Emelin dari jarak agak jauh, namun kamu tetap mengawasi Nona,"
"Baiklah, aku mengerti asal jangan terlalu menarik perhatian saja,"
Dengan itu, Emelin bersama Ana segera menuju kesalahan satu penjual makanan yang mereka tuju.
Tanpa tahu, jika dari jarak tertentu ada orang-orang yang mengamati mereka.
"Jadi itu target kita?"
"Ya, Bos menyuruh kita untuk mencelakakan orang itu, terutama buat dia cedera di bagian Perutnya,"
"Tapi dia memiliki Bodyguard bersamanya,"
"Tidak masalah, kita akan bagi tugas,"
Beberapa orang itu lalu mulai berpencar dan memiliki beberapa rencana mereka.
Emelin yang masih santai memesan beberapa jajanan disana terlihat tidak tahu apa-apa.
Dia masih berjalan-jalan disekitar pinggiran jalan itu dan melihat-lihat, sampai tiba-tiba ada kerumunan orang datang.
Emelin tiba-tiba menjadi panik dikelilingi oleh orang-orang itu.
Salah satu orang menarik Emelin, lalu mencoba memukul bagian perut Emelin, namun Emelin berhasil menghindarinya.
Emelin jelas memberontak, namun mulutnya di bekap, Ana yang ada disamping agak jauh juga menjadi ketakutan dengan kejadian itu.
Melihat betapa keras kepalanya Emelin melindungi perutnya dan memberontak itu, membuat cengkram yang ditangani Emelin sedikit longgar.
Kemudian, Emelin malah terlempar ketengah jalanan yang ramai itu.
Dan ada sebuah mobil yang menuju ke Emelin jatuh itu.