
"Jadi bukankah kamu tadi ingin bertanya soal Produk?" tanya Antony terus terang pada Isabella, karena sepertinya wanita di depanku ini dari tadi seperti mengalihkan pembicaraan.
"Ah, iya soal produk yang aku akan Iklankan,"
Disini, Isabella mulai banyak bertanya pada Antony soal Produk-produk itu dan kelebihannya, jadi dia bisa memulai dengan memposting sesuatu di Media Sosial Miliknya.
"Begitu? Jadi kamu mau mempostingnya di Media Sosial milikmu?"
"Benar, ini masih launching produk, akan sangat bagus untuk mengenalkan secara tidak langsung dulu di Media Sosial, baru setelah itu dibuat Ikan secara penuh."
"Itu benar, itu terdengar seperti ide yang bagus."
"Ya. Tapi aku pikir kamu tidak berubah ya? Kamu masih begitu serius seperti biasanya,"
"Aku memang seperti ini,"
"Aku bertanya-tanya, kenapa kamu masih memakai kacamatamu? Bukankah dulu kamu melepaskannya?"
"Itu bukan urusanmu,"
"Padahal kita sudah lama tidak bertemu,"
Disini sekali lagi, Isabella mulai membuka beberapa pembicaraan, Antony hanya menjawab seperlunya saja demi sopan santun, namun sepertinya jawaban Antony itu membuat Isabella merasa salah paham.
"Ya, aku akan mengirimkanmu Screenshoot postingannya nanti malam,"
"Tentu, nanti hubungi saja aku," jawab Antony dengan tenang.
Melihat pembicaraan awal ini berjalan dengan lancar, Isabella merasa senang.
Dengan ini, dirinya bisa mulai basa-basi juga dan mulai berkirim pesan dengannya.
Sebenarnya tidak banyak hal yang terjadi malam itu, setelah beberapa percakapan singkat itu, Antony pergi meninggalkan Isabella.
Topik pembicaraan malam itu, masih sangat populer bagaimana CEO Anderson Group akhirnya mau menunjukkan wajahnya.
Semua orang masih asik membicarakan itu ketika mereka sedang ngobrol dan makan.
Disisi lainnya, Raka yang dari tadi mendengarkan bagaimana semua orang memuji penampilan sepupunya, bahkan memuji prestasi yang didapatkannya belakangan menjadi semakin kesal, jadi dia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, mencoba mencari udara segar diluar.
Saat ini, Raka sudah berada di area taman hotel, sudah tidak ada siapa-siapa.
Disana, lalu Raka mulai mengeluarkan ponselnya, mulai menatap hasil mahakaryanya di ponsel.
Melihat foto dua orang yang terlihat akrab dan mesra itu, membuat Raka cukup bangga dengan hasil jepretannya.
"Ini foto yang bagus, bagaimana perasaan Saudari Ipar bagitu dia tahu kelakuan suaminya ini? Ah, aku benar-benar menantikan ini, Ah~"
Raka masih tersenyum sendiri menikmati rencana dalam otaknya itu.
"Lihat saja, cepat atau lambat semua orang akan memikirkan dan membicarakan bagaimana Sepupunya ini tukang selingkuh!! Sial, aku saja juga kesal melihat laki-laki tipe ini, hah semua orang memujinya tanpa pandang bulu, mereka tidak tahu saja kelakuan bejatnya dibelakang layar,"
Sambil memikirkan ini, rasa kesalnya sedikit menurun.
Namun tetap saja dirinya masih kesal, dirinya ingin cerita pada seseorang tentang rencananya ini, bagaimana kalau menelepon Kak Emelin?
Itu sebuah ide yang bagus, tidak lama lalu dia mulai memutar nomor tertentu diponselnya.
"Hallo, Kak. Apakah Kakak sedang sibuk?"
'Tidak-tidak, aku hanya sedang menunggu suamiku pulang, dia ada kerja lembur di kantor sepertinya, aku sampai bosan menunggu dia pulang,'
"Hahaha, seperti Kakak Ipar sangat beruntung memiliki Istri perhatian seperti Kak Emelin,"
'Kamu terlalu berlebih-lebihan Raka, aku tidak sebaik itu pula,'
"Aku yakin, suami Kakak pasti sangat menyukaimu,"
'Kamu bisa saja. Jadi kenapa kamu meneleponku?'
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku hanya ingin bercerita,"
'Aku menebak, apakah ini soal Sepupumu itu?'
"Ya ampun, Kak apakah Kakak bisa membaca pikirannya ku?"
'Kamu terlihat sangat peduli padanya ya ampun,'
"Omong kosong apa yang Kakak bicarakan?"
'Baik-baik, mari dengarkan apa yang ingin kamu ceritakan sekarang?'
"Aku benar-benar kesal. Hari ini Anderson Group meluncurkan sebuah produk baru, dan ada sebuah pesta diadakan untuk meresmikannya, namun dari awal pesta sampai sekarang, semua orang hanya membicarakan soal sepupuku, ini benar-benar membuatku muak,"
'Ada apa dengan sepupumu itu memang?'
"Itu karena selama ini, dia tidak pernah menunjukkan wajahnya didepan Publik, dan ini pertama kalinya dirinya muncul, membuat semua orang heboh, benar-benar tidak berguna,"
'Ah, aku jadi penasaran dengan penampilannya, seperti apa dia? Kamu belum pernah menunjukkan fotonya padaku,'
"Tidak perlu, tidak perlu. Kaka Emelin tidak perlu melihat wajah menyebalkan itu, tidak ada yang bagus dari penampilannya, itu hanya akan merusak mata," kata Raka lagi dengan nada kesal.
'hahahaha, benarkah? Lalu kenapa semua orang begitu heboh?'
"Sumpah, aku tidak ingin membicarakannya,"
'Jadi apa lagi yang ingin kamu ceritakan?'
"Aku pernah bercerita sebelumnya jika sepupuku itu memiliki seorang selingkuh?"
'Owh, iya benar. Aku ingat kamu pernah bercerita soal ini.'
"Hari ini aku mendapatkan foto bagus soal perselingkuhan itu,"
'Benarkah? Bagaimana caranya?'
"Tentu saja di pesta ini. Tahukan kamu, Kak betapa tidak tahu malunya mereka? Mereka bergandengan tangan ketika turun dari panggung setelah peresmian! Kebetulan kan mereka berdua yang memotong pita,"
'Begitukah?'
"Belum lagi ya, aku melihat jelas dengan terang-terangan bagaimana mereka berpelukan didepan umum!! Astaga, benar-benar tidak tahu malu mereka,"
'Kamu tidak salah?'
"Jelas tidak. Aku bahkan memotret mereka bagaimana mereka terlihat begitu mesra, dan sekarang mereka bahkan masih asik mengobrol."
'Sepupumu itu benar-benar selingkuh?'
"Iya, kak yakin deh, apa lagi kalau tidak berselingkuh, jika berduaan dengan wanita lain seperti itu? Aku juga memiliki sebuah ide untuk mengirimkan foto perselingkuhannya itu pada Istrinya,"
Ada suara tawa dari belik telepon.
'Ya ampun, Raka. Kamu ingin mengacaukan pernikahan Sepupumu itu?'
"Mengacaukan apa? Aku hanya merasa tidak enak dengan Istri Sepupuku itu, lihat Suaminya sedang bermesraan dengan wanita lain diluar sana, benar-benar kurang ajar, aku hanya ingin memberi tahu dia betapa buruknya suaminya itu, bukankah aku baik hati?"
'Kamu hanya ingin melihat Kakak Sepupumu itu kesal saja bukan?'
"Tentu apa lagi? Lagian dia jelas berselingkuh, bukan salah ku jika aku membongkarnya, biar saja reputasinya buruk,"
'Rencanamu sungguh menarik,'
"Aku berencana segera mengirimkannya foto ini, sangat gatal ingin segera melihat reaksinya,"
'Ya ampun, Raka sepertinya kamu ini penikmat drama keluarga juga?'
Mereka lalu mengucapkan salam perpisahan.
Raka yang memiliki mood buruk itu, memutuskan untuk pulang ke Apartemennya.
####
Disisi lainnya, Emelin yang setelah menutup teleponnya hanya bisa tertawa memikirkan rencana Raka itu.
"Benar-benar tukang bikin masalah saja anak itu, semoga saja dia tidak terkena batunya,"
Lalu Emelin kembali menatap ponselnya, menatap jam menunggu suaminya pulang.
Antony berkata dia pulang seharusnya tidak terlalu malam?
Ini hampir jam 10 malam?
Dirinya sudah mengantuk.
Apa sebaiknya dirinya tidur lebih dulu?
Namun dirinya ingin terlihat seperti seorang Istri yang baik, jadi dirinya memutuskan untuk menunggu Antony pulang.
Merasa sedikit mengantuk, Emelin yang menunggu Antony pulang itu tertidur di sofa.
Lagipula dia sudah menunggu cukup lama dan kelelahan, Emelin benar-benar tidur pulas di sofa itu.
Bahkan sampai sekitar satu jam, sampai Antony akhirnya pulang, dan membuka pintu ruang tamu namun Emelin tidak sadar.
Antony dikejutkan oleh pemadangan di sofa.
Disana terlihat Emelin tertidur pulas sambil terduduk dan memegang ponselnya.
Disini Antony bertanya-tanya, apakah Emelin menunggunya untuk pulang?
Memikirkan pemikiran ini, hatinya menjadi menghangat.
Emelin memang selalu bisa membuat kejutan tidak terduga dengan tindakan-tindakan kecilnya itu.
Seorang wanita aneh, namun dia sangat lucu dan menggemaskan.
Antony menatap Emelin yang tertidur di sofa, terlihat wajahnya merasa tidak nyaman.
Ah, dengan pakaian terbuka seperti ini, dia pasti kedinginan.
Antony lalu melepaskan Jas miliknya, dan memakaikannya sebagai selimut pada Emelin.
Setelah Emelin mendapatkan beberapa kehangatan, wajahnya menjadi lebih nyaman.
Antony lalu duduk di sofa menatap wajah tidur itu.
Tangannya mulai membelai rambut panjang Emelin yang tidak diikat.
Dia mulai mendekatkan wajahnya, lalu mencium keningnya dengan ringan.
Dia yang tertidur seperti ini cukup manis.
Itulah yang Antony pikirkan.
"Tapi sepertinya, Emelin harus pindah kekamar, tidak akan nyaman bukan kalau dia tidur seperti ini terus? Pasti badannya akan sakit semua,"
Memikirkan itu, lalu Antony mencoba membangunkan Emelin.
"Hey, bangun."
Emelin yang awalnya tidur, setelah diguncang-guncangkan tubuhnya, lalu terbangun.
"Lima menit lagi," guamannya setengah tidur.
"Kamu harus pindah kekamar,"
Mendengar suara yang familiar itu, membuat Emelin segera tersadar.
"Ah...."
Dia hampir melompat dari sofa karena kaget.
"Sudah bangun?"
"Kamu sudah pulang?"
"Ya, aku sudah pulang, kamu bisa kembali kekamar sekarang. Terimakasih telah menungguku," kata Antony lalu mengacak-acak rambut Emelin.
"Tentu saja,"
Emelin cukup senang, lalu dia sadar ada sebuah jas yang menutupi tubuhnya.
Melihat Emelin menatap dengan heran, Antony lalu berkata,
"Kamu tadi terlihat kedinginan,"
"Ah? Begitu?"
"Baik aku akan mandi dulu?"
"Tentu-tentu, aku akan menyiapkan beberapa minuman hangat,"
Dengan itu Antony pergi kekamar duluan, meninggalkan Emelin diruang tamu sendiri.
Disana, Emelin menatap jas dalam pelukannya, tersamar sangat hangat dan nyaman.
Ya ampun, ternyata suaminya yang dingin ini bisa perhatian dan begitu so sweet....
Memikirkannya Antony yang perhatian itu, Emelin merasa sangat gembira, lalu dia mulai mencium jas itu, ingin merasakan aroma Antony yang tertinggal disana namun, Emelin merasakan aroma yang lainnya.
"Eh? Bukankah ini aroma parfum dari seorang wanita?"
Memikirkan aroma ini membuat Emelin menjadi cemas.
Eh??
Jangan bilang kalau Antony sebenarnya tadi tidak lembur tapi....
Memiliki pemikiran buruk dalam pikirannya itu, Emelin mengeleng-gelengkan kepalanya.
Tidak, dirinya harus positif thinking, Antony pasti tidak seperti itu bukan?
Walaupun dirinya berusaha untuk berpikir positif namun hatinya terasa gundah.
####
Bersambung
####
Karena semua orang terlihat sangat antusias, ku nulis Episode tambahan yang aku Update untuk hari ini, 😆😆😆
Semoga kalian suka ya,
Nantikan terus update berikutnya, 😉😉
Terimakasih atas dukungannya juga ya semua,
makin semangat Update 😆😆😆