Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 114: Orang Suruhan (Part 2)


Daniel mengeleng-gelengkan kepalanya mengigat masalalu.


Memikirkan soal Emelin membuat perasaannya menjadi rumit.....


Jika saja saat itu dirinya tidak memilih Claudia, dan tetap bersama Emelin...


Jalan seperti apa yang menunggunya...


Namun memang ada beberapa hal yang mengganjal hatinya saat itu, tertutama fakta kalau Emelin sudah menikah...


'Apa yang kamu khawatirkan, Daniel? Aku akan segera bercerai, dan aku akan menjadi milikmu, jadi kamu tidak usah khawatir soal hal-hal itu, hanya cukup tunggu aku mengurus beberapa hal, oke?'


Kata-kata Emelin itu tiba-tiba terlintas dalam pikiran Daniel, kata-kata lembut dan penuh ketulusan itu...


"Tuan Daniel? Apa Tuan marah?"


Kata-kata Diana membuyarkan lamunannya.


"Tidak, tidak apa-apa. Mari segera aku antar ke Apartemenku,"


"Baik. Baik. Terimakasih Tuan Daniel."


Diana yang begitu bersemangat itu lalu berdiri dari tempat duduknya dengan buru-buru, hingga dia hampir tergelincir jatuh, namun untungnya Daniel menangkapnya, membawa gadis itu dalam pelukannya.


"Kamu harus hati-hati, apa yang membuat mu buru-buru?"


Dengan wajah memerah, gadis itu melepaskan pelukan Daniel, dan membenarkan posisinya.


"Terimakasih banyak, maaf saya terkadang suka teledor," kata gadis itu sambil terlihat terhuyung-huyung akan jatuh lagi. "Ah, sepertinya Kakiku terkilir,"


"Ya ampun, aku akan membantumu jalan, sini bisa pegang pundakku."


"Terimakasih Tuan Daniel, anda sangat baik."


Dua orang itu terlihat begitu akrab tanpa mereka sadari kalau dari tempat yang cukup jauh, ada beberapa pasang mata yang menatap mereka.


Antony membuka kaca mobilnya yang menatap pemadangan itu dengan ekpersi dingin dan jijik, lalu bertanya pada bawahannya yang berada disampingnya,


"Apakah itu orang suruhan kita?"


"Iya Tuan. Kami juga sudah menyuruh orang untuk memata-matai dan memfoto mereka diam-diam, segera anda akan mendapatkan foto-foto yang bagus soal mereka," kata seorang Pria dengan pakaian serba hitam yang duduk di samping Antony.


"Kamu melakukan hal-hal cukup bagus, segera laksanakan semua ini sesuai rencana,"


"Ya. Kami hanya tidak berpikir kalau Aktor Daniel itu mudah sekali tertipu kecantikan seperti ini,"


"Memang, dia terlihat seperti laki-laki Murahan dan Tukang Selingkuh seperti itu, dia dulu juga tergoda oleh Claudia itu dengan cara yang sama. Benar-benar laki-laki sampah."


Antony juga memikirkannya, Daniel juga layak mendapatkan kehancuran seperti orang-orang lainnya yang menipu Emelin, pasti akan membuat hubungannya dengan Claudia hancur, ingin tahu saja bagaimana nanti mereka berdua akan saling menjatuhkan satu sama lainnya jika hubungan mereka hancur.


Orang-orang licik biasanya selalu seperti itu.


Daniel juga ambil kendali dalam menipu Emelin, terutama dalam mengoda Emelin, dan memanfaatkan kebaikan Emelin.


Namun ketika Antony memikirkannya, jika saat itu Daniel tidak menipu Emelin dan menyukainya dengan tulus....


Lalu masalah surat Cerai dari Emelin dulu itu....


Lupakan, tidak perlu berandai-andai, kata Kakek Emelin juga seperti itu, selera cucu nya Emelin sungguh buruk, dia selalu jauh cinta pada laki-laki dengan sifat yang seperti itu, entah itu Matre, Kurang Ajar, Tukang Selingkuh, atau berbagai hal-hal buruk lainnya.


Mendengar kisah cinta Emelin tempo hari juga cukup membuat Antony heran.


Kenapa bisa Emelin menyukai model-model yang begitu?


Kakek Emelin pernah bilang kalau Emelin memang suka tertipu dengan wajah Tampan.


Soal Tampan...


Kakek Emelin pernah bicara juga, kalau Emelin pasti akan tertarik dengan dirinya dan menyukainya juga dengan mudah karena dirinya cukup tampan.


Namun memikirkannya lagi, sudah tujuh tahun dirinya dan Emelin menikah...


Namun kenapa dalam tujuh tahun itu, Emelin tidak menunjukkan hal-hal seperti jatuh cinta padanya?


Lihat saja itu, Daniel apa yang baik soal orang itu?


Apakah wajah?


Antony merasa dirinya jauh lebih tampan dari pada laki-laki sampah itu.


Mereka bahkan sudah melakukan berbagai hal di tempat tidur selama bertahun-tahun.


Atau karena jangan bilang Emelin tidak puas dengan 'Layanan Malamnya'?


Memikirkannya membuat hati Antony tiba-tiba tertusuk.


Apakah dirinya benar-benar kurang baik dalam hal-hal itu, sehingga walaupun dirinya cukup tampan, Emelin seperti tidak tergoda padanya?


Baik, lain kali mereka melakukannya, dirinya akan mengerahkan semua kemampuan terbaiknya, hingga membuat Emelin tidak bisa bilang tidak...


Tunggu...


Kemana arah pikirannya ini?


Kapan waktu berikutnya?


Emelin sepertinya sudah berhenti meminta hal-hal itu...


Ukhhh...


Benar-benar pusing kalau memikirkan soal selera Emelin itu...


Apa yang dia suka dan apa yang tidak....


Lupakan, sebaiknya dirinya fokus dulu pada hal-hal soal membalas orang-orang yang dulu menghianati Emelin.


####


Begitu sampai di Apartemen, Daniel langsung menyuruh Diana ke salah satu kamar disana, dan membangun membereskan barang-barangnya.


Sebenarnya kadang kala ketika dirinya cukup sibuk, dirinya akan menginap di Apartemen karena cukup dekat dengan kantor, jadi Apartemen ini cukup bersih dan semua perlengkapan cukup lengkap.


Setelah beres-beres, Daniel yang cukup lapar berniat pergi dan dan kembali ke Rumah Keluarga Smith, namun di cegah oleh Diana.


"Ah, sebenarnya saya bisa memasak, jika Tuan Daniel tidak keberatan, saya akan memasakan sesuatu untuk Tuan, untuk sekedar balas Budi,"


"Owh? Benarkah? Kamu bisa memasak?"


"Ya, Ibu saya di kampung sangat suka mengajari saya soal memasak,"


"Hmm, itu membuatku teringat kampung halaman juga, aku sudah lama tidak makan makanan rumahan,"


"Eh? Apakan Istri Tuan tidak pernah memasakan sesuatu untuk Tuan?"


Daniel mulai memikirkannya, memang, Claudia tidak pernah begitu perhatian padanya selama ini.


Memasak?


Bahkan ketika pulang, dirinya hanya akan di sambut oleh Omelan menyebalkan Claudia itu, soal berbagai hal.


Tempramenya benar-benar cukup buruk, Memikirkannya membuat moodnya buruk.


Mungkin cukup baik untuk makan malam disini?


"Tidak perlu terlalu dipikirkan Tuan, Pasti Nyonya Claudia sibuk bukan? Jika Tuan Butuh sesuatu anda bisa meminta bantuan saya juga, saya bisa menjadi pendengar yang baik, aku melihat sepertinya masalah Tuan Daniel cukup berat,"


"Kamu tidak perlu begitu sopan, panggil saja aku Daniel."


"Tapi Tuan...."


"Tidak ada tapi-tapi, kamu ingin mendengarkan curhatan ku bukan? Belakangan masalahku cukup banyak,"


"Baik, nanti setelah makanan malam akan saya dengarkan, sebaiknya Daniel makan lebih teratur agar tidak gampang sakit disaat-saat sulit seperti ini,"


"Kamu cukup perhatian juga,"


Dengan senyuman liciknya, Diana lalu pergi kedapur dan memasak, dia memasak beberapa hidangan rumahan sederhana, lalu mengeluarkan sebotol obat dari sakunya.


'Hmm, dengan ini Pasti akan mendapatkan lebih banyak foto bagus atau bahkan bisa membongkar beberapa rahasia dari Daniel itu sesuai perintah Bos.'


Menilai rencananya berjalan cukup, lancar dengan wajah dan senyuman palsunya, dia lalu menuju meja makan tempat Daniel berada.


####


Bersambung