Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 118: Kepulangan Emelin


Percakapan hari itu masih masih terngiang-niang di benak Emelin, bahkan walaupun sudah hampir dua minggu lewat.


Tidak banyak hal yang terjadi ketika hari-hari ini berlalu. Dan saat ini syuting sudah selesai lebih dari setengahnya.


Dan akhirnya Emelin memiliki waktu luang untuk libur.


Ini hanya libur sekitar 3-4 hari, jadi Emelin memutuskan untuk segera pulang ke Rumahnya.


Tapi memikirkan soal kisah Mamanya masih membuat Emelin sedih.


Mamanya benar-benar jatuh cinta pada orang yang salah....


Sayang sekali Mamanya baru menyadarinya, namun dia malah begitu cepat sudah meninggalkan Dunia ini bahkan sebelum dia bahagia.


Bahkan walaupun awalnya Mamanya yang salah, Ayahnya tetap begitu licik, bahkan sampai berselingkuh selama bertahun-tahun, Emelin benar-benar tidak mengerti soal itu.


Mencoba menenangkan pikirannya, Emelin turun dari Pesawat.


Saat ini dirinya sudah tiba di bandara Kota J.


Mengigat bandara ini, ada beberapa kenangannya buruk disini, dan beberapa hal-hal yang terjadi terakhir kali.


Untuk mencegah hal-hal bisa seperti sebelumnya, Emelin sejak turun dari bandara sudah mengenakan masker, dan menutupi wajahnya, mencoba berjalan dengan tenang di tengah keramaian, mencari dimana Antony dan Alex menjemputnya.


Sesuai tempat perjanjian, itu di dekat pintu masuk bandara, dirinya menemukan orang-orang yang dirinya cari.


Disana, disalah satu kursi terlihat Antony duduk dengan tenang bersama dengan Alex disampaignya.


Antony duduk dengan gaya santai, dan baju casual, namun itu malah terlihat entah bagaimana seperti acara pemotretan.


Antony memang memiliki kaki yang panjang seperti seorang model, juga dengan wajah yang tampan, dan tubuh yang bagus, jadi dengan baju santainya itu, menunjukan Pesona seorang Pria Muda yang tampan.


Orang-orang pasti tidak akan pernah mengira kalau Pria itu sudah hampir berumur dua puluh delapan tahun, dan sudah memiliki seorang Istri.


Alex yang disampingnya malah terlihat seperti adik kecilnya.


Emelin sendiri cukup terkesima dengan pesona Antony barusan, sampai-sampai tatapan matanya tidak bisa beralih dari Pria itu untuk sesaat.


Memang, sudah lama sejak terakhir kali mereka bertemu.


Alex menyadari kedatangan Mamanya itu,


"Mama!!" Teriak Alex dengan semagat lalu langsung berlari kearah Emelin, dan Antony juga akhirnya sadar kalau Emelin sudah sampai.


Tatapannya bertemu tatapan Emelin yang dari tadi menatap Antony.


Emelin yang ketahuan menatap Antony dari tadi itu tiba-tiba merasa malu sendiri, lalu langsung memalingkan wajahnya dan menatap kearah Putranya.


"Alex! Ya ampun, Mama sangat merindukanmu!"


Alex langsung memeluk Emelin dengan erat.


"Hmm, Alex juga."


Emelin memeluk Alex cukup lama, dan tengah melepaskan kerinduannya pada anak itu.


Mereka hampir melupakan ada seorang Pria yang dari tadi menatap kearah sepasang Ibu dan Anak itu.


"Ehemmm... Sepertinya aku dilupakan," kata Antony tiba-tiba.


Membuat Emelin yang dari tadi melepaskan kerinduannya pada Alex itu menatap kembali kearah Antony, melepaskan pelukan Alex.


"Aku tidak melupakanmu tentu saja."


"Tidak ingin memberikanku pelukan selamat datang seperti pada Alex?" Kata Antony dengan nada sedikit mengoda, membuat Emelin kaget.


"Eh?"


"Jadi begitu, kamu tidak merindukanku."


Sejak kapan Antony menjadi begitu manja seperti ini?


Tentu saja, Emelin kaget dengan perubahan sikap Antony yang begitu drastis itu.


Melihat wajah cemberut Antony itu membuat Emelin tertawa, begitu pula dengan Alex.


"Tentu saja, Mama pasti merindukan Papa. Mama kenapa tidak memeluk Papa? Sana Ma, Papa pasti menunggu pelukan dari Mama," kata Alex dengan wajah polosnya.


Kata-kata lugu dan polos dari anak itu membuat dua orang itu terteguh sesaat.


Emelin yang melihat tatapan penuh harapan dari Putranya itu, lalu menanyakan ke arah Antony.


Tatapan mereka sekali lagi bertemu, ada sebuah isyarat diam-diam dan tersembunyi disana.


Antony langsung mendekat dan memeluk Emelin dengan erat.


Menerima sebuah pelukan tiba-tiba, membuat jantung Emelin berdebar lebih kencang.


Pelukan hangat yang sudah lama tidak dirinya rasakan.....


Memang, sejujurnya dirinya juga merindukan Antony, Emelin lalu membalas pelukan Antony itu.


"Hmm, aku merindukanmu," kata Emelin tanpa sadar, membuat Emelin sendiri yang mengatakannya menjadi sedikit malu.


Namun jawaban Antony lebih mengejutkan Emelin.


"Aku juga merindukanmu, Emelin." Kata Antony dengan jujur, sambil mengelus rambut Emelin yang berada dalam pelukannya.


"Sudah lama tidak bertemu."


"Itu dulu, itu masalah lainnya," kata Antony lagi.


"Apakah sekarang berbeda dari yang dulu?" Tanya Emelin lagi.


"Tentu saja,"


"Jadi kamu tidak pernah merindukanku sebelumnya?"


Sekarang Antony malah jadi binggung menjawabnya, namun sebelum Antony menjawab, Emelin sudah melepaskan pelukannya, lalu mengendong Alex, mengajaknya segera ke mobil.


Antony melihat bagaimana Emelin sepertinya sedang bermain-main dengan nya, hanya bisa mengikuti Emelin dari belakang sambil menunjuk kearah mobil mereka.


####


Malam itu, suasana makan malam dirumah cukup tenang, Emelin makan dengan harmonis dengan Keluarga kecilnya itu.


"Alex sangat senang, akhirnya kita bertiga bisa makan bersama lagi,"


"Ya, Mama juga merindukan suasana seperti ini, sangat sepi ketika Mama di Luar Kota, Mama makan malam sendirian,"


"Ah, itu benar, Mama pasti sedih bukan? Alex juga kan sangat sedih jika makan malam sendirian, ada saat-saat di mana Papa atau Mama sedang tidak ada dirumah. Makan sendirian di meja makan yang begitu besar, terlihat sangat sedih dan sepi,"


"Ya ampun, Alex. Dimasa depan kamu tidak akan pernah makan sendirian lagi oke? Entah aku atau Papamu pasti kan berusaha untuk menemanimu,"


"Sebenarnya Alex tidak begitu, masalah Alex tahu kalau Mama dan Papa cukup sibuk,"


"Tentu saja tidak sayang,"


Emelin lalu menatap Antony.


"Ya, Papa juga akan usahakan,"


Alex tersenyum bahagia, lalu kembali makan dengan tenang.


Setelah makan malam, Alex lalu bilang,


"Mama, hari ini tidur dengan Alex ya?"


"Tentu saja tidak masalah, Mama akan tidur dengan Alex,"


"Hmm, Alex sangat rindu bisa tidur dengan Mama,"


"Apa Papa boleh bergabung?" Tawar Antony tiba-tiba.


"Hmph, tidak boleh, sekarang Mama bersama Alex dulu, besok baru bisa bersama Papa, kita tidur bertiga. Sekarang Alex ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Mama,"


Niat Antony mau modus malam-malam ke Emelin jadi gagal.


Kenapa Putarannya ini tiba-tiba menjadi tambah manja seperti ini dan tidak masuk akal?


Astaga, benar-benar tidak tahu keinginan Papanya.


"Tentu saja Alex, Putra Mama adalah yang nomor satu! Kamu adalah laki-laki nomor Satu di hati Mama,"


"Hmm, Alex senang sekali Ma, Mama juga nomor satu di hati Alex,"


Emelin lalu mengelus rambut Alex,


"Kamu ini ya, terus dimana Papa kamu?"


"Lalu bagaimana dengan Mama? Nomor berapa Papa di hati Mama?"


Emelin menjadi binggung tiba-tiba ketika ditanyai Alex. Kenapa anak ini begitu pintar?


Di tanya bukanya menjawab malah balik bertanya?


Terlalu malu untuk mengakui, Emelin berpura-pura memberi jawaban yang ambigu,


"Coba lihat, nomor berapa ya? Disini ada Nenek Alex, ada Kakek buyut Alex, ada Nenek Buyut Alex... Ada... Yang jelas Alex adalah nomor satu!!"


Alex masih sangat gembira mendengar jawabannya,


"Papa, dengar? Mama lebih menyayagi Alex dari Papa," kata Alex tiba-tiba dengan bangga.


Antony hanya bisa bertanya-tanya kenapa dengan Putranya ini tiba-tiba bersaing dengannya ini?


Apakah Alex masih marah ketika dirinya sampai lembut beberapa hari lalu, dan melupakan memasakakan makan kesukaannya Alex?


Antony hanya tersenyum canggung kearah dua orang itu.


Emelin juga menatap Antony dengan canggung, namun sepertinya Antony tidak terlalu memikirkan pertanyaan Alex.


"Aku... Aku kekamar dulu dengan Alex?" Tanya Emelin kemudian.


"Ya ya, silahkan. Sepertinya kalian berdua akan menikmati waktu kalian berdua dan melupakanku, baik aku akan tidur sendiri di kamar ku,"


Antony menunjukan ekpersi sedihnya.


Emelin hanya tertawa menangapi tingkah lucu Antony, jadi dia juga bisa seperti itu?


Sungguh lucu.


Malam itu, Emelin menikmati tidur dengan Alex, sambil bercerita sebuah dongeng pada Alex.


####


Bersambung