Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 123: Alergi


Setelah pulang dari Supermarket, Emelin langsung menuju ke dapur meletakan beberapa bahan masakan.


Lalu dia segera duduk dikursi dapur sambil melihat-lihat beberapa resep masakan secara online.


Dia melihat aneka menu dari bahan dasar Iga Kambing.


Ada berbagai hidangan disana yang cukup mengubah selera.


Namun pada dasarnya, Emelin sudah menentukan menu apa yang akan dia buat, yaitu Sup Iga Kambing.


Dia segera mencari beberapa resep Sup Iga Kambing.


Dan setelah beberapa saat, Emelin menemukan resep yang cocok.


Emelin mulai merebus iga yang dimaksud agar bisa menjadi lunak dan mudah untuk dimakan nanti.


Emelin begitu bersemangat untuk memasak.


Dan setelah lebih dari satu jam, Emelin mulai memasukan bumbu sesuai resep yang di tentukan.


Dan tidak begitu lama sampai sup itu selesai.


Karena jam menunjukkan pukul enam, masih lama sampai Antony pulang, Emelin meletakan masakan disana, lalu keluar untuk menjemput Alex dari khususnya.


Begitu sampai di tempat khusus, Alex begitu bersemangat memeluk Mamanya, dia memperkenalkan Mamanya pada teman-teman lesnya.


"Teman-temannya, coba lihat, ini Mama Alex, bukankah kalian sangat ingin melihatnya? Mama Alex cantik bukan?" Kata Alex dengan bangga pada beberapa anak kecil laki-laki disana.


Seorang anak kecil lalu menatap Emelin dengan kagum,


"Iya, Alex seperti yang kamu katakan Mama kamu cantik sekali, seperti bidadari," puji anak itu dengan tulus.


"Tentu saja, dong Mama Alex." Alex terlihat sangat senang sekali memperkenalkan Emelin pada teman-teman kecilnya itu.


"Hallo, semua salam kenal," kata Emelin menyapa anak-anak itu.


Mereka bercakap-cakap sebentar, sampai akhirnya Alex berpamitan dengan mereka.


Didalam mobil, Alex juga mulai membicarakan beberapa hal yang dia pelajari dari tempat khususnya itu.


Ini adalah khusus Piano yang baru-baru ini Alex ikuti, karena tempo hari saat Emelin ajari, Alex sangat bersemangat sekali dan menyukainya, jadi Emelin secara khusus mencarikan Alex guru untuk mengajarinya.


Ya siapa tahu ini merupakan salah satu bakat terpendam Putranya bukan?


Apalagi, Alex juga terlihat sangat menyukai mengikati Khusus ini, dia jadi lebih mengenal lebih banyak teman diluar, jadi dia tidak akan kesepian lagi.


"Hari ini, Mama memasak lo!"


"Eh? Benarkah? Alex tidak sabar merasakan Masakan Mama, Alex kangen rasa masakan Mama,"


"Tentu saja kamu bisa memakannya sepuasmu nanti,"


"Hore!! Masak masakan Mama adalah yang terbaik!!"


Alex terlihat begitu bersemangat mendegar kalau Emelin memasak, Emelin juga sangat senang melihat kalau Alex sangat bahagia.


"Apa yang Mama masak?" Tanya Alex lagi,


"Emm? Apa ya? Mama ingin membuat beberapa kejutan? Jadi menu hari ini rahasia, Ah~"


"Ah, Mama tidak asik pakai rahasia-rahasia segala, padahal Alex ingin segera mencobanya,"


"Kamu bisa mencobanya nanti setelah Papamu pulang oke?"


"Papa pulang hari ini?"


"Ya tentu saja pulang, memang kalau tidak pulang mau kemana lagi Papamu itu hmm?"


"Papa biasanya lebih suka lembur,"


"Tidak, tidak sayang. Papamu nanti pulang, dia juga tidak suka lembur,"


"Benarkah?"


"Ya ya, malam ini kita bertiga akan menghabiskan malam yang indah bersama-sama,"


"Ya."


Dan begitulah perjalanan pulang itu berjalan dengan tenang.


Sampai di rumah, Emelin membantu Alex mandi lalu menemaninya bermain dengan beberapa mainan miliknya, sambil menunggu Antony untuk pulang.


Tentu saja, tadi Emelin sudah berkirim pesan pada Antony, untuk bertanya kapan dia pulang, harusnya sekitar jam setengah delapan dia sudah sampai rumah.


"Alex, kamu di kamar dulu ya, Mama akan mempersiapkan makan malam dulu,"


"Alex, ingin ikut Ma!!"


"Tapi, Ma..."


"Sudah-sudah, duduk manis dan tunggu Mama di meja makan oke?"


Lalu Emelin mulai kembali ke Dapur, dan mempersiapkan hidangan lainnya untuk pelengkap Sup.


Tidak lama sampai Antony pulang, Antony yang melewati dapur melihat Emelin yang begitu serius memasak, dia mendekat kearah Emelin, lalu bertanya,


"Apa yang kamu masak ini, hmm?"


Mendengar suara Antony yang berada tepat dibelakang Emelin membuat Emelin kaget.


Emelin terlalu fokus mengurusi sayuran, sampai tidak sadar kalau Antony mendekat dan berada tepat dibelakangnya, begitu dekat, sampai Emelin kaget ketika mendengar suara Antony tepat di telinganya.


Emelin mendorong Antony dengan panik,


"Kamu itu, jangan mengagetkanku!! Sana-sana mandi! Dan jangan mengaguku saat masak, lihat kamu masih bau karena dari luar,"


Antony hanya tersenyum menanggapi respon lucu dari Istrinya itu.


Hatinya juga sangat gembira, melihat Emelin mau memasak untuk dirinya.


Hmm, benar-benar sangat menyenangkan perasaan seperti ini, ketika pulang dari kerja dan begitu lelah, sampai di rumah ada yang menyambut dan membuahkan makan malam seperti ini.


"Iya, iya sayangku, aku akan segera mandi," kata Antony tiba-tiba, lalu segera pergi dari sana, tanpa menunggu respon Emelin.


Ya, saat ini wajah Emelin memerah, masih tidak bisa merespon apa yang Antony katakan barusan.


"Sayangku? Apa aku tidak salah dengar?"


Sambil memikirkan itu, Emelin dengan gembira kembali memasak.


####


Tiba waktu makan malam, Alex sudah keburu terlalu bersemangat untuk makan, bahkan sebelum Antony tiba dimeja makan.


Akhirnya, Emelin mengalah dan mengambilkan mangku untuk Alex, menuangkan sup kental dan hangat itu ke Alex.


"Hati-hati, ini masih panas, bisa menunggu dingin sambil menunggu Ayahmu datang,"


"Wow... Sup ini terlihat sangat enak...."


Alex sangat senang ketika melihat sup hangat didepannya.


"Tentu saja, ini buatan Mama,"


Antony juga segera datang kesana, Emelin dengan siap langsung juga mengambilkan semangkuk sup untuk Antony.


Antony awalnya tidak menyadari apa yang Emelin masak, sampai masakan itu tiba di depannya, Antony melihat kearah sup itu, mencium aroma yang terasa disana.


Dia tiba-tiba merasa panik..


"Emelin.... Ini sup dengan bahan dasar kambing?"


"Iya, kenapa?"


Namun semua terlambat ketika Alex sudah memakannya.


"Ah... Alex jangan di makan...." Kata Antony panik, Alex sendiri sudah meminum banyak sup langsung dari mangkuknya, sampai kemudian reaksi Alex menjadi aneh.


Seperti Alex memegangi dadanya...


Itu juga membuat Emelin panik,


"Alex....."


Antony langsung mengendong Alex dari kursinya,


"Panggilan Ambulan... Emelin... Kamu... Kenapa kamu memasak daging kambing? Apa kamu tidak ingat kalau Alex alergi dengan ini?"


Emelin juga menjadi syok setelah mendengar kabar itu...


"Aku... Aku.. tidak tahu..."


Emelin juga ikut menagis, Antony sudah langsung mengendong Alex berniat membawa nya pergi segera ke mobil, terlalu lama menunggu Ambulans, Emelin disampaignya berniat membantu Antony, namun tangan Emelin ditepis, saat ini perasaan Antony sedang panik, terlalu khawatir dengan keadaan Alex.


"Kamu.... Kamu tidak masalah jika kamu tidak ingat kalau aku Alergi dengan Daging Kambing... Tapi... Kamu seharusnya ingat kalau Alex juga Alergi hal ini... Kamu seharusnya ingat... Dia adalah Putramu...."


Kata-kata ini merupakan sebuah pukulan yang fatal di hati Emelin, membuat rasa bersalah, kesedihan muncul.


Kenapa dirinya bisa seteledor ini?


####


Bersambung