Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 16: Alyssa Callisto


Siang itu, di Rumah Keluarga Callisto, terlihat beberapa orang sedang makan siang bersama.


Keluarga itu terdiri dari empat orang, namun sayangannya hanya ada tiga orang yang saat ini sedang makan bersama. Mereka terdiri dari Paman dan Bibi Antony, juga adik Sepupu Perempuan Antony.


Awalnya mereka makan siang dengan damai, sampai Sang Ayah mulai membuka percakapan,


"Alyssa, kamu hari ini libur kerja lagi?"


Satu-satunya gadis cantik dimeja itu, lalu menjawab pertanyaan dari Ibunya itu dengan ekpersi tenangnya seperti biasanya.


"Ya, aku hanya sedang mengambil beberapa cuti,"


Walaupun ekpersi gadis itu terlihat masih seperti biasanya, namun dalam hati dia begitu cemas.


Karena beberapa kesalahan sebelumnya yang dirinya alami di Kantor, dirinya sudah dipecat sejak dua bulan lalu, dan saat ini kehilangan pekerjaannya, hanya bekerja paruh waktu di salah satu supermarket dan Restoran.


Sangat susah mencari pekerjaan, apalagi dengan pengalamannya yang di pecat itu.


Itu gara-gara salah satu klaien berbuat tidak sopan padanya lalu...


Kejadian dua bulan lalu itu benar-benar membuat dirinya sendiri cukup terkejut.


Ahhhhh....


Padahal dirinya sudah menahan diri dan tetap sopan, namun beberapa orang yang tidak mengerti sesuatu hanya asal mengamuk, yang membuat dirinya pada akhirnya kehilangan pekerjaan karena di marahi atasan.


Gara-gara bertemu dengan orang itu yang sangat suka berbuat seenaknya sendiri!


Semua jadi berantakan, dan sekarang dirinya musti pusing memikirkan soal Pekerjaan lagi.


Benar-benar kejadian sial setiap kali dirinya bertemu dengan orang itu!!


Soal kejadian inipun dirinya tidak berani berbicara pada Keluarganya.


Masih binggung bagaimana cara membicarakan ini pada mereka.


Pasti orang tuanya akan marah besar, takut-takut malah hal lebih buruk akan terjadi padanya.


"Ah begitu. Ngomong-ngomong bagaimana dengan pekerjamu? Apakah baik-baik saja?" Tanya Diana, Bibi Antony.


"Semua baik-baik saja," kata Alissya lagi sambil tetap menjaga ekpersinya.


"Alissya, sebenarnya ada yang ingin Ayah dan Ibu bicarakan denganmu,"


Mendengar Ayah dan Ibunya menunjukan ekpersi serius itu, ekpersi Alissya menjadi gugup.


Jangan bilang ini soal Perjodohan lagi?


Sudah sejak lama, orang tuanya ini ingin segera menikahkannya dan bahan menjodohkan dirinya dengan beberapa kenalan mereka.


Itu mending, jika itu adalah orang baik-baik, namun semua yang di kenalkan bukan hal-hal baik, ini benar-benar membuat dirinya muak, tidak mengira kalau orang tuanya bisa sejauh itu.


Karena yang orang tuanya inginkan adalah seorang Menantu Kaya Raya, namun tentu saja dengan Orang Tuanya yang seperti itu, mereka tidak mungkin menemukan koneksi yang baik.


Yang pada akhirnya, membuat dirinya di jodohkan dengan beberapa orang yang lebih Tua dan....


Yah...


Memikirkan kejadian dimasalalu membuat Alissya menjadi cemas.


Bagaimana ini?


Apalagi saat ini dirinya tidak memiliki pekerjaan layak!


Dulu dirinya bisa berdalih karena masih fokus dengan pekerjaannya, namun jika mereka tahu....


"Apakah kamu tahu soal Kakakmu, Antony itu yang ternyata merupakan Cucu dari Keluarga Anderson?"


Alissya menatap Ayahnya dengan ekpersi heran.


"Ya, kenapa dengan Kak Antony?"


"Kamu tahu kan, kalau Kakakmu itu sekarang Kaya Raya dan menjadi seorang CEO besar?"


"Ya, aku tahu. Lalu kenapa dengan itu?"


"Sebenarnya, ketika kunjugan kami tempo hari, Kakak sepupumu itu menawarkan sebuah Pekerjaan di Perusahaannya untukmu,"


Mendengar itu, ekpersi Alissya menjadi gelap.


Dirinya tahu, seberapa buruk hubungan antara Kakak Sepupunya dan Orang Tuanya.


Dan kunjungan itu..


Itu bukan sesuatu seperti ramah tamah, mengujugi Keponakannya, lalu minum Teh bersama.


Dan tidak mungkin, Kakak sepupunya itu berbicara tentang Pekerjaan pada Ayah dan Ibunya.


Ini pasti ada sesuatu.


Apalagi yang dilakukan orang tuanya kali ini?


"Maaf, Ayah, setelah banyak bantuan yang Kak Antony berikan, aku rasa aku tidak bisa merepotkannya lagi untuk memberiku Pekerjaan," kata Alissya dengan ekpersi tenang.


"Kamu ini, kenapa keras kepala! Apa yang baik dari Perusahaan lamamu? Pekerjaan yang akan kamu terima adalah Pekerjaan dari Perusahaan Besar sekelas Anderson Group,"


Mendengar kata Anderson Group, ekpersi Alissya menjadi tidak enak.


Selian dirinya tidak ingin merepotkan Kakak sepupunya itu, dirinya benar-benar tidak mau bekerja di Perusahaan Anderson itu.


Sial, ada seseorang yang harus dirinya hindari, orang itu akan ada di Perusahaan Anderson ini, dan bagaimanapun caranya mereka tidak boleh bertemu!


Tidak mungkin dirinya mau ke Perusahaan itu.


"Itu benar, Alissya. Kamu harus mau. Gaji disana lebih besar, dengan gajimu sekarang, sangat sulit untuk menghidupi Keluarga ini, kamu harus tahu itu,"


"Tapi aku tetap tidak bisa,"


"Alissya!! Jangan keras kepala! Kalau kamu seperti ini sebaiknya kamu segera aku nikahkan saja dengan salah satu kenalan kerabat dari teman lamaku," kata Paman Antony itu dengan ekpersi marah.


"Ayah!! Apa-apaan itu!! Aku tidak mau!! Bukankah kalian sudah berjanji untuk tidak menjodohkanku lagi, jika aku bekerja dan memiliki uang untuk diberikan pada kalian?"


"Hah, tapi kamu keras kenapa sekali, ini hanya berpindah Perusahaan apa susahnya?"


"Cukup!! Aku tidak ingin membahas ini!" Kata Alissya lagi dengan marah.


"Alissya! Kenapa kamu menjadi tidak tahu diatur seperti ini hah?"


"Aku selalu mematuhi kalian, apa yang kurang? Aku tidak mengerti lagi," kata Alyssa lalu berdiri dari meja makan, kemudian mulai pergi menuju kamarnya, dan menguncinya.


Meja makan itu menjadi berantakan karena kemarahan Ayah Alissya itu, dan Ibunya.


Alissya yang berada dikamar hanya bisa merasa kesal.


Hanya memikirkan, kapan dirinya bisa bebas dari Keluarga ini...


Hah...


Tidak lama kemudian, telepon Alyssa berbunyi.


Ini nomor yang dirinya kenal.


"Ya, Kak Antony? Ada apa?"


'Aku kira kamu sudah dengar hal-hal dari Orang Tuamu?'


"Ya, aku sudah dengar. Apa lagi yah mereka lakukan kali ini? Aku benar-benar sudah tidak ada muka lagi untuk mereka."


'Ya, aku paham toh itu semua bukan salahmu,'


"Tapi tetap saja mereka masih orang tuaku,"


'Posismu pasti sulit bukan?'


"Mereka masih selalu seperti itu, aku sendiri juga tidak mengerti,"


'Ya, aku tahu.'


"Dan soal tawaran Kakak itu, aku rasa aku tidak bisa, aku tidak ingin merepotkan Kakak lagi,"


'Alyssa, percayalah ini tidak apa-apa masuk saja ke Perusahaan. Orang tuamu memang melakukan sesuatu, itulah kenapa aku butuh bantuanmu, jadi tidak apa-apa masuk saja ke Perusahaan, aku sendiri merasa kamu sebenarnya layak bekerja disana, anggap saja itu bentuk dari ucapan terimakasihku jika kamu ingin membantuku kali ini,'


"Tapi...."


Alyssa terlihat penuh keraguan...


Bagaimana ini...


Saat ini posisinya memang sedang sulit...


Tapi jika dirinya benar-benar ke Perusahaan Anderson itu...


Bukankah jelas ada orang itu disana?


Alyssa terlihat tengah dalam sebuah dilema.


####


Bersambung