Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 173: Kepulangan Antony (Part 2)


Hari sangat cepat berlalu, hingga saat yang dinantikan telah tiba.


Siang itu, Emelin mendapatkan telepon dari Antony, Emelin lalu menengangkat teleponnya dengan bahagia.


"Antony? Kapan kamu akan pulang? Apakah masih lama?" tanya Emelin secara langsung, saling tidak sabarnya.


"Aku saat ini sedang menuju ke bandara, mungkin sekitar dua jam lagi aku sampai,"


Mendengar itu, jagung langsung berbedebar-debar, dan Emelin tentu saja sangat bahagia.


"Ah? Secepat ini?"


"Benar, mari segera bertemu nanti. Owh iya, nanti kamu kesana sendiri saja, jangan mengajak Alex, aku ingin bertemu denganmu berdua saja,"


Tiba-tiba Emelin teringat akan janjinya dengan Antony sebelumnya.


Hmm?


Soal apa yang ingin Antony katakan padanya?


Ya, tentu saja dirinya penasaran....


Memikirkannya saja membuat Emelin entah kenapa begitu senang...


"Ah, baiklah. Aku akan mencoba membujuk Alex agar dia tidak ikut,"


"Tentu, saja. Nanti kita akan bertemu di Restoran X dekat Bandara,"


"Di Restoran?"


"Bandara terlalu ramai, ini cukup dekat dengan bandara pula,"


"Tentu saja, aku akan bersiap-siap, nanti jika kamu sudah turun dari pesawat, segera kabari aku ya?"


"Tentu saja, aku akan mengabarimu jika sudah sampai,"


"Hmm, semoga kamu aman di jalan,"


"Kamu juga, Emelin...."


Dengan itu, panggilan itu berkahir, Emelin lalu bersiap-siap mandi dulu, dia bahkan binggung mau memakai baju yang mana?


Dia membolak-balik lemari pakaiannya dengan cemas, memilih gaun mana yang akan dirinya pakai.


"Mama, Mama mau kemana?" tanya Alex yang menyelinap masuk ke Kamar Emelin,


"Mama akan menjemput Papamu,"


"Apa? Papa akan segera pulang? Hore!! Kenapa Mama tidak bilang? Alex akan siap-siap juga,"


Emelin lalu tersenyum dan mengelus rambut Alex.


"Alex kamu tunggu di rumah saja,"


Wajah Alex menjadi cemberut,


"Kenapa, Ma?"


"Beri waktu Mama dan Papamu sendiri dulu oke? Mama ingin memberikan kejutan untuk Papamu, soal Kehamilan Mama,"


"Tapi Alex, ingin ikut,"


"Ayolah, sayang. Hanya sebentar kok, nanti Malam, Papa dan Mama akan pulang oke?"


"Benar? Janji? Nanti Malam Papa dan Mama akan pulang?"


"Tentu saja sayang, Mama janji,"


"Baik, baik. Sebagai anak yang baik, Alex akan mengalah,"


"Hmm, Alex memang anak yang pintar dan baik hati, kesayangan dan kebanggaan, Mama,"


Alex yang mendapatkan pujian itu, sangat senang sekali, lalu dia kembali ke kamarnya, membiarkan Emelin bersiap-siap.


Tidak mengira, butuh waktu lama untuk bersiap-siap, sudah hampir dua jam hingga akhirnya dirinya siap.


Melihat pantulan cantik dirinya di depan cermin, Emelin cukup puas, apakah Antony akan menyukai riasannya ini?


Dan tentu saja, dirinya tidak lupa memakai Set Perhiasan yang pernah Antony berikan padanya.


Dengan gaun berwarna merah muda yang terlihat cantik dan anggun yang Emelin pakai, itu membuat Emelin semakin percaya diri untuk bertemu Antony.


Emelin lalu mulai memikirkan nya, harusnya sebentar lagi, Antony akan sampai.


Benar-benar sangat tidak sabar untuk bertemu Antony!!


Dirinya sangat berharap, hari ini menjadi hari paling indah dalam hubungan mereka....


Menjadi salah satu hari tidak terlupakan dalam hidupnya....


Apakah Antony akan menerima cintanya?


Emelin cukup yakin soal ini...


Apalagi soal Berita Kehamilan ini....


Calon Anak mereka yang akan menambah kebahagiaan mereka berdua...


Baik mari ke restoran lebih dulu, Emelin lalu menyuruh supir untuk segera mengantarnya ke restoran deket bandara, tidak lupa juga, Emelin membawa foto hasil USG nya tempo hari, ingin memberikan kejutan kecil ini untuk Antony.


Foto calon bayi mereka yang saat ini masih tumbuh di perutnya.


Memilikannya saja membuat Emelin bahagia.


#####


Sesuai rencana, saat ini Antony sudah tiba di bandara, dan dia segera menyuruh anak buahnya untuk menjemputnya.


Setelah menerimanya, Antony menatap buket bunga mawar putih itu.


Ini sangat indah bukan? Dirinya harap, Emelin akan menyukainya,


Lalu segera Antony memasuki mobil dengan wajah tersenyum.


Tidak sabar untuk segera bertemu dengan, Emelin, dan memberikan buket bunga ini.


Antony juga mengeluarkan sebuah kotak kecil dari jas bajunya.


Kotak kecil itu berisi sebuah cincin, ini adalah cincin pernikahan antara dirinya dan Emelin yang dirinya berhasil temukan bulan lalu di rumah mereka....


Dulu ketika mereka menikah, dirinya tidak melamar Emelin dengan benar, jadi kali ini dirinya akan menyatakan cintanya dengan benar dan melamarnya ulang, dan memberikan cincin ini, dan segera akan merobek surat perjanjian Pernikahan Kontrak mereka yang sudah dirinya bawa juga.


Benar-benar tidak sabar....


Ini membuat jantung Antony tiba-tiba berdebar....


Merasa hari ini akan menjadi hari terindah untuk mereka nanti....


Ah dirinya harus segera menelpon Emelin, agar dia segera kesana.


Tidak lama sampai sambungan itu terhubung, namun tidak ada satu pun yang berbicara.


Itu mungkin karena saat ini, dua orang itu tengah sama-sama gugup.


"Emelin..."


"Ya... Antony..."


"Aku sudah sampai di bandara dan akan segera ke sana,"


Di balik telepon, Antony mendengar suara gugup Emelin,


"Ya... Aku juga sudah dalam perjalanan kesana, tidak sabar untuk bertemu denganmu,"


Dengan nada sedikit nakal, Antony mulai mengoda,


"Sangat merindukanku, hmm?"


Namun yang membuat Antony terkejut adalah jawaban jujur dari Emelin,


"Ya, aku sangat... Sangat merindukanmu... Tidak sabar ingin bertemu denganmu... Aku memiliki kabar baik yang ingin aku katakan padamu,"


Antony tersenyum sendiri mendegar kata-kata itu, lalu bertanya,


"Apa itu, hmm?"


"I... Ini rahasia!! Nanti kamu juga akan segera tahu...."


Diujung lalin telepon, saat ini Emin sedang menatap foto hasil USG miliknya, benar-benar tidak sabar mengatakan soal kabar ini dan juga soal dirinya yang akan menyatakan cintanya pada Antony.


"Baiklah, aku akan menunggu.... Aku juga memiliki hal-hal bagus yang akan aku beri tahu padamu..."


"Kamu, mengikutiku saja, Ah~"


"Pfffff... Ini benar-benar kabar yang sangat bagus, kamu pasti menyukainya,"


"Aku juga... Aku juga akan memberikan kabar yang bagus, aku yakin kamu juga menyukainya, Antony..."


"Aku tidak sabar..."


"Ahhkkkk...."


Namun ketika mereka sedang asik ditelepon, tiba-tiba telepon itu terputus, setelah mendengar suara teriakan Emelin.


"Hallo? Emelin?? Emelin?"


Hanya ada suara teriakan di ujung sebelah sana, dan suara ponsel yang terjatuh.


"Emelin? Emelin ada apa?"


Namun tidak ada balasan dari ujung telepon....


Mendengar hal itu, tiba-tiba perasaan Antony menjadi tidak enak.


Ini...


Namun tidak lama setelahnya, dirinya mendegar suara ledakan yang sangat besar, membuat mobil yang dinaikinya berhenti.


Rasa cemas semakin membuat Antony gugup.


"Ada apa ini?"


"Sepertinya ada Kecelakaan di depan... Aku juga kurang tahu..."


Antony lalu kembali menatap teleponnya, mencoba menghubungi Emelin lagi, namun kali ini telepon benar-benar mati dan tidak bisa dihubungi....


Dengan cemas, Antony keluar dari mobilnya, itu sudah cukup dekat dengan restoran yang dia tuju.


Didepan sana, memang benar ada kecelakaan...


Tidak....


Ini tidak mungkin kan....


Dengan perasaan yang tidak nyaman, Antony berlari kearah kecelakaan itu...


Namun yang di lihatnya adalah.....


####


Bersambung