Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 38: Merayu Antony


Sore itu, Emelin masih bercakap-cakap dengan Raka, bahkan sampai hampir Sore, mereka terlihat asik membicarakan banyak hal.


"Ya, kamu harus bisa merebut Perusahaan itu, Raka."


"Ini tidak semudah yang Kak Emelin katakan...."


"Yang penting kamu harus waspada, dan jangan sampai tertipu,"


"Tentu, aku akan lebih waspada kedepannya. Terimakasih atas sarannya,"


"Tidak masalah sama sekali,"


Ketika dua orang itu asik mengobrol, Alex yang merasa bosan bermain ponsel itu, akhirnya menarik baju Emelin.


"Mama, mari kita segera pulang," kata anak itu cemberut.


Emelin yang hampir lupa waktu itu akhirnya tersadar berkat teguran Putranya itu.


"Hah, sepertinya lain kali saja kita ngobrol-ngobrol lagi,"


"Tentu saja, aku tahu Kakak sibuk. Lagipula sebenarnya aku bolos kerja siang ini,"


"Raka! Kamu jangan suka bolos! Bagaimana kamu mau mengambil alih perusahaan kalau kamu malas?"


"Baiklah-baiklah, Kak."


"Ya, kalau ada masalah kamu bisa meneleponku."


"Tentu, aku akan merencanakan Renuni juga dengan taman-taman lama kalau sudah cukup sengang,"


"Ingat untuk tidak mengundang Claudia,"


"Hahahaha... Tentu saja, aku tidak akan mengundang gadis tidak tahu diri itu,"


"Mama... Ayo..."


Raka juga melihat bagaimana di kecil itu mendesak Emelin pulang.


Disini, Raka menundukan kepalanya, lalu mengelus rambut Alex, namun Alex terlihat tidak nyaman dan menghindar.


Raka melihat ekpersi dingin ini.


"Ya, ampun Emelin, Putramu benar-benar lucu, dia cukup pemalu rupanya, Ah~"


"Tanti saja, dia lucu, dia adalah Putraku, dia akan tumbuh menjadi Tampan jika dia besar,"


"Aku melihat kalau dia tidak begitu mirip denganmu,"


"Anak ini seperti Ayahnya, hampir copy paste dari Ayahnya, sungguh padahal aku yang melahirkannya tapi kenapa dia tidak mirip denganku?"


"Kak Emelin tidak beruntung, mungkin anak kedua akan mirip Kakak,"


"Anak kedua apa, Hah?" Kata Emelin merasa sedikit memerah karena malu.


"Apa Kakak tidak ingin? Alex tidakkah Alex ingin seorang adik?"


Disini, Alex yang ditanya itu lalu mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Memiliki adik akan membuat Mama mengalami hal-hal sulit, cukup ada Alex untuk Mama tidak masalah...."


Lalu Raka mengalihkan pandangannya pada Emelin.


"Sebenarnya apa yang telah kamu katakan pada putramu itu? Dia tidak terlihat seperti kebanyakan anak kecil,"


"Hah, banyak hal terjadi padaku. Dan sekarang aku juga sedang berada dijalan memperbaiki diri,"


Setelah beberapa percakapan lagi, kemudian mengucapkan selamat tinggal, mereka berdua lalu berpisah.


Hati Emelin merasa cukup baik hari ini.


Itu benar, dirinya berniat untuk berubah dan menjadi Ibu yang baik untuk Alex.


Juga....


Kalau memilikirkan ini kalau hubungan antara dirinya dan Antony menjadi buruk ini juga akan tidak baik untuk Alex.


Tiba-tiba saat perjalanan pulang ini, terbesit sebuah ide cemerlang di benak Emelin.


Itu benar, untuk benar-benar menjadi Ibu yang baik, dirinya juga harus bisa mengambil hati Antony!!


Sudahlah, lupakan soal hal-hal merepotkan, mari coba mengambil hati Antony saja dulu!


Walaupun dirinya tidak begitu kenal dengan Antony, dia sepertinya bukan tipe laki-laki yang buruk.


Ya, dia selalu menjadi sosok Ayah yang baik untuk Alex.


Itu sudah cukup.


####


Malam itu, jam sudah menunjukkan pukul hampir jam sepuluh.


Emelin duduk di ruang tamu, terlihat menunggu seseorang.


"Sial, bahkan Antony malam ini pakai acara lembur segala, sebenarnya apa sih pekerjaan orang itu?"


Emelin yang mengenakan baju tidur agak terbuka itu sekarang merasa kedinginan dan mengigil.


Emelin ingin setidaknya bersikap baik pada Antony, dan lebih dekat dengannya, apa lagi sejak kejadian malam itu....


Itu adalah ciuman yang lembut...


Dirinya tidak pandai dalam hal-hal seperti ini untuk mendekati seorang Pria, dirinya tidak punya pengalaman.


Sebelumnya, hanya para laki-laki yang mendekatinya, dan dirinya tidak melakukan banyak langkah.


Jadi mencoba mendekati Antony seperti ini adalah pengalaman baru untuknya, jadi Emelin merasa sedikit gugup.


Dia yang agak kedinginan itu mondar-mandir didepan sofa sambil menunggu, Antony pulang.


"Jadi apa yang harus aku lakukan pertama?"


"Ini benar-benar harus terkesan natural dan lembut. Namun ini tidak boleh terlalu buruk, atau nanti malah Antony salah sangka lagu dengannya seperti dirinya meminta layanan malam atau sesuatu... Ini tidak seperti itu,"


Kembali memikirkan kenangan masalalu membuat Emelin merasa malu sendiri.


Kenapa dulu mulutnya bisa begitu berani pula?


Kadang kala, dahulu ketika dirinya baru pulang dari syuting dan kerumah, bisa-bisanya langsung bilang terus terang seperti ini,


'Kami harus kekamarku malam ini,'


Memikirkannya kenangan dirinya berkata seperti itu pada Antony membantu wajah Emelin memerah.


"Akhhhhh.... Pantas saja Antony selalu salah sangka padaku.... Akhhh.... Benar-benar masalalu gelap!"


Ah, tapi cara mendekati seorang pria itu seperti apa?


Apakah harus tersenyum dan terlihat manis?


Apa yang harus dirinya lakukan untuk mendekati Antony?


Dirinya tidak memiliki banyak hal yang bisa dilakukan....


Tapi ciuman malam itu....


Bukankah itu artinya walaupun sedikit, setidaknya Antony tertarik padanya?


Bagaimana kalau sedikit merayunya dengan tubuhnya?


Ketika Emelin sibuk berbicara sendiri seperti orang tidak jelas itu, pintu lalu terbuka.


Disana, Antony yang barusaja pulang dari kerja memiliki penampilan yang terlihat lelah.


Emelin merasa sedikit gugup, lalu langsung datang menyapanya,


"Kamu sudah pulang, Antony?"


Antony yang disambut oleh Emelin itu menunjukan ekpersi cukup kaget, namun hanya sesaat sampai dia kembali ke wajah normalnya.


"Ya." Jawabnya dengan singkat.


"Apakah kamu sudah makan? Atau kamu membutuhkan sesuatu?"


"Aku sudah malam di kantor."


"Ah, baiklah."


Disini, Emelin juga jadi binggung mau berbuat apa.


"Tumben kamu belum tidur?"


"Aku menunggumu,"


"Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan?"


"Ti... Tidak... Apakah salah jika aku berbuat baik?"


Sekarang Antony ingat bagaimana Emelin ingin terlihat baik.


"Ah, ya aku mengerti."


Emelin ragu, lalu mulai mendekati Antony lalu membantu dia melepaskan Jas nya yang terlihat membuat Antony merasa tidak nyaman, mungkin karena sudah dipakai seharian?


Jadi begitu lelah.


Jarak mereka cukup dekat...


Membuat Emelin sedikit bergetar.


Namun disini, Emelin menatap wajah Antony yang terlihat biasa-biasa saja.


"Terimakasih," kata Antony dengan datar.


"Emm, sama-sama. Jadi apakah kamu ingin sesuatu yang hangat?"


"Boleh. Aku akan kekamar dan mandi."


"Hmm, coklat hangat?"


"Ya, kamu bisa membawanya kekamarku."


Dan dari sama, Emelin langsung melesat ke dapur, membuat coklat hangat.


Ini adalah respon yang positif....


Tidak beberapa lama sampai Emelin selesai membuat coklat hangat, dan sampai kekamar Antony.


Terlihat, Antony masih mandi.


Jadi Emelin duduk ditempat tidur Antony sambil menunggu Antony selesai.


Kamar yang familiar...


Namun sekarang dirinya menjadi gugup....


Bukankah kalau ini berhasil....


Dirinya dan Antony akan.....


Memikirkannya membuat Emelin malu sendiri.


Bagaimanapun juga dirinya tidak tahu bagaimana cara memikat Pria, dan membuat dia menjadi miliknya.


Ini adalah cara tercepat bukan?


Emelin juga melihat baju tidur yang dirinya pakai.


Cukup dingin memakai baju ini, baju ini terlihat cukup mengoda bukan?


Ketika Emelin masih berpikir tidak jelas itu, Antony terlihat keluar dari kamar mandi dengan piayma tidurnya.


Sepintas aroma harum semerbak muncul dari arah Antony datang.


"Ah? Kamu sudah selesai? Ini Coklat hangatnya,"


Antony berjalan dengan santai menuju Emelin lalu mengambil coklat hangat itu.


"Hmm, baiklah terimakasih Emelin."


"Tentu saja."


Disini, Antony lalu mengabil secangkir coklat hangat itu dimeja, namun dia lalu menatap kearah Emelin.


"Kamu masih disini? Apakah ada sesuatu yang lain yang kamu inginkan?"


Disini, Emelin gugup.


Tidakkah Antony terlalu dingin?


Kenapa dia tidak peka disaat-saat seperti ini?


Padahal orang itu selalu mengodanya dan membuat berbagai lelucon saat mereka liburan.


Ekspresi Emelin menunjukan cemberut.


"Emelin?"


"Ah.... Tidak... Tidak.... Aku akan kembali kekamar..."


"Baiklah, jangan kunci pintunya siapa tahu Alex ingin tidur disini,"


"Aku sudah meminta Alex untuk tidur sendiri."


"Owh begitukah? Baiklah, Terimakasih atas coklat hangatnya,"


Emelin tersemyum canggung lalu keluar dari kamar itu.


Sungguh....


Bahkan tidak ada ciuman selamat malam atau sesuatu?


Antony bahkan tidak menawarkan setidaknya untuk tidur disana saja atau sesuatu?


Ini benar-benar menyuruhnya kembali kekamar!!


Antony menyebalkan!!!


#####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya, semua 😆😆😆


Nantikan terus ya kelanjutannya 😉