
Setelah dua hari berlibur, akhirnya Emelin dan Keluarga kecilnya itu pulang kembali kerumah mereka.
Kebetulan, mereka mengambil penerbangan malam hari. Dari saat didalam pesawat, Emelin melihat Putranya itu tertidur pulas, sepertinya sangat lelah.
Liburan ini cukup menyenangkan, duitnya benar-benar menikmati ini.
Perlahan dia juga menatap kearah Antony.
Apakah orang ini berpikir begitu juga?
Namun, Emelin hanya memikirkannya, tidak benar-benar bertanya.
Malam itu, setelah turun dari Pesawat, Emelin yang terlihat lelah itu bersama Alex yang tertidur langsung pergi ke Kamar tidur.
Seperti malam-malam sebelumnya, Alex masih begitu manja dan ingin tidur dengan orang tuanya.
Jadi begitu mandi, mereka berdua langsung menuju Kamar Antony.
Mereka kebetulan sudah makan malam di Pesawat, dan begitu menyentuh tempat tidur, Alex langsung tertidur dengan lelap.
Antony belum kekamar karena dia bilang ada sesuatu yang ingin dia urus.
Emelin sendiri, walaupun lelah, namun dia tidak terlalu mengantuk, jadi dia hanya bermain ponselnya, dan membaca beberapa Novel untuk menghibur dirinya.
Kebetulan ini adalah sebuah Novel Romantis, Tema Novel ini semacam mengejar cinta masalalu dan hubungan yang tidak direstui.
Ketika Emelin sibuk membaca, tiba-tiba pintu kamar terbuka.
Disana, ada Antony masuk kedalam.
"Sudah selesai dengan urusanmu?"
Antony berjalan mendekat dengan pakaian tidurnya.
"Bagitulah. Aku memiliki sesuatu untukmu," katanya lalu memberikan sebuah kotak kecil ditangannya.
"Apa ini?" Tanya Emelin yang mengambil kotak itu dengan heran, lalu menatapnya.
Kotak hitam dengan desain sederhana.
"Hadiah untuk Ulang Tahun Pernikahan kami yang ketujuh, walaupun sudah lewat beberapa saat lalu, aku hanya belum memiliki waktu yang tepat untuk memberikannya,"
Emelin merasa kaget mendengar itu,
"Kamu masih ingat dengan Ulang Tahun Pernikahan kita?"
"Aku tidak seperti kamu yang bahkan lupa Hari Ulang Tahun Alex setiap tahun, walaupun kita selalu merayakannya setiap Tahun. Tentu saja aku ingat hari jadi pernikahan kita,"
"Sungguh aku memiliki ingatan yang buruk...."
"Kamu memang seperti itu...."
"Ah... Benar, kita selalu merayakannya ini setiap tahun bukan? Bahkan walaupun itu hanya formalitas. Tapi sekarang Kakek sudah meninggal, tidak perlu lagi membuat hal-hal formalitas semacam ini..."
"Apa? Aku hanya ingin merayakannya, kita sudah menikah selama tujuh tahun, bukankah waktu berjalan dengan cepat?"
"Antony kamu bersikap aneh tiba-tiba,"
"Kenapa? Kamu adalah Istriku apa yang salah memberimu hadiah?"
Mendengar kata 'Istriku', dari mulut Antony sendiri membuat Emelin menjadi memerah karena malu.
"Ti.. Tidak..."
"Kenapa kamu tidak mulai membuka hadiahnya?"
Disini lalu Emelin membuka kotak itu.
Walaupun kotaknya cukup sederhana, namun isinya adalah sebuah kalung dengan liontin permata yang sangat indah.
"Ini.... Tidakkah ini terlalu mahal?"
"Owh? Sekarang kamu memikirkan soal harga?"
"Keluarga kami sekarang tidak memiliki uang cukup banyak...."
"Apa? Walaupun aku terlihat seperti ini, aku memiliki beberapa pekerjaan yang cukup baik, kamu tidak perlu khawatir soal Uang,"
"Kamu belum pernah memberitahuku soal itu."
"Kalau sudah saatnya, aku akan memberitahumu."
"Sungguh?"
"Ya, jadi kenapa kamu tidak memakai kalung ini dulu? Apa kamu tidak menyukainya?"
"Bu... Bukan... Bukan begitu, aku sangat menyukainya.... Ini sangat indah..."
Sebuah senyuman tiba-tiba muncul diwajah Antony, membuat Emelin sekali lagi sedikit tersipu.
"Baik, aku akan membantumu memakainya," kata Antony lalu mengabil kalung itu dari tangan Emelin.
Jarak mereka cukup dekat sekarang saat Antony membantu Emelin mengenakan kalung itu.
Disini, Emelin bisa merasakan nafas Antony yang sedikit mengenai telinganya, dan aroma yang harum dan maskulin memasuki penciuman Emelin, membuat Emelin merasa tidak tahan, aroma yang terlalu mengoda dan begitu harum.
Entah kenapa, suasana disini terlihat begitu panas.
Begitu Antony selesai memakaikan kalungnya, tatapan mata mereka bertemu.
Itu adalah tatapan saling mengiginkan satu sama lainnya.
Emelin terlihat tidak menolak.
Antony lalu mulai mencium Emelin.
Mendapatkan ciuman tiba-tiba tentu saja membuat Emelin terteguh.
Itu adalah ciuman yang lembut dan cukup singkat.
Dan ketika Antony melepaskan ciumannya, tatapan mereka sekali lagi bertemu.
Masih merupakan tatapan ingin meminta lebih.
Melihat wajah tampan ini begitu dekat, membuat Emelin merasa sedikit tidak tahan.
Dia mulai mengulurkan tangannya, dileher Antony, lalu menariknya kearahnya, dan menciumnya sekali lagi.
####
Ini adalah pagi yang baru, ketika Emelin membuka matanya, dia melihat kalau Antony sudah bangun duluan, hanya ada Alex yang berada dalam pelukannya.
Pagi ini, ditengah linglung, Emelin mengigat kembali kejadian semalam.
Dirinya dan Antony benar-benar melakukannya.....
Akhhhh.....
Memikirkan itu membuat Emelin merasa malu sendiri.
"Selamat Pagi, Mama."
Ucapan Alex membuyarkan lamunan Emelin.
"Pagi, juga Alex. Hari ini kamu kesekolah bukan?"
"Benar. Mari kita segera bersiap-siap."
"Tapi Alex masih sangat mengantuk...."
"Kamu tidak boleh seperti itu, liburan sudah berakhir apakah dua hari disana tidak cukup, hmm?"
"Baiklah-baiklah, Mama..."
Dari sini, lalu Emelin membantu Alex bersiap-siap kesekolah, dan juga menata Tas miliknya.
Alex yang juga saat ini melihat Tasnya, lalu mengingat sesuatu.
"Ma, bagaimana dengan beberapa hal yang kita beli disana? Aku ingin membawakan itu untuk teman-teman sekelasku,"
Ah, ini mengigatkannya, kalau mereka sempat membeli beberapa sovenir, dimana dirinya meletakannya?
Apakah itu di Meja Antony?
Dirinya sedikit lupa.
"Mama akan ambilkan, kamu tunggu disini dulu," kata Emelin lalu dia pergi kembali kekamar Antony.
Disini, Emelin yang lupa meletakkan itu dimana, mulai memeriksa laci-laci meja di kamar itu.
Namun ketika Emelin memeriksanya, diujung salah satu laci-laci meja ini, Emelin menemukan sebuah kotak misterius.
Emelin memang selalu memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi.
Jadi karena penasaran, dia membuka kotak itu.
Disana, ada beberapa barang-barang dan foto...
"Ini.... Siapa gadis ini?"
Disana dan sebuah foto dimana Antony yang masih terlihat lebih muda itu, bersama dengan seorang gadis.
Terlihat mereka berdua juga cukup mesra....
Disini, Emelin mulai memikirkannya....
Mereka sudah tujuh tahun menikah....
Mereka selama ini tidak begitu sedekat itu....
Memikirkan bahkan dirinya awalnya punya laki-laki lain diluar sana....
Apakah Antony juga memiliki seseorang diluar sana atau seseorang didalam hatinya?
Tapi sekali lagi, Emelin memikirkan semalam....
Tapi...
Ya, itu mungkin hanya terbawa suasana....
Disini, Emelin yang menatap foto gadis tidak diketahui ini merasa hatinya tidak nyaman.
Disini, Emelin baru menyadarinya....
Antony bukan miliknya....
Memikirkan ini membuat Emelin merasa rumit.
####
Bersambung