
Pagi itu, sekitar jam delapan, Emelin sudah mulai pergi ke lokasi syuting, ini berlokasi di kawasan pantai yang lebih agak ramai, tempat ada kapal-kapal nelayan berlabuh.
Adegan awal ini, Emelin akan mengenakan pakaian biasa sebagai seorang gadis nelayan.
"Ini kostum yang akan kamu pakai, Emelin," kata Ana sambil menyerahkan sebuah pakaian pada Emelin.
"Baiklah-baiklah, aku akan segera ke ruang ganti,"
"Karena disini tidak memiliki fasilitas begitu mewah, jadi hanya ada toilet biasa di ujung sana untuk berganti kostum, kamu bisa kesana, aku akan mengurus hal lainnya,"
"Baik, Ana, terimakasih."
"Atau perlu untuk aku temani?"
"Tidak-tidak. Aku bisa sendiri,"
Dengan itu, Emelin menuju kamar mandi yang di tunjuk oleh Ana, namun kamar mandi yang di tunjuk hanya ada dua pintu, dua-duanya tertutup, satunya karena ada masalah di toilet itu, yang satunya ditempati oleh seseorang.
Karena pintunya tertutup, menunggu di situ, cukup lama namun orang di dalam belum keluar.
"Ini aneh?"
"Hallo? Maaf? Apakah masih lama?" Teriak Emelin pada orang yang didalam.
"Ah, maaf ini akan lama...."
Emelin sebenarnya bukan orang yang cukup sabar, lagipula dirinya masih harus segera syuting, tidak baik untuk menunggu disini lama-lama.
Kemudian, Emelin melihat-lihat, diujung agak jauh dari sini juga ada toilet lainnya.
Dari pada menunggu tidak jelas, Emelin menuju kesana.
Melihat kalau Toilet yang ini baik-baik saja, Emelin langsung masuk kedalamnya.
Siapa yang tahu begitu Emelin masuk, ada seorang gadis yang menuju toilet itu, lalu mengunci pintu dari luar sambil tersenyum.
'Biarkan saja Emelin itu di kamar mandi,'
Gadis itu lalu pergi dari sana dengan santai.
Ini adalah seseorang yang selama ini menyebarkan gosip soal Emelin.
####
Disisi lainnya, saat ini di lokasi syuting, semua orang sudah ada disana, Kru dan beberapa Artis tambahan.
Seharusnya Syuting sudah mau di mulai, namun Pemeran Utama dalam Film ini tidak kunjung datang.
Seorang gadis yang menjadi pemeran tambahan mulai komplain pada Sutradara.
"Pak Sutradara, ini kenapa belum dimulai juga? Kalau seperti ini bukankah akan membuang-buang waktu?"
"Sebentar ya, Nona. Saat ini Emelin pemeran utama kita belum sampai,"
"Bapak memperkerjakan seseorang yang tidak kompeten seperti Emelin itu, dia benar-benar tidak cukup baik untuk peran ini,"
"Dia hanya sedikit telat, mungkin ada beberapa masalah,"
"Tapi Pak...."
"Sudah diamlah, dan tunggu saja,"
Gadis itu berniat protes namun mundur.
Dirinya benar-benar kesal sekarang dengan Emelin, Emelin ini!
Kemana sih wanita itu?
Jangan bilang dia masih bersama dengan Ricard sampai lupa waktu?
Sialan!!
Emelin itu benar-benar tidak tahu diri! Awas saja jika dia sampai kesini!
Melihat gadis itu pergi, Pak Sutradara lalu bertanya pada Ana, Asisten Emelin.
"Dimana Emelin?"
"Dia sedang berganti baju, dia belum selesai?"
"Bukankah aku yang seharusnya bertanya? Kamu Asistennya bukan?"
"Maaf sebelumnya, tadi ada beberapa hal yang aku urus, jadi aku membiarkan Nona Emelin pergi untuk ganti kostum, tapi dia belum juga selesai?"
"Sana cepat cari!"
"Baik, Pak. Maaf atas keteledoran saya."
Disisi lainnya, Emelin yang terkunci di toilet itu merasa kesal.
"Kenapa sih dengan pintu toilet ini? Akhhh.... Sialan!"
Dia lalu mengecek ponselnya, berniat meminta bantuan seseorang, karena toilet ini terletak di ujung, mungkin tidak banyak orang lewat.
"Sial, aku lupa kalau disini tidak ada sinyal. Aduh, bagaimana ini?"
Sekarang, Emelin mencoba untuk berteriak, namun tidak juga ada jawaban.
Pantai ini memang berlokasi di tempat cukup sepi, apalagi ini masih pagi, jadi belum banyak orang disana.
Walaupun Emelin memanggil, namun tidak kunjung ada orang yang datang.
####
Ana mengecek ketempat toilet seharusnya Emelin berganti baju, namun di sana kosong, tidak ada orang.
Dia yang panik itu, lalu langsung melaporkan ini ke Sutradara, bahwa Emelin menghilang.
"Apa? Emelin hilang? Bagaimana bisa?"
Edward, Sutradara itu, tentu saja panik.
Ini adalah Istri dari sahabatnya!
Bagaimana dia bisa menghilang di tengah Syuting?
Tempat ini memang agak terpencil...
Jangan bilang penculik?
Aduh, bagaimana ini?
Melihat sutradara itu marah, Ana juga menjadi panik.
"Dia tidak ada disana, tempat seharusnya dia berganti baju,"
"Bagaimana kalau dia diculik? Kamu bagaimana sih Kerjannya,"
"Tidak, tidak Bapak terlalu berlebihan,"
"Kamu ini!!"
Sutradara yang kesal itu lalu menyuruh seluruh Kru yang tersisa untuk mencari Emelin.
Beberapa artis yang berada disana sempat kecewa dan merasa kesal karena syuting pertama di tunda gara-gara pemeran utamanya tiba-tiba hilang.
Beberapa mulia bergosip lagi,
"Sial, bukankah Emelin ini hanya mencari-cari perhatian? Dia bukan anak kecil lagi kan yang perlu dicari karena tersesat atau sesuatu?"
"Kamu benar, awalnya aku pikir ini tidak terlalu bermasalah menjadi bintang di film yang sama dengannya asal orang itu bersikap Profesional, namun sepertinya aku salah."
"Itu benar, sungguh menyebalkan bagaimana dia selalu mencari perhatian. Dia juga bahkan mendapatkan Asisten Khusus yang disediakan Sutradara bukan?"
"Memang, hah. Sungguh pilih kasih sekali,"
"Dan Pak Sutradara juga terlihat mencari orang itu dengan panik hingga menimbulkan keributan,"
"Tentu, aku yakin ada sesuatu,"
"Hah. Aku benar-benar benci Emelin ini."
Dimasa beberapa orang tengah bergosip, salah satu Staff yang berkeliling akhirnya menemukan keberadaan Emelin.
Dan ketika Emelin sampai di tempat syuting tanpa masalah apapun atau kekurangan apapun, Sutradara menjadi lega.
Lalu kembali menyuruh Kru agar di posisinya untuk memulai syuting.
Disini, Emelin menceritakan kalau pintu toilet tiba-tiba error dan tidak bisa dibuka.
"Baik-baik, tempat ini memang tidak memiliki fasilitas yang begitu baik, lain kali kamu tidak boleh sendirian," kata Sutradara itu.
"Baik, Pak. Maaf membuat masalah di hari pertama,"
"Tidak-tidak,"
Dan begitulah, Emelin lalu berjalan menuju lokasi dia seharusnya syuting.
Hanya saja, dia tiba-tiba di tabrak oleh seorang gadis hingga Emelin terjatuh.
"Aw...."
Emelin lalu menatap orang yang menabraknya begitu saja itu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Apa-apaan sih orang itu," kata Emelin dengan binggung.
Selain kejadian di toilet tidak ada hal yang terjadi saat awal syuting ini.
Hanya saja, di adegan dimana Emelin harus berakting untuk disiram dengan air, dia benar-benar disiram oleh Pemeran Tambahan, dalam film harusnya itu air putih, namun Emelin malah disiram oleh Segelas Jus.
"CUT!" Kata Sutradara mengakhiri sesi ini.
"Maaf, aku salah mengambil gelas, dan terlalu kelepasan," kata gadis itu, terlihat wajahnya tidak menunjukan sedikitpun rasa bersalah, hanya senyuman puas.
Sedang Emelin basah kuyup dengan Jus dari kepalanya.
Benar-benar lengket!?
Menatap gadis yang menyiramnya itu seperti sengaja, Emelin ingin marah.
Namun mengigat kejadian tadi pagi dirinya membuat masalah, yang mungkin menimbulkan rasa kesal dan kemarahan orang-orang karena syuting jadi tertunda, membuat Emelin tidak jadi marah.
Dengan senyum profesional, Emelin berkata,
"Tidak masalah, tidak masalah. Aktingmu sungguh bagus sekali, ini sangat realistis sampai-sampai aku mengira kamu benar-benar ingin menyiramku. Ini akan jadi adegan yang bagus, tidak masalah, tidak masalah,"
Gadis didepan Emelin itu lalu tersenyum kaku.
Dia juga menjadi begitu kesal melihat sikap dan respon Emelin itu entah bagaimana.
Apakah itu sindiran?
Akhhh....
Benar-benar menyebalkan.
Sisa adegan hari itu berjalan dengan cukup lancar, cuman ada beberkan adegan yang harus di ulang karena beberapa orang melakukan kesalahan saat berakting dengan Emelin.
Itu membuat Emelin berkerja ektra keras untuk mengulang-ulang dialognya, hingga membuat dia cukup lelah.
Dan begitu hari berlalu, sampai sore akhirnya syuting selesai, Emelin langsung kembali ke penginapan, langsung berbaring di sofa dengan sangat lelah.
Sungguh hari yang melelahkan.
Ini baru hari pertama.
Emelin bisa melihat kalau beberapa orang sepertinya membencinya, dan ingin membuat dirinya susah.
Terlihat dari acara syuting tadi.
"Hah... Sabar, Sabar."
Emelin mencoba untuk tetap tegar dan sabar menghadapi semua ini.
Mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Sebelumnya ketika dirinya menjadi Artis, tidak ada orang yang memperlakukannya seperti ini.
Semua orang sangat sopan dan segan padanya, mungkin itu karena saat itu dirinya adalah seorang Nona Muda Kaya dari Keluarga Smith.
Mendengar kalau dirinya sudah diusir dari Keluarga Smith, mungkin orang-orang sudah menunjukan sikap asli mereka.
Memang, begitu dirimu jatuh, semua orang akan berpaling.
Dan akan sangat sudah untuk mendaki kembali.
Membutuhkan usaha lebih keras dari sebelumnya.
Emelin mencoba lebih menyemagati dirinya sendiri.
Dia lalu mulai memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya dari rasa lelah.
Dia berbaring sendirian ditempat tidur yang cukup luas itu.
Sekarang memikirkannya...
Terasa ada sesuatu yang kurang ketika kembali tidur sendirian.
Terkadang ketika dirinya tidur, akan mendengar nafas orang lain disebelahnya, entah itu Putranya Alex atau Suaminya Antony....
Tunggu....
Kenapa dirinya ingat Antony lagi??
Sial ini pasti karena terlalu lelah!!
Benar!
Hanya terlalu lelah!!
####
Bersambung