Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 27: Rasa Iri dan Dengki


Ketika Daniel menatap wanita didepannya, tiba-tiba dirinya memiliki perasaan yang cukup rumit.


Mereka berdua kenal kurang lebih satu setengah tahun yang lalu. Saat itu dirinya masih hanya Aktor sampingan, dirinya dan Emelin bertemu disalah satu film yang kebetulan mereka bintangi.


Saat itu adalah masa-masa terburuk dari Karirnya, namun dirinya mendengar rumor kalau Emelin sebenarnya memiliki sponsor dari Keluarga yang cukup hebat dan kaya, jika bisa mendekatinya, kamu mungkin akan sukses dalam karir di Dunia Hiburan.


Inikah bagaimana dirinya mengenal Emelin, lalu menjerat wanita itu dalam genggamannya. Lambat laut, memanfaatkan Emelin, karirnya melesat sukses.


Emelin sedikit cantik, namun dia bodoh dan naif, namun justru itulah pesonanya. Sekitar 8 bulan mereka berkencan. Walaupun ada sedikit perasaan yang muncul saat itu, dirinya lalu mulai berkenalan dengan Claudia, Saudara Tiri Emelin, disana Claudia mengatakan bagaimana sebenarnya Emelin ternyata sudah memiliki anak dan seorang Suami, dan hanya bilang kalau hanya bermain-main dengan dirinya.


Perasaan kesal, frustasi dan kemarahan muncul, dan ditujukan pada Emelin. Disini, untuk mencoba mengetes cinta Emelin, saat itu dirinya mencoba merayu Emelin untuk tidur dengannya, bukti kalau Emelin miliknya, namun Emelin membuat alasan saat itu.


Rasa kesal dan kekecewaan menumpuk, itulah bagaimana dirinya lalu dihibur oleh Claudia mereka menjadi dekat, dan karena terbawa suasana, hal-hal berikutnya terjadi begitu saja.


Sekarang ketika melihat wajah Emelin lagi, perasaan rumit dalam hatinya kembali muncul.


"Kenapa kalau aku disini?"


Disini, Emelin yang menatap Daniel itu merasakan perasaan sesak dan kesal dalam hatinya.


Ada ketika dirinya benar-benar menyukai Pria didepannya ini.


Namun apa yang dirinya dapatkan?


Suatu hari, dirinya pergi ke Apartemen Daniel, berniat memberikan kejutan, namun apa yang dirinya lihat saat itu?


Ditempat tidur Daniel ada Claudia dalam pelukannya, seperti mereka habis melakukan hal-hal itu.


Rasa marah, kekecewaan dan kebencian muncul.


Perasaan sakit hati atas penghianatan dengan dua orang yang paling disayanginya.....


Namun gejolak emosi yang barusan dirasakan Emelin kembali tenang ketika sebuah suara kecil menyadarkannya.


"Mama, mari kita kembali ke Papa,"


Disini, Emelin lalu menatap putra kecilnya, mencoba menenangkan dirinya.


Dia memalingkan wajahnya dari Daniel, mencoba mengabaikan orang itu, lalu mengandeng Alex untuk pergi.


"Baik, Alex mari kita segera kembali,"


Namun ketika Emelin hendak pergi, tangannya yang satunya, ditahan oleh Daniel.


Emelin menoleh, menatap Daniel dengan dingin.


"Apa?"


"Tunggu, aku ingin bicara denganmu,"


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi antara kita, semua sudah jelas," kata Emelin lagi dengan dingin, lalu menepis tangan Daniel.


"Mama, ayo," desakan Alex yang merasa tidak suka ketika melihat seorang Pria yang mendekati Mamanya.


"Apakah kamu masih memiliki perasaan padaku?"


Disini, mendengar pertanyaan itu membuat Emelin tertawa.


Apakah Daniel sudah gila??


"Hah? Apakah sekarang otakmu sudah terbentur dan menjadi gila? Setelah melakukan semua itu padaku, kamu berani bertanya?"


"Emelin, aku tidak bermaksud seperti itu,"


Disini, Daniel mencoba membujuk dan memberikan kata-kata manis pada Emelin.


"Omong kosong,"


Emelin jelas menjadi begitu marah disini, Emelin hendak pergi, namun Daniel menahan tangannya.


"Lepaskan!!"


Mereka saling tarik menarik, hingga Emelin hampir jatuh sekali lagi, namun sekali lagi ditangkap oleh Daniel, masuk dalam pelukannya.


Disaat seperti ini, seseorang tiba-tiba datang, menatap adegan Daniel dan Emelin yang terlihat seperti berpelukan itu.


"DANIEL!! EMELIN!! APA YANG KALIAN LAKUKAN!!" teriakan marah itu berasal dari Claudia.


Emelin segera mendorong Daniel menjauh.


"Claudia? Bukankah kamu di Rumah Sakit?" Respon Emelin kaget, bukankah itu Claudia masuk rumah sakit atau sesuatu yang membuat Ayahnya sampai mengeluh?


Kenapa dia sekarang terlihat bersantai disini?


Memikirkan soal hubungan antara dirinya dan Claudia ternyata adalah anak dari Ayah yang sama, membuat perasaan Emelin semakin kesal dan marah.


Si Penghianat ini!?


Apakah dia sebenarnya tahu soal ini selama ini?


"Emelin!! Berani sekali kamu mengoda suamiku!!" Teriak Claudia dengan marah.


Disana pemandangan itu menarik perhatian beberapa orang yang lewat.


Emelin yang dituduh secara semena-mena itu merasa marah.


"Siapa yang mengoda suamimu? Lihat kamu sebaiknya menjaga mata suamimu itu agar matanya tidak jelalatan kemana-mana, dan menatap wanita lain. Dia yang menggodaku, atau mungkin sekarang kamu sudah tidak lagi cantik, Claudia, lagipula kamu menikahi laki-laki tukang selingkuh seperti ini? Hah... Tidak heran kalau mata suamimu itu jelalatan kemana-mana saat melihat wanita cantik,"


"Apa katamu! Jaga bicaramu!!" Kata Claudia dengan marah.


Disini, Daniel mencoba menenangkan Claudia.


"Kami tidak melakukan apapun, hanya kebetulan bertemu, jangan seperti ini, Claudia, lihat banyak orang yang melihat kita,"


Disini, Claudia menatap Daniel dengan marah.


"Diam kamu Daniel!! Emelin!! Kamu yang menggoda suamiku!!"


Emelin sekali lagi tertawa,


"Sungguh lucu, bukankah awalnya Daniel yang kamu goda ah? Siapa disini yang menggoda siapa? Dasar murahan, kamu mungkin sama seperti Ibumu tukang pengoda laki-laki yang sudah memiliki pasangan, dasar murahan!!"


Disini, Claudia yang begitu marah itu langsung menampar Emelin.


"Jaga mulutmu!!"


Emelin yang ditampar itu tentu saja tidak terima, lalu mulai memjabak rambut Claudia.


"Hah!! Aku hanya mengatakan fakta!!"


Mereka lalu bertengkar dengan hebat disana.


Alex yang melihat ini menjadi panik, lalu dia pergi ketempat Ayahnya mencoba mencari bantuan.


Antony awalnya duduk dengan tenang, melihat Putranya datang sambil berlari dengan panik.


"Ada apa Alex?"


"Itu.. Mama...."


"Kenapa dengan Mamamu?"


"Dia sepertinya bertemu dengan Tante Claudia lalu mereka berdua bertengkar disana....."


Disini, Alex menunjuk ke kerumunan orang didekat sana.


Dia langsung terburu-buru, lalu bersama Alex segera kesana.


Saat sampai disana, dirinya melihat dua orang wanita itu sudah saling jambak dan berantakan.


Disini, Claudia berniat menampar Emelin, namun sebuah tangan memegang tangan Caludia agar tidak menampar Emelin.


Melihat kedatangan yang tiba-tiba itu, membuat Claudia terdiam.


Itu adalah Antony suami dari Emelin.


Tentu saja dirinya tahu orang ini, laki-laki yang dibayar oleh Emelin untuk menikahinya, laki-laki Murahan.


Sejujurnya, Claudia merasa sangat membenci Emelin.


Mereka memiliki Ayah yang sama, namun dirinya dan Ibunya harus mengahadapi kemiskinan dan banyak hinaan karena dirinya saat itu tidak punya Ayah, sedangkan Emelin, hidup bahagia bersama Ayahnya dan Keluarganya dalam kemewahan.


Memikirkan itu selalu membuat Claudia merasa marah!!


Harusnya dirinya lah yang mendapatkan semua itu....


Kenapa dirinya bernasib malang selama ini sedangkan Emelin hidup bahagia dan mewah bergelimang harta?


Memiliki Keluarga bahagia dan disayangi semua orang seperti itu....


Melihat itu membuat Claudia merasa jengkel.


Ketika Ayahnya datang pada Ibunya, dan meminta dirinya agar baik pada Emelin, Claudia awalnya menolak, namun dia jadi mulai berpikir kalau ini hal yang baik untuk berpura-pura baik pada Emelin, sambil perlahan-lahan menghancurkannya, dan merebut semua yang Emelin miliki yang seharusnya menjadi miliknya...


Namun semua tidak pernah berjalan dengan lancar.


Ketika mereka di Sekolah Menengah, laki-laki yang Claudia suka malah menyukai dan mengejar Emelin.


Namun sayangnya, saat itu Emelin menolak orang itu.


Tidak hanya itu, di Sekolah Menengah, Emelin begitu populer dan didekati oleh banyak orang, menjadi pusat perhatian, sedangkan dirinya di kucilkan, walaupun Emelin selalu mencoba bersikap baik padanya, Caludia selalu merasa kalau Emelin munafik, hanya memanfaatkan dirinya agar dia terlihat baik didepan semua orang.


'Mari ikut pergi bermain-main bersama, kami Claudia,' kata Emelin saat itu menjagak Claudia dengan ramah untuk berkenalan dengan teman-temannya.


Dirinya sangat kesusahan mencoba dekat dengan teman-teman yang berada disekitar Emelin saat itu.


Namun Claudia harus tetap pura-pura tersenyum pada Emelin, menyimpan semua keluhan dihatinya.


'Baik, Kak Emelin, aku akan mengikuti Kakak,'


'Aku senang memiliki saudara yang baik sepertimu, Claudia,'


Kata-kata manis itu terasa seperti kemunafikan di telinga Claudia.


Belum lagi Emelin selau mendapat apa yang dirinya inginkan....


Seperti baju limited edition yang dirinya inginkan....


Atau mungkin mobil mewah yang dirinya inginkan.....


Juga, disini Emelin mulai menjadi model majalah iklan, yang sangat dirinya inginkan juga...


Kenapa....


Kenapa seolah-olah dunia hanya berpusat padanya?


Kenapa selalu Emelin yang terpilih?


Kebencian semakin menumpuk dihati Claudia.


Sampai suatu hari, Emelin menikah.


Walaupun itu Perjodohan Paksa, awalnya Claudia merasa senang, setidaknya Emelin akan merasa sengsara dengan pernikahan ini, dia dijodohkan dengan laki-laki miskin, mungkin itu hanya laki-laki yang menginginkan uang Emelin.


Atau mungkin itu hanya laki-laki buruk rupa yang dijodohkan dengannya, laki-laki kampung, udik dan miskin.


Setidaknya melihat Emelin menerita dan tidak bahagia dengan pernikahannya membuat Claudia merasa senang.


Namun, ketika pernikahan itu Claudia menjadi sangat kaget.


Laki-laki yang dijodohkan dengan Emelin adalah laki-laki yang sangat tampan.


Dia tinggi, putih, memiliki sosok yang bagus, dan sangat enak untuk dilihat. Wajahnya walaupun terlihat tanpa ekspresi namun sangat tampan, sosok laki-laki paling tampan yang pernah Claudia lihat. Sepintas membuat Claudia merasa kagum dan tersipu dengan wajah tampan itu.


Melihat pernikahan Emelin itu yang awalnya Claudia kita akan membuat Emelin sengsara namun terlihat Emelin baik-baik saja dengan pernikahan itu, dan laki-laki yang dinikahinya walaupun dari Keluarga miskin, dia benar-benar sangat tampan.


Laki-laki tampan yang Emelin bayar untuk menghangatkannya tempat tidurnya. Dengan wajar tampan itu, Emelin pasti akan sangat menikmati pernikahannya itu.


Itu benar-benar membuat dirinya sangat kesal dan iri, bahkan pernikahan mereka terlihat berjalan dengan baik, tidak lama setelah mereka menikah, bahkan Emelin terlihat bahagia saat dia dikabarkan hamil.


Pernikahan yang berjalan dengan baik untuk Emelin....


Memikirkan Emelin cukup menikmati pernikahannya dan hidup bahagia itu, membuat Claudia begitu marah saat itu.


Claudia mulai mengigat kembali kenangan hari itu.


Dirinya yang begitu kesal saat itu mulai membuat sebuah rencana.


Tidak akan membiarkan Emelin hidup dengan tenang.


Hari itu, Claudia menyiapkan beberapa jebakan air yang membuat tangga licin, dia lalu menelepon Emelin agar dia turun kebawah.


'Kak Emelin, mari kita pergi berbelanja,'


'Tentu saja, aku akan segera turun,'


Emelin yang saat itu tidak tahu apa-apa, berjalan kearah tangga.


Dan begitulah saat itu Emelin yang tengah hamil itu terjatuh dan tergelincir dari tangga.


Melihat darah yang keluar dari Emelin saat itu membuat Claudia bahagia.


Sukur-sukur kalau Emelin keguguran saat itu....


Rencana sempurnanya benar-benar bagus!!


Disana Caludia yang melihat kejadian itu, berpura-pura bersimpati pada Emelin.


'Kak Emelin tidak apa-apa? Bagaimana ini... Kita harus segera kerumah sakit....'


'Akhhh.... Sakit.... Ini sangat sakit... Tolong aku Claudia...'


'Tunggu, aku akan mencoba mencari pertolongan, Ah.... ponselku... Ponselku mati karena jatuh...'


Disini Claudia membuat sebuah drama dimana ponselnya jatuh belum lagi tidak ada orang di rumah itu, dia segaja mengulur-ulur waktu yang cukup lama untuk membuat Emelin menderita dan kesakitan saat itu.


'Kak Emelin tunggu disini, aku akan mencoba mencari bantuan diluar,'


'Ukhh... Ya, aku percaya padamu, Claudia. Aku akan menunggumu....'


Claudia kemudian meninggalkan Emelin yang kesakitan itu didekat tangga, sambil menahan senyum dan kebahagiaan dihatinya....


Akhhh....


Sangat senang melihat Emelin menderita seperti itu....


'Rasakan kamu Emelin!!!' pikir Claudia dengan senang.


Namun sayang sekali, sepertinya setelah dirinya pergi dari sana, sepertinya Suami Emelin datang dan menolong Emelin membawanya ke Rumah Sakit.


Setelah kejadian itu, Emelin menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dan menderita kesakitan disana untuk waktu yang cukup lama.


Walaupun rencananya untuk membuat Emelin keguguran gagal, namun melihat wanita itu meringkuk lemah di Rumah Sakit saat itu membuat Claudia sangat bahagia.


####


Bersambung