Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 174: Nasip Buruk


Kembali ke sehari sebelumnya, ketika kedatangan Polisi di Rumah Besar Keluarga Smith.


Alvan dan Cornelia yang tengah bertengkar tentu saja menjadi pucat setelah mendegar kabar ada polisi yang mencari mereka.


"Apa katamu? Kenapa Polisi mencari kami?" Kata Alvan dengan panik.


"Saya juga kurang tau, Tuan,"


"Hah, kamu benar-benar tidak berguna."


"Jadi bagaimana Tuan apakah Tuan berniat untuk turun?"


"Bilang kalau kami tidak ada!!" Kata Cornelia dengan panik.


"Namun saya sudah bilang kalau Tuan dan Nyonya ada, dan tengah memanggil kalian,"


Cornelia marah lalu mendorong pembatu itu sampai jatuh.


"Kamu itu bodoh sekali!!" Katanya kesal.


"Kamu itu apa-apa Cornelia!! Ini Pasti polisi-polisi itu mencarimu setelah tahu soal kejahatanmu yah keji ini!!" Kata Alvan dengan marah.


"Siapa yang keji Hah!! Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu bahkan lebih keji dariku? Kamu yang merencanakan pembunuhan Mertuamu!!"


"Cornelia!! Berhenti bicara omong kosong!! Dia meninggal karena penyakit jantungnya kambuh!!"


"Tapi siapa yang membuat penyakitnya kambuh? Bukankah itu kamu yang awalnya membuat masalah di Perusahaan Smith? Lalu, kamu tidak membawa Ayah Mertuamu itu ke Rumah Sakit dengan tepat waktu?"


"Cornelia jangan bicara omong kosong!! Kamu yang jelas membunuh Olivia namun sekarang malah menuduhku yang tidak-tidak hah?"


"Hah!! Lalu kenapa jika aku yang membunuh Olivia? Bukankah pada akhirnya kamu yang menikmati harta yang dia tinggalkan? Bagaimana dengan uang hasil Akusisi itu? Itu sangat besar! Jelas berkat jasa-jasaku ini kamu mendapatkannya!!"


"Kamu.... Kamu tidak ada urusannya uang-uang itu denganmu! Itu adalah aku yang berusaha keras mempertahankan Perusahaan Smith!! Semua uang itu milikku!!"


"Tidak!! Semua uang-uang itu milikku!!"


Mereka bertengkar hebat disana, jelas Claudia yang kebetulan tidur dikamar sebelah mendegarnya lalu masuk kedalam.


"Ayah? Ibu? Sebenarnya ada apa ini?" Kata Claudia kebingungan.


"Claudia!! Ibumu itu seorang Pembunuh!! Dia seorang penipu!!" kata Alvan dengan nada marah.


"Apa? Apa yang Ayah katakan??" Kata Claudia merasa kaget.


"Jangan dengarkan omong kosong Ayahmu ini!!"


Alvan yang begitu marah lalu langsung menampar Cornelia hingga terjatuh ke lantai.


"Kamu.... Kamu selama ini menipuku hanya demi harta??"


Claudia tentu saja membela Ibunya, dan membantu Cornelia untuk bangun.


"Ayah apa-apaan!! Apa uang Ayah lakukan pada Mamaku?"


"Claudia!! Kamu tidak tahu apa-apa soal masalah kami sebaiknya kamu tidak usah ikut campur!! Ini adalah urusan kami berdua!!"


"Itu Ayahmu berniat mengusir Mama dan mengambil alih semua harta Keluarga Smith seorang diri!!"


"Cornelia!! Jangan bicara omong kosong!!"


Pertengkaran mereka semakin menjadi-jadi, membuat Claudia menjadi binggung sendiri, merasa begitu furstasi kenapa kedua orang tuanya bisa bertengkar seperti ini.


Terlihat kalau ini adalah masalah serius.


Namun ketika mereka bertengkar itu, beberapa polisi masuk ke kamar itu.


Mereka curiga karena Pembatu Tidka kunjung turun, takut tersangka akan kabur, jadi mereka keatas.


Claudia menatap rombongan berseragam itu dengan panik.


"Ke.... Kenapa ada Polisi disini?"


Wajah Cornelia menjadi pucat, dia hendak lari karena takut, namun segera seorang polisi mencoba menangkapnya, dan memborgol tangannya.


"Cornelia Calleste anda di tangkap atas tuduhan pembunuhan berencana pada Olivia Smith," kata salah satu Pak Polisi itu.


"Pak!! Aku tidak bersalah!! Aku tidak melakukannya!!" Kata Cornelia mencoba memberontak.


"Maaf, Ibu harus kami tangkap sekarang, bukti-bukti sudah jelas. Keluarga Almarhum Olivia Smith yang melaporkan hal ini,"


"Bukti apa yang kalian miliki!!"


"Tidak!! Pak Polisi pasti salah!! Mamaku jelas tidak bersalah!" Kata Claudia mencoba membela Ibunya, dan mengandeng tangannya dengan erat.


"Hah!! Tangkap saja wanita ini!! Dia memang bersalah!!" Kata Alvan dengan kejam.


Cornelia menatap Alvan dengan pandangan marah.


"Alvan!! Kamu!!! Kamu tega!!"


"Siapa di antara kita yang lebih tega?? Kamu menipuku seumur hidupku!! Mempermainkanku seolah aku adalah bonekamu!!"


"Alvan!!! Kamu!!!"


"Alvan Smith, anda juga ditangkap atas dasar penggelapan dana dan penipuan,"


Deg


Sekarang Alvan yang menjadi kaku dan pucat mendegar kata-kata Pak Polisi itu.


"Penipuan dan penggelapan apa? Aku tidak melakukan apapun!! Siapa yang melaporkannya!!"


"Pagi ini kami mendapatkan laporan dari AX Investment setelah mereka memeriksa Laporan Keuangan Perusahan Smith mereka menemukan kejanggalan, adanya penggelapan Dana oleh Bapak Alvan yang membuat kerugian perusahaan! Mereka merasa dirugikan saat Akusisi ini, dan menuntut Bapak!! Belum lagi, setelah di periksa lebih lanjut, ternyata Hak Kepemilikan Bapak Alvan pada Perusahaan Smith ini tidak Syah!!"


Alvan yang pucat itu lalu berkata dengan panik,


"Pengelapan dana apa? Aku tidak melakukannya!! Dan Perusahaan Smith adalah milikku!! Milikku yang Syah!! Putriku sudah memberikan itu padaku!! Bagaimana itu bisa Syah?"


"Menurut surat-surat yang kami periksa, Bapak hanya berhak untuk mengelola Perusahaan itu namun tidak dengan hak miliknya, tanda tangan Emelin Smith yang memberikan Perusahaan pada anda tidak Syah karena sebenarnya Perusahaan itu di wariskan pada Putra Emelin Smith, Perusahaan itu milik Alexander Smith, dan sampai dia berumur delapan belas tahun tidak ada yang memindah tangankan Perusahaan itu!"


Alvan yang mendengar ini menjadi panik,


"Ba... Bagaimana bisa.... Lalu uang Akusisi.... Ini terjadi Akusisi karena Perusahaan hampir bangkut dan tidak bisa di tolong lagi selain dengan ini!!"


"Soal itu Bapak Alvan tidak usah khawatir, hal-hal itu AX Investment yang akan menurusnya sendiri dengan pemilik Syah, dan Uang Akusisi itu jelas adalah Hak dan Milik Pemilik Syah, itu akan di urus nanti. Sekarang Bapak juga ikut kami," kata polisi itu lalu juga memborgol tangan Alvan.


Dan tentu saja Alvan memberontak,


"Lepaskan aku!! Lepaskan!!"


Baik Alvan dan Cornelia dua-duanya menolak keras untuk ditangkap.


"Lepaskan!! Panggilan pengacaraku!!"


"Pak Polisi!! Pasti anda salah!! Tidak mungkin Ayah dan Ibuku melakukan semua itu!! Ini pasti fitnah!!" Kata Claudia dengan cemas dan ketakutan.


Dirinya juga menjadi panik setelah mendengar hal-hal yang dikatakan oleh Pak Polisi itu.


Bagaimana bisa harta milik Keluarga Smith yang sudah mereka dapatkan ternyata masih milik Emelin?


Bagaimana bisa!!


Ini...


Ini pasti ulah Emelin yang ingin balas dendam...


Emelin itu!!!!


Namun dia tidak mungkin sampai sejauh ini sendiri!


Ini pasti benar kata Isabella kalau ada orang yang mendukung Emelin dari belakang untuk menjatuhkan Keluarganya saat ini.


Lihat, itu bahkan membuat kedua orang tuanya yang kemarin sangat harmonis itu bertengkar dengan hebatnya, sampai-sampai Ayahnya ingin mengusir Ibunya!!


Ini pasti di rencanakan!!


Dan soal Akusisi.....


Ayahnya tidak pernah bilang soal hal-hal ini...


Dan ini aneh, untuk mengakusisi Perusahaan yang sepertinya saat ini hampir bangkut...


Jangan bilang...


AX Investment ini adalah seseorang yang mendukung Emelin dari Belakang!


Atau...


Siapapun itu yang mendukung Emelin dari belakang hingga dia bisa mengadu domba mereka!!


Sungguh sialan sekali itu, Emelin!! Awas ya kamu Emelin!!


"Ayah, Ibu kalian tenang saja, aku akan mencoba mencari cara agar kalian berdua bebas!! Aku akan segera menelepon Pengacara!!"


"Ya!! Kamu harus menyelamatku, Claudia! Bagaimanapun caranya!" Kata Cornelia dengan nada pasrah.


Mereka akhirnya di paksa mengikuti polisi menuju kedepan.


Di tarik dengan paksa, terutama Alvan yang masih terlihat memberontak itu.


Namun siapa yang tahu, begitu mereka sampai di depan, ada beberapa rombongan orang lagi.


"Rumah ini akan kami segel beseta barang-barang didalamnya semabagai barang bukti atas kejahatan Bapak Alvan,"


Mendengar itu mereka bertiga sekali lagi panik.


"Hey!! Kalian jangan lancang ini adalah Rumahku!!" Kata Alvan dengan marah.


"Kami hanya menuruti perintah dari atasan!! Semuanya segera bantu untuk mengambil membereskan baju-baju mereka bertiga, Rumah ini akan di segel dan di kosongkan, Nona Claudia Celleste anda harus segera pergi dari Rumah ini juga,"


Mendengar itu wajah Claudia menjadi semakin pucat.


"Ini tidak benar!! Kenapa aku di usir dari rumah ku sendiri?? Ini rumah milik Ayahku!! Kalian tidak bisa mengusirku!!"


Claudia terlihat memberontak, namun di pegangin oleh orang-orang yang menyita Rumah itu.


Cornelia dan Alvan masih disana bersama polisi menyaksikan bagaimana mereka mengambil koper untuk baju-baju mereka bertiga.


Claudia melihat bagaimana barang-barang di rumah itu mulai diberikan segel, dan hanya baju-bajunya saja yang satu kotak kecil yang di serahkan padanya.


"Perhiasan-perhiasanku!! Aku harus membawanya juga!! Kalian tidak bisa mengambilnya!!"


"Maaf, itu semua juga di segel sebagai barang bukti, beserta Mobil, kendaraan dan semua Aset milik Keluarga Smith,"


"Tidak!! Kalian tidak bisa melakukannya!! Itu semua barang-barang ku!"


"Pak Petugas, tolong bantu aku menyeret Nona ini keluar dari rumah ini!!"


Dengan itu, Claudia juga ikut diseret keluar dari Rumah itu, dengan koper kecil miliknya dan dia koper lainnya yang milik Ayah dan Ibunya.


Mereka bertiga tidak bisa menerima di perlakukan seperti itu!!


Mereka bertiga diseret keluar dari Rumah Keluarga Smith.


Namun tidak sampai di situ juga, ketika mereka keluar rumah, ternyata ada banyak Wartawan yang meliput!!


Meliput bagaimana Claudia di seret keluar dari Rumahnya, dan bagaimana Ayah dan Ibunya itu di seret oleh Polisi.


Banyak kamera merekam mereka, dan di suguhi berbagai pertanyaan,


"Nona Claudia saya dengar Ayah anda dan Anda menipu Nona Emelin sebelumnya apakah itu benar!!"


"Benar, kami dengar Ayah anda berkomplot untuk mengambil harta warisan milik Nona Emelin Smith? Apakah anda terlibat, Nona Claudia?"


Claudia yang menjadi silau karena kamera itu, menutupi wajahnya.


Melihat begitu banyak kamera yang merekam, dia merasa begitu malu.


Segera, dirinya menelpon taksi, dan menutupi wajahnya.


"Diam!? Kalian tidak tahu apa-apa!!"


Namun pada Wartawan itu cukup antusias dengan berita itu, bahkan mulai bertanya-tanya pada orang-orang yang menyegel rumah.


Beberapa juga ada yang mengerumuni Cornelia dan Alavan yang hendak di bawa ke mobil polisi.


"Pak Alvan apakah benar anda melakukan penipuan pada Putri Anda sendiri?"


Alvan menjadi pucat, dan menutupi wajahnya dengan tangannya.


Para Wartawan itu mengerumuni rumah itu, sampai-sampai mereka sudah untuk keluar dan menuju ke mobil polisi.


"Maaf, kalian jangan mengagu Tugas Kami, Silahkan pada minggir," kata petugas polisi.


Namun, namanya wartawan, mereka tetap mengerumuni mereka, dan hanya menyisakan sedikit jalan untuk mereka lewat.


Sampai Alvan dan Cornelia masing-masing berada di mobil polisi berbeda keluar dari gerbang, menyisakan Claudia yang masih di kerumuni orang-orang.


"Kalian minggir!!" Kata Claudia dengan emosi, namun para pencari berita ini tetap begitu agresif bertanya membuat Claudia merasa pusing.


Apa-apaan lagi semua wartawan ini!!


Bagaimana mereka bisa disini dengan timing yang begitu Pas!!


Ternyata apakah ini memang direncakan sejak Awal!!


Bagaimana bisa!!!


Pembantu di Rumah itu berusaha membantu agar Claudia tidak lagi di kerumuni, ketika taksi yang Claudia panggil datang.


Namun sangat naas, ketika Claudia hendak menuju Taksi itu, kakinya malah terpeleset, dan dia terjatuh di genangan air disana, membuat bajunya basah kuyup terkena lumpur.


Karena malam sebelumnya memang hujan disana, dan cuaca juga begitu mendung.


Tentu saja penampilan Claudia yah tersandung itu menarik minat wartawan, mereka tidak melewatkan kesempatan itu untuk memfoto Claudia yang menyedihkan itu di tanah.


Melihat dirinya di foto itu, Claudia begitu marah!!


Claudia benar-benar dalam suasana hati yang buruk!


Emelin awas saja kamu!! Aku akan membunuhmu!!!


Tapi bagaimana caranya?


Saat ini gerak geriknya di awasi!!


Claudia berada dalam dilema sekarang.


####


Bersambung