Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 124: Kemarahan Antony


Emelin begitu terpukul dengan kata-kata Antony.


"Aku... Aku tidak bermaksud...."


Rasa bersalah muncul dihati Emelin, Antony tidak lagi menangapi perkataan Emelin, fokus untuk segera menuju mobil untuk cepat-cepat membawa Alex ke Rumah Sakit.


Dan Emelin tentu saja mengikuti Antony dari belakang, sampai mereka sampai di mobil.


Di gendongan Antony, terlihat Alex pingsan disana, sudah tidak sadarkan diri, ini jelas membuat Emelin dan Antony langsung panik.


"Alex..."


Antony segera membuka mobilnya, menatap singkat kearah Emelin.


"Cepat masuk dan bantu aku membawa Alex."


Emelin terkejut melihat Antony masih mengijinkannya masuk dan boleh mengantar Alex ke Rumah Sakit.


"Aku... Aku bisa?"


Antony menghela nafas panjang, dan lalu berkata padanya,


"Kamu adalah Ibunya, cepat naik."


Tanpa banyak kata-kata, Emelin menerima Alex dalam gendongannya, lalu memangkunya di dalam kursi mobil.


Emelin melihat wajah kecil itu menjadi pucat saat pingsan.


Melihat wajah kecil itu sepertinya tengah menahan kesakitan, rasa frustasi muncul.


Antony sendiri langsung menaiki mobilnya, dan buru-buru menyalakan mobil.


Disepanjang perjalanan, tidak ada kata-kata yang keluar antara Emelin dan Antony.


Emelin fokus menatap Alex di pangkuannya, tiba-tiba perasaan begitu takut muncul.


Alex....


Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya....


Ini salahnya...


Dirinya tidak becus menjadi seorang Ibu...


Perlahan air mata Emelin muncul, dia menagis sambil terus mengelus Alex dalam pelukannya, berharap bisa membuat Alex merasa lebih baik.


Namun masih tidak ada jawaban dari si kecil yang kehilangan kesadarannya.


Untungnya, Rumah Sakit tidak jauh dari rumah mereka, mereka sampai kesana cukup cepat dan Alex segera dibawa ke Ruang ICU.


"Sebaiknya kalian tunggu di luar, kami akan segera memberikan pertolongan pada anak ini," kata dokter yang sedang bertugas, sambil membawa Alex kesalah satu ruangan gawat darurat disana untuk perawatan.


Antony dan Emelin iya bisa tutup di luar menunggu dokter menangani putra mereka.


Antony dan Emelin duduk berjauhan, dari ujung ke ujung kursi tunggu.


Emelin tidak punya wajah untuk berhadapan dengan Antony.


Karena dirinya yang membuat Alex sampai seperti ini.


Ini salahnya kenapa bisa Alex masih rumah sakit.


Dirinya adalah Ibu Alex, namun tidak tahu kalau Alex alergi Daging Kambing...


Kenapa dirinya begitu ceroboh dan bodoh?


Bukankah sebaiknya dari awal dinya tidak langsung asal masak?


Dirinya seharusnya depannya pada Antony soal hal-hal ini...


Hanya karena rasa gengsi, dirinya tidak bertanya dan asal memasak, dan akhirnya seperti ini.


Memikirkan kondisi Alex barusan membuat Emelin semakin merasa bersalah.


Apa yang harus dirinya katakan pada Antony?


Antony pasti marah padanya, bagaimana dirinya adalah Ibu yang tidak becus, ibu yang tidak berguna....


Air mata semakin banyak turun.


Berbagai pikiran negatif muncul dalam benak Emelin.


Apakah dirinya sekarang layak untuk menjadi seorang Ibu untuk Alex?


Apakah dirinya layak untuk bersama Antony?


Memikirkan hal-hal ini semakin kesini semakin menyakitkan.


Dirinya tidak tahu apa-apa soal mereka bahkan walaupun dirinya adalah Istri dan Ibu Alex.


Emelin semakin merasa dirinya tidak layak, tidak layak mendapatkan cinta mereka.


Keheningan terus berlanjut disana, tanpa dua orang itu saling bicara.


Antony lalu menatap kearah Emelin yang menagis disampaignya, tidak tahu harus bersikap seperti apa.


Ada rasa kemarahan didalam hatinya ketika melihat Emelin bisa tidak ingat bagaimana Alex alergi ini.


Antony marah bagaimana Emelin teledor, ini sudah ke dua kalinya seperti ini.


Ini mengiyakannya pada kejadian di masa lalu, salah satu hal juga yang membuat hubungan mereka dulu menjadi buruk.


Dulu Emelin juga pernah membawa makanan yang salah untuk Alex saat kecil, itu pertama kalinya semua orang tahu Alex Alergi daging kambing.


Antony marah bagaimana Emelin tidak ingat hal itu.


Padahal Alex jelas adalah Putranya sendiri...


Dan saat itu bahkan ketika Alex baru keluar dari Rumah Sakit, Emelin langsung pergi mengurus Karirnya itu di Dunia Hiburan.


Beberapa kata-kata tajam Emelin hari itu setelah Alex keluar dari Rumah Sakit, masih Antony ingat, seolah kejadian hari itu kembali dalam ingatannya,


'Emelin, jangan pergi, Alex baru saja keluar dari Rumah Sakit! Dia butuh kamu sebagai Ibunya!'


'Apa? Aku sudah merawat Alex selama satu minggu lebih di Rumah Sakit selama ini, aku tidak kemana-mana dan menjaganya selama ini! Tidakkah kamu tahu? Berkat itu banyak jatwalku yang harus ditunda? Sekarang Alex sudah Keluar dari Rumah Sakit, harusnya dia baik-baik saja,'


'Tapi dia masih membutuhkanmu sebagai Ibunya! Dia masih kecil, apalagi dia habis mengalami hal-hal ini, dan ini semua karena kamu!'


'Sekarang kamu menyalahkanku? Kamu juga tidak tahu kalau Alex Alergi hal itu!'


'Emelin! Kamu...'


'Apa? Sekarang aku pergi,'


'Apakah Karirmu itu lebih penting dari pada aku dan Alex, hah? Alex adalah Putramu sendiri!'


'Aku sudah cukup merawatnya! Apakah itu masih kurang? Dan ya, impianku di Dunia Hiburan sangat-sangat penting! Harusnya kamu tahu itu! Dan Kamu hanya Suami Bayaranku!!'


Saat itu Antony juga begitu marah karena Emelin pergi.


'Jika kamu pergi! Kamu tidak bisa lagi memintaku melakukan hal-hal yang kamu inginkan!'


'Apakah begitu yang kamu inginkan? Aku juga akan sibuk, tidak ada waktu untuk pulang,'


'Emelin! Kenapa kamu seperti ini?'


'Antony! Bukankah kamu yang aneh? Semua ada di Surat Perjanjian bagaimana kamu yang harus merawat anak itu,'


Itu adalah kata-kata pertengkaran mereka saat itu. Setelahnya, Antony mendiamkan Emelin, namun Emelin juga sibuk dan juga ikut mendiamkan Antony.


Saat itu, Antony juga jadi tambah sibuk setelah mengurus pengangkatannya sebagai CEO di Anderson Group, begitu pula Emelin yang semakin sibuk syuting diberbagai acara.


Hingga....


Tiga tahun lebih berlalu sejak saat itu, waktu yang begitu cepat berlalu...


Dalam tiga tahun lebih ini, dirinya dan Emelin lebih banyak diam dan tidak banyak bertemu, dan hanya bertemu ketika acara-acara penting, kembali hidup seperti orang asing.


Pedang Dingin tanpa akhir dan awal.


Tidak tahu bagaimana semua menjadi seperti itu.


Karena dari awal hubungan mereka memang seperti itu....


Padahal, awalnya hubungan mereka cukup baik saat itu, mereka lebih banyak menghabiskan malam bersama...


Hampir seolah bagi Antony, hari-hari itu akan berlangsung selamanya dimana Emelin tetap menjadi miliknya...


Hari-hari yang indah...


Namun sepertinya hanya dirinya yang mengagap itu indah.


Kemudian hal-hal buruk selalu saja terjadi.


Seolah-olah ada kekosongan dalam dirinya selama bertahun-tahun ini...


Dan sekarang ketika kekosongan itu perlahan terisi...


Jadi kenapa sekarang hal ini terjadi lagi?


Harusnya Emelin ingat...


"Emelin.... Kamu harusnya ingat... Karena ini kedua kalinya... Kenapa kamu tidak bisa ingat hal sepenting ini soal Putramu sendiri?" Kata Antony dengan nada dingin, dan penuh kemarahan disana.


Mendengar kata-kata Antony tiba-tiba, Emelin terdiam.


Dirinya sekarang mulai mengigat lagi kejadian dimasalalu.