Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 33: Rencana Makan Malam


Hari dengan cepat berlalu, saat ini adalah hari Minggu yang cerah.


Seperti jadwal sebelumnya, Antony dan Emelin yang merencanakan membeli sepeda, berjalan sesuai rencana.


Saat ini, Emelin tengah belajar naik sepeda dengan Antony.


Alex yang melihat Mamanya itu ternyata belum bisa menaiki sepeda tentu saja tertawa.


"Jadi, Mama tidak bisa naik sepeda?"


Mendengar ledekan dari Putranya itu, Emelin merasa sedikit malu.


"Mama bisa, Mama bisa. Coba nanti kita balapan!!"


Namun Emelin tidak mau kalah, dan terus berlatih sepedanya dengan Antony.


Walaupun beberapa kali dirinya sempat terjatuh, namun Emelin tidak menyerah.


"Emelin, hati-hati," kata Antony dengan cemas.


"Tidak apa-apa, aku sudah memakai alat-alat pengaman dan helm, juga memakai jaket tidak akan terluka,"


"Hah, kamu ini...."


"Ayo, Antony... Sekali lagi...."


Keluarga kecil itu terlihat sangat menikmati hari Minggu mereka dengan bahagia.


Sampai, tiba-tiba Antony mendapatkan telepon.


Melihat nama siapa yang ada di telepon itu, jelas Ekpersi Antony menjadi buruk.


Ini adalah nomor telepon Pamannya, Hansel Callisto.


Sungguh, mau apa lagi mereka menelpon?


Awalnya, Antony berniat untuk menolak nomor itu, namun dirinya tiba-tiba teringat soal hal-hal yang sebelumnya Pamannya bicarakan itu, soal barang-barang peninggalan Almarhum Mamanya.


Dengan malas, Antony lalu pergi sebentar dan duduk di kursi taman untuk mengangkat telepon.


"Hallo, Paman, ada apa?" Kata Antony mencoba bersikap sopan.


'Seperti janjiku sebelumnya, karena kamu sudah membuat Alissya bekerja di Perusahaanmu, aku akan memberikan salah satu barang penting peninggalan Almarhum Ibumu,'


Mendengar itu, Antony merasa sedikit senang,


"Ya, tentu saja,"


'Tapi....'


Antony juga tahu, pasti ini Pamannya ingin meminta sesuatu lagi.


"Ya? Ada apa lagi?"


'Ya... Kamu tahu, walaupun Alissya sudah bekerja namun dia belum menerima gajinya jadi.....'


"Paman, ingat, janji Paman sebelumnya, beberapa barang itu untuk membuat Alissya bekerja di Perusahaan,"


Tentu saja, Antony tidak bermaksud menuruti mereka dengan mudah, dan memberi uang kepada mereka.


Ini bukan masalah dirinya memiliki uang atau tidak.


Karena dirinya tahu, seperapa banyak uang yang dirinya berikan pada mereka, mereka tidak pernah akan puas.


Itulah sifat alami mereka sejak dulu.


Dulu ketika dirinya masih muda, dan disuruh untuk bekerja paruh waktu, hampir semua gajinya diambil oleh mereka.


Bahkan itupun, mereka masih meminta lebih, dan mengambil uang saku yang kadang di berikan oleh Kakeknya padanya.


Itulah kenapa, dirinya kadang menyembunyikan pekerja paruh waktunya dari mereka.


Mereka hanya bisa menghamburkan uang dan begitu serakah.


'Kamu ini, menjadi begitu pelit!! Aku tahu Keluarga Anderson itu Kaya Raya!! Jangan menipuku dengan dalih tidak punya uang! Aku tahu kamu selama ini membohongi kami padahal jelas kamu sudah bertemu dengan Ayah kandung mu yang begitu Kaya Raya itu namun kamu selalu bilang jika kamu miskin dan tidak punya uang! Apa-apaan itu! Bagaimana kamu bisa memperlakukan keluargamu sendiri seperti itu menipu kami selamat ini?'


"Bukannya begitu, aku tidak bermaksud menipu Paman, namun memang Keluarga Anderson tidak ingin kabar ini awalnya menyebar dulu, dan mereka masih ingin merahasiakan Identitasku, Kan Paman Tahu, Keluarga Anderson itu yahhh.... Seperti itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa jika itu keputusan mereka, jika aku melanggar mungkin posisiku dalam keluarga ini akan menjadi buruk,"


Tentu saja Itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh Antony.


'Jadi begitu, Keluarga Kaya memang terkadang sangat merepotkan. Tapi sudahlah, entah itu sudah lewat yang jelas, aku akan ke Rumah mu malam ini untuk Makan Malam serta memberikan barang peninggalan Ibumu itu,"


"Malam ini?"


'Ya, Aku akan datang bersama dengan Bibimu dan juga kedua Sepupumu, siapkan Makan Malam yang besar, sambut kami dengan baik,'


"Tapi Paman....."


'Tapi apa lagi, Hah? Jangan membuat Alasan!! Sambut kami dengan sopan!! Atau aku tidak akan menyerahkan peninggalan itu,'


"Baik, Paman Aku mengerti,"


'Bagus, dan siapkan barang-barang bagus juga sebagai oleh-oleh yang bisa kami bawa pulang,'


"Ya, Paman, aku mengerti. Jadi barang apa yang akan Paman berikan padaku?"


Foto kenangan soal Ibunya?


Jelas dirinya sangat ingin tahu.


"Ya, aku mengiginkannya,"


'Bagus, tunggu Aku dan Keluargaku nanti malam,'


Kemudian telepon itu pun berakhir.


Ekspresi wajah Antony jelas terlihat buruk.


Emelin yang melihatnya, tentu saja menjadi cemas.


"Ada apa sayang?"


"Pamanku menelepon,"


Setelah tahu soal Paman Antony tentu saja ekspresi Emelin sekarang juga menjadi buruk.


"Mau apa lagi sekarang pamanmu yang menyebalkan itu?"


"Dia akan memberikan beberapa barang peninggalan Almarhum Mamaku,"


"Tidakkah itu bagus Kamu akhirnya akan mendapatkan apa yang kamu mau,"


"Begitulah, mereka akan datang malam ini, memasakan agar kita menyiapkan Makan Malam mereka dan menyambut mereka dengan ramah, mereka juga akan mengajak dua sepupuku,"


Ekspresi Emelin kembali terlihat buruk.


"Apa? Itu terlihat merepotkan,"


"Memang aku sejujurnya tidak ingin makan satu meja dengan mereka namun mau bagaimanapun juga untuk sementara aku harus melakukan apa yang aku minta demi menjalankan rencanaku,"


"Ah, soal mengambil barang-barang itu dengan bantuan Sepupumu?"


"Ya itu benar sebentar aku akan mengirimkan pesan padanya, untuk mengawasi gerak-gerik Pamanku nanti ketika dia mengambil barang-barang Mamaku yang lain,"


"Itu terdengar seperti ide yang bagus,"


Dan begitulah Antony mulai mengirimkan pesan pada Alissya untuk membantunya.


Dan Alissya tidak keberatan sama sekali, mengikuti arahan Antony untuk mengetahui barang-barang itu di simpan dimana.


Antony juga minta untuk dikabari nanti.


Setelah itu selesai, dirinya segera berbicara pada Emelin.


"Hmm, semua beres."


"Sepertinya sepupumu ini cukup baik?"


"Ya, Dia adalah anak yang baik sayang sekali, orang tuanya seperti itu. Nanti ada baiknya jika kamu berkenalan dengan adik sepupu ini,"


"Tentu saja aku akan senang bisa mengenal adik sepupumu itu,"


"Ya, dan soal orang-orang lain yang datang nanti hanya.... Sebaiknya kamu tidak perlu terlalu memikirkan mereka...."


"Aku tahu maksudmu mereka Pasti sangat menyebalkan,"


Hari itu berjalan dengan cukup cepat, hingga malam akhirnya tiba.


Yaitu saat makan malam yang dijanjikan itu.


Untuk menyambut Pamannya itu, Antony memesan beberapa makanan Barat dari Salah Satu Restoran milik Keluarga Anderson.


Tidak, lebih tepatnya Dia menyuruh beberapa Koki profesional untuk datang.


Tentu saja awalnya dirinya tidak berniat melakukan hak-hak ekstra ini namun jika nanti dirinya menyambut dengan setengah-setengah dan menyinggung Paman atau Bibirnya itu, Siapa yang tahu kalau mereka malah membuat masalah lebih baik untuk mencari amannya saja.


Lagipula, nanti adik sepupunya Alissya datang, setidaknya ini untuk menyambut sepupunya itu.


Alex yang baru selesai mandi itu, ketika melihat Ruang Makan tentu saja menjadi heran.


Karena ada banyak menu yang sudah ada di meja makan.


"Papa, Papa... Kenapa ada begitu banyak makanan di Meja Makan?" Tangannya dengan heran.


"Nanti akan ada beberapa Tamu datang,"


"Tamu? Siapa itu?"


Antony binggung bagaimana menjelaskannya, karena mungkin Alex akan kesal jika tahu orang yang datang adalah orang-orang yang membuat masalah tempo hari.


Memikirkan soal Perasaan Alex, dan nanti dirinya takut jika Paman dan Bibinya malah membuat masalah pada Putranya, Antony berpikir,


"Nanti sebaiknya Alex di kamar saja,"


Emelin yang baru saja datang dan mendegar diskusi mereka, lalu ikut berkata,


"Tidak usah. Kamu tidak usah khawatir, Alex akan baik-baik saja, aku yang akan memastikan jika Paman dan Bibimu itu tak akan bisa berbuat macam-macam di rumah ini,"


"Baiklah jika menurutmu begitu,"