Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 171: Mengambil alih Perusahaan Smith


Sore itu, di ruang rapat Perusahaan Smith, tengah di adakan sebuah pertemuan penting.


Disana, ada beberapa anggota Direksi, dan juga CEO Perusahaan Smith, juga perwakilan dari AX Investment.


Hari ini akan dilakukan serah terima dan tanda tangan peresmian dari Akusisi Perusahaan Smith.


Alvan yang saat ini sudah tiba diruangan merasa sangat senang sekali, akhirnya dirinya akan mendapatkan banyak uang, dan bebas dari segala macam hutang!!


Dengan semua uang ini, dirinya pasti bisa membangun Perusahaan baru, apalagi Uang yang ditawarkannya untuk Akusisi ini sangat besar, lebih besar dari pada yang dirinya kira mengigat saat ini Perusahaan tengah dalam keadaan Krisis dan memiliki hutang yang cukup banyak.


Entah apa pikiran Investor kali ini, namun dirinya tidak peduli sama sekali soal itu.


Yang penting hasil penjualan Perusahaan Smith ini, akan membuatnya semakin kaya.


"Pak Presdir akhirnya datang, silahkan periksa dulu soal surat kontraknya, dan uangnya akan kami transfer kira-kira sekitar besok sore, karena kami juga akan memeriksa kelengkapan dan proses legalitas balik nama Perusahaan,"


Alvan lalu mengambil surat kontrak itu, di bantu oleh Asistennya mulai membacakan isi kontraknya satu persatu.


Alvan menilai tidak ada yang salah dengan isi kontrak ini, sampai ada suatu pasal yang membuatnya tiba-tiba kaget.


"Ini? Perusahaan Smith beserta semua Afiliasi nya? Apakah ini termasuk CLA Entertainment?"


"Itu benar, itulah kenapa kami memberikan harga yang tinggi bukan? Ini termasuk Perusahaan itu, jadi satu, lagipula Saham Terbesar dari CLA Entertainment kan milik Smith Group, jadi tentu Perusahaan itu juga termasuk dalam Akusisi ini, dalam perhitungan nilai Perusahaan sebelumnya juga CLA Entertainment termasuk aset Smith Group,"


Alvan baru memberhatikan ini, lalu sedikit terdiam.


Namun kemudian dirinya juga ingat seberapa besar Kerugian yang ditimbulkan oleh CLA Entertainment, toh lagipula selama memiliki cukup uang, dirinya bisa membuat Perusahaan lagi, tidak perlu terlalu pusing, biarkan mereka mengambil CLA Entertainment sekalian, mungkin Putrinya akan sedikit marah, namun ini tidak ada pilihan lain bukan?


Lagipula nilai Akusisi ini sangat-sangat besar, kalau hanya karena CLA Entertainment ini dirinya menjadi ragu, ini akan sangat merugikan, lagipula CLA Entertainment juga masih baru, tidak masalah untuk melepaskannya sekalian.


"Baiklah, saya cukup sejutu saya rasa itu masuk akal," kata Alvan dengan nada penuh keyakinan.


Perwakilan dari AX Investment lalu tersenyum,


"Baik, sangat baik jika Bapak setuju, kami senang,"


Tidak lama setelahnya, Alvan lalu tanda tangan surat-surat itu, dan memberikannya pada Perwakilan AX Investment.


Mereka lalu mulai berjabat tangan dengan akrab sebagai bukti kerja sama ini.


"Kami senang atas berjalannya kerja sama ini," kata perwalian itu.


Alvan dengan antusias juga menjawab,


"Saya juga sangat senang dengan kerja sama ini, saya harus mengucap Terimakasih pada CEO kalian, kalau boleh tahu kenapa CEO kalian tidak hadir?"


"Bapak Alvan tahu sendiri, CEO kami merupakan orang penting dan sangat sibuk dimana-mana, saya harap bapak mengerti kenapa beliau tidak dapat hadir,"


"Owh, jadi begitu. Baik-baik, saya titip salam saja kepada Pak Presdir kalian,"


"Tentu saja akan kami sampaikan, pada Pak Presdir."


"Soal transfer uangnya,"


"Bapak tenang saja, jika sudah beres masalah legalitas dan pengurusan balik nama ini, saya akan segera mentransfer uangnya ke pada Bapak,"


"Baik, baik sekali lagi terimakasih,"


Akhirnya perwakilan itu pergi, dan rapat itu di bubarkan.


Hari itu, Alvan pulang lebih cepat dan segera mengabari Cornelia soal hal itu.


"Jadi semuanya sudah beres?"


"Benar, dan besok seluruh uangnya bisa di transfer,"


Mendengar kabar itu, Cornelia menjadi sangat senang.


Akhirnya, suaminya ini sedikit berguna dan bisa mendapatkan uang.


Dirinya juga mendegar seberapa banyak uang yang akan mereka dapatkan dalam proses Akusisi ini.


Uang-uang ini pasti tidak akan habis, apalagi Alavan bisa memulai bisnis baru dengan Uang-uang itu, tidak perlu lagi bermasalah dengan utang-utang dan Perusahaan bermasalah seperti Perusahaan Smith itu!!!


Akhirnya setelah ini hidup akan lebih mudah, dan dirinya bisa mulai membeli banyak perhiasan baru, dan tidak lagi di bayang-bayangi harus memakai perhiasan Olivia Smith itu, toh semua sudah di jual gara-gara Alvan yang membayar utang.


"Sangat bagus, sayang."


"Kita harus memberi tahu Claudia soal ini juga,"


"Kenapa buru-buru? Sebaiknya Besok saja sebagai kejutan,"


Untuk mendapatkan lebih banyak hati Alvan, Cornelia mulai mengodanya malam itu, dan mereka menikmati malam yang indah dan panas setelah sekian lama, sambil menantikan uang-uang yang akan mereka dapatkan besok.


####


Malam sangat cepat berlalu, hari ini Alvan memiliki pagi yang indah dan tidak harus pergi ke kantor.


Jadi dia bangun agak cukup siang, lalu menatap Istrinya yang masih tidur cukup pulas.


Alvan menatap lekat wajah Cornelia itu, tiba-tiba teringat sesuatu.


Untuknya, Cornelia adalah cinta pertamanya, satu-satunya cinta dalam hidupnya, memang dalam segi cantik, Istrinya ini cukup biasa-biasa saja, wajahnya tidak selembut dan secantik milik Olivia.


Sayang sekali, Olivia itu begitu jahat seperti itu yang sampai berani menjebaknya, dan memalukan berbagai trik kotor. Sedangkan Cornelianya, selalu begitu penyayang dan bahkan sudah melewati begitu banyak hal-hal sulit karena Olivia itu.


Mengigat mending Istrinya itu, hanya memberikan perasaan tidak nyaman pada hati Alvan.


Dia segera bangun, dan pergi mandi, ingin segera jalan-jalan menghirup udara segar.


Namun saat dia bersantai di ruang tamu, tiba-tiba dirinya mendapatkan sebuah kiriman.


"Dari siapa ini?" Tanya Alvan pada Pembantu di rumahnya,


"Saya kurang tahu, Tuan. Ini hanya tertulis ditujukan untuk Tuan Alvan, mungkin nanti didalamnya, Tuan bisa tahu siapa pengirimnya?"


Alvan penasaran dengan isi kotak itu, lalu segera membukanya.


Disana ada sebuah alat perekam, dan ada sebuah catatan,


'Jika anda ingin tahu, tentang siapa sebenarnya Istri Anda Cornelia, segera bukan rekaman ini, anda akan tahu wajah Asli dari Istri Anda, Tuan Alvan,'


Alvan kaget sejenak dengan isinya,


Apa maksudnya?


Ini pasti omong kosong lainnya, wajah asli istrinya seperti apa?


Tidak ada yang lebih tahu dari dirinya soal Cornelia itu seperti apa.


Namun dengan perasaan penasaran, akhirnya Alvan memutar rekaman itu.


Dalam rekaman itu, ada suara Istrinya Cornelia,


'Apa maumu? Kenapa kamu masih berani menghubungiku? Bukankah aku sudah bilang untuk pergi jatuh dari kota ini Hah?'


'Cornelia, aku hanya ingin meminta sedikit uang tambahan,'


'Uang tambahan apa, Hah? Aku sudah memberikanmu uang begitu banyak dulu!!!'


'Tapi itu sudah habis Cornelia, lagipula saat ini kamu bisa menjadi Istri Tuan Alvan berkat bantuanku, kita yang merencanakan soal pembunuhan Nyonya Olivia Smith sehingga kamu bisa masuk kedalam Keluarga itu,'


'Diam aku bilang! Itu sudah masalalu!! Tidak ada uang lagi untukmu,'


'Jika kamu tidak memberikan saya uang, saya akan membeberkan kejahatanmu pada semua orang, bahkan Tuan Alvan juga tidak tahu bukan soal kematian Istrinya dulu?'


'Hah? Kamu jangan macam-macam, kamu pikir Alvan itu peduli dengan Kematian Mendiang Istrinya itu? Dan lagi sekarang Ayah Wanita sialan itu juga sudah mati!! Kamu pikir ancamanmu itu berguna sekarang?'


Lalu rekaman sempat terhenti, lalu ada sebuah suara yang sama seperti suara wanita yang diajak bicara oleh Cornelia.


'Semua dalam percakapan itu benar... Aku dan Cornelia adalah teman lama, Cornelia memang seperti itu, dia selalu terobsesi dengan laki-laki kaya dan selalu mencoba mendekati mereka sejak lama. Aku kadang sering membantunya, sampai suatu saat dia akhirnya berhasil mendapatkan slash satu laki-laki kaya impiannya, yaitu Tuan Alvan. Dari awal kedekatan kalian, itu semua sudah direncanakan, dan kejadian di Villa saat Tuan Alvan mabuk itu, itu semua adalah Rencana Cornelia untuk bisa tidur dengan Tuan Alvan. Tuan Alvan bisa percaya atau tidak, itu terserah, namun rekaman diatas adalah bukti nyata, dari beberapa tindakan yang Cornelia lakukan, dia hanya mengiginkan Uang Tuan Alvan,'


Rekaman itu lalu berkahir.


Alvan yang mendengarkan rekaman itu tidak bisa mempercayai apa yang barusan dirinya dengar!!


Jadi Cornelia selaman ini hanya mengiginkan hartanya saja?


Tidak, tidak hanya itu, dia bahkan menjebak dirinya?


Lalu, soal malam yang dia lakukan dengan Olivia...


Itu bahkan hasil jebakan miliknya?


Bahkan kematian Olivia...


Apakah semuanya sudah direncanakan dari awal?


Dan dirinya semalam ini hanya seperti boneka bodoh yang masuk dalam perangkapnya, dan memantuhi perintahnya selama ini?


Alvan kembali mengigat semua kejadian yang dirinya alami dalam hidupnya bersama Cornelia...


Jadi itu semua hanya kebohongan....


Semuanya adalah kebohongan...


Dengan keadaan marah, Alvan lalu kembali ke kamar, dan mulai melabrak Cornelia.


Dan pertengkaran keduanya pun dimulai dengan sengit.


"Cornelia itu!! Berani sekali dia mempermainkanku!!"


"A.. Apa maksudmu, Alvan? Aku tidak mengerti?"


"Kamu jangan lagi berpura-pura didepanku!!"


Alvan lalu memutar rekaman yang dirinya dapatkan, dan itu membuat Cornelia pucat.


"Aku.... Aku bisa jelaskan...."


"Cukup!! Ini semua sudah jelas!! Aku tidak mengira kamu bisa Setega ini.... Kamu bahkan berani menipuku selama ini!! Apakah ku senang melihat aku benar-benar jatuh pada perangkapmu selama ini dan menjadi mainan dalam permainan mu??"


Alvan yang begitu marah itu, lalu menyeret dan menampar Cornelia.


Semua perasaan marah dan kekecewaan muncul...


Bisa-bisanya...


Orang yang paling dirinya percayai melakukan hal-hal ini dibaliknya...


Memanipulasi hidupnya seperti ini.....


"Kamu!! Kamu Keluar Dari Rumahku!! Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!!!"


"Kamu berniat mengusirku? Kamu jangan sok suci!! Kamu pikir kamu tidak bersalah? Kamu juga sudah menipu Istri dan Anakmu sendiri selama ini!! Aku juga memegang semua kejahatanmu!! Kamu tidak bisa sewenang-wenang padaku!!"


"Cornelia kamu!!!"


Emosi Alvan benar-benar meledak.


Dan tepat ketika mereka masih bertengkar, ada suara ketukan pintu depan rumah mereka


Pembantu di Rumah Alvan tentu membuka pintu itu dengan kaget melihat orang-orang yang datang, lalu langsung berlari ke lantai atas, memberi tahu majikannya.


"Tuan dan Nyonya.... Ada Polisi yang mencari kalian berdua didepan,"


####


Bersambung