Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 51: Kemunculan CEO Anderson Group


Malam itu, pesta masih berlangganan cukup meriah, semua tamu undangan datang satu demi satu.


Dan ketika jam sudah menunjukkan pukul 20:00 WIB, Pesta itu resmi dimulai.


Pembawa acara disana, mulai berdiri ditengah podium, dan menyapa para hadirin, dan mulai membacakan susunan acara hari ini.


Yang membuat semua orang cukup terkejut adalah tentang sambutan yang akan di laksanakan oleh CEO Anderson Group.


Mereka cukup terkejut mendengar kalau CEO Misterius ini akhirnya menunjukan wajahnya didepan Publik untuk pertama kalinya.


Raka yang mendengar semua orang disekitarnya berbisik dan begitu bersemangat menantikan kehadiran sepupunya itu terlihat kesal.


"Apa yang baik soal orang itu? Kenapa semua orang begitu heboh, itu hanya melakukan sambutan,"


Disana, Isabella yang memang berada didepan Raka, menatap Raka dengan heran.


Ya, seperti gosip yang beredar, sepertinya hubungan antara dua orang Tuan Muda Keluarga Anderson itu cukup buruk?


"Hahaha, semua orang hanya penasaran itu saja, karena dia tidak pernah menunjukkan namanya didepan Publik dan hanya beberapa orang saja yang tahu."


"Dia menyembunyikan wajahnya karena dia jelek," komentar ketus Raka.


Mendengar kata-kata Raka barusan, membuat Isabella bertanya-tanya, apakah itu benar?


Dirinya juga cukup penasaran dengan Tuan Muda ini, namun bagaimana kalau memang penampilannya cukup buruk?


Awalnya dirinya memang tertarik untuk mencoba dekat dengannya, namun kalau penampilannya cukup buruk.....


Tidak, yang paling penting dia kayak bukan?


Lihat bahkan ada Raka Anderson didepannya yang memiliki penampilan cukup tampan, sepertinya Keluarga Anderson diberkahi dengan penampilan yang baik, lilhat saja CEO sebelumnya, mereka juga memiliki penampilan yang cukup tampan, mungkin ini hanya omong kosong Raka saja?


Raka sekitar tiga tahun lebih muda darinya.


Untuk beberapa alasan, dirinya merasa Pria didapannya ini sedikit menunjukan sikap kekanakannya.


Dia memiliki rumor yang buruk, bagaimana tentang kelakuan nakalnya selama ini.


Pantas saja, seperti Ketua Anderson Group, atau Kakek Raka ini terlibat begitu kecewa untuk menjadikan orang itu sebagai Ahli waris, dan mencoba mencari seseorang lainnya yang lebih kompeten, dan seperti CEO yang saat ini, yah walaupun belum tentu juga akan jatuh ke tangan siapa warisan-warisan itu.


"Aku rasa tidak begitu,"


Melihat wanita didepannya itu sepertinya juga membela Antony, Raka menjadi kesal.


Cih, sudah di duga dari selingkuhan sepupunya itu.


Coba dirinya tahu siapa Istri Sepupunya itu, pasti saat ini dirinya akan meneleponnya.


Lihat!!


Lihat kelakuan suamimu dibelakangmu!


Mungkin nanti jika ada beberapa gambar bagus, dengan mereka berdua, dirinya akan mengambil foto.


Sebenarnya di pertemuan ini, dilarang untuk membawa ponsel, semua ponsel sudah di titipkan ke penjaga keamanan depan, namun siapa yang berani memeriksa Tuan Muda Keluarga Anderson sepertinya?


Tentu saja dirinya menyelinap dan menyembunyikan ponsel.


Ini adalah hal-hal sederhana, dulu ketika masih Sekolah, di Sekolah selalu dilarang untuk membawa ponsel, namun tentu saja itu tidak berlaku untuk dirinya, yang selalu bisa menyembunyikan ponsel.


Mengingat kemampuannya sendiri, Raka seperti dalam mood yang baik.


Diatas panggung, akhirnya orang yang ditunggu-tunggu muncul.


Seorang Pria mengenakan setelan jas hitamnya, dan mengenakan sebuah kacamata berbingkai hitam, muncul dari belakang podium.


"Selamat Malam semuanya. Saya selaku CEO Anderson Group mengucapkan Terimakasih atas kehadiran kalian semua dalam acara ini."


Itu adalah sambutan pertama dari Antony yang berdiri di podium.


Beragam ekspresi muncul diwajah para Audiens. Beberapa cukup melihat kalau CEO itu cukup muda dan tampan.


Memang, semua Keluarga Anderson seperti itu, benar-benar darah Keluarga yang tidak terbantahkan.


Namun ada seorang wanita tertentu yang sangat terkejut melihat penampilan dipanggung.


Isabella sempat menjauhkan gelas yang dipegangnya karena terkejut.


'I... Itu... Itu bukanlah Antony? Bagaimana bisa?'


Isabella sungguh terkejut melihat kalau CEO Misterius itu sebenarnya adalah Antony, mantan Kekasihnya.


Isabella tidak pernah berpikir kalau Antony sebenarnya adalah Putra dari Keluarga Anderson yang Kaya Raya itu.


Memang, setahunya, Antony pernah bercerita kalau dirinya tidak tahu siapa ayahnya, namun untuk berpikir kalau Ayahnya bagitu Kaya Raya seperti itu...


Bukankah itu sebuah jeckpot?


Tiba-tiba ada rasa penyesalan kecil ketika dirinya ingat, dulu putus dengan Antony.


Memang, setelah bertahun-tahun, dirinya juga tidak begitu bisa melupakan orang itu.


Antony memang cukup tampan, namun saat itu kekurangan terbesarnya adalah dia miskin.


Namun lihat sekarang!?


Antony adalah salah satu calon pewaris Perusahaan Besar!!


Putra dari Konglomerasi Kaya Raya!!


Dan lagi masih belum terlambat sekarang.


Senyuman licik muncul diwajah Isabella.


Dirinya harus mendapatkan Antony lagi disisinya.


####


Semua orang mulai bertepuk tangan, dengan diluncurkannya Produk baru itu.


Disana, saat ini yang memotong pita adalah, Calon Brand Ambassador untuk Produk ini, yaitu Isabella Owen, bersama dengan CEO Anderson Group, yaitu Antony Callisto.


Saat ini tangan mereka saling memegang gunting untuk melakukan pemotongan pita.


Isabella sesekali melihat Pria tampan disisinya ini.


Memang, walaupun waktu berlalu Pria disampingnya ini tetap tampan.


Dia telah benar-benar tumbuh dewasa dan menjadi sosok Pria Dewasa yang mengoda.


Dirinya sudah kenal dengan Antony ini sejak di Sekolah Menengah Pertama.


Dulu dia hanyalah anak nakal kecil dan pemberontak yang selalu diganggu oleh teman-temannya, namun perlahan-lahan dia tumbuh dewasa.


Tumbuh semakin dewasa, membuat wajahnya yang awalnya kecil itu, berubah menjadi sosok yang tampan.


Dan setelah tujuh tahun berpisah, melihat Antony lagi benar-benar terasa nostalgia.


Setelah tepuk tangan berakhir, mereka melepaskan gunting itu dan diberikan pada asisten disana.


Disini, Isabella masih menatap wajah Antony, membuat Antony yang ditatap merasa risih, namun dia tidak terlalu memikirkannya untuk menjaga Image, tetap memasang wajah datar seperti biasanya.


Sampai mereka berdua turun panggung, Antony yang awalnya berniat pergi dicegah oleh Isabella.


Dia memegang tangan Antony untuk mencegahnya pergi.


Tatapan mereka bertemu.


"Kenapa buru-buru? Mari kita berbicara dulu sebentar,"


"Ada banyak hal yang harus aku urus,"


"Apakah ini soal peluncuran produk baru ini? Aku yang akan menjadi Brand Ambassador produk ini, namun masih ada beberapa hal yang membuatku penasaran dengan produk ini yang ingin aku tanyakan,"


"Tentang apa itu?"


"Bagaimana kalau kita duduk dulu di kursi disana?"


Memang, dirinya sudah kenal dengan Antony untuk waktu yang cukup lama sebelum mereka berpisah.


Antony memang bukan tipe orang yang suka banyak bicara, dan hanya bicara seperlunya saja, dan tentu dirinya tahu bagaimana cara membuka percakapan yang baik dengan orang ini.


Sebuah senyuman muncul diwajah Isabella, mencoba menarik perhatian Pria didepannya.


Ketika mereka berjalan, ada seorang pelayan yang terlihat membawa sebuah gelas berisi minuman dan berniat menyajikannya.


Dengan Kakinya, Isabella menjegal pelayan itu hingga dia hampir terjatuh dan menumpahkan sedikit minuman kepakaian Antony.


"Ah, ya ampun, apa yang kamu lakukan? Astaga, Antony apakah kamu tidak apa-apa?"


Disana, Isabella memarahi Pelayan itu, dan menyuruhnya segera pergi, lalu mengambil saputangan, lalu berusaha membersihkan sedikit jas Antony yang basah.


Jarak antara mereka sekarang sangat dekat, sepintas Isabella bisa mencium aroma maskulin yang wangi dari Pria didepannya ini.


Isabella pura-pura sedikit tergelincir hingga dia jatuh ke pelukan Antony.


"Ah... Maaf...."


Antony lalu mulai sedikit mendorongnya Isabella menjauh.


"Tidak apa-apa, aku bisa membersihkan sendiri ini bukan masalah besar,"


Setelah sedikit membersihkan itu, Antony tidak terlalu mempermasalahkannya, dan mereka lalu berjalan menuju tempat duduk yang direncanakan.


"Aku cukup terkejut melihat ternyata Ayahmu berasal dari Keluarga Anderson?"


"Banyak hal yang terjadi,"


"Bukankah dulu kamu cukup penasarannya dengan Identitas Ayahmu? Kamu sekarang senang bukan?"


Dua orang itu mulai bercakap-cakap dengan akrab, Isabella selalu bisa mencari topik pembicaraan dan membicarakan kenangan-kenangan hangat ketika mereka masih bersama dulu.


Disisi lainnya, tanpa dua orang itu sadari, sedari tadi ketika mereka turun dari panggung, ada seseorang yang mengamati mereka.


Orang itu memfoto dan mengabadikan momen mereka berdua, melihat bagaimana mereka bergandeng tangan dengan mesra, lalu sekarang berpelukan mesra seperti itu.


'Owh astaga, ini benar-benar foto yah bagus, aku akan mengirimkan ini ke Istri Sepupuku itu.'


Pikir Raka dengan wajah licik.


'Ah, tapi aku tidak tahu siapa Istrinya, hmm tapi setidaknya aku tahu Alamat Antony tinggal? Bagaimana kalau mengirimkan Foto Perselingkuhan ini dengan nama Anonim ke Rumahnya?'


Memikirkan sebuah ide berlian ini membuat Raka sangat senang.


Sangat menyenangkan melihat Sepupunya yang menyebalkan itu menderita.


Biar saja rumah tangganya hancur, salah sendiri mata jelalatan tergoda dengan wanita diluar sana.


Raka rasanya ingin tertawa melihat rencananya yang sangat bagus ini.


Dia mulai membayangkan begitu banyak plot dalam kepalanya.


Dan kalau hal-hal berantakan dalam Keluarga Sepupunya itu sampai pada Kakeknya, bukankah Reputasi Sepupunya ini akan hancur?


Memang, tukang selingkuh memang harus sadar tampatnya.


####


Bersambung