Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 79: Rasa Rindu (Part 1)


Malam itu, seperti biasanya, Antony pulang lembur dari kantornya.


Masih banyak hal yang harus dirinya urus, baru sekitar pukul sepuluh malam, Antony tiba di rumahnya.


Ketika membuka pintu rumah, disana gelap, hanya tersisa sedikit cahaya remang-remang dari lampu malam.


Suasana rumah begitu sepi, seolah tidak ada penghuninya.


Antony mulai memikirkannya, memang awalnya dirinya terbiasa pulang larut malam seperti ini.


Namun belakangan ada seseorang yang akan menyambut pulang, dan menyapa 'Selamat Datang,' sangat menghagatkan hati.


Orang bilang, hal-hal terasa penting ketika sesuatu itu hilang.


Memang hal-hal sederhana bisa menjadi seperti ini.


Dengan wajah lesu, Antony lalu pergi ke kamarnya, dan mandi.


Tidak lama sampai dia selesai mandi, setelah berganti piyama tidur, dan melihat kearah tempat tidur yang terlihat sepi dan dingin, perasaan Antony sedikit rumit.


"Sebaiknya tidur di kamar Alex,"


Dengan itu, Antony lalu menuju kamar Alexander, memasuki kamar mungil dari Putranya itu.


Melihat lampu kamar itu hanya tersisa lampu tidur, dan saat ini ditengah tempat tidur kecil itu terbaring seorang anak kecil, tertidur pulas, dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya.


Antony sedikit tersenyum melihat Putranya itu, mengelus ringan Alex, namun tiba-tiba mata yang tertutup erat itu terbuka.


"Papa? Papa sudah pulang?" Kata Alex setengah sadar yang baru terbangun dari tidurnya.


"Ya, Papa pulang. Kamu terbangun?"


"Hmm, tidak juga. Sebenarnya Alex tidak bisa tidur."


"Kenapa?"


"Alex merasa kesepian. Tadi makan malam, Alex sendirian, tidak ada Papa atau Mama...."


"Maafkan Papa ya, hampir lupa kalau kamu sendirian di rumah, lain kali Papa akan pulang tepat waktu untuk makan malam bersamamu,"


"Benarkah Pa? Bukankah Papa sibuk?"


Antony tersemyum lalu duduk disamping Alex.


"Tentu saja tidak. Pekerjaan tidak sepenting Alex, Papa akan mengurusnya nanti."


"Tentu saja, Alex sedih Mama pergi jadi tidak ada yang menemani Alex, Papa juga sibuk."


"Papa benar-benar minta maaf, oke?"


"Kali ini Alex maafkan."


"Anak baik," kata Antony lagi sambil memeluk tubuh kecil Alex.


Mendapatkan pelukan hangat Antony lalu Alex mulai bertanya,


"Tumben Papa ke kamar Alex?"


"Sedikit sepi di Kamar Papa, jadi Papa ingin tidur disini bersama Alex,"


Alex mengaguk patuh, kemudian merasa mengerti sesuatu.


"Ah, pasti Papa rindu dengan Mama bukan?"


Antony terdiam sejenak, lalu memikirkannya....


Jadi begitu....


Perasaan yang mengagunya selama seharian ini...


Apakah dirinya merindukan Emelin?


"Ya mungkin saja,"


"Alex juga sangat merindukan Mama, tapi sayang sekali Mama belum bisa ditelepon seharian ini,"


Antony lalu teringat kalau lokasi tempat Emelin syuting sedikit susah sinyal.


"Disana sepertinya susah sinyal."


"Begitukah? Ah sayang sekali, padahal Alex setidaknya ingin mengobrol dengan Mama,"


"Mamamu sudah berjanji bukan? Besok pasti dia akan meneleponmu, kamu tunggu saja,"


"Benarkah?"


"Ya. Tunggu saja. Jadi mari kita tidur dulu sekarang,"


"Baik Pa."


Sepasang ayah dan anak itu lalu mulai tertidur dengan perasaan masing-masing, merindukan seseorang yang penting dalam hidup mereka tanpa sadar.


####


Malam cepat berlalu, dan matahari kali ini mulai menunjukkan cahaya baru sekali lagi.


Emelin yang terbangun berkat jam Alarm miliknya, lalu mulai terbangun setelah mematikan alram.


Ketika Emelin terbangun, ada sedikit perasaan kosong dalam hatinya, seperti ada sesuatu yang kurang.


Di pagi hari, dirinya terkadang akan terbangun dalam pelukan hangat seseorang, rasa pelukan yang sangat nyaman yang akan selalu membuat Emelin jatuh tertidur lelap.


Emelin, mau tidak mau mengakui jika dirinya juga sedikit merindukan Antony.


Merindukan pelukan hangatnya, dan sosoknya yang tertidur lelap disampingnya ketika malam hari.


"Aku rasa nanti ketika ada waktu senggang, aku akan pergi mencari sinyal untuk menelepon Alex,"


Kemarin karena baru hari pertama Syuting, Emelin begitu sibuk disana, berkat orang-orang menyebalkan yang membuat masalah dengannya, dan memperlambat proses syuting ini.


Diri kemarin mencoba bersabar untuk menjaga beberapa image yang dirinya miliki, bagaimanapun juga dirinya tidak ingin dikenal memilikirkan Temperamen yang buruk seperti Claudia itu yang kabarnya dia sering marah-marah di lokasi syuting dan banyak maunya.


Terkadang juga ada beberapa gosip ringan dari beberapa Staff di Dunia Hiburan, tentang bagaimana sekarang Claudia menjadi sedikit berubah, dan sering marah-marah tidak jelas di tempat syuting.


Amit-amit kalau dirinya sampai punya reputasi tambahan seperti Caludia sialan itu...


Memikirkan kalau sekarang sifat Asli Claudia yang memiliki tempramen buruk itu akhirnya terungkap.


Ya, nanti di waktu luang dirinya juga akan mulai mengumpulkan beberapa gosip soal Claudia.


Dan ada beberapa hal lagi yang perlu dirinya umumkan kehadapan publik....


Ini soal Claudia yang ternyata adalah Saudara dengan Ayah yang sama dengan nya!!


Wow!!


Bukankan ini akan menjadi skandal yang Pas untuk menjatuhkan Claudia sialan itu?


'Claudia Calleste ternyata Anak Simpanan dari Hubungan Gelap Pemimpin Smith Gruop yang Baru!'


Bagaimana dengan judul headline yang bagus itu?


Bagaimanapun itu adalah hal nyata dan tidak perlu ditutup-tutupi lagi, semua orang harus tahu bahwa petinggi Keluarga Smith itu yang sekarang tidak ada yang benar.


Juga soal skandal Keluarga Smith juga harus dibongkar ke Publik.


Sukur-sukur kalau itu menyeret sampai harga sahamnya hancur!!


Harta warisan dari Kakeknya itu....


Kalau dirinya tidak bisa memilikinya lagi, lebih baik hancur.


Ini memang kesalahannya di masalalu, apa lagi yang bisa dirinya lakukan?


Sesuatu yang tidak bisa dimilikinya memang sebaiknya hancur saja....


Enak saja mereka asik-asikan mengunakan Uang Kakeknya!!


Tapi Emelin juga merasa bersalah dengan Kakeknya....


Namun apakah ada jalan lainnya untuk mendapatkan kembali Perusahaan?


Mungkin besok kalau dirinya ada waktu dirinya akan mencoba menemui Pengacara Keluarga atau sesuatu, mungkin ada jalan?


Setahu Emelin, Pengacara Keluarga adalah orang Kepercayaan Kakeknya....


Memikirkannya, sekarang Emelin jadi pusing sendiri.


Baik, mari sebaiknya bersiap-siap dulu, untuk syuting film.


Dirinya bisa mulai pempubikasikan kebenaran ini jika dirinya menjadi lebih berpengaruh dan lebih terkenal agar orang-orang ada dipihaknya.


Dan film ini bisa menjadi batu loncatan untuk hal-hal tersebut.


Kali ini dirinya tidak akan mudah tertipu lagi...


Namun orang-orang masih suka begitu licik...


Tidak pernah mengira sifat tersembunyi manusia bisa sampai segitunya.


Lebih baik, untuk tidak menambah musuh kalau bisa di tempat syuting ini.


Dan mencoba mengklarifikasi beberapa rumor, walaupun itu akan sedikit susah.


Emelin hanya bisa menghela nafas, kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi pagi dan bersiap-siap untuk syuting hari ini.


Ketika tiba di lokasi syuting, terlihat seperti sebelumnya para kru sudah bersiap di sana.


Beberapa artis sudah datang, Emelin lihat wajah yang familiar juga.


Sepertinya Pemeran Utama Pria akan mulai syuting juga hari ini?


Hanya untuk sekedar basa-basi Emelin lalu mengapa orang itu.


"Selamat pagi,"


"Selamat pagi juga,"


Itu hanya sapaan ringan satu sama lain hanya sapaan kesopanan kemudian mereka berdua segera berpisah.


Namun hanya dengan beberapa kata-kata dan tersenyum itu ada beberapa orang yang merasa kesal, dan masih ingin membuat masalah.


Ketika syuting di mulai, ada seseorang yang ingin mengunakan Trik seperti sebelumnya pada Emelin, namun Emelin sudah waspada dan berhati-hati.


'Orang-orang licik harus diberi pelajar dengan hal licik juga,'