Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 83: Wanita Pengoda (Part 2)


Isabella membuka pintu ruangan Antony dengan tenang, bersama dengan dua kotak bekal makan siang di tangannya.


Rencananya, dirinya akan makan bersama dengan Antony disini.


Ini juga akan membuat mereka kembali lebih dekat.


Dan lihat!


Antony terlihat tidak masalah dan ingin bertemu dengannya juga, terlihat walaupun dia kata Sekertaris itu sedang sibuk, Antony masih meluangkan waktu untuk bertemu dengannya.


Astaga, ini adalah hal yang baik!!


Begitu memasuki ruangan itu, Isabella menyapa Antony yang masih duduk di kursi kerjanya.


"Selamat siang Antony,"


Sedikit mengalihkan perhatiannya, Antony menatap Isabella sekilas.


"Kamu bisa duduk di sofa dulu,"


"Terimakasih,"


Dengan sopan, Isabella duduk di sofa itu, dan tidak lama setelahnya, Antony juga berjalan kearahnya dan duduk di sofa itu.


Begitu Antony duduk dia hendak ingin mengatakan sesuatu,


"Aku ingin mengatakan padamu sebaiknya...."


Namun bahkan sebelum Antony selesai bicara, Isabella yang tidak peka itu sudah memotong kata-katanya.


"Antony, coba tebak apa yang aku bawa?"


Isabella lalu meletakan sebuah Tas berwarna biru di atas meja, lalu mengeluarkan dua kotak bekal disana.


Antony menatap dua kotak bekal itu dengan penuh tanya, lalu bertanya dengan ragu,


"Ini...."


Dengan ramah dan sambil tersenyum, Isabella lalu menjawab,


"Ini aku buatkan untukmu. Aku tahu kamu pasti begitu sibuk, dan mungkin tidak sempat untuk makan siang, jadi aku membawakanmu makan siang,"


Setelah mendegar perkataan Isabella, Antony hanya terteguh sebentar karena dirinya tiba-tiba saja teringat dengan Bekal buatan Emelin.


Karena Emelin sibuk belakangan, Emelin tidak lagi membawakannya bekal, apalagi sekarang Emelin berada di luar kota, dan tidak mungkin membuat bekal untuknya.


Dirinya juga jadi ingat, bagaimana nasip tragis salah satu bekal makan siang buatan Emelin yang dibuat kacau oleh Sepupunya itu.


Memikirkannya, itu membuat Antony semakin rindu dengan masakan Emelin.


Telepon masih bisa, namun tidak bisa merasakan masakan Emelin lagi.


Sayang sekali.


Ekspresi terteguh itu hanya sekilas, dan Antony kembali dari lamunannya setelah memikirkan Emelin, kembali memasang wajah dinginnya lalu berkata pada Isabella,


"Tidak perlu repot-repot,"


Isabella masih tersenyum ceria, lalu berkata,


"Tidak repot sama sekali,"


Isabella juga lalu membuka kotak bekal makan siang itu, disana ada cumi goreng tepung dan udang, hal-hal kesukaan Antony.


Isabella tahu kalau Antony sangat suka masakan laut, karena dulu sepertinya dia hidup cukup susah, dan tidak pernah memakan masakan laut yang mahal, jadi ketika Isabella mengajaknya dulu ke salah satu tempat makan seafood, Antony selalu menyukainya.


Dirinya juga pernah masak-masak dirumah dulu dan mengundang Antony datang, dan Antony bilang sangat menyukai masakan buatannya.


"Lihat, aku membuat makanan kesukaanmu, kamu dulu sangat menyukainya bukan?"


Masih dengan wajah dinginnya, Antony hanya menatap sekilas pada masakan Isabella.


"Itu dulu, hanya masalalu,"


"Kamu harus mencobanya juga, aku membuat banyak, mari kita makan siang bersama,"


"Isabella, aku bilang kamu tidak perlu repot-repot. Kamu bisa memakannya sendiri diluar nanti tidak perlu disini,"


"Eh? Kenapa? Apakah ada yang salah dengan makanan ini! Ini enak, kamu harus mencobanya,"


Isabella mengabil sandok, lalu berniat menyuapkannya pada Antony.


Melihat tingkah Isabella membuat Antony kesal, dia menepis tangan Isabella.


"Kamu tidak ingin?" Tanya Isabella dengan ekpersi binggung.


Seharusnya tidak seperti ini rencananya.


Seharusnya, Antony akan merasa sangat senang dan akan tidak sabar untuk memakan bekal buatannya.


Namun kenapa Antony begitu bersikap dingin?


Apakah ini hanya sikap malu-malu?


"Aku tidak lapar sekarang,"


"Tapi tapi ini sudah jam makan siang, mari makan bersama. Kamu tidak boleh sampai makan tepat, nanti kamu sakit maag,"


"Apakah aku akan sakit itu bukan urusanmu. Dan Isabella, aku tidak ingin kamu menjadi begitu akrab seperti ini denganku,"


"Tapi kenapa? Bukankah hubungan kita memang akrab?"


"Kita tidak lebih hanya sekedar kenalan."


"Tapi... Tapi..... Dulu kita...."


"Itu hanya masalalu. Dan sekarang kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Lagipula dulu kamu yang meminta kita untuk putus, hubungan kita sudah lama berkahir."


"Tapi bukankah kita masih bisa memperbaikinya?"


"Isabella, hubungan kita sudah hanya menjadi masalalu, aku tidak ingin kamu mengungkit-ungkit ini lagi,"


"Antony kenapa kamu seperti ini? Tidakkah kamu ingin memperbaiki hubungan yang kita miliki dimasa lalu?"


"Aku sudah bilang, itu hanya masalalu. Kita sudah berakhir. Jadi berhentilah bersikap sok akrab denganku dan terus datang ke tempat ini."


Isabella tidak mengerti tentang hal-hal yang barusan dirinya dengar dari Antony.


Kenapa Antony menjadi seperti ini!!


Bukankah seharusnya Antony masih mencintainya?


Kenapa?


Kenapa??!!


Ini tidak sesuai degan rencananya!!


Mencoba mengembalikan ekspresinya tetap tenang, Isabella lalu bertanya


"Tapi aku ingin kembali memperbaiki hubungan kita, apakah itu salah?"


"Itu salah. Hubungan kita sudah lama berakhir,"


"Kamu... Antony apakah kamu marah karena aku pergi ke Luar Negeri?"


"Bukankah seharusnya kamu yang paling tahu kenapa kita dulu putus? Ke Luar Negeri hanya alasan untukmu bukan?"


Isabella mulai memikirkan masalalu.


Wajahnya sedikit pucat.


Memang, pergi keluar Negeri dulu hanya menjadi alasan saja, saat itu dirinya sempat terpikat dengan salah satu senior kaya di kampus, jadi dirinya minta putus dengan Antony dengan alasan dirinya akan segera Ke Luar Negeri.


Namun, apakah Antony tahu?


Bukankah hubungan antara dirinya dan Kakak Senior itu tidak diketahui oleh banyak orang?


Hanya beberapa teman dekat yang tahu l.


Memikirkan ini, Isabella menjadi pucat sendiri.


Lagipula Kakak Senior itu hanya bermain-main dengannya, dan tidak benar-benar serius menjalin hubungan dengannya.


Hal itu membuat Isabella benar-benar malu dan akhirnya benar-benar pergi ke Luar Negeri.


Dan benar-benar meninggalkan Antony.


Tiba-tiba sekarang, memikirkan itu...


Bahkan ketika di Luar Negeri, hubungan yang dirinya jalani tidak pernah berhasil.


Anak-anak kaya itu hanya suka bermain-main, tidak kurang dan tidak lebih.


Terkadang, dirinya pernah mengalami penyesalan dan ingat soal Antony.


Walaupun Antony tidak kaya seperti mereka, namun perasaan yang Antony miliki untuknya selalu begitu tulus.


Antony benar-benar mencintainya dari lubuk hatinya.


Antony yang dulu selalu perhatian dan sangat peduli padanya.


Antony juga selalu berusaha membelikan kado ulang tahun yang selalu dirinya inginkan walaupun itu akan agak mahal.


Dia yang selalu berusaha keras untuknya...


Seorang laki-laki yang setulus itu....


Jadi ketika bertemu kembali dengannya, ada perasaan yang sedikit tersisa dihatinya.


Kata orang, ketika telah kehilangan sesuatu, orang itu akan menyadari betapa pentingnya itu.


Memang, Isabella mengalami ini sendiri.


Begitu menyesal mengakhiri hubungan mereka dulu.


Sangat susah mencari seseorang yang begitu tulus mencintai dirinya seperti Antony.


"Aku... Aku minta maaf."


"Toh itu semua sudah lama berakhir. Tidak perlu lagi diungkit-ungkit."


"Kamu memaafkanku?"


Wajah ceria sedikit muncul di wajah Isabella.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan karena semua sudah berakhir. Hubungan kita sudah benar-benar berakhir!"


"Antony kamu.... Kamu pasti hanya masih marah padaku kan? Antony aku sungguh minta maaf...."


"Sudah aku bilang, itu hanya masalalu! Apakah kamu tidak paham juga Isabella?"


"Baik, jika itu hanya masalalu. Aku akan mengerti. Jadi bagaimana jika kita membuka lembaran baru?"


"Tidak ada yang seperti itu. Aku sudah menikah."


Isabella tidak percaya dengan apa yang berusan dirinya dengar.


"Menikah? Kamu pasti bohong bukan?"


"Aku mengatakan yang sebenarnya."


Isabella terdiam.


Tidak paham dengan situasinya ini.


Bukankah harusnya Antony mencintai dirinya?


Dan sejak kapan Antony menikah?


Jelas kabarnya, kalau CEO Anderson Group itu masih singel dan belum menikah.


Jika memang sudah menikah, pasti semua orang akan tahu jika Antony memang sudah menikah.


Jadi bagaimana bisa semua orang tidak tahu kalau Antony sudah menikah?


"Antony! Aku tahu kamu mengatakan ini agar membuat aku kesal kan?"


Antony benar-benar tidak mengerti bagaimana berburusan dengan Isabella ini.


"Isabella, kamu tolong lebih sadar. Tidak ada yang seperti itu, aku sudah menikah, dan kita tidak lagi punya hubungan apapun, cepat sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan kesini lagi."


"Tapi Anthony...."


"Dan bawa bekal-bekal itu. Itu tidak ada gunanya lagi. Aku tidak akan memakannya,"


Isabella sekarang mencoba mendekat kearah Antony yang sudah berdiri dan hendak kembali ke meja kerjanya, mencoba memeluknya dari belakang.


"Lepaskan!!" Kata Antony menepis pelukan Isabella itu, membuat Isabella terhuyung-huyung kebelakang.


"Sudah tidak ada gunanya, Isabella. Tolong kamu paham. Sebaiknya kamu segera pergi dari sini,"


"Tapi aku masih mencintaimu.... Antony...."


Antony lalu memencet tombol khusus diponselnya untuk menyuruh Sekertarisnya masuk.


Sekertaris itu masuk dengan sigap.


"Bawa wanita ini keluar sekarang,"


Dengan perasaan yang begitu senang, Sekertaris itu dengan senang hati berniat menyeret Isabella keluar.


Isabella sendiri masih begitu keras kepala tidak ingin keluar.


"Aku kamu dasar sekertaris sialan!!"


"Maafkan saya, Nona saya masih akan bersikap sopan. Anda ingin keluar dari sini dengan damai atau perlu kekerasan?"


"Antony!! Kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini!!"


Antony disisi lain mengabaikan Isabella itu, dan kembali kemeja kerjanya, sambil memberi kode agar sekertaris nya mengurusi Isabella ini.


Terlalu melelahkan harus berurusan dengan nya lagi.


Isabella saat itu akhirnya mengalah dan memutuskan untuk pergi.


"Lepaskan! Aku bisa pergi sendiri." Kata Isabella lagi dengan nada yang cukup angkuh.


Dengan itu, Sekertaris itu mengantar Isabella keluar.


Memang, wanita sombong ini layak mendapatkan perilaku seperti itu dari Pak Presdir!!


Apaan yang bersifat seperti seolah dia itu adalah istri dari Pak Presdir benar-benar menyebalkan!


Setelah melihat Isabella memasuki lift, ini bukan lift khusus petinggi, ini lift pegawai, Isabella sekali lagi dipaksa mengunakan lift itu.


Setelah melakukan tugasnya dengan baik, Sekertaris itu kembali ke ruangan dan melaporkannya kepada atasannya itu.


"Saya sudah mengantarkan nya keluar."


"Baik. Lakukan tugas itu dengan baik."


Lalu sekertaris itu melihat ada beberapa kotak bekal di atas meja depan sofa diruangan Antony.


"Bagimana dengan kotak bekal ini?"


"Kamu bisa melakukan apapun dengan kotak bekal itu. Silahkan di bawah keluar aku tidak ingin melihatnya."


"Baik Pak."


Dengan itu Sekertaris itu membawa kotak bekal itu keluar dari ruangan.


Dan saat ini kedamaian akhirnya kembali ke ruang kerja Antony.


Antony hanya bisa berharap hubungannya dengan Isabella itu sudah benar-benar berakhir, dan wanita itu akan mengganggunya lagi di masa depan.


Jika sampai tersebar beberapa gosip aneh tentang dirinya, dan sampai Emelin sampai tahu beberapa gosip aneh dirinya takut kalau Emelin akan salah paham.


Tapi syukurlah masalah seperti itu belum terjadi.


Semua sudah dilakukan sebelum masalah itu muncul.


####


Bersambung


####


Yey Dobel Up 🥰🥰🥰


Karena kalian bangitu semagat, ini dobel UP nya ya 🤣🤣🤣


Semoga kalian menyukainya.


Terimakasih atas dukungannya selama ini, baik dari gift, vote, like dan komentarnya, selalu membuat aku lebih semangat,


Sangat senang kalian bisa menikmati cerita ini, 😆😆😆