Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 146: Wanita tidak tahu malu (Part 1)


Saat ini Emelin mulai menyapa beberapa teman lainnya, dia bersama dengan Lia dan Risya, dan beberapa teman lainnya mulai pergi ke rombongan angkatan bawah mereka.


Tentu saja, mereka menuju ke Kelas Raka, karena memang rombongan kelas Emelin dan kelas Raka, dulu sering menghabiskan waktu bersama untuk bermain-main.


Sejak setelah Raka mengantarkan Emelin ke rombongan Antony, Raka sudah kembali dan mengobrol asik dengan teman-temannya sendiri.


"Kak, Emelin akhirnya datang," sapa salah satu teman Raka.


"Hallo juga, Zio. Sudah lama tidak bertemu."


"Benar sekali, Kak. Kak Emelin saja yang sering menghilang,"


"Ah ya, jadi Zio apa kamu tahu seorang gadis yang Raka tunggu-tunggu?"


Zio menatap Raka, dan muncul keisengan untuk mengodanya.


"Astaga, jadi begitu jadi begitu. Sekarang aku mengerti kenapa Tuan Muda ini begitu sangat bersemangat untuk mengadakan acara Reuni, jadi apakah dia menunggu gadis itu?"


Raka yang diledek itu lalu menjadi marah,


"Zio!! Berhenti bicara omong kosong, dan Kak Emelin juga, berhenti mengodaku, hpmh,"


"Ya ampun, Raka benar-benar memiliki orang yang dia taksir?" Tanya Lia dengan antusias.


"Kak, Lia jangan dengarkan omong Kosong Kak Emelin dan Zio."


"Kamu tidak perlu malu-malu, Raka."


Raka lalu bersembunyi di belakang Riysa berpura-pura takut.


"Kak Risya, lihat mereka benar-benar meledekku, sungguh menyebalkan."


Risya lalu tertawa,


"Raka, kamu sepertinya tidak pernah berubah dari terakhir kali bertemu,"


"Ah, iya aku sampai lupa belum mengucapkan Selamat pada Kak Riysa soal Kehamilan Kakak, wah akan ada Keponakan baru ini, eh iya Mana Kakak Ipar kok dia belum datang?"


Emelin lalu baru ingat sesuatu, dirinya belum tahu soal suami Riysa!!


"Hey, Hey, soal Kakak Ipar ini siapa dia? Risya kamu belum memberitahuku,"


"Kak Emelin belum tahu? Itu Lo, Kak dulu teman Les privat Risya yang kadang suka bermain dengan kita, saat itu Kak Risya dan dia kan satu kampus lalu.... Ah... Begitu cinta," kata Raka sambil tertawa.


"Dia? Anak yang terlihat cukup pendiam itu? Dia benar-benar bersama Risya sekarang, ya ampun aku benar-benar tidak mengiranya lo,"


Risya menjadi malu ketika cerita cintanya dengan suaminya di ungkit.


"Bukan hanya aku saja kan? Lihat Emelin ini, pada akhirnya dia menikah dengan Cinta Pertamanya, astaga...."


Raka yang belum tahu kabar ini tentu saja kepo.


"Cinta Pertama Kak Emelin? Bukankah ini di Katakan Cinta Pertama yang bertepuk sebelah tangan pada Kakak tingkat itu? Identitas Misterius orang itu Suami Kak Emelin? Astaga....."


Wajah Emelin langsung memerah karena malu, lalu segera berkata,


"Ka... Kalina jangan membicarakan omong kosong itu!!"


"Pfffff.... Ya ampun, Kak pantas saja ketika aku tanya bagaimana Kakak bisa menikah dengan Suami Kakak itu, Kakak tidak mau cerita, jadi ini kisah pengejaran Cinta Pertama yang awalnya bertepuk sebelah tangan itu, Ah~ Cinta Pertama yang awalnya aku kira Cinta yang tidak bisa digapai itu, ternyata membuahkan hasil,"


"Ukhhh... Aku sendiri juga baru menyadarinya hari ini, Akhh.... Memikirkannya membuatku sangat malu," kata Emelin lalu langsung menutup wajahnya dengan tas.


Lalu disela-sela obrolan itu, Raka menarik Emelin kesamping, dan membisikan sesuatu,


"Kak Emelin, Suami Kakak itu kemana?"


"Aku menyuruhnya untuk kembali menghabiskan waktu dengan teman-teman lamanya, kurasa dia memang perlu untuk bersenang-senang juga,"


"Ukhh, Kakak ini bagaimana sih? Bagaimana kalau Isabella-Isabella itu mencoba merayu suami Kakak lagi?"


"Ayolah, aku sudah memperkenalkan diriku dengan Jelas kepada semua teman Sekelasnya, dan bahkan menunjukan seberapa baik hubungan kami dihadapan semua orang, jika Isabella itu masih begitu terang-teranga mencoba mendekati Antony dihadapan taman-tamannya itu, bukankah dia tidak tahu malu?"


"Kakak benar, jika dia berani mencoba dekat-dekat Suami Kakak dan mulai kecentilan, pasti teman-teman sekelas yang lain juga akan sadar,"


"Tepat sekali, harusnya dia masih punya malu untuk tidak mengoda suamiku sekarang, apalagi semua teman sekelas tahu hubungan mereka dulu,"


Raka lalu menjadi ingat sesuatu,


"Namun, Kak bagaimana jika Isabella itu memang tidak tahu malu dari awal?"


"Hah, memang Isabella itu terlihat tidak tahu malu. Sebelumnya aku denger kalau pengamalan cinta Antony itu tidak begitu baik, aku bisa melihat kalau sepertinya Isabella pasti sudah meninggalkan Antony dengan cukup kejam, aku melihat sepertinya dia mulai kembali mendekati Antony karena Antony sekarang Kaya,"


"Memang, kok, Kak. Aku juga merasa begitu, wanita model begitu pasti yang di incar adalah Uang apa lagi?"


"Sahabat tepat sekali. Dulu dia meninggalkan Antony karena Antony saat itu dari Keluarga miskin, namun sekarang Apa? Giliran tahu kalau dia Putra dari Keluarga Anderson, duh matanya langsung ijo, dan dangan berani masih mencoba mendekati Antony, sungguh tidak tahu diri,"


"Hahaha... Aku cukup setuju. Isabella itu memang terlihat hanya menyukai uang dan posisi Suami Kakak saja,"


"Memang."


"Jadi Kakak beneran tidak kesana sekarang? Menyusul Suami Kakak?"


Emelin lalu tersenyum, dan berkata dengan yakin,


"Setelah mengenal Suamiku lebih dekat, aku memilih Percaya padanya, aku yakin dia bukan tipe laki-laki seperti itu, aku percaya kalau dia tidak akan macam-macam,"


"Wow, Kak Emelin benar-benar sangat so sweet sekali,"


"Kamu ini, Raka apa-apa sih. Dan tentu saja sebagai seorang Istri aku harus percaya padanya, aku yakin Antony benar tidak apa-apa,"


"Tapi Kak Emelin, kalau memang Kakak percaya dengan Suami kakak, itu tidak masalah, namun Isabella-Isabella itu kan tidak bisa dipercaya? Apa yang coba dia lakukan, kita tidak pernah tahu."


"Aduh, Raka kenapa kamu malah membuatku kahwatir sih? Kan aku malah jadi kepikiran, padahal ya niatku baik, sepertinya Antony suamiku sangat jarang bertemu teman-temannya karena begitu sibuk, sekarang selagi ada kesempatan, aku ingin dia juga bersenang-senang, ihhh tapi memang ada Isabella sialan itu sih!!"


"Aku mengerti maksud Kak Emelin, tapi...."


Salah satu teman Raka dan Emelin yang melihat dua orang itu saling berbisik-bisik menjadi penasaran.


"Kalian ini hayo sedang berbisik-bisik apa?"


Emelin dan Raka yang asik bicara itu tentu saja kaget.


Raka mencoba mengalihkan pembicaraan, memikirkannya topik pembicaraan.


"Apa kami tidak membacarakan apa-apa," kata Emelin ragu, ya kalik dirinya bercerita kalau membahas suaminya yang mungkin sedang digoda oleh orang?


"Tidak ada, hanya membicarakan soal Keponakan yang lucu, Alexander tidak diajak Kak?" kata Raka mencoba mencari pembicaraan lain.


"Aku sekarang memikirkannya, lebih baik memang mengajak Alex saja ya? Setidaknya dia bisa diandalkannya untuk menjaga Papanya, sungguh kenapa aku tidak mengajaknya saja? Ah?"