Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Side Story 4: Pemakaman Keluarga Callisto (Part 2)


Memang sejak gagal melakukannya dua hari lalu, Emelin dan Antony merasa meyerah, karena Alex yang baru saja sembuh dari sakit itu benar-benar menjadi sangat manja. Juga, saat ini tidak bebas juga melakukannya.


Nanti kalau Alex sudah cukup sembuh dan tidak mengakali trauma berkat kejadian itu, dirinya dan Antony akan memberikan pengertian.


Namun untuk saat ini, solusi terbaik adalah Bulan Madu berdua dulu, agar dirinya dan Antony benar-benar bisa fokus untuk...


Memikirkan hal-hal memalukan ini membuat wajah Emelin memerah sendiri.


"Kamu terlalu banyak berpikir. Namun mungkin saja, nanti Alex mau di bujuk? Aku akan mengosongkan jatwalku mulai Senin, sungguh aku sebenarnya juga tidak sabar,"


"Aku... Juga tidak sabar," kata Emelin secara refleks, mendegar kata-kata sendiri yang terlalu terus terang itu, membuat Emelin merasa malu sendiri, jadi dia langsung berlari keluar dari Dapur, membuat semacam alasan,


"Aku sebaiknya segera memanggil Alex datang, supaya masakanmu tidak dingin,"


Melihat Istrinya itu masih malu-malu, Antony hanya bisa tertawa kecil.


####


Ketika Alex tiba di bawah, Antony sudah menyiapkan semangkuk bubur ayam di meja.


Mencium harumnya saja membuat Alex merasa sangat kelaparan.


"Woah... Bubur Ayam... Ini terlihat sangat enak," kata Alex dengan semangat.


"Ya, ini memang terlihat sangat enak," kata Emelin.


"Tentu saja, ini buatanku. Ayo mari pada di coba,"


Alex yang sudah sangat penasaran itu segera mengambil sendok dengan semangat.


"Hati-hati, Alex ini masih panas, mana coba Mama bantu tiupkan agar agak dingin,"


Alex pun menurut, menunggu Mamanya menyuapinya.


Alex terlihat sangat menikmati masakan Antony itu.


Melihat wajah gembira Alex, tentu saja Antony merasa sangat senang.


Dirinya lalu melihat sepertinya Emelin sibuk menyuapi Alex sampai-sampai lupa tidak memakan buburnya sendiri, padahal sebelumnya Emelin sudah mengeluh sangat lapar.


Hmm, Emelinnya memang Ibu yang baik.


Tiba-tiba sebuah ide muncul dalam benak Antony, Antony segera mengambil sendok, meniup isinya, lalu menyuapkannya pada Emelin.


Emelin yang melihat sendok didepannya itu, segera memasukannya kemulutnya.


Lalu, dirinya merasakan sensasi bubur ayam yang gurih dan lembut itu, tekstur rasanya yang sangat pas di lidah.


"Ini benar-benar enak. Apakah kamu menemukan resepnya sendiri? Ini bahkan lebih enak dari Bubur Ayam tempat aku biasa beli,"


"Ini adalah resep dari Almarhum Mamaku,"


Mendengar kata-kata itu, tentu saja Emelin terteguh.


Antony sepertinya tidak terlalu banyak membicarakan soal Mamanya.


Suasananya menjadi cukup sedih ketika Antony mulai membicarakannya.


"Mamamu sungguh hebat dalam memasak,"


"Ya, Mamaku sangat hebat."


Alex yang mendengarkan juga menjadi kepo sendiri,


"Mamanya Papa? Apakah itu berati itu Nenek Alex? Nenek Alex seperti Apa, Pa?"


Antony tersemyum, lalu berkata,


"Nenek Alex sangat baik hati dan lembut,"


"Alex jadi ingin bertemu dengan Nenek Alex,"


"Kamu tidak bisa, Nenek Alex berada di tempat yang jauh sekali sama seperti Kakek Buyut Alex,"


"Begitu? Pasti sekarang Nenek bersama dengan Kakek Buyut benar?"


"Ya, mereka bahagia disana."


Melihat suasana meja makan sepertinya menjadi sedikit suram, Emelin mencoba mencari bahan pembicaraan.


"Ah, ya Alex kamu jadi mengijinkan Papa dan Mama pergi?"


Ekpersi Alex menjadi cemberut,


"Papa dan Mama tidak mengajak Alex,"


Antony lalu menambahkan,


"Hmm, ini demi calon adik Alex, kamu di rumah sebentar saja? Ijinkan Papa dan Mama pergi sebentar, nanti setelah kami pulang, Papa janji akan lebih sering memasak makanan kesukaan Alex, juga memasak Bubur Ayam enak seperti ini,"


Anak kecil selalu memiliki sifat yang polos, Alex menatap bubur ayam enak di depannya, dan memirkan soal calon adiknya yang lucu.


"Emm, Papa dan Mama boleh pergi, tapi jangan lama-lama ingat?"


Antony lalu tersenyum dan mengelus rambut Alex,


"Tentu saja, ini tidak akan lama."


Kemudian mereka kembali menikmati sarapan dengan santai.


####


Sore itu, Antony akhirnya mengajak Alex dan Emelin untuk pergi ke pemakaman Ibunya.


Di tempat itu juga, ada Makam untuk Kakeknya berada.


Bisa di bilang itu juga merupakan Arena Pemakaman Keluarga Callisto.


Ketika mulai memasuki arena pemakaman, perasaan Antony menjadi sedih, teringat akan Almarhum Kakeknya juga Ibunya.


Melihat Antony menunjukan ekpersi yang terlihat sedih itu, Emelin mengegam tangan Antony, untuk memberikan kekuatan padanya.


"Tidak apa-apa, Antony. Sekarang kamu memiliki aku dan Alex, kamu tidak lagi sendiri."


"Hmm, kamu benar, Emelin. Aku memilikimu,"


"Ada di ujung sana, sedikit masuk kedalam,"


"Biar aku saja yang membawa bunga itu," kata Antony mengambil Buket Bunga dari tangan Emelin.


Emelin lalu membiarkan Antony membawanya.


"Ini bunga Lily?"


"Ya, Mamaku selalu menyukai bunga seperti itu,"


"Hmm, aku memikirkannya, sepertinya Mamaku juga menyukai bunga Lily,"


"Begitukah? Ini cukup mengejutkan bagaimana mereka menyukai bunga yang sama,"


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Mamaku bilang dia suka bunga Lily karena Temannya juga menyukai bunga Lily, alasan aneh bukan?"


Ketika membicarakan soal Alhamdulillah Mamanya, ekpersi Emelin juga sedikit menunjukkan kesedihan.


"Orang-orang yang menyakiti Mamamu telah menerima hukumannya,"


"Ya, kamu benar."


"Mama, Papa, dimana lokasi yang kita tuju?"


Kata-kata Alex itu menyadarkan Antony dan Emelin dari lamunannya.


Mereka lalu langsung kembali sadar, dan berjalan menuju makan tujuan mereka.


Namun yang mengejutkan, ketika mereka sampai disana, ada wajah familiar yang juga sepertinya berdiri di depan makan itu.


Makam Irena Callisto


"Tuan Thomas Anderson?" Panggil Emelin kaget.


Thomas yang menatap makam itu, lalu memalingkan wajahnya, menuju orang yang memanggil namanya.


Wajah yang familiar yang mengigatkannya pada seseorang yang penting, dan membuat perasaannya rumit ketika menatap wajah itu.


Wajah yang mirip dengan Olivia Smith.


Antony yang melihat Thomas Anderson meletakan sebuah buket bunga Lily disana, menjadi marah ketika melihat wajah Ayahnya itu.


"Apakah Anda akhirnya ingat dengan Ibuku?"


Mendengar kata-kata pedas dari Antony itu, Thomas tidak tahu harus berekspresi seperti apa, hanya berkata dengan random,


"Irena Callisto selalu menjadi wanita yang baik hati dan sabar..."


"Kamu... Kamu berani menyebut nama Ibuku? Setelah meninggalkannya seperti itu?"


Thomas tidak tahu harus berkata seperti apa.


Memikirkan hubungan antara dirinya dan Irena cukup rumit...


"Aku tidak pernah meninggalkannya,"


"Berhenti bicara omong kosong!! Kalau tidak meninggalkannya lalu kenapa...."


"Dari awal kami tidak pernah bersama,"


Mendengar kata-kata itu, tiba-tiba gejolak emosi muncul didalam hati Antony, dia langsung memukul Thomas dengan sekuat tenaga.


Thomas menerima pukulan itu, namun tidak membalasnya.


"Aku rasa aku harus pergi dari sini, aku tidak ingin merusak suasana hati kalian," kata Thomas terlihat hendak pergi dari sana.


Emelin mencoba menenangkan Antony, tidak pernah mengira hubuangan Antony dan Ayah Kandungnya seburuk itu.


Memikirkan kata-kata, Ayah Antony itu dirinya tiba-tiba ikut marah, dan kembali bertanya,


"Jika kalian tidak bersama.... Lalu kenapa..."


Dalam kepergiannya tanpa menatap kebelakang, Thomas berkata,


"Jika aku tahu dia hamil, mungkin aku tidak akan pergi dan akan mencoba mencintainya,"


Mendengar itu, Antony menjadi marah lalu kembali berkata,


"Apa?? Di hatimu... Tidak ada tempat untuk Ibuku dan juga aku... Kamu tidak pernah mencoba ingin tahu... Bahkan walaupun kalian tidak pernah bersama.... Ah benar, di hatimu... Hanya ada Olivia Smith..."


Namun Thomas tidak menjawab, dan hanya pergi dari sana.


Hal-hal itu meninggalkan pertanyaan besar dalam benak Emelin.


Tunggu dulu....


Apa maksud Antony?


Dirinya memang sempat mendengar soal rekaman Video sebelumnya soal Mamanya adalah Mantan Tunangan dari Ayah Antony...


Namun soal berikutnya apa yang terjadi, dirinya tidak mengerti sama sekali.


Dirinya pikir itu hanya cerita lama namun....


Apakah Ayah Antony benar-benar masih mencintai Mamanya?


####


Selesai Side Story 4


####


Sebenarnya ada niat buat bikin Season 2, yang membahas soal Keluarga Anderson dan Kisah Masalalu Orang Tua Antony, 😆


Dan tentu saja, membahas Proses Adiknya Alex juga, 😆


Mau bikin Ektra Episode kayak e bakal panjang, tapi ya gak sepanjang itu juga, 🤔🤔🤔


Tema Season 2 ini: Sang Pewaris Keluarga Anderson


Side Story ini adalah Pangatar Untuk Season 2


Silahkan Di Nantikan saja, Kelanjutannya 😊