Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 64: Menjauh Darinya


Raka yang terserempet motor itu mengalami luka yang cukup serius sampai dia di bawa ke Rumah Sakit.


Namun sayangnya, Alissya tidak bisa ikut karena masih tetap harus mengurus soal Orang Tuanya, masih mencoba membujuk mereka keluar, dan akhirnya mereka cukup mengalah.


Raka saat ini di tandu Ambulance, berkata dengan tenang,


"Tidak apa-apa aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil, jangan terlalu ribut," kata Raka sambil menenangkan Alissya yang mengegam tangannya itu.


Kepala Raka sempat terbentur, dan berkat tabrakan itu sepertinya dia mengalami patah tulang.


Walaupun, Raka tidak pingsan, namun kondisinya sendiri yang penuh luka ini membuat Alissya merasa sangat bersalah.


Ini gara-gara dirinya sampai Raka menjadi seperti ini....


Namun tidak lama setelahnya Raka langsing tidak sadarkan diri.


"Raka.... Raka...." Kata Alissya dengan lemah.


Kenapa...


Kenapa hal-hal seperti ini harus terjadi?


Gara-gara orang tuanya yang membuat keributan...


Mama dan Papa Raka yang datang jelas menjadi panik, karena Putra Kesayangan mereka terluka seperti ini.


Saat jalan kesini, mereka sudah dengar apa yang terjadi.


Jadi begitu Mama Raka datang, dia langsung menampar Alissya dan marah-marah.


"Ini semua salahmu!! Gara-gara kamu dan orang tuamu yang membuat masalah itu, Raka menjadi seperti ini!!"


Mendengar kemarahan Mama Raka itu, Alissya tidak tahu harus berkata apa karena ini benar-benar salahnya.


Bahkan Mama Raka itu sempat marah-marah kearah Antony dan menyalakannya.


"Semua ini gara-gara kalian berdua!! Dasar tidak tahu diri!!"


Charlise yang juga ada disana, hendak mencoba menenangkan Istirnya, lalu mengajaknya segera masuk ke Mobil Ambulans.


Dan hanya menyisakan beberapa orang disana.


Antony sendiri tidak tahu harus berkata apa.


Tak pernah mengira jika kejadiannya bisa menjadi seperti ini.


Emelin yang juga datang, mencoba menenangkan Alissya.


"Alissya tidak apa-apa, Raka akan baik-baik saja,"


"Ini salahku," kata Alissya yang mulai menagis, bersama dengan mobil Ambulans yang pergi menjauh.


Hah...


Bagaimana cara menghadapi Keluarga Raka jika seperti ini?


Dirinya cukup pusing.


Orang tuanya benar-benar keterlaluan seperti itu, dan hanya membuat masalah.


Jika dirinya dan Raka berhubungan, entah masalah apa yang akan Keluarganya bawa pada Raka.


Sekarang saja sudah seperti ini....


"Alissya, tenanglah," kata Emelin lagi sambil memeluk Alissya mencoba membaut gadis itu tenang, namun gagal.


Alissya hanya menagis tanpa kata-kata disana, meluapkan semua emosi dan rasa bersalahnya itu.


Akhirnya Pesta itu tetap dilanjutkan sebentar, dan Alissya di antar pulang ke Kontraknya dengan Mobil Antony oleh Supir.


Namun kejadian siang itu yang di liput wartawan langsung menjadi hit.


Dan tentu saja semua orang-orang di kantor tahu sekarang jika Alissya ternyata adalah Sepupu Pak Presdir mereka.


Dia masuk ke Kantor itu dengan jalur dalam.


Hal-hal ini membuat mereka semakin bergosip liar, apalagi melihat Alissya yang dekat dengan Raka.


Ada juga gosip dan spekulasi jika Pak Presdir mereka sengaja ingin mendekatkan Alissya dengan Raka, agar masalah Harta Warisan Keluarga Anderson menjadi miliknya.


Gosip soal kisah masalah Pak Presdir juga menjadi heboh, dan juga soal ternyata Pak Presdir itu tidak memgagap Paman dan Bibinya setelah dia tahu dia Putra dari Keluarga Anderson.


Thomas yang tau semua ini, tentu saja sudah menyuruh anak buahnya untuk mengurangi efek masalah ini, namun tetap saja, walaupun media masa sudah di tekan, mereka entah bagaimana tetap menyiarkan semua hal-hal yang terjadi siang itu, hingga menjadi pusat Trending Topik.


Terutama karena Antony menjadi cukup terkenal sejak dia yang melakukan siaran langsung yang membela Istirnya Emelin, yang merupakan salah satu Artis Populer itu.


Hal-hal benar-benar menjadi kacau.


Termasuk, adiknya yang semakin menjadi marah pada Putranya Antony.


Thomas sendiri tidak tahu harus berkata apa lagi.


Kenapa semuanya menjadi semakin rumit seperti ini?


"Pokoknya kalian cari jalan untuk menekan gosip ini," kata Thomas lagi pada anak buahnya itu dari telepon.


'Kami akan mencoba mengusahakannya, namun ini sudah cukup trending dan cukup sulit untuk di tekan,'


"Aku tidak mau tahu!!"


Dengan marah Thomas menutup teleponnya itu.


Awalnya dirinya tidak begitu tahu soal Hubungan antara Antony Putranya dengan Paman dan Bibinya dari Keluarga Pihak Ibunya itu, hanya barusan saja dirinya dengar hal yang sebenarnya dari Emelin saat mengantarkan Alex pada mereka.


Mereka itu!!


Setelah membuat hidup Putranya susah selama bertahun-tahun, sekarang mereka bahkan masih mencoba membuat hidup Putranya semakin susah?


Ini benar-benar tidak bisa di biarkan, mereka tidak bisa terus seperti ini.


Dirinya akan membuat perhitungan pada mereka itu, yang berani mengusik kehidupan Putranya.


Awas saja itu!!!


####


Keesokkan paginya, Alissya yang datang ke Kantor, jelas melihat semua tatapan mata.


Dan dirinya jelas tahu gosip liar macam apa yang sekarang semua orang pikirkan tentang dirinya.


Alissya mencoba menghindari tatapan semua orang, dan menuju ke meja kerjanya dengan perasaan rumit.


Namun dirinya tidak berani untuk kesana dan menjeguk Raka, karena Raka seperti ini karena dirinya.


Ukhh...


Dan sekarang seluruh di kantor tahu hubungan antara dirinya dengan Kakak Sepupunya, belum lagi hubungan antara dirinya dan Raka.


Memikirkannya, pasti semua gosip itu benar-benar hit dan sangat memalukan.


Sejujurnya, hanya datang ke Kantor saja dirinya cukup malu, namun mau bagaimana lagi?


Dirinya harus tetap bekerja, dan mencoba mengabaikan semua kata-kata dan tatapan mata di sekitarnya.


####


Di Rumah Sakit, saat ini Raka masih terbaring di ranjang, belum bisa bergerak karena Kakinya Patah.


Bahkan ponselnya di sita barusan oleh Mamanya, padahal dirinya sangat ingin menghubungi Alissya.


"Ma, kembalikan ponsel ku!!"


"Malam tahu itu, kamu pasti akan mencoba menghubungi wanita sialan itu bukan? Apakah kamu tidak tahu jika gara-gara dia kamu menjadi seperti ini?"


Raka mencoba menyakinkan Mamanya, dan berkata,


"Ini bukan salah Alissya, ini salahku sendiri karena kecerobohanku,"


Ini tentu saja malah membuat Mama Raka itu menjadi semakin marah,


"Kamu itu ya malah membela wanita sialan itu, Apakah kamu tidak lihat Bagaimana tidak tahu malunya orang tua Gadis itu sampai membuat kekacauan seperti itu di pesta itu?"


"Ma, udah aku bilang ini bukan salahnya, dan soal masalah orang tuanya, Alissya benar-benar tidak tahu apa-apa,"


"Raka kamu ini sungguh keterlaluan pokoknya Mama bilang jauhi wanita itu,"


"Tidak Mama, aku tidak bisa, Aku sungguh mencintai dia, aku tidak bisa menjauhinya aku harap Mama mengerti,"


"Hah, Sebenarnya apa yang wanita itu lakukan padamu hingga kamu seperti ini? jangan bilang dia mulai menggunakan trik kotor dan menggodamu di tempat tidur apakah ini benar?"


Mendengar bagaimana Mamanya bicara sembarangan soal wanita yang dirinya cintai ini, Raka jelas marah.


"Alissya bukan wanita seperti itu!! Dia adalah wanita baik-baik!!"


"Wanita baik-baik apa? Tidakkah kamu lihat sebelumnya Bagaimana cara dia mencoba menggoda Pamanmu Victor itu? sekarang entah menggunakan trik apa dia berhasil memperdaya dan menggodamu apakah itu tidak cukup melihat seperti apa dia itu?"


"Sungguh, itu pasti hanya salah paham, Ma!!"


"Sudah, sekarang kamu duduk dan istirahat saja di rumah sakit. Mulai sekarang kamu tidak boleh bertemu siapa-siapa dulu, tetap disini, terutama Alissya-Alissya itu!!"


"Ma!!"


Namun Raka tidak bisa berbuat apa-apa karena memang kakinya saat ini sedang sakit.


Hanya bisa berharap, agar Alissya baik-baik saja, dan tidak begitu menyalahkan dirinya soal hal-hal ini.


Hah....


Mama Raka itu, terlihat sudah menyuruh bodyguard di depan untuk mengawasi, mematikan terutama Alissya itu tidak berani datang berkunjung.


Benar, dirinya benar-benar harus mengambil tindakan agar Wanita itu menjauhi putranya.


Karena sepertinya putranya ini sudah mulai tergila-gila padanya dan menjadi keras kepala susah diatur untuk mencoba menjauhi wanita itu.


Mari segera temui wanita sialan itu, agar dia menjauhi Putranya ini.


Nanti dirinya akan mencoba mencari saat yang tepat.


####


Hari-hari berlalu dengan begitu cepat, dan gosip di Kantor, masih tetap menjadi trending, membuat Alissya merasa sangat tidak nyaman.


Dan orang-orang mulai berbicara dengan nya dengan nada yang cukup aneh.


Namun untungnya, sepertinya Atasannya itu tidak mempermasalahkan hal-hal ini, sehingga ini masih membuat Alissya cukup nyaman.


Namun tetap saja, selama beberapa hari ini dirinya terus kepikiran soal Raka.


Ingin mencoba menjeguknya, namun masih ragu.


Tapi bagaimanapun juga Raka telah menyelamatkan, jadi dirinya harus kesana.


Sore itu, begitu Alissya pulang dari kantor, dia mampir ke toko buah dan berniat menuju ke Rumah Sakit tempat Raka di rawat, sesuai dengan informasi yang dirinya dapatkan dari Kakak Sepupunya itu.


Namun siapa yang tahu, begitu Alissya sampai di Parkiran, Alissya melihat wajah yang familiar.


Itu adalah wajah Ibu Raka!!


Ibu Raka itu, yaitu Veronica Anderson langsung segera menghadang Alissya.


"Jadi kamu masih berani menampakkan wajahmu disini hah? Apakah kamu tidak tahu jika Putraku Raka menjadi seperti ini gara-gara kamu!"


Alissya terdiam, dirinya sungguh mengerti Raka seperti ini karena dirinya.


Keluarganya yang selalu membuat masalah hingga terjadi insiden itu.


Ini benar-benar sangat memalukan untuk Alissya.


"Saya hanya ingin melihat kearah Raka, Tante. Ingin meminta maaf atas hal-hal ini,"


"Kamu ingin bertemu dengan Putraku? Jangan harap aku mengijinkannya!! Mari ikut aku, aku ingin berbicara empat mata denganmu!!" Kata Veronica dengan ekspresi marah, lalu menyeret Alissya disalah satu cafe dekat Rumah Sakit.


Alissya tentu saja hanya menurut saja, karena tidak tahu bagaimana cara menolaknya.


Sekarang dirinya yang sudah duduk di depan Ibu Raka itu menjadi sedikit tidak nyaman.


"Alissya, aku langsung ke intinya saja, untuk apa kamu mendekati Putraku, Hah?"


"Aku... Aku tidak memiliki maksud apa-apa,"


"Sudah, tidak ingin dengar apa yang kamu katakan. Sekarang aku akan terus terang saja, aku sangat tidak suka kamu memiliki Hubungan dengan Raka Putraku, aku ingin agar kamu menjauhinya,"


Sebenarnya, kata-kata Ibu Raka itu kurang lebih sudah Alissya perhitungankan.


Memang, mana mungkin Mamanya Raka itu setuju dengan hubungan mereka.


Veronica itu lalu mengeluarkan sebuah Cek dengan nilai nominal yang cukup banyak, lalu mengeluarkan sebuah kertas kosong.


"Tentu saja, aku tahu yang kamu kejar dari Putraku adalah Uangnya bukan? Aku akan memberimu 1 Milyar dan kamu harus membuat surat perjanjian denganku untuk meninggalkan dan menjauhi Raka, kalau bisa kamu harus pergi jauh-jauh dari Kota ini,"