Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 150: Kejadian Malam Itu


Hari sudah menjelang siang, jam kantor bahkan sudah lewat, saat ini menunjukkan hampir jam setengah sepuluh.


Disalah satu kamar hotel tertentu, terlihat Emelin dan Antony masih terlelap dalam tidurnya.


Emelin yang merasa kelaparan itu, akhirnya mulai membuka matanya.


Hal pertama yang dilihatnya adalah sesosok wajah tampan yang tertidur pulas yang sangat menghagatkan hati, dan menyegarkan pagi.


Emelin sudah cukup terbiasa melihat wajah ini, jadi dirinya tidak begitu kaget.


Namun tiba-tiba memikirkannya, dirinya merasakan sebuah pelukan hangat, terasa seperti pelukan yang begitu dekat, sampai-sampai Emelin merasakan sentuhan kulit hangat dari pelukan ini.


Tunggu....


Tunggu.....


Kulit hangat?


Emelin lalu tersadar, menatap kearah tubuhnya sendiri, yang saat ini tidak mengenakan apapun, begitu pula dengan laki-laki yang saat ini memeluknya.


Emelin yang sangat panik itu, hampir saja berteriak histeris, namun masih bisa mengendalikan dirinya dan hanya bisa berteriak dalam hati.


Tenang...


Tenang Emelin...


Jangan bertingkah seperti seorang gadis yang diambil keperawanannya oleh laki-laki tidak dikenal.


Pertama dirinya sudah bukan lagi seorang gadis, kemudian laki-laki disampingnya ini adalah Suaminya yang syah.


Ini juga bukan pertama kalinya mereka melakukannya, hanya saja....


Wajah Emelin menjadi begitu merah ketika memikirkan kejadian semalam.


Teringat salah satu kata-kata agresif Antony semalam,


"Emelin.... Kamu milikku... Aku akan melakukannya didalam, mari buat beberapa adik kecil untuk Putra kita Alex,"


Ekpersi dan kata-kata Antony yang tidak pernah Emelin lihat sebelumnya.


Semalam Antony memang bersikap sedikit kasar padanya, berbeda dengan yang dulu mereka lakukan, sangat lembut dan hati-hati.


Seolah-olah entah Antony kesurupan apa, dan tidak bisa menahan diri dan melakukan dengan terburu-buru dan sangat agresif.....


Mereka bahkan melakukan cukup lama, dan berkali-kali....


Stamina Antony tidak habis-habis semalam, melakukannya lagi dan lagi cukup untuk membuat dirinya kewalahan.


"Sekali lagi, ya sayang? Sekali lagi..."


Kata-kata rayuan, dan bisikan mautnya itu, membuat Emelin tidak bisa berkata tidak.


"Sayang, ini yang terakhir... Sekali lagi..."


Namun itu hanya kata-kata, entah terakhir namun masih ada putaran berikutnya.


Benar-benar membuat Emelin kewalahan sekali!!


Namun tidak bisa menolak.


Apalagi milik Antony yang memang memiliki ukuran cukup extra, sangat memuaskan Emelin.


Memikirkan soal tadi malam, wajah Emelin benar-benar memanas...


'Ah.... Apa-apa Antony semalam... Dia bisa begitu panas saat di tempat tidur!! Ini benar-benar tidak sebanding dengan malam-malam mereka sebelumnya!! Ya ampun, Anting benar-benar seperti orang yang berbeda..... Namun itu sangat menyenangkan sekali membuat candu....'


Memikirkan soal itu, membuat wajah Emelin semakin panas, apa lagi soal pikiran terakhirnya...


Akhhhhhhh.....


Dalam mololongnya sendiri itu, Emelin mencoba tenang.


Namun sekarang, selain sebuah pelukan hangat, dirinya merasakan sesuatu yang lain dibawah sana, menyenggol bagian pahanya.


'Astaga!! Kenapa pagi ini milik Antony masih bersemangat!! Apakah ini fungsi fisiologis Pria di Pagi hari? Hey, apa semalam masih belum cukup?'


Emelin mencoba dengan tenang melepaskan pelukan Antony.


Berusaha untuk tidak membangunkannya, takut-takut kalau Antony bangun malah akan meminta putaran tambahan.


Namun begitu Emelin bergerak, dirinya merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Tidak hanya bagian tertentu, namun juga rasa pegal-pegal, juga beberapa rasa perih di tubuhnya.


Dan lagi, masih sangat menyakitkan untuk mengerakkan kakinya.


Degan beberapa konstruksi, Emelin akhirnya bisa kembali bergerak, mencoba menyingkirkan Antony yang memeluknya, lalu mengulingkan Antony kesamping, hingga keluar dari selimut dan mengahadap berlawanan dari Emelin.


Dari punggung mulus dan putih Antony itu, sekarang terlihat bekas seperti cakaran kuku.


Melihat pemandangan itu membuat Emelin sekali lagi merasa begitu malu.


Memikirkannya apakah hal-hal itu hasil perbuatannya?


Emelin langsung menutup wajahnya dengan tangannya, sejenak, terlalu malu untuk melihat laki-laki tampan disampaignya.


Dengan ekpersi masih malu itu, Emelin menatap laki-laki disampaignya itu, masih terlihat tidur lelap dan tidak bangun walaupun posisinya berpindah.


Melihat Antony masih lelap itu, Emelin lalu mencoba mengambil jas Antony yang berada di meja dekat Emelin, lalu menutupi tubuh Antony dengan itu, dan mengambil selimut untuk menutupi dirinya sendiri.


Sekarang, Emelin mencoba turun dari tempat tidur.


Namun begitu turun, rasa sakit sekali lagi membanjiri Emelin.


Emelin mencoba menahannya, dan melihat sekeliling kamar yang sangat berantakan itu.


Terutama baju-baju dirinya dan Antony yang berserakan disana.


Emelin mencoba mencari gaun pesta yang dirinya pakai sebelumnya, namun yang Emelin temukan hanyalah potongan robekan dari gaun itu, yang sudah tidak terbentuk seperti gaun lagi.


"Sialan!"


Emelin hanya bisa mengumpat setelah teringat kejadian semalam, saat Antony merobek bajunya dengan paksa.


Melihat bajunya sudah tidak layak pakai, sekarang Emelin binggung akan memakai apa, belum lagi hal-hal pakaian lainnya miliknya juga sepertinya sudah tidak berbentuk seperti pakaian lagi.


"Antony sungguh brutal semalam!!!"


Emelin lalu menatap Pria yang tertidur lelap ditempat tidur, terlihat sangat polos, dan lembut dengan wajah tampan itu, benar-benar terlihat seperti orang tidak bersalah yang membuat kekacauan ini.


Menatap wajah tampan itu, tetap saja membuat Emelin merasa terhipnotis, terlalu tampan, Ah~


Selalu sangat menarik hati....


Emelin lalu melihat kearah jam yang menunjukkan pukul setengah sepuluh, segera dirinya melihat tas miliknya disana, dan membukanya.


Dan benar saja, disana ada banyak sekali panggilan tidak terjawab.


Tentu saja itu, dari Putranya Alex!!


Dirinya dan Antony tidak pulang semalam bahkan tidak bilang apa-apa pada Alex!!


Pasti Alex sangat khawatir dan sedih....


Melihat begitu banyak panggilan tidak terjawab dari sampai tengah malam, dan pagi ini, pasti Alex sangat khawatir....


Tiba-tiba memikirkan wajah Putranya yang mungkin menagis karena khawtir itu membuat Emelin panik.


Dia langsung menelepon nomor itu, namun yang mengangkatnya bukan Alex namun pengasuhnya.


Dari ujung telepon terlihat suara lega,


'Nyonya akhirnya menelepon, Tuan Muda begitu cemas dari semalam karena Tuan dan Nyonya tidak pulang, dia bahkan tidak bisa tidur, apalagi karena Tuan dan Nyonya tidak bisa dihubungin, dan dari semalam Tuan Muda Alex tidak makan cukup banyak, pagi ini karena melihat Tuan dan Nyonya belum juga memberi kabar, Tuan Muda sampai tidak ingin sarapan dan sekolah, saya sudah mencoba menenangkan Tuan Muda jika Tuan dan Nyonya baik-baik saja, namun Tuan Muda tidak percaya, dan tetap malah cemas dan selalu bertanya tentang apa yang terjadi dengan Tuan dan Nyonya, sangat sulit membujuk Tuan Muda, sekarang dia akhirnya tertidur, tapi sepertinya Tuan Muda sedikit demam,'


Tentu saja Emelin panik setelah mendengar kata-kata pengasuh itu. Emelin sadar kalau Alex itu cukup pintar, dia pasti mungkin merasa jika pelayan atau pengasuh diterima mencoba berbohong soal keadaan orang tuanya yang tidak bisa dihubungi, dan menutup-nutupinya darinya karena masih kecil, dengan kecurigaan itu pasti Alex benar-benar cemas.


Karena biasanya baik dirinya atau Antony setidaknya memberikan kabar kalau tidak pulang.


Ini tidak sama sekali!!!


"Baik, aku akan segera pulang, bilanga pada Alex jika aku dan Antony baik-baik saja, hanya hanya.... Hanya beberapa urusan orang dewasa semalam,"


Seolah mengerti apa maksud 'Urusan Orang Dewasa' yang Emelin maksud, pengasuh itu langsung begitu tanggap.


'Baik Nyonya, saya mengerti. Saya akan mencoba menjelaskan pada Tuan Muda Alex, semoga Tuan dan Nyonya bersenang-senang, lain kali sebaiknya menghubungi rumah dulu, atau Tuan Muda menjadi cemas seperti sekarang,'


Dengan canggung Emelin menjawab,


"Ya ya,"


Lalu kemudian mematikan teleponnya.


Emelin segera mencoba membangunkan Antony.


Namun Antony tidur lelap, sangat sudah di bangunkan entah bagaimana.


Karena sepertinya percuma, Emelin segera menuju kamar mandi dengan pakaian Antony yang dibawanya.


Karena harus segera pulang dan menemui Putranya!!


Ya ampun, Alex sampai sakit karena kepikiran!!


Sedang dirinya dan Antony malah....


Emelin tiba-tiba merasa bersalah, lalu mulai menyalahkan Antony.


Tapi memang semalam terlalu menyenangkan sampai lupa pada Dunia...


Sial!!


Emelin memasuki kamar mandi, lalu melihat tubuhnya dicermin, dibeberapa bagian lehernya ada tanda-tanda merah, juga dibagian tubuhnya yang lain, tangan, dipaha, di....


Dan dibagian-bagian lain yang tidak terkatakan di tubuh Emelin.


Melihat tanda-tanda ini membuat Emelin merasa malu...


"Antony itu... Semalam dia sungguh sangat agresif... Akhhhh tapi Antony yang seperti itu sangat Panas, dan terlalu Mengairahkan..."


####


Bersambung