Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 90: Cinta Yang Rumit (Part 1)


Malam itu, mereka berdua berlari sampai berada di salah satu ujung bandara yang sepi.


Angin malam perlahan menerpa mereka berdua.


Suara dari pesawat lepas landas mengiringi keheningan antara mereka berdua.


Antony membiarkan Jasnya untuk di pakai Emelin agar dia tidak kedinginan, juga membiarkan Emelin tenang, jadi dia tidak mengatakan apapun ataupun bertanya.


Emelin sendiri masih penuh dengan pikirannya sendiri, teringat kata-kata Ibu Tirinya itu.


Sebuah fakta yang tidak akan pernah Emelin kira soal pernikahan kedua orang tuanya.


Ketika dirinya masih kecil, kadang Emelin melihat bagaimana Mamanya menangis sendirian di kamarnya, karena Ayahnya tidak pulang dan tidak menelepon untuk beberapa hari.


Rasa kesepian yang terkandang akan Mamanya alami ketika Papanya pergi.


Atau kadang, Mamanya juga akan merasa sedih melihat bagaimana Ayahnya memperlakukan dirinya dengan dingin, dia selalu mencoba menghibur Emelin saat itu.


Kadang Mamanya akan memeluk dirinya, mengatakan hal-hal yang mencoba untuk menenangkan dia saat itu,


'Tidak apa-apa Emelin, akan selalu ada Mama sisimu. Papamu pasti juga akan menyayangimu.... Kamu adalah bukti cinta Mama dan Papamu....'


Emelin ketika kecil dia tidak menyadarinya, namun sekarang dirinya paham.


Sikap Ayahnya padanya yang selalu begitu dingin, itu karena Ayahnya mungkin membencinya, membenci Mamanya yang membuat dia berpisah dengan orang yang di cintainya.


Mamanya mungkin pernah bersikap begitu egois sebelumnya yang ingin mendapatkan Ayahnya, namun apakah Mamanya layak mendapatkan perlakuan yang begitu dingin selama bertahun-tahun?


Hanya karena Mamanya masih sangat mencintai Ayahnya, itulah kenapa Mamanya bertahan sampai bertahun-tahun, bahkan walaupun dia disakiti.


Apakah cinta harus seperti itu?


Bukankah cinta harusnya membawa rasa senang dan rasa bahagia?


Kenapa seolah cinta Mamanya pada Papanya hanya membuat Mamanya sengsara?


Cinta bisa begitu aneh.


Semakin Emelin memikirkan soal masalalu dan soal Mamanya, perlahan air mata keluar.


Antony tentu melihat itu,


"Emelin? Ada apa? Kenapa kamu menangis?"


Namun Emelin tidak menjawab, dia hanya tiba-tiba memeluk Antony, mencoba mencari kehangatan dari Pria disampingnya itu.


Emelin ingin sedikit berbagi hal-hal dihatinya pada orang lain, mungkin itu bisa membuat dirinya merasa lebih lega.


"Aku hanya baru saja mendegar beberapa hal dari orang-orang itu."


Antony tidak melepaskan pelukannya, hanya mengelus rambutnya ringan, mencoba menghiburnya, dia tentu saja tahu siapa 'orang-orang itu' yang Emelin maksud, pasti pada Claudia dan Ibu Tirinya Cornelia itu.


Apa lagi yang dua orang wanita sampah itu lakukan pada Emelin?


Sudah berapa banyak hal menyakiti yang mereka perbuat pada Emelin?


Sampai-sampai sudah tidak bisa dihitung dengan jari.


Memikirkannya sekarang bahkan mereka membuat Emelin kembali menangis, rasa marah muncul dihati Antony.


Jelas merasa tidak nyaman ketika melihat Emelin kembali menangis karena orang-orang itu, orang-orang yang tidak layak untuk dia tagisi.


"Kamu jangan dengarkan kata-kata mereka, mereka tidak bisa dipercaya, hal-hal yang keluar dari mulut mereka hanyalah sebuah kebohongan." Kata Antony mencoba menghibur Emelin.


"Hmm, aku juga ingin untuk tidak mempercayainya tapi...."


"Sudah jangan dengarkan mereka,"


"Aku hanya memikirkan kalau bisa saja kata-kata mereka ada sebagian yang benar,"


"Apa yang sebenarnya mereka katakan padamu?"


"Ini soal Mamaku,"


Mendengar itu, tentu saja Antony cukup terkejut,


"Ya, kenapa dengan Mamamu?" Tanyanya penasaran.


"Mereka bilang, kalau Mamaku lah yang awalnya memaksa Ayahku untuk menikah dengannya. Memisahkan Ayahku dari Kekasihnya saat itu yaitu Ibu Claudia. Aku memikirkannya, bagaimana Ayahku selalu bersikap dingin padaku dan juga Mamaku... Dia terasa masih menyimpan dendam pada Mama..."


"Mereka bilang Mamaku jahat, mengunakan Kekayaannya untuk mendapatkan apapun yang dia mau, berbuat hal-hal jahat untuk mendapatkan Ayahku, sampai-sampai pernah mencelakakan seseorang,"


Mendengarkan dalam diam hal-hal yang Emelin mulai luapkan,


"Mamaku hanya sangat mencintai Ayahku... Dia mencintainya lebih dari segalanya dalam hidupnya... Namun dia menikah dengan Ayahku dengan cara-cara yang tidak benar, dengan cara-cara licik yang tidak bisa dibenarkan. Namun dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencoba mendapatkan orang yang dicintainya... Mamaku hanya ingin bahagia dengan orang yang di cintainya dan dicintai baik olehnya, namun dia berakhir dibutakan oleh cinta nya pada Ayahku. Mamaku hanya jatuh cinta pada Ayahku... Namun Kenapa jatuh cinta itu selalu begitu rumit? Apakah salah untuk Mamaku ingin dicintai oleh oleh yang sangat dia cintai? Dan setelah melakukan apapun yang dia bisa untuk mencoba mendapatkan cinta dari Ayahku... Mamaku akhirnya dia memiliki akhir yang buruk karena mengejar cintanya... Memikirkannya lagi, cinta memang begitu memuakan dan penuh rasa sakit, membuatku tidak ingin jatuh cinta lagi..."


Dari sini, Emelin mulai sekali lagi meneteskan Air matanya, tidak bisa menahan diri untuk menagis, dalam pelukan Antony.


Antony sendiri tidak tahu harus berkata seperti apa, dirinya tidak pandai dalam kata-kata menghibur.


Dirinya juga tidak begitu pandai soal hal-hal tentang cinta...


Cinta yang begitu rumit dan terkadang menyakitkan.


Dirinya hanya pernah jatuh cinta satu kali...


Dan itu juga berakhir dengan buruk.


Selama bertahun-tahun dirinya mengejar orang itu, mencoba menjadi seseorang yang layak untuknya....


Mencoba dan berjuang selama bertahun-tahun selama masa sekolahnya menjadi orang yang lebih baik...


Dan begitu tulus mencintainya...


Namun pada akhirnya perasaan tulusnya tidak pernah sampai padanya...


Seolah-olah usahanya bertahun-tahun percuma...


Setelah memikirkannya, Antony juga mulai merasa kalau mungkin memang dirinya jatuh cinta pada orang yang salah....


Tidak ada gunanya mengejar cinta yang seperti itu lagi.


Terkadang dirinya juga takut untuk jatuh cinta lagi, jika itu hanya akan berakhir dengan kesia-siaan seperti sebelumnya...


Namun...


Itu juga bukan alasan untuk tidak bisa jatuh cinta lagi, jadi dia lalu berkata dengan yakin pada Emelin,


"Tidak ada yang salah dari cinta. Mungkin hanya Mamamu menemukan orang yang salah untuk dia cintai. Jadi jangan takut untuk jatuh cinta."


Itu benar, hanya mungkin belum menemukan orang yang tepat untuk dicintai.


"Apakah begitu? Apakah tidak ada yang salah dari cinta Mamaku pada Papaku?"


"Hanya.... Ayahmu saja yang terlalu Brengsek, dan tidak mengerti cinta dari Ibumu."


"Tapi Ayahku hanya masih begitu mencintai cinta pertamanya...."


"Lalu apa? Bukankah dia sudah menikah dengan Ibumu? Dia harusnya membuang masalalunya ketika dia sudah menikah, tidak lagi memikirkan cinta masalalunya, karena ada seseorang didepannya yang sudah dia nikahi, fokus untuk mencintainya setulus hatinya. Kalau aku ada di posisinya, aku akan tetap memilih wanita didepanku... Tidak akan melihat lagi wanita di masalalu, bahkan walaupun seberapa besarnya cinta lama itu. Karena sudah ada wanita yang dinikahi, yang akan menjadi masa depan, dan wanita masalalu hanya akan menjadi masalalu,"


"Ah? Apakah Begitu?"


Emelin melepaskan pelukannya, mencoba menatap Antony didepannya.


Dan terlihat tatapan mata yang penuh keyakinan disana.


Membuat Emelin ingin bertanya,


'Bagaimana denganmu sekarang? Apakah kamu ingin mencoba mencintaiku juga?'


Namun Emelin tidak berani untuk bertanya.


Masih takut dengan jawabannya.


Hanya mendengar beberapa kata lagi dari Antony,


"Hmm, ya. Dia bahkan malah berselingkuh seperti itu selama bertahun-tahun, mengabaikan Mamamu. Benar-benar Ayahmu yang brengsek."


"Itu benar, Ayahku yang memang terlalu Brengsek, sungguh sial Mamaku bisa jatuh cinta pada orang brengsek seperti Ayahku"


"Itu benar, kehidupan cintanya mungkin terlalu buruk."


Sedikit dengan rasa penasaran, Emelin mencoba bertanya,


"Lalu bagaimana denganmu? Bagaimana dengan kehidupan cintamu?"


Antony sedikit terkejut dengan pertanyaan Emelin yang tiba-tiba.