Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 73: Hal-hal Gawat (Part 2)


Siang itu, Antony masih berada di Rumah Sakit tengah bosan karena sendirian disana. Sampai kemudian dirinya menerima sebuah telepon dari anak buahnya.


Menatap teleponnya itu, perasaan Antony tiba-tiba merasa tidak enak.


"Ya? Ada apa?"


'Pak Bos, seseorang mengincar Nyonya Emelin,'


Mendengar kabar soal hal itu jelas Antony menjadi begitu kaget dan panik.


"Apa katamu? Lalu bagaimana dengan Istriku sekarang?"


'Maaf, Pak Bos kami kewalahan sebelumnya karena kalah jumlah, Nyonya Emelin sudah berhasil kabur dengan mobil, namun....'


Mendengar anak buahnya itu bicara setengah-setengah, jelas Antony menjadi tidak sabar.


"Bicara yang jelas!!"


'Itu.... Musuh mengejar Nyonya Emelin, saya sudah memerintahkan yang lainnya untuk ikut mengejar juga, namun ketika kami mengejar dan mencari Mobil Nyonya Emelin, kami hanya menemukan Supir disana yang pingsan habis di pukuli, Nyonya Emelin dan seorang wanita yang bersamanya tidak ditemukan,'


"Apa kamu bilang?"


"Maaf, Pak sepertinya Nyonya Emelin di culik,"


Tentu saja saat ini Antony penuh rasa kekhawatiran, sialan, padahal dirinya sudah cukup waspada namun kenapa tetap bisa seperti ini?


Saat ini, Emelin Istrinya itu tengah hamil hampir empat Bulan. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?


Memikirkan hal-hal ini Antony menjadi pusing sendiri, dan takut.


Emelin sendirian dan di culik, ini pasti membuat Emelin ketakutan.


Namun tunggu dulu....


Tadi anak buahnya bilang apa?


Emelin bersama seorang wanita?


Tunggu...


Kalau tidak salah, Emelin hari ini ada janji dengan Alissya untuk bertemu.


Jangan bilang, Alissya bersama dengan Emelin juga ikut di culik?


Sialan!!


Bahkan adik sepupunya itu diculik juga!!


Sial!


Sekarang apa yang harus dirinya lakukan?


Orang-orang yang berharga untuk dirinya mengalami hal-hal sial ini karena dirinya ini.


Jelas, dirinya tahu kemungkinan kenapa dan siapa musuh mereka, ini pasti masih ulah orang sialan dari Perusahaan sebelah itu yang pernah mengincarnya tempo hari.


Namun kenapa?


Kenapa harus Emelin yang jadi korban?


Bahkan Alissya sekarang tengah ikut terlibat padahal dia juga tidak tahu apa-apa sama seperti Emelin.


Sialan....


Sekarang dirinya harus bagaimana?


Antony sekarang mencoba menengangkan pikirannya, namun tetap saja rasa khawatirnya tidak hilang.


"Pokoknya, coba dari cara untuk menemukan keberadaan mereka!!"


'Baik, Pak Bos,'


Begitu Telepon ditutup, Antony segera turun dari tempat tidurnya, mencoba berdiri dengan kakinya, ini hanya sedikit memar dan sekarang sudah bisa berjalan.


Dengan cemas, Antony segera keluar dari Kamar Rumah Sakit bersama dengan anak buahnya sekarang.


Tentu saja melihat Istrinya dan Alissya dalam bahaya seperti ini dirinya tidak boleh tinggal diam.


####


Di tempat lainnya, saat ini Raka masih tidur-tiduran di Tempat Tidur Rumah Sakit.


Dia jelas masih tahap di kurung di ruangan itu sampai saat ini.


Walaupun dirinya sudah berdebat dengan Mamanya, namun tetap saja ini masih sulit untuk memcoba membujuk Mamanya itu.


Dan lagi, soal hal-hal yang Mamanya katakan soal Alissya itu...


Dan bagaimana bisa Alissya menerima hal-hal itu?


Pikiran Raka menjadi kacau ketika memikirkan hal-hal ini.


Namun ini bukan saatnya mengatakan hal-hal itu, Raka harus fokus keluar dari sini dulu, dan coba bertanya pada Alissya langsung soal hal-hal ini.


Namun bagaimana jika ini memang benar, keinginan Alissya yang ingin menjauh darinya?


Setelah semua, dirinya ini bukan siapa-siapa untuk Alissya.


Mereka tidak dalam hubungan apapun.


Memikirkannya saja membuat Raka menjadi begitu sedih.


Namun, Raka mencoba menenangkan pikirannya, lalu segera berbicara pada pengawal di luar.


"Aku ingin jalan-jalan sebentar disekitar sini, kalian bisa mengikutiku,"


Tentu saja sebenarnya Kakinya sudah sembuh, hanya masih berpura-pura sakit dan duduk di kursi roda, jadi jika hanya berkeliling Rumah Sakit atau ke Teman Rumah Sakit untuk mencari udara segar atau jalan-jalan dirinya masih dijinkan, namun tentu saja masih harus di kawal dengan begitu banyak orang.


Raka sudah berencana untuk lari entah bagaimana nanti.


Pokoknya keluar dulu dari ruangan ini.


Beberapa penjaga di luar, tentu saja segera membantu Raka duduk di Kursi Rodanya, dan mendorongnya keluar dari ruang kamar.


Dan sesuai rencana Raka, saat ini dia sedang memikirkan cara yang baik untuk melarikan diri dari para penjaga itu, sampai tiba-tiba di ujung taman dirinya bertemu dengan wajah yang familiar.


Mereka berpapasan, Antony terlihat sudah berjalan dengan cukup normal dengan beberapa orang berbaju hitam dibelakangnya.


Tatapan mereka bertemu, disana Raka jelas melihat tatapan khawatir dan panik dari Antony itu.


"Kak Antony?"


Antony juga melihat Raka, namun ini bukan saatnya untuk menyapa dan basa-basi biasa.


"Ya, aku saat ini buru-buru, maaf tidak bisa berbicara denganmu dulu,"


Raka tentu saja menjadi memiliki firasat yang tidak enak, lalu bertanya,


"Ada apa memangnya? Mana Kak Emelin btw?"


Antony tidak terlalu banyak berpikir lalu segera berkata,


"Emelin dan Alissya baru saja di cilik oleh Musuh Perusahaan Anderson ketika mereka sedang bertemu, aku juga tidak begitu mengerti apa yang terjadi sebenarnya,"


Raka tentu saja kaget, tidak akan pernah mengira kalau Kak Emelin juga bahkan Alissya bisa diculik seperti ini.


Dan sebenarnya siapa musuh Perusahaan ini?


Dirinya tidak benar-benar mengerti soal hal-hal semacam ini.


Namun ini bukan yang paling penting sekarang memikirkan kenapa mereka di culik, yang paling penting adalah mencari tahu keselamatan mereka dan menyelamatkan mereka dari penculikan ini.


"Ya, jadi aku tidak ada waktu sekarang, aku harus coba menyelamatkan mereka berdua,"


Melihat Antony itu ingin segera pergi, Raka mencoba menghadangnya, kemudian segera berkata,


"Aku juga ingin menyelamatkan mereka,"


Antony lalu ingat, bagaimana sepertinya Raka itu memiliki hubungan yang baik dengan Alissya.


Dirinya sendiri juga saat ini membutuhkan lebih banyak orang untuk membantu, lalu Antony melihat kearah Raka yang duduk di kursi roda.


Melihat tatapan Antony yang menjadi ragu itu, Raka segera berdiri dan langsung lari kebelakang Antony.


"Aku sebenarnya baik-baik saja, hanya saja.... Bantu aku dari mereka....."


Dan begitulah cara Raka kabur itu dengan Bantuan Antony dan anak buahnya itu.


Kemudian mereka dengan panik memasuki mobil.


"Kemana kita sekarang?"


"Tunggu, harusnya ini belum lama terjadi, aku kira kita pasti bisa menemukan keberadaan mereka,"


Antony lalu ingat sesuatu, jika dirinya memasang alat pelacak di tubuh Emelin.


Yah, bukannya apa-apa, dirinya memang cukup waspada karena memang musuh sulit di tebak, namun siapa yang tahu juga hal-hal ini ternyata berguna disaat seperti ini.


Antony lalu mulai mengecek sesuatu di ponselnya itu.


Dari ponsel Antony itu, terlihat sebuah peta dengan titik-titik merah.


"Aku tahu dimana mereka," kata Antony lalu menunjukan peta diponselnya.


"Itu... Itu alat pelacak?" Kata Raka terkejut, tidak mengira Antony ini sampai memasang alat pelacak segala.


"Ini toh demi keamanan,"


Berikutnya mereka segera pergi menuju lokasi dalam peta.


####


Di tempat lainnya, saat ini Emelin dan Alissya yang ditutup mulut dan matanya dari tadi, akhirnya sampai disebuah ruangan disebuah rumah yang terlihat kosong.


Ketika lepasan ikatan penutup mata mereka di buka, yang mereka lihat adalah Viktor dan Geovanni yang berdiri menatap mereka berdua.


"Viktor, lihat ini aku sudah menangkap dua orang ini, sekarang menurutmu bagaimana?"


Viktor yang dari tadi diam, lalu menatap kearah Emelin, lalu segera menatap kearah Alissya.


"Itu benar, semua rencana kita sudah terbongkar seperti ini, kalau begini tidak ada cara lainnya,"


Emelin ingin berbicara, namun mulutnya di sumbat hingga dia tidak bisa berbicara.


Emelin tentu masih menahan rasa sakit di perutnya.


Ukhh...


Kenapa perutnya bisa begitu sakit seperti ini?


Ini cukup meyakinkan.


Sekarang Geovanni yang menatap mereka berdua, dia menyentuh rambut Alissya, berikutnya rambut Emelin.


"Wow, aku akui Selera dua keponakaanmu itu cukup bagus, lihat dua wanita ini, mereka benar-benar cantik,"


Viktor mengapa Geovanni dengan ekpersi rumit, dirinya tahu hobi buruk Geovanni dimulai lagi.


Pandangan Viktor lalu menatap Alissya.


Viktor memegang wajah Alissya menatapnya dari dekat.


"Padalah kamu adalah gadis yang cantik, baik dan sangat cakap, sungguh sial harus terlihat dengan hal-hal ini,"


Geovanni disana lalu tertawa,


"Viktor, apakah sekarang kamu mulai menyukai gadis itu hmm?"


Viktor terdiam,


"Omong kosong apa yang kamu katakan? Aku hanya bilang kalau dia cukup baik, tidak ada sedikitpun ketertarikan,"


"Owh benarkah? Jadi apakah tidak masalah jika aku menyentuhnya sebelum dia dilenyapkan bersama Emelin ini?"


"Tidak, jangan sentuh dia, aku memiliki ide yang lebih bagus,"


"Apa? Kamu ingin membuat mereka menjadi Sandra? Sungguh itu tidak akan berguna, karena mereka tahu rahasia kita, kita tidak bisa membiarkan mereka keluar dari sini hidup-hidup. Dan lagi, aku menemukan sebuah rencana berlian lainnya,"


"Apa itu?" Tanya Viktor lagi dengan ekpersi heran.


"Kita buat mereka berdua ini kecelakaan atau sesuatu, dan atur agar hal-hal ini di buat seoalah-olah ini adalah rencana Cherlise dan Istirnya itu, bukankah mereka membenci Keponakanmu, Antony dan Istrinya, juga membenci Alissya ini karena mendekati Putra mereka?"


"Sungguh, idemu cukup bagus juga,"


Geovanni lalu tertawa, dan menyentuh rambut Emelin lagi, lelah


"Sangat sayang, saat ini yang ini sedang hamil,"


Viktor jelas tahu apa pikiran kotor yang Geovanni miliki itu.


"Geovanni sudahlah, jangan macam-macam,"


"Viktor, kamu sungguh tidak asik sama sekali,"


Emelin yang mendengar percakapan mereka merasa jijik, terutama setelah melihat dan merasakan bagaimana Geovanni itu memengang rambutnya, lalu bagaimana Geovanni memegang tangannya.


Benar-benar terasa menjijikan.


Emelin segera mengerahkan tangannya, agar Geovanni tidak menyentuhnya lebih banyak.


Geovanni yang melihat itu jelas kesal, dia lalu menarik tangan Emelin, dan menyentuhnya lebih banyak.


Viktor melihat adegan itu tanpa banyak ekpersi karena sudah kenal baik dengan Geovanni yang memang seperti ini, sangat suka bermain wanita.


Namun kemudian, melihat kearah jam tangan yang Emelin pakai, Viktor menemukan sesuatu yang salah.


Viktor, segera menyingkirkan tangan Geovanni dari tangan Emelin.


"Apa yang kamu lakukan, Viktor?"


"Diamlah, Geovanni, tunggu sebentar,"


Emelin sendiri tidak tahu kenapa Paman Viktor ini bersikap aneh.


Viktor, segera mengambil tangan Emelin, lalu melepaskan jam tangan itu, dan memeriksanya sebentar.


Dan sesuai dugaannya, Viktor menemukan sesuatu disana.


"Geovanni, segera siapkan anak buahmu, dan ambillah pistolmu, mungkin ini saat yang baik untuk mengakhiri mereka,"


"Apa maksudmu?"


Viktor lalu tersenyum dan berkata,


"Mereka akan datang kesini segera, ada alat pelacak pada Wanita ini, ini saat yang baik untuk menyergap mereka,"


"Sungguh??" Respon Geovanni dengan kaget.


"Ya, jadi mari membuat kejutan untuk Keponakanku,"