
Disini, Claudia yang menatap sosok Antony yang berdiri membela Emelin yang ingin dirinya tampar itu menjadi begitu marah.
"Kamu!! Lepaskan aku!!"
Disini, Daniel juga kaget melihat laki-laki yang barusan datang itu.
Dia lalu menarik tangan Claudia agar lepas dari genggaman Pria tidak dikenal itu.
"Emelin kamu tidak apa-apa?" Disini, Antony lalu menatap kearah Emelin.
"Aku tidak apa-apa, hanya berurusan dengan beberapa kecoa busuk disana, yang membuatku mual,"
Kata-kata pedas Emelin itu membuat Claudia sangat jengkel.
"Kamu!! Emelin Sialan!! Berani bilang seperti itu!! Dasar Wanita Murahan pengoda Suami orang!!"
Disini, Daniel mencoba menahan Claudia yang hendak mengamuk itu.
Emelin yang mendengar kata-kata Claudia itu begitu marah juga.
"Siapa yang mengoda suamimu itu, Hah? Apa yang baik dengan Suami tukang selingkuhmu itu! Jelas dia yang berusaha mengodaku!! Tidak ada alasan aku mengoda laki-laki sampah itu!! Lihat, aku memiliki seorang Suami yang begitu tampan, jauh lebih baik dari Suamimu itu!! Untuk apa aku mengodanya?" Kata Emelin, lalu dengan agresif dia memeluk Antony, memperlakukannya dengan mesra, seolah mengklaim Antony sebagai miliknya.
"Kamu tahu, Suamiku jauh lebih baik, aku sudah memiliki laki-laki setampan ini bersamaku, alasan apa yang membuatku harus mengoda suamimu?"
Disini, kata-kata Emelin itu bahkan membuat Daniel merasa kaget, lalu dia menatap penuh kebencian pada laki-laki yang dipeluk oleh Emelin.
Ini adalah pertama kalinya dirinya melihat suami Emelin...
Melihat wajah itu, dan bagaimana Emelin memeluknya dengan manja membuat rasa kesal di hati Daniel.
"Claudia, sebaiknya tidak pergi tidak perlu berurusan dengan mereka,"
"Kamu diam saja!!" Kata Claudia pada Daniel, lalu dia kembali menatap kearah Emelin dan suaminya itu.
Hanya ada rasa kebencian dalam diri Claudia.
Dirinya masih ingat beberapa tahun yang lalu, kenangan memuakan dengan Suami Emelin.
Setelah Emelin melahirkan, dia sempat koma lalu dan pergi Ke Luar Negeri untuk Kuliah.
Disana, ada suatu masa ketika Antony berkunjung ke Rumah Keluarganya untuk bertemu dengan Kakek Emelin.
Melihat Emelin sedang pergi jatuh di Luar Negeri, saat itu Claudia memiliki sebuah rencana bagus dalam hatinya.
Dirinya ingat, kalau Suami Emelin ini adalah Suami Bayaran yang di bayar oleh Emelin, jadi bagaimana jika dirinya mengodanya dan membayar orang itu lebih banyak dari Emelin?
Apakah Emelin akan marah melihat suaminya berselingkuh dibelakangnya?
Ah....
Memikirkan itu membuat Claudia merasa senang.
Lagipula, Claudia selalu merasa kalau suami Emelin sangat tampan, ya ketampanan yang sedikit meluluhkan hatinya, sangat sia-sia hanya membiarkan Emelin memilih laki-laki ini untuk dirinya sendiri.
Degan wajah tampan itu, tidak buruk untuk memiliki beberapa hubungan dengannya bukan?
Disini, saat Antony datang saat itu, Claudia lalu menyapanya.
"Selamat Malam, Antony,"
Disini, Antony menjawab dengan sopan,
"Selamat Malam Nona Claudia,"
Dia menjawab masih dengan nada yang cukup dingin, namun Claudia tidak terlalu memperhatikannya.
"Apakah kamu sudah selesai bertemu Kakek?"
"Ya, aku akan pulang,"
"Tunggu dulu, aku ingin berbicara padamu sebentar,"
"Ada apa?"
"Aku tahu, Pernikahanmu dan Kakakku Emelin hanya sebuah pernikahan Kontrak, jadi berapa uang yang Emelin berikan untuk kamu bisa menghangatkan tempat tidurnya? Aku akan memberimu lebih banyak uang dari pada Emelin jika kamu mau melayaniku,"
Mendengar kata-kata terus terang dan terlalu merendahkan itu, Antony saat itu memasang wajah yang begitu dingin.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan," katanya dengan nada yang terlibat cukup tenang.
Disini, Claudia lalu mendekat kearah Antony, seolah dia ingin memeluk Antony, menyentuh tangan Antony mencoba merayunya.
"Kamu jangan pura-pura polos didepan ku. Aku tahu kamu adalah Suami Bayaran dari Emelin, aku akan memberikanmu uang yang lebih banyak dari Emelin, bukankah ini tawaran yang bagus?"
Disini, Claudia hendak memeluk Antony itu langsung didorong menjauh.
"Tolong jangan bicara omong kosong,"
Claudia yang didorong itu menjadi marah,
"Kenapa? Apa yang salah memang? Bukankan itu benar? Kamu hanya laki-laki bayaran Kakakku, kenapa kamu begitu Sombong?"
"Hubunganku dan Emelin tidak ada hubungannya dengan mu,"
"Hah.... Kamu... Padahal aku memberimu tawaran yang cukup bagus. Bukankah kamu sangat menyukai uang? Aku memiliki banyak uang juga,"
Disini, Claudia mengeluarkan banyak lembaran uang dari Tasnya, menunjukan itu pada Antony.
"Aku benar-benar akan membayarmu mahal jika kamu mau bersamaku,"
"Aku tidak ingin, maaf aku harus pergi," kata Antony dengan dingin lalu mencoba ingin pergi dari sana.
Namun tangannya dicegah oleh Claudia,
"Tunggu dulu!! Kamu... Kenapa kamu pergi begitu saja? Apakah ini penolakan?"
"Aku tidak butuh uang-uangmu!"
"Apa?? Kenapa kamu begitu Sombong padahal kamu hanya laki-laki Murahan yang dibayar oleh Emelin!!"
"Jangan bicara sembarangan,"
"Apakah aku salah? Lihat aku memiliki uang-uang ini, ini hal yang kamu suka bukan?" kata Caludia sambil melemparkan uang-uang itu pada Antony memandang laki-laki itu dengan penuh penghinaan, lalu lanjut berkata,
"Dimata Emelin kamu hanya Suami Bayarannya, apa yang kamu hadapkan, Hah?"
Namun Antony saat itu mengabaikannya dan segera pergi dari sana, meninggalkan Claudia menjadi sangat marah saat itu.
Mengigat kejadian dimana Antony dimasalalu pernah menolaknya itu membuat Claudia semakin marah.
Dia menatap Emelin dan Suaminya lalu berkata dengan marah,
"Ah? Suami apa? Bukankan itu hanya Suami Bayaranmu saja? Lihat, Antony sekarang Istrimu sudah tidak punya uang lagi, apakah dia masih sanggup membayarmu?"
Mendengar perkataan Claudia itu membuat Emelin menjadi begitu marah.
"Tutup mulutmu!! Claudia!!"
"Apa? Aku hanya mengatakan fakta!! Dia menikahimu karena kamu Bayar!! Dia hanya suami Bayaranmu, Suami yang kamu sewa!!"
"Jangan bicara sembarangan soal Suamiku!! Kamu tidak tahu apa-apa!!"
Emelin juga hendak mengamuk disana namun dicegah oleh Antony.
"Mari kita pergi dari sini, saja. Tidak ada gunanya berburusan dengan mereka, katamu mereka hanya kecoa bukan? Kita tidak memiliki banyak waktu untuk berusan dengan kecoa seperti mereka,"
Mendengar perkataan Antony, Emelin menjadi lebih tenang.
"Kamu benar, tidak ada gunanya bertengkar dengan seranga busuk seperti mereka!!"
"Kalian!! Dasar Laki-laki murahan tidak tahu diri!! Suami Bayaran tidak tahu diri!! Dan Emelin kurang ajar!!"
"Cukup, Claudia, mari kita pergi, banyak orang melihat kita. Jika ada yang mengenali atau merekam kita ini akan menjadi hal yang buruk," Daniel lalu menyeret paksa Claudia yang masih marah itu, sambil menatap kearah Emelin dan Suaminya dengan penuh kebencian.
Jadi itu, laki-laki Murahan yang dibayar Emelin untuk menikahinya?
Hah, sebagai suami bayaran dia terlalu sombong bukan?
Benar-benar tidak tahu diri.
Namun Daniel hanya menyimpan kata-kata itu dihatinya.
Karena tidak mau membah keributan yang membuat dirinya dan Claudia menjadi lebih menarik perhatian.
Setelah mereka berpisah, saat ini Emelin dan keluarga kecilnya itu kembali kesalah satu tempat duduk disekitar sana. Alex terlihat dihibur Emelin dengan ponselnya, dan bermain ponsel asik disana.
Disini, Emelin melihat sekilas kearah Antony suaminya, namun ekpersinya masih tidak terbaca seperti biasanya.
Emelin penasaran apakah Antony sakit hati atas kata-kata Claudia barusan?
"Kamu jangan terlalu memikirkan kata-kata, Claudia itu." Kata Emelin mencoba menenangkan Antony.
Disini, Antony awalnya memang tidak terlalu peduli dengan kata-kata Claudia, namun dirinya sekarang jadi memikirkannya, jadi dia mulai bertanya pada Emelin.
"Jadi untukmu, kamu apakah mengagapku seperti itu?"
"Seperti itu apa? Jangan dengarkan kata-kata Claudia barusan, itu hanya omogkosong,"
"Aku suami bayaranmu."
Disini, Emelin sedikit terdiam dirinya lalu memikirkannya.
Ini memang benar, selama ini terutama dimasa lalu, hampir sama dengan kata-kata Claudia, dirinya memang mengagap Antony sebagai Suami Bayarannya, Suami yang dirinya Bayar untuk menikah dengannya. Terutama bahkan merendahkannya dan meminta hal-hal tidak senonoh pada Pria didepannya ini, seolah memperlakukannya seperti seorang laki-laki bayaran.
Tapi sekarang berbeda...
Apalagi setelah mengenal Antony lebih dekat...
Ya, Antony jelas tidak menikah dengannya semata-mata hanya karena uang....
Namun Emelin juga tidak tahu harus menjawab seperti apa, hatinya menjadi rumit, tidak tahu harus mengagap Antony seperti apa, namun ada satu hal yang begitu jelas.
Lalu, dia mulai berkata,
"Kamu adalah Ayah dari Putraku."
Mendengar jawaban itu, membuat Antony juga jadi sedikit terkejut.
Dulu, jelas jika dirinya bertanya pada Emelin, Emelin tidak akan ragu untuk menjawabnya, 'Kamu adalah suami Bayaranku,'
Jadi sekarang statusnya sudah naik dimata Emelin?
Yah walaupun hanya sedikit.
Sebuah senyum tipis muncul.
"Jadi begitu,"
Melihat ekspresi wajah Antony yang sedikit beruban itu, membuat Emelin jadi salah tingkah sendiri, lalu memalingkan wajahnya karena merasa panas tiba-tiba, pasti ekpersinya sedikit memerah.
Apa omong kosong barusan yang dirinya katakan?
"Ya. Jadi.. jadi mari kita segera mencari makan siang, dan lupakan kejadian barusan, sungguh memuakkan berlibur harus bertemu mereka!"
"Hmm, kamu benar."
####
Bersambung