
Hari-hari sekali lagi berlalu, Emelin menikmati hari-hari damainya selama beberapa hari ini.
Siaran Live Streaming miliknya berjalan dengan lancar, dan mulai ada beberapa Perusahan yang mulai menawarkan Emelin untuk menjadi model atau menjadi bintang iklan untuk produk mereka, ada juga tawaran untuk megiklankan produk dalam siaran langsung Emelin.
Dan Emelin juga secara resmi telah menandatangani kontrak dengan Sutradara muda yang membuat film yang tempo hari Emelin ikuti Audisinya.
Hari-hari terasa baik untuk kehidupan Karir Emelin.
Namun hal-hal baik tidak datang kepada semua orang.
Saat ini, di Kantor Pusat Perusahaan Smith, CEO mereka yaitu Alvan Smith, tengah pusing setelah menerima sebuah telepon,
"A.. Apa maksud anda untuk membatalkan Kontrak dengan Perusahaan Kami?" Katanya dengan cemas pada seseorang di ujung telepon.
'Aku merasa kerja sama ini tidak begitu menguntungkan, pokoknya aku sudah mengurus bawahan ku untuk mengatur pembatalan kontrak. Sudah itu saja yang ingin saya sampaikan,'
"Tunggu dulu, Pak Presdir. Saya masih belum mengerti,"
Ada suara helaan nafas pasrah diujung telepon.
'Pikirkan, apakah kamu pernah menyinggung seseorang,'
Kemudian telepon ditutup.
Ada keheningan setelah telepon itu ditutup.
Wajah Alvan Smith atau Ayah Emelin itu memerah karena begitu marah.
Ini sudah kedua kalinya dalam Minggu ini, Kontrak Perusahaan miliknya dibatalkan.
Dirinya benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi.
Apakah dirinya pernah menyinggung seseorang?
Rasanya tidak.
Masalah satu persatu mulai muncul.
Dengan pemutusan kerja sama ini, bagaimana dengan kerugian yang Perusahaan Alami?
Mereka telah mengeluarkan banyak dana untuk pembangunan salah satu Kompleks Apartemen Mewah tertentu, Hutang semakin hari menumpuk, dan satu persatu Investor memutuskan Kontrak mereka.
Bagaimana ini?
Apa yang dirinya harus lakukan?
Dia lalu mulai membuka laptop miliknya.
Disana, ada beberapa laporan tentang Peresmian CLA Entertainment.
Ini adalah permintaan Putrinya dimana dia ingin memiliki sebuah Perusahaan Agensi di Dunia Hiburan.
Uang yang dibutuhkan untuk membangun Perusahaan ini tidak kecil.
Ini membutuhkan hampir sepertiga dana kas Perusahaan.
Awalnya dirinya tidak terlalu memikirkannya, karena dirinya masih memiliki backup dari beberapa Investor yang bekerja sama dengan Perusahaan mereka, jadi tidak akan mungkin untuk kekurangan dana...
Apakah harus membeli bahan yang lebih murah untuk menghemat anggaran?
Hmm, ini bisa menjadi solusi yang bagus.
Tidak perlu terlalu cemas, dirinya harus tenang, saat ini masih ada Proyek besar yang menunggu, sebentar lagi masih ada proyek yang akan Perusahaannya dapatkan.
Dirinya hanya harus fokus pada Proyek ini.
Dan untuk CLA Entertainment ini...
Karena masih awal, memamg masih membutuhkan banyak Dana.
Putrinya bilang dia akan mendapat beberapa dana dari teman-temannya di Industri Hiburan, harusnya tidak akan ada kekhawatiran lagi bukan?
Ketika dia masih sibuk berpikir tiba-tiba pintu kantornya dibuka dengan paksa.
Dia lihat sosok seorang wanita yang akrab.
Ini adalah Putrinya Claudia.
"Ada apa Claudia?"
"Ayah, bukankah Ayah bilang akan mengurus soal Peran Emelin dengan Sutradara Film itu? Kenapa barusan aku denger dari temanku kalau Emelin sudah menandatangani kontrak dengan mereka?"
Melihat Putrinya yang tiba-tiba marah-marah ini membuat Alvan semakin sakit kepala.
Soal Sutradara Film itu....
Mereka sepertinya mendapatkan Investasi dari seorang Investor Besar, yang keberadaannya cukup Misterius.
Karena banyak hal yang terjadi, dirinya belum sempat menyelidikinya lagi, lagipula ini bukan hal-hal penting.
Hanya satu film kecil, apa yang begitu ribut soal itu?
"Maafkan, Ayah. Masih ada banyak hal lagi yang harus Ayah Urus, lagipula bukankah kami memiliki Perusahaan Entertainment baru sekarang? Kenapa musti meributkan Peran kecil Emelin di film itu? Itu hanya film kecilnya hanya mungkin tidak akan begitu populer,"
"Tapi tetap saja, aku masih kesal untuk dikalahkan Emelin seperti itu, melihat dia akan memerankan Peran Utama yang ingin aku Perankan saja sudah membuatku kesal."
"Ini bukan masalah kecil, Ayah!"
"Claudia dari pada kamu memikirkan ini, kenapa kamu tidak mengurus Perusahaan Baru yang barusan kita buat itu?"
"Aku juga sudah mengurusnya, tinggal mengontrak beberapa Artis dan melakukan beberapa Investasi pada beberapa Film yang berpotensi."
"Bagaimana dengan Dananya? Apakah kamu sudah mendapatkannya?"
"Itu.... Itu... Aku belum..."
"Claudia!! Kamu bagaimana? Bukankah kamu bilang kamu akan mengurusnya?"
"Tapi bukankah tidak masalah? Ini masih Perusahaan baru, jadi teman-temanku masih sedikit ragu. Namun jika kita mendapatkan tangkapan proyek film besar, aku yakin ini akan sukses, dan masalah dana bukan lagi Masalah."
"Baik kalau itu maumu, segera dapatkan proyek film yang bagus."
"Aku berencana membuat film yang akan aku bintangi, aku yakin ini akan populer,"
"Ya, lakukan sesukamu."
"Terimakasih Ayah."
Claudia lalu memikirkannya, ya soal film yang akan dibintangi Emelin...
Kenapa dengan film itu?
Itu hanya film kecil, pasti tidak akan populer seperti kata Ayahnya.
Sedangkan saat ini dirinya juga akan membuat film yang lebih hebat dengan dirinya sebagai Pemeran Utama, lihat dengan film besar miliknya ini pasti dirinya akan mempermalukan Emelin ketika Film yang dibintangi Emelin rilis!!
Lihat saja!! Dirinya akan pastikan film yang dibintangi Emelin itu hancur!!
Menantikan rencananya ini, Claudia keluar dari kantor Ayahnya.
####
Disisi lainnya, saat ini Antony sedang memegang berkas ditangannya yang dikumpulkan oleh anak buahnya.
Dan benar saja, kejadian yang terjadi sekitar enam tahun lalu ketika Emelin tergelincir di tangga adalah hal yang direncanakan.
Disana tertulis, bagaimana hari itu memang jatwal Kakek Emelin untuk pergi ke Dokter, jadi perawat dan supir Keluarga tidak ada dirumah.
Ayah dan Ibu Tiri Emelin juga saat itu entah bagaimana sedang ada acara diluar.
Dan soal pelayan Keluarga mereka...
Antony memelihat dimana, hari itu Claudia tiba-tiba membuat semua Pelayan Keluarga Smith untuk libur dengan alasan yang tidak begitu jelas.
Dan lagi penjaga keamanan dirumah itu, tiba-tiba saja disuruh oleh Caludia untuk pergi keluar membeli sesuatu yang tidak masuk akal.
Dan kamera CCTV hari itu mati dengan segala.
Itu benar-benar direncakan dengan sempurna, sehingga hanya ada Claudia dan Emelin di rumah.
Dirinya dengar dari Emelin saat itu, Emelin dan Claudia berniat pergi Berbelanja bersama, dan ketika dirinya turun tangga, ini sudah agak diujung tangga bawah, dia merasakan pijakan kakinya licin lalu terpeleset jatuh.
Dan disana ada Claudia yang menolongnya, dan bilang akan memanggil bantuan diluar karena ponselnya jatuh dan rusak.
Memikirkannya sekarang...
Itu benar-benar terkesan dibuat-buat bukan?
Dari itu ketika dirinya datang tidak ada seorangpun di rumah itu, hanya Emelin yang terbaring kesakitan, seolah sedang menunggu bantuan yang Claudia janjikan.
Jelas bantuan itu tidak akan datang, karena semua kejadian itu sudah direncakan dengan sempurna.
Sungguh...
Itu benar-benar keterlaluan, tidak mengherankan juga jika kejadian sebelumnya ketika Kematian Ibu Emelin juga hal yang direncakan dengan baik seperti ini.
Hanya rasa kesal yang memenuhi hati, Antony sekarang.
"Mereka benar-benar...."
Antony lalu kembali menelepon anak Buahnya.
"Aku minta kamu selidiki data lengkap Claudia dan Perusahaan yang mengontrak iklan dengannya, pastikan mereka memutuskan hubungan kontrak itu, dan satu lagi, soal CLA Entertainment, jangan biarkan ada orang yang berinvestasi kesana,"
'Baik, kami akan melaksanakannya.'
Menutup telepon itu, lalu Antony kembali fokus pada laptopnya.
Disana ada daftar proyek yang akan Perusahaan Smith ikuti.
"Aku tidak akan membiarkan Perusahaan itu mendapatkan proyek-proyek ini, ini semua akan menjadi Proyek-proyek milikku,"
Ini hanya sebuah awal dari Kehancuran Para Penghianat yang menjatuhkan Emelin itu.
Semua baru saja dimulai.
####
Bersambung