
Emelin belum mengerti apa yang Raka bicarakan itu, jadi dia masih bertanya, menunggu jawaban dari Raka.
'Tentu saja ini soal, Reuni di Sekolah Menengah Kak. Aku berhasil membujuk Kepala Sekolah dan panitia agar Angkatanku bisa ikut!!'
Mendengar kata Reuni, Emelin jadi teringat memang benar, Raka sempat menyebutkan ini.
Reuni besar yang akan di adakan oleh Sekolah Menengah Atas tempatnya bersekolah.
"Ya ampun, soal Reuni ya? Aku hampir melupakannya!!!"
'Kakak kan sibuk jadi pasti lupa hal-hal ini!! Aku ikut jadi Panitia Kak, dan acara Reuni ini pasti akan menjadi yang terbesar, empat angkatan akan di undang di acara ini!! Aku begitu bersemangat ketika memikirkannya,'
"Owh benarkah? Itu benar-benar akan dilakukan?"
'Tentu saja, soal Undagan Acara ini, juga sudah mulai di sebar sejak beberapa hari lalu, dan untuk Undagan milik Kak Emelin, ini ada di tanganku,'
"Eh? Sudah di sebar? Begitu cepat? Kenapa kamu tidak segera memberitahuku?"
'Aku tahu Kak Emelin sibuk, aku juga baru sempat memberitahu Kakak ini.'
"Benar juga, jadi kapan Acaranya?"
'Sekitar Minggu depan!'
"Astaga? Minggu depan? Minggu depan? Ini tidak terlalu cepat?"
'Kan aku sudah bilang Undangannya sudah di sebar sejak beberapa hari lalu, tidak maksudku sejak minggu lalu. Jadi Apakah Kakak sibuk?'
"Sekitar minggu depan ya? Sebenarnya ada jatwal jumpa pers untuk rilis Trailer Film yang aku bintangi di salah satu stasiun televisi,"
'Ya enah, Kak masa Kakak mau tidak datang? Sangat sayang sekali, memang Kak Emelin tidak ingin gitu bertemu dengan beberapa teman lama?'
Emelin terdiam sebentar memikirkan ucapan Raka.
Tentu saja ada orang yang ingin ditemuinya, setidaknya Emelin hanya ingin tahu keadaan orang itu, yaitu Cinta Pertamanya.
Hanya...
Hanya ingin tau saja oke?
Tidak lebih dan tidak kurang.
Sangat sayang jika melewatkan kesempatan seperti ini.
"Pasnya tanggal berapa?"
'Hari Minggu jam 3 Sore, Acaranya dari Sore sampai malam,'
"Aku akan ada live di televisi sekitar jam 2, mungkin aku akan telat kesana,"
'Tidak apa-apa lah, Kak. Asal Kakak datang, nanti aku kirim Undangannya pada Kakak,'
"Eh? Apakah harus membawa Undagan?"
'Tentu saja!! Nanti akan di beri semacam pin nama untuk diarahkan ke Kelompok kelas masing-masing, kalau tidak ini akan menjadi cukup memusingkan karena begitu banyak orang, dan mungkin tidak akan bisa saling mengenali,'
"Baik-baik, mari kita bertemu siang ini, kamu free?"
'Hmm, saat jam Istirahat mari bertemu di Restoran didekat Gedung Anderson Group,'
"Tentu aku akan kesana,"
Setelah membuat janji, perasaan Emelin menjadi cukup ceria.
Ya, tidak buruk untuk bertemu teman-teman lama, selain juga Kakak Kelas misterius itu.
Dirinya tidak begitu ingat wajahnya apalagi namanya memang tidak tahu jadi mungkin salah satu sahabat baiknya dulu tahu nama dan orangnya yang mana?
Ini akan menjadi hal-hal yang bagus.
####
Siang itu, Isabella kebetulan telah selesai mengikuti acara pemoteran.
Hari ini Isabella memiliki sebuah rencana bagus.
"Hehe, aku harus memberikan Undagan Reuni ini pada Antony bukan? Dia sangat sulit di dekati belakangan ini, ini bisa jadi kesempatan yang bagus," guma Isabella sambil tersenyum sendiri.
Namun pesannya untuk Antony tidak kunjung di balas juga.
Ini membuat Isabella binggung.
Dirinya ingin naik ke Ruangan Antony lagi, namun takut di tuduh tidak sopan.
Sambil melewati resepsionis, Isabella lalu bertanya padanya,
"Apakah Pak Presdir ada di Ruangannya?"
Ini adalah Resepsionis baru, jadi tentu saja tidak kenal Isabella yang pernah membuat keributan sebelumnya, dan lagi resepsionis ini masih baru jadi tidak begitu mengerti tugasnya dengan baik.
"Sebentar, saya akan coba tanyakan pada Sekertarisnya,"
Resepsionis itu, lalu membuka telepon, namun sepertinya dia malah kena marah.
"Maaf, apakah anda membuat janji dengan Pak Presdir?"
"Saya hanya ingin bertanya apakah dia ada atau tidak,"
"Ah, begitu. Untuk bertemu dengan Pak Presdir memang harus membuat janji dulu karena jatwalku sibuk. Saat ini Pak Presdir sedang ada meeting di luar, jadi tidak bisa jika ingin bertemu,"
Tanpa membuat keributan, Isabella pergi dari sana.
Dia sedang membuat rencana bagaimana cara bertemu Antony secara tidak sengaja.
Apakah harus menunggu di pintu masuk?
Tidak tidak dirinya juga tidak tahu kapan Antony akan kembali.
Jadi Isabella memutuskan untuk pergi ke Restoran terdekat.
Namun siapa yang tahu dia malah melihat wajah-wajah yang familiar.
Itu adalah Emelin yang sedang mengobrol akab dengan seorang Pria.
Tentu saja, Isabella menjadi kepo.
Dia lalu duduk ditempat yang agak dekat dan menutupi wajahnya, mencoba mengintip dengan siapa Emelin-Emelin itu berbicara dengan akrab.
Namun, Isabella begitu syok ketika melihat wajah Pria itu yang familiar.
"Bukankah itu, wajah Tuan Muda Raka Anderson? Kenapa dia terlihat begitu akrab dengan Emelin?? Astaga!! Ini berita besar!!"
Isabella jadi teringat soal kata-kata Claudia, yang sepertinya Emelin cukup dekat dengan Raka Anderson itu.
Jadi itu benar-benar nyata?
Ya ampun, Emelin itu tidak tahu diri bukan?
Dia sudah punya suami, namun masih mengoda laki-laki disana sini.
Apalagi itu Tuan Muda Keluarga Anderson, tidak cukup dengan Antony saja?
Ah benar juga, dia kan hanya istri Kontrak Antony, mungkin saja dia mendekat Raka Anderson itu sebagai rencana cadangan?
Sungguh tidak tahu diri!!
Berani mengoda dua Tuan Muda dari Keluarga Anderson secara terang-terangan!!
Sebuah senyuman licik muncul di wajah Isabella, dia lalu mengambil ponselnya, lalu memfoto dua orang itu yang sedang asik mengobrol.
Dan tentu saja hal pertama yang dirinya kirimkan foto ini adalah...
Caludia.
Hmm, jika dirinya langsung mengirimkan ini pada Antony pasti Antony akan curiga, jadi lebih aman jika Claudia itu yang nanti akan membesar-besarkan soal gosip ini.
Ya bagaimanapun juga, Caludia itu kan Ratu Drama.
Manfaatkan saja, coba lihat jika berita ini sampai ke tangan Antony, apa yang akan terjadi!!!
Disaat Isabella sedang penuh dengan rencananya sendiri itu, Emelin dan Raka tengah asik mengobrol.
"Ini Kak, Undangan Reouni nya,"
"Terimakasih Raka,"
"Bukan apa-apa, aku benar-benar meniatkan reuni ini,"
"Ya ampun, apakah kamu punya Seseorang yang ingin kamu temui?" tanya Emelin kepo.
Wajah Raka menjadi memerah karena malu.
"A... Apaan sih, Kak Emelin!! Tidak ada yang seperti itu?"
"Tunggu, apakah ini salah satu Mantan Pacarmu?"
"Mantan Pacar? Kakak jangan bicara omong kosong, mantan ku tidak ada yang baik sama sekali,"
Emelin lalu berpikir sejenak.
Lalu sebuah tebakan random muncul,
"Oh? Apakah ini ada semacam Cinta Pertama mu atau sesuatu?"
Wajah Raka menunjukkan segalanya, membuat Emelin lebih banyak mengodanya.
"Hey? Siapa itu? kamu tidak pernah bercerita soal itu??"
"Tidak ada yang seperti itu!!!"
"Sudah jangan membuat alasan!"
Sangat lucu melihat perubahan ekpersi Raka itu.
"Apaan sih, Kak?"
"Ya ampun Raka, cerita apa ini yang tidak aku tahu?"
Raka yang tidak ingin tertangkap basah itu mencoba mencari topik pembicaraan lainnya.
"Kak aku baru ingat sesuatu, sepertinya Suami Kakak, Antony itu juga satu SMA dengan kita sebelumnya,"
#####
Bersambung