
Setelah Alex dipastikan benar-benar pulih, Emelin akhirnya memutuskan kembali untuk pergi syuting.
Dalam beberapa hari berjalan dalam sekejap, baik Emelin dan Antony juga tidak banyak saling mengobrol lagi.
Lebih tepatnya, seolah Emelin sedikit menjaga jarak dari Antony.
Hari ini, Emelin pergi ke bandara sendiri, dia menyuruh Alex tetap di rumah saja untuk istirahat, walaupun Alex sudah pulih, namun Emelin cukup khawatir.
Dan soal Antony...
Emelin masih merasa bersalah, masih belum tahu bagaimana cara menghadapi suaminya itu...
Setelah akhirnya dirinya menyadarinya seberapa jahat dirinya sebelumnya tidak hanya pada Alex terutama pada Antony.
Emelin juga mulai memikinya, apakah Antony akan bahagia bersamanya?
Apakah ikatan Pernikahan ini nyaman untuk Antony?
Bagaimana kalau itu tidak?
Emelin juga merasa takut, Antony mungkin bisa baik dan memaafkannya hanya karena Putra mereka.
Emelin ingat bagaimana Mamanya mengejar cinta Ayahnya secara paksa dan berakhir seperti itu.
Emelin merasa takut untuk mencoba mengejar cintai Antony...
Bagaimana kalau hal itu malah membuat Antony tidak nyaman?
Dalam hubungan Pernikahan mereka ini hanya sebuah kontrak...
Apakah Antony menyukai orang lain?
Emelin pergi dengan perasaan rumit nya itu, kembali ke rutinitas sibuknya.
####
Ini adalah hari setelah kepergian Emelin.
Antony menjalani rutinitas sibuknya seperti biasanya.
Setelah mengambil beberapa cuti karena Alex sakit, begitu banyak hal menumpuk yang terjadi.
Harusnya akan ada begitu banyak dokumen memusingkan di mejanya, namun yang membuat Antony sedikit terkejut adalah, jumlah dokumen di mejanya lebih sedikit dari pada yang dirinya kira, jadi dia bertanya pada Sekertarisnya.
"Hanya ini? Aku kira akan lebih banyak,"
"Belakangan Tuan Muda Raka mencoba menyelesaikan banyak pekerjaan, entah apa yang merasukinya. Dia terlihat menjadi begitu rajin dan tidak membuat masalah, dan bisa menghandel beberapa pekerjaan milik Pak Presdir selama Pak Presdir tidak ada ditempat,"
Mendengar berita itu, alis Antony terangkat menunjukan keterkejutannya.
"Anak itu mau bekerja?"
"Ya, kelihatannya begitu. Dia menjadi rajin belakangan."
Tentu saja Antony cukup terkejut melihat sepupunya tiba-tiba rajin, dan memang kalau memikirkannya, sepupunya itu sudah tidak lagi membuat masalah dengannya akhir-akhir ini.
Bertingkah sangat jinak, seperti seekor macan kecil yang sedang tidur, mencoba membuat orang lengah karena kelucuannya.
Apakah Raka merencanakan sesuatu?
Sudahlah, apa yang bisa direncanakan Tuan Muda menja itu pula?
Antony tidak terlalu memikirkannya, lalu kembali melihat dokumen didepannya, mengerjakan beberapa hal yang belum selesai disana.
Ketika dia fokus, tidak beberapa lama pintu ke ruangannya diketuk.
"Masuk,"
Hal yang mengejutkan adalah itu ada Tuan Muda Raka yang sebelumnya sempat membuat Antony kepikiran.
Ada apa Tuan Muda ini datang?
Apakah ingin membuat masalah?
Namun Raka hanya dengan tenang menyerahkan dokumen yang dibawahnya ke meja Antony.
"Aku sudah menyusun beberapa dokumen ini untuk persiapan presentasi dengan beberapa klaien, mungkin kamu bisa memeriksanya apakah ada yang kurang,"
"Kamu... Kamu benar-benar melakukannya?"
Melihat ekpersi Antony seolah seperti melihat suatu kejagalan itu, membuat Raka merubah ekpersinya.
"Hpmh, aku sudah menyelesaikannya. Itu terserah aku, aku hanya kebetulan memiliki beberapa mood untuk mengerjakannya."
"Hmm, baik terimakasih telah mengerjakan beberapa bagian, kamu sudah melakukannya dengan baik, aku sudah memeriksa dokumen-dokumen sebelumnya juga,"
"Hpmh, itu bukan apa-apa ini hanya hal-hal mudah,"
"Ya, ya kamu sudah melakukannya dengan baik,"
Antony bisa melihat kalau setelah di puji, ekspresi Raka berubah menjadi begitu bersinar.
Tingkah laku ini....
Ini mengigatkannya pada Putranya, Putranya juga sangat suka di puji, dengan beberapa pujian putranya akan melakukan semua hal bahkan dengan lebih baik.
Tipe ini...
Emelin juga sangat menyukai di puji.
Astaga...
Tuan Muda ini dan Nona Muda itu dulu...
Benar-benar hanya tipe yang suka dimajakan.
"Aku dengar Putramu sakit, apakah dia sudah baik?"
"Kamu mendengarnya dari Kakek? Ya dia sudah baik-baik saja,"
"Owh begitu, lain kali kamu harus menjaganya dengan baik. Ya sudah aku pergi." Kata Raka dengan cepat lalu segera pergi dari sana.
Antony hanya bisa menatap kepergian Raka dengan pandangan heran.
Setelah kepergian Raka, walaupun ada beberapa hal yang membuat Antony heran, namun dia segera tidak terlalu memikirkannya dan kembali fokus pada dokumen didepannya.
Sampai jam makan siang berlalu, Antony sekali lagi menatap kearah ponselnya.
Emm
Aneh?
Tumben Emelin tidak mengirimkan pesan padanya?
Apakah Emelin menjadi begitu sibuk?
Namun sayangnya, bahkan setelah hari-hari berganti, Antony masih tidak menerima pesan satupun dari Emelin.
Antony hanya bisa merasa ini aneh.
Padahal Emelin selalu menelepon Alex?
Ada apa dengan Emelin?
###
Disisi lainnya, Isabella belakangan mulai khawatir, karena setelah rencananya mengerjai Emelin tempo hari, Antony kabarnya tidak masuk kantor selama beberapa hari.
Apakah Alergi Antony cukup parah?
Dirinya mencoba mengirimkan pesan pada Antony beberapa kali, namun juga tidak ada balasan.
Dirinya ingin mencoba bertanya pada Sekertarisnya, namun takut malah nanti Antony menuduhnya seperti tempo hari.
Padahal itu bisa menjadi kesempatan bagus untuk merawat Antony yang sedang sakit.
Sayang sekali memang.
Jadi Isabella hanya bisa menjalani rutinitasnya seperti biasanya.
Sampai, suatu siang dia tidak segaja bertemu dengan Antony di lobby.
"Ah, Antony? Selamat siang."