Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 80: Rasa Rindu (Part 2)


Ini kebetulan adegan syuting di dekat pantai, artis pembantu didepannya ini jelas ingin membuat masalah dengan membuat dirinya jatuh ke air.


Mengunakan kemampuan aktingnya, dengan menghindari gadis yang berniat mendorongnya, Emelin pura-pura jatuh terdorong gadis itu bahkan sebelum gadis itu mendorongnya, Emelin yang terkenal air itu lalu mulai berteriak histeris,


"Ah... Ya ampun.... Kaki ku... Kaki ku.... Akhhh... Pemeran tambahan ini... Aku tidak sengaja membuat kesalahan hingga membuatku jatuh... Kakiku.... Sepertinya Kakiku sakit dan terkilir, bagaimana kalau aku tidak bisa syuting lagi, Ah~"


Kata Emelin mendramatisasi suasana.


Gadis yang berniat mendorongnya itu langsung pucat.


Pak Sutradara yang mengatur adegan itu menatap gadis yang mendorong Emelin itu.


"Sudah berapa kali kamu membuat kesalahan? Ini sangat fatal!! Astaga... Kamu ini membuat masalah saja... Keluar sekarang!"


Lalu sekarang dia fokus menatap Emelin,


"Emelin, kamu tidak apa-apa?" Tanya Sutradara cemas.


"Kakiku sedikit sakit,"


Beberapa anggota Kru lalu menolong Emelin yang terjatuh itu.


Diam-diam Emelin menatap gadis yang masih pucat itu.


Lagipula siapa duluan yang mencari masalah?


Beberapa orang memang perlu tahu tempatnya, sambil menatap gadis itu, Emelin tidak lupa diam-diam menunjukan jari tengahnya pada gadis itu, membuat gadis itu syok dan kesal.


Dengan ini semoga tidak ada yang berani membuat masalah, kalau ada akan dirinya buat lima kali lipat lebih malu!!!


Dan soal kakinya....


Ini hanya akting oke?


Benar-benar tidak terluka.


Setelah beberapa pemeriksa dan doker bilag ini mungkin hanya lecet ringan, dan Emelin masih bisa ikut syuting, semua orang merasa lega.


Melihat kalau sepertinya Pemeran Utama ini sangat penting untuk syuting ini, beberapa orang tidak berani membuat masalah lagi, takut-takut seperti kejadian gadis yang di usir tadi...


Bagaimanapun juga, apapun rumor yang beredar mereka disana butuh uang oke?


Fokus pekerjaan, tidak perlu memikirkan hal-hal lainnya.


Syuting berjalan lancar hari itu, dan pulang lebih awal.


Melihat kalau pulang lebih awal, Emelin lalu meminta izin untuk pergi ke daerah yang ada sinyal di kota.


"Untuk berjaga-jaga kamu harus membawa asisten mu,"


"Baik pak sutradara tidak masalah lagipula aku juga ingin kau toko untuk membeli beberapa hal. Maka bapak ingin membeli sesuatu segala di toko serba ada?"


"Mungkin beberapa makanan ringan sebenarnya aku juga ingin pesanan namun masih banyak hal yang harus aku urus di sini."


"Baik saya akan membeli beberapa pesanannya Bapak."


"Kamu harus selalu hati-hati,"


"Tentu saja bapak tidak perlu khawatir."


Dengan perasaan gembira akhirnya Emelin naik mobil bersama dengan Asistennya itu.


Menuju ke salah satu kota terdekat disana, pada suatu tempat yang memiliki sinyal.


Selamat didalam mobil, Emelin begitu bersemangat memegang ponselnya.


Anda tidak sabar untuk menelepon, Alex...


Juga ingin mendengar suara Antony lagi....


Akhhh...


Fokus fokus ini untuk menelepon Alex oke? Bukan untuk menelepon Antony, lagipula Alex pasti tidak bersama Antony.


Namun hanya beberapa hari tidak bertemu kenapa rasanya sangat rindu! Sungguh menyebalkan!


Perasaan benar-benar tidak bisa dikontrol sungguh aneh.


Ketika Emelin membuka ponselnya, dan ada sedikit sinyal, langsung melakukan panggilan video.


Tapi sepertinya dia salah pencet nomor.


Tidak beberapa lama, suara dan wajah tampan tertentu muncul di balik telepon.


"Emelin?"


Menatap wajah itu dan mendengar suara itu sekali lagi, membuat Emelin berdebar....


Suara Antony masih sangat maskulin dan merdu seperti biasanya yang selalu membuat sedih berdebar, sial!


Dirinya salah pencet nomor!!


Sekarang menjadi bingung tentang apa yang sebaiknya dirinya katakan.


Mungkin kan tidurnya tiba-tiba bilang pada Antony, 'Aku merindukanmu,'


Itu terdengar sangat memalukan bukan?


"Ya, Ya Antony. Apa kabar?" tanya emailn sambil basa-basi.


Antony yang tiba-tiba mendapatkan panggilan video itu tentu saja menjadi panik juga.


Awalnya dirinya berada ditengah rapat kemudian ponselnya tiba-tiba berbunyi dengan nama Emelin.


Tanpa dirinya banyak berpikir dirinya langsung pergi keluar dari ruangan rapat untuk mengangkat telepon ini!!


Sungguh ini benar-benar bukan gayanya!


Dan ini...


Ini juga merupakan hal yang tidak biasa untuk Emelin tiba-tiba menelponnya...


Apakah dirinya harus bertanya?


"Ada apa kamu meneleponku?"


"Ti... Tidak... hanya ingin tahu apakah kamu baik-baik saja,"


"Aku baik-baik saja."


Percakapan lalu terhenti, karena Emelin juga bingung mau membuka topik apa.


Sedangkan Antony juga jadi bingung sendiri ingin membicarakan apa dengan Emelin ini.


Mencoba memikirkan beberapa topik, Antony lalu bertanya,


"Bagaimana syuting disana? Apakah semuanya berjalan dengan baik?"


"Ada beberapa masalah di awal namun saat ini semua baik-baik saja."


"Masalah apa?"


"Bukan apa-apa ini sudah tidak penting lagi, semuanya sudah aku urus beres."


"Baiklah kalau kamu bilang begitu kamu bisa bilang jika terjadi sesuatu. Ngomong-ngomong Apakah kamu baru saja menelepon Alex? Iya sangat merindukanmu lo,"


"Ah, ya aku belum menelepon anak itu mungkin setelah ini aku akan segera meneleponnya,"


Antony menunjukan ekspresi terkejut.


Emelin tiba-tiba meneleponnya lebih dulu?


Tidak biasanya seperti ini...


Dia biasanya pasti akan menelepon Putra mereka lebih dulu...


Apakah Emelin ternyata juga merasa rindu padanya?


Memikirkan kemungkinan ini, perasaan Anthony menjadi sedikit hangat.


"Ah begitu, kamu harus segera meneleponnya dia sangat kangen padamu,"


"Tentu-tentu aku juga akan meneleponnya setelah ini,"


"Ya."


Namun walaupun percakapan mereka berakhir, tidak ada satupun dari mereka yang berniat mematikan panggilan video itu.


Dalam diam mereka menatap satu sama lain.


Mungkin untuk menghilangkan sedikit rasa rindu namun mereka tidak ada yang berani mengatakannya.


Mereka masih saling menatap lebih dari 1 menit sampai Emelin mulai bertanya,


"Apakah kamu tidak sibuk?"


"Tidak-tidak Aku sama sekali tidak sibuk pekerjaanku juga hampir selesai. Aku memiliki banyak waktu luang sekarang."


Tentu saja itu bohong sejujurnya saat itu dirinya sedang rapat dan masih ada banyak pekerjaan yang menumpuk di meja, tidak mungkin dirinya bicara seperti itu pada Emailin bukan?


Takut-takut malah Emelin langsung mematikan teleponnya dan tidak akan meneleponnya lagi.


"Bagus kalau begitu aku pikir aku akan mengganggumu,"


"Tidak sama sekali tentu telepon darimu tidak akan pernah mengganggu,"


####


Bersambung