
"Yan Lan rumah makan besar itu biasanya disinggahi oleh para anggota keluarga besar, pedagang dan para praktisi beladiri dari sekte naga di atas awan untuk makan, karena kita lagi banyak batu roh untuk membayar makanan disana, tak ada salahnya kita sesekali mencoba masakan di sana," ucap Mo Chi sambil menunjuk kearah rumah makan yang berada di ujung sana.
"Aku terserah paman saja, yang penting perutku ini dapat di isi," jawab Yan Lan.
Akhirnya mereka berdua tiba di depan rumah makan, dan serta merta aroma masakan langsung tercium hingga membuat perut mereka berdua semakin meronta ronta.
Keadaan di dalam rumah makan begitu ramai dengan pengunjung, hingga Yan Lan dan Mo Chi tak kebagian tempat.
Seorang pelayan datang menghampiri mereka berdua.
"Tuan tuan, lantai bawah telah terisi penuh hanya tersisa tempat di lantai atas saja, jika tuan tuan mau aku akan menyiapkan tempat di atas sana untuk anda berdua," ucap sang pelayan wanita.
"Tentu saja kami mau," ucap Mo Chi singkat.
"Kalau begitu silahkan tuan tuan ikuti saya," ucap sang pelayan.
Yan Lan dan Mo Chi berjalan mengikuti sang pelayan menuju ke lantai atas rumah makan itu.
Di lantai atas cuma ada 3 orang yang makan di sana, ini di karenakan harga makanan di lantai atas 10 kali lipat lebih besar dari pada harga makanan di lantai bawah.
Yan Lan duduk di samping jendela sementara Mo Chi memesan makan pada pelayan, entah apa yang ingin di pesannya hingga harus berjalan meninggalkan Yan Lan dan menuju kearah pelayan rumah makan itu.
Suasana di dalam lantai atas rumah makan terlihat sangat rapi tak seperti keadaan ruangan di lantai bawah yang sedikit berantakan karena ramainya pengunjung, alunan kecapi yang di petik oleh seorang wanita menambah suasana tenang dan kenyamanan untuk bersantap di dalam ruangan lantai atas
Makanan pesanan Mo Chi datang dan memenuhi meja yang Yan Lan tempati.
"Apakah paman tak salah memesan makanan sebanyak ini?" tanya Yan Lan.
"Yan Lan anggap ini sebagai perayaan hari keberuntunganku bertemu dengan pemuda jenius seperti mu, tenang saja kita tidak kekurangan batu roh untuk membayar ini semua," jawab Mo Chi.
Yan Lan tak mau bertanya apapun lagi ke pada Mo Chi, yang ada dalam pikirannya saat ini adalah bagai mana cara menghabiskan semua masakan yang ada di hadapannya itu.
Saat baru memulai menyantap makanan, tiba tiba saja seorang wanita bercadar masuk keruangan itu dan memesan makanan ke arah pelayan.
Tak lama berselang seorang pemuda kekar ikut masuk ke dalam ruangan itu dan menyuruh semua tamu rumah makan yang berada di lantai atas, untuk segera keluar dari ruangan itu.
"Aku ingin kalian pergi dari tempat ini, untuk makanan yang kalian makan biar aku yang membayarnya," ucap pria kekar itu yang tak lain adalah Chang neder.
Chang neder berjalan menghampiri meja Qian Qin, dan duduk disampingnya.
"Qian er mengapa kau selalu menolakku dan menganggap aku tak ada walau pun kau tau aku berada di dekatmu," ucap Chang neder.
Qian Qin tak menggubris perkataan Chan Neder, dia tetap asyik menyantap makanan yang di pesannya.
Semua orang yang berada di ruangan telah meninggalkan tempat itu, kecuali Yan Lan dan Mo Chi.
Mo Chi yang sangat lapar secepatnya memakan makanan yang berada di hadapannya.
"Paman kan tau jika pemuda itu berasal dari keluarga utama Neder, mengapa paman tak mengikuti perintahnya untuk meninggalkan tempat ini?" tanya Yan Lan.
"Aku sangat lapar Yan Lan, dan makanan ini sungguh sangat nikmat sekali dan sayang untuk di lewat kan, jika pemuda dari keluarga utama Neder itu menyuruh kita keluar untuk kedua kalinya baru kita pergi meninggalkan tempat ini," jawab Mo Chi.
Chang neder memandangi seisi ruangan itu dan mendapati Yan Lan dan Mo Chi masih makan di sana.
Hal ini semakin membuatnya kesal karena perkataannya tadi tak di gubris oleh mereka berdua.
"Kurang ajar !! mereka berdua memang ingin mencari mati rupanya," batin Chang neder.
Chang neder segera melangkah kearah meja Yan lan dan dengan cepat mengarahkan tendangannya kearah Mo Chi yang sedang makan.
Tendangan Chang neder yang sangat tiba tiba membuat Mo Chi tersungkur dan mengerang kesakitan, meja yang di tempati oleh Yan Lan dan Mo Chi pun hancur berantakan.
Yan Lan segera menolong Mo Chi yang masih tersungkur di lantai ruangan itu.
"Bagaimana keadaanmu paman? tanya Yan Lan.
"Kau tak usah memikirkan keadaanku, lebih baik kita segera pergi meninggalkan ruangan ini," jawab Mo Chi.
Chang neder yang masih kesal kepada Qian Qin, kembali melesakkan tendangannya kearah Yan Lan untuk melampiaskan kekesalannya itu.
Yan Lan yang sudah tak bisa menahan amarahnya melihat Mo Chi yang sudah tak berdaya, langsung mengadu tinjunya dengan tendangan yang di lesakkan oleh Chang neder.
"Duar..!!" terdengar benturan 2 kekuatan besar beradu.
Chang neder yang tak menduga kekuatan besar yang di miliki oleh Yan Lan, harus menerima jika dirinya harus terhempas kebelakang dan menabrak beberapa meja yang berada di belakangnya.
"Aku mengalah bukannya kalah, sikap mu kepada orang tua ini sungguh sangat memalukan," ucap Yan Lan sambil memapah Mo Chi pergi dari ruangan itu.
Qian Qin memandangi kepergian Yan Lan.
"Siapakah pemuda itu sebenarnya, aku sangat penasaran, sepertinya pemuda itu mempunyai kekuatan besar yang di sembunyikannya," batin Qian Qin.
Qian Qin menaruh beberapa batu roh diatas meja, dan segera mengikuti Yan Lan dari belakang secara diam diam.
Chang neder yang kembali bangkit segera menerjang jendela rumah makan untuk mengejar Yan Lan.
Melihat Yan Lan yang memapah tubuh Mo Chi mau menaiki sebuah kereta yang tarik oleh 2 keledai, langsung menyerang kereta kuda itu hingga hancur berantakan.
Qian Qin yang melihat peristiwa itu hanya diam melihat dari kejauhan.
"Sepertinya Chang neder benar benar marah dan ingin bertarung dengan pemuda itu, ini bagus bagiku karena aku bisa melihat tehnik beladiri pemuda itu tanpa harus bersusah susah mengikutinya," batin Qian Qin.
Yan Lan yang melihat kereta kuda Mo Chi hancur, membuatnya gusar dan ingin memberikan pelajaran bagi Chang.
"Paman tunggulah disini aku akan memberikan pelajaran bagi pemuda itu, aku tak perduli lagi jika dia merupakan keluarga utama dari 4 keluarga besar yang ada di kota pegunungan Awan langit.
Info.
Karena teman teman menginginkan 2 episode tiap harinya maka mulai besok author akan membuat 1 novel berisi 2 episode, dengan imbal balik vote, like dan komen dari teman teman semua agar author bersemangat dalam menulis, jika teman teman pelit ngasih like, komen dan vote, maka author akan kembali ke awal dengan 1 episode setiap harinya.✌️