
Malam itu para penjaga desa seakan tak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya, tetua Yang long yang mempunyai kekuatan diatas rata rata para kultivator di benua permata hijau, begitu dengan mudahnya bertekuk lutut di kaki anak muda yang baru saja datang.
"Apa yang terjadi dengan tetua Yang long kepala desa, mengapa dia bersujud sambil memberi hormat seperti itu?" tanya salah seorang penduduk desa.
"Aku juga tak mengerti dengan semua ini," jawab kepala desa yang berbadan besar dan kekar.
"Siapakah pemuda ini, jika tetua Yang long sampai memberi hormat padanya berarti pemuda ini begitu sangat berti bagi tetua Yang long, hal ini merupakan kesalahan besar bagi desa ini karena telah menyinggungnya," batin kepala desa.
Yan Lan meraih tubuh tetua Yang long agar berdiri, dan kemudian memberikan hormat kepada tetua Yang long.
"Yan Lan memberi hormat paman," ucap Yan Lan.
"Ha..ha..ha..., tak kusangka keluarga Wong mempunyai seorang penerus yang sopan dan tangguh sepertimu, kau memang pantas menyandang nama keluarga wong, ayo Yan Lan ikut denganku, kita rayakan kedatanganmu di desa angin berkabut ini," ucap Yang long sambil merangkul Yan Lan dan membawanya ke suatu tempat.
Yan Lan tiba di suatu tempat, tempat itu sungguh sangat terpencil dan tak pernah di masuki orang kecuali atas ijin tetua Yang long.
Pintu masuk di jaga ketat oleh beberapa penduduk desa yang mempunyai tingkat kultivasi Qi saint awal, di sana juga terpasang segel yang amat kuat.
Setelah membuka segel, tetua Yang long membawa Yan Lan dan kelima sahabatnya untuk masuk kedalam sana.
"Mengapa tetua Yang long sangat ceroboh seperti ini, dengan membawa orang asing yang baru dikenal masuk kedalam sana?" batin kepala desa.
Setelah terbukanya segel pelindung yang menutupi areal itu, yan Lan sangat terperanjat dengan apa yang ada di hadapannya, di sana tampak sebuah pedesaan dengan penduduk yang rata rata di huni oleh para pria muda dan wanita muda.
Para pria muda sendiri sedang melakukan latihan beladiri yang di latih oleh beberapa kultivator kuat, termasuk oleh beberapa petinggi istana gerbang naga yang masih setia kepada raja kota terdahulu dengan bergabung di bawah kepemimpinan tetua Yang long.
Yan Lan ini adalah desa Angin berkabut yang asli, yang kau lihat di luar sana adalah desa palsu yang di buat hampir menyerupai aslinya, semua itu sengaja kami lakukan untuk mengelabui istana gerbang naga. Disini para pria dan wanita muda dikumpul menjadi satu dari semua desa yang ada di luar kota bulan suci, setelah adanya masalah yang bergejolak di kota bulan suci dan penyebabnya adalah orang orang dari istana gerbang naga, aku berinisiatif untuk merangkul para pemuda desa untuk di latih ilmu beladiri dan kultivasi disini, sebenarnya desa ini dibuat untuk melatih para pemuda desa akan tetapi setelah adanya kejadian penculikan para wanita muda oleh orang yang tak dikenal di setiap desa, membuat kami semua para penduduk desa bersepakat untuk membawa para wanita muda kesini," ucap tetua Yang long.
Kini Yan Lan mengerti ternyata tetua Yan long telah mempersiapkan satu rencana untuk mengambil alih istana gerbang naga "batin Yan Lan.
"Silahkan Yan er, ini adalah anggur terbaik yang desa angin berkabut miliki," ucap tetua Yang long.
Tanpa ragu Yan Lan dan kelima sahabatnya langsung meminum anggur yang sudah di tuangkan kedalam gelas oleh tetua Yang long.
"Apa rencana paman selanjutnya?" tanya Yan Lan.
"Aku sebenarnya ingin membawa raja kota kesini, karena di istana gerbang naga nyawa raja kota sangatlah terancam, aku telah memasang beberapa orang mata mata yang selalu memberikan informasi kepada kami disini, termasuk naiknya pangeran pertama menjadi raja pengganti yang menggantikan raja kota terdahulu. Mata mata kami yang ada di sana telah memberikan petunjuk yang sangat akurat, jika kekacauan di kota bulan suci termasuk penculikan penculikan yang ada semua dalangnya adalah selir Lin yu dan putranya Lin Wahai, semua itu terjadi karena selir lin yu ingin putranya itu yang akan menjadi raja, bukan pangeran ke tiga," jawab Yang long.
Jika memang begitu halnya paman, aku dan kelima sahabatku akan mencoba masuk kedalam istana gerbang naga, dan mencoba membawa raja kota terdahulu kemari," ucap Yan Lan.
"Untuk sementara kau tak usah membawa raja kota kemari, dari hasil informasi dari mata mata kami di istana gerbang naga jika ada seorang wanita muda yang merupakan Alkemis terhebat dari pagoda 9 tengah mencoba mengobati raja kota," ucap tetua Yang long.
"Seorang wanita Alkemis muda dari pagoda 9?, disana memang ada beberapa Alkemis yang hebat, tapi yang lebih menonjol adalah Zhao Quin, Yan Ling dan Yun er, jangan jangan salah satu dari mereka merupakan Alkemis yang di maksud oleh tetua Yang long.
Kegelisahan seketika melanda hati Yan Lan, dia tak fokus lagi dengan pembahasan mengenai istana gerbang naga, rasa penasaran tentang wanita Alkemis ndari pagoda 9 membuatnya resah.
Semua gelagat Yan Lan itu dapat di cerna oleh ketua Yang long.
"Ada apa Yan er, aku melihat kegelisahan di hatimu, katakanlah siapa tau paman bisa membantumu," ucap ketua Yan long.
"Paman siapakah nama wanita itu?" tanya Yan Lan.
"Kalau tak salah namanya Zhao Quin," jawab tetua Yan long.
Dag Dig dug suara jantung Yan Lan mendengar tetua Zhao Quin menyebut nama Zhao Quin.
Tak dapat di sangka olehnya jika kekasihnya itu berada di tempat yang sangat membahayakan baginya.
"Paman malam ini aku harus bertemu dengan Zhao Quin, dia adalah istriku," ucap Yan Lan.
Semua di dalam ruangan itu terkejut dengan pengakuan Yan Lan, hanya Biyao yang biasa biasa saja karena dia telah mengetahui sebelumnya.
"Jika kau kesana itu sangat berbahaya Yan er, penjagaan istana gerbang naga sangatlah ketat sekarang," ucap Yang long.
"Paman tak usah khwatir aku akan baik baik saja," ucap Yan Lan.
"Bagaimana caramu untuk memasuki gerbang kota bulan suci Yan er, selama raja kota baru memimpin istana gerbang naga semua struktur di istana di rombak termasuk mengganti tanda pengenal atau lencana yang lama dengan lencana yang baru, sementara ini aku tak punya lencana baru untuk kalian berenam agar bisa masuk ke dalam kota bulan suci," ucap tetua Yang long.
"Aku punya cara untuk kesana paman, para sahabatku akan membantuku masuk kedalam kota bulan suci," ucap Yan Lan.
"Aku pamit paman," ucap Yan Lan.
Yan Lan dan kelima sahabatnya pergi menuju ketempat yang agak luas.
"Jatayu bisakah kau mengantarkan kita semua kesana?" tanya Yan Lan.
"Tentu saja tuan muda, aku akan mengantarkan tuan muda kesana," ucap Jatayu.
Dengan cepat Jatayu meloncat ke udara, dan merubah dirinya menjadi raja burung surgawi yang sangat besar.
Tetua Yang long tersentak kaget melihat apa yang ada di depannya.
"Raja burung surgawi, mengapa burung sekuat ini mau mengikuti Yan Lan?" sungguh sangat di luar nalar ku batin tetua Yang long.
Yan Lan dan para sahabatnya segera naik ke punggung Jatayu.
"Yan Lan bagaiman kau membuka segel pelindung kota bulan suci dari udara?" tanya tetua Yang long.
"Tenanglah paman aku pasti bisa membukanya," jawab Yan Lan.
Selepas Yan Lan menjawab pertanyaan tetua Yang long, Jatayu segera mengepakkan sayapnya dan terbang mengudara kemudian hilang di dalam pekatnya malam.
Tetua Yang long hanya terpaku melihat kepergian Yan Lan dan para sahabatnya, sementara itu warga desa yang menyaksikan peristiwa itu berdecak kagum dengan apa yang telah mereka lihat.
Begitupun dengan kepala desa angin berkabut yang menatap kepergian Yan Lan.
Sementara itu di istana gerbang naga...
Zhao Quin kini tengah melakukan penyembuhan terhadap raja kota terdahulu, tubuh raja kota yang terbaring kini terangkat ke udara.
Sebuah bunga teratai raksasa berwarna biru kini berada di bawah tubuh raja kota terdahulu, dengan delapan bunga teratai kecil lainnya yang mengelilingi tubuh raja kota terdahulu.
Zhao Quin terus melakukan meditasi, dan terlihat raja kota terdahulu mulai merasakan reaksi dari penyembuhan yang di lakukan oleh Zhao Quin, tubuh sang raja kota menggeliat menahan rasa sakit yang teramat sangat.
Tetua Li Wang tak berkedip menyaksikan peristiwa penyembuhan kepada raja kota terdahulu.
"Kalau tak salah tehnik ini merupakan tehnik 9 kelopak teratai yang sangat langka, tehnik ini bisa di pakai dalam melakukan penyembuhan dan bisa juga menjadi alat pembunuh yang sangat kuat, aku beruntung masih bisa melihat tehnik sekuat ini dan aku bertambah yakin jika putra mahkota akan sangat cocok bersanding dengan Dewi secantik dan bijaksana seperti Zhao Quin, jika mereka berdua yang mengatur pemerintahan di istana gerbang naga aku pastikan istana maupun kota bulan suci akan kembali damai dan maju pesat," batin tetua Li Wang.
Tak lama suara teriakan yang sangat keras keluar dari mulut raja kota terdahulu, yang membuat sebuah kekuatan gelap yang selama ini bersemayam di jiwa raja kota terdahulu ikut keluar dari tubuhnya.
Kekuatan gelap yang keluar dari dalam tubuh raja kota terdahulu langsung di sambut dengan cahaya biru dari ke delapan bunga teratai kecil yang mengelilingi tubuh sang raja kota terdahulu.
Kekuatan gelap itu seperti tak mempunyai daya untuk pergi dari tempat itu, cahaya biru dari kedelapan bunga teratai itu begitu sangat kuat baginya, sehingga membuat kekuatan gelap yang selama ini menekan jiwa raja kota terdahulu lenyap untuk selama lamanya.
Hilangnya kekuatan gelap dari tubuh raja kota terdahulu, membuat bunga raksasa seketika mengeluarkan cahaya biru yang menyejukkan, begitu pun dengan ke delapan bunga teratai yang lainnya, semuanya memberikan cahaya yang begitu sarat dengan energi Qi ketubuh raja kota terdahulu.
Raja kota merasakan jiwanya hidup kembali, tubuhnya pun sangat bertenaga. Bunga teratai raksasa dan bunga teratai kecil yang mengelilingi tubuh raja kota terdahulu perlahan lahan memudar dan hilang tanpa bekas.
Zhao Quin menyeka keringat yang menetes di wajahnya, kemudian bangkit dan berjalan kearah raja kota terdahulu berada.
"Bagai mana keadaan anda sekarang yang mulia?" tanya Zhao Quin.
"Aku merasakan tubuhku lebih bertenaga dan aku tak merasakan lagi rasa sakit akibat luka salamku, aku sangat berterimakasih kepadamu Quin er, dengan tehnik penyembuhan darimu aku bisa sembuh seperti sedia kala," ucap raja kota.
"Yang mulia untuk sementara yang mulia jangan keluar dari segel pelindung yang kupasang, biarkan ini tetap menjadi rahasia kita, jika hal ini sampai di ketahui oleh para manusia iblis yang sekarang banyak terdapat di dalam istana, pasti mereka akan kembali untuk melukai anda yang mulia," ucap tetua Li Wang.
"Baik paman, aku akan mendengarkan nasehat paman," ucap raja kota.
Tiba tiba pintu ruangan itu di ketuk dari luar.
"Masuklah!" ucap tetua Li Wang.
Seorang pelayan wanita masuk kedalam ruangan itu.
Dengan membungkukkan badan memberi hormat, wanita itu berkata, "Tuan selir Lin yu menunggu anda di depan".
"Katakan padanya aku akan segera menemuinya," ucap tetua Li Wang.
Pelayan itu segera keluar dari ruangan itu. Selepas kepergian pelayan wanita tetua Li Wang menyuruh raja kota untuk tetap tinggal di ruangan itu.
"Yang mulia aku dan Zhao Quin akan menemui selir Lin yu, ku harap yang mulia tetap disi, ini demi kebaikan kita semua," ucap tetua Li Wang.
"Baiklah paman, aku akan tetap disini untuk melakukan kultivasi," jawab raja kota.
Setelah memberi hormat kepada raja kota terdahulu, tetua Liwang dan Zhao Quin pergi menemui selir Lin yu yang sedari tadi telah menunggunya.
Setibanya tetua Li Wang dan Zhao Quin di hadapan selir Lin yu, Zhao Quin segera menggenggam tinjunya memberi hormat.
"Yang mulia mencari hamba?" tanya Zhao Quin.
Selir Lin yu menatap Zhao Quin dalam dalam.
"Sungguh wanita ini sangat cantik dan berkarisma, pantasan putraku begitu tergila gila padanya," batin selir Lin yu.
"Benar Quin er aku mencarimu, putraku ingin mengajakmu makan malam bersama," jawab selir Lin yu.
Zhao Quin tersenyum lembut mendengar perkataan selir Lin yu, "Tentu saja yang mulia, aku pernah berjanji kepada yang mulia raja kota untuk menerima perjamuan makan malam darinya," ucap Zhao Quin.
"Tapi perjamuan makan malam itu tidaklah berdua, tetapi kami semua yang ada disini boleh ikut benarkan Zhao Quin?" tanya tetua Li Wang.
"Benar paman," jawab Zhao Quin.
Tetua Li Wang sengaja berkata demikian agar dirinya bisa ikut dalam perjamuan makan itu, di takutkan ada rencana jahat dari raja kota Lin Wahai ke pada Zhao Quin karena melihat kecantikan dan kemolekan tubuh nya.
Selir Lin yu merasa kesal kepada tetua Li Wang yang sok ingin menjadi pahlawan bagi Zhao Quin.
"Lihatlah nanti, aku akan menghabisimu!!" batin selir Lin yu yang menatap tajam penuh kebencian kepada tetua Li Wang.
"Baiklah aku akan menunggu kedatangan kalian di perjamuan makan malam raja kota," ucap selir Lin yu sambil berlalu pergi.
Li Wang dan Zhao Quin menatap kepergian selir Lin yu hingga hilang di telan gelapnya malam.
"Quin er, sepertinya selir Lin yu dan raja kota Lin Wahai sedang merencanakan sesuatu padamu, aku ingin kau memakai cincin artefak ini, kekuatan roh, racun dan apapun itu tak akan bisa memasuki tubuhmu," ucap tetua Li Wang.
"Aku tak bisa menerima benda pusaka ini paman, ini merupakan benda pusaka yang sangat berharga," jawab Zhao Quin.
"Aku menghadiahkan artefak ini padamu, karena dengan bantuanmu lah raja kota terdahulu bisa sembuh seperti sedia kala," ucap tetua Li Wang sambil meraih tangan Zhao Quin dan menyematkan cincin artefak itu kedalam jemarinya.
Cincin itu seketika mengecil menyesuaikan bentuk jemari tangan Zhao Quin Yan lentik, yang mana cincin artefak itu membentuk sebuah permata bunga teratai biru sebagai hiasannya.
"Cincin artefak ini sangat serasi dengan jari jemarimu yang lentik, artefak ini juga akan menambah karisma di wajahmu," ucap tetua Li Wang kembali.
"Terimakasih paman untuk hadiah yang sangat berharga ini," ucap Zhao Quin.
Zhao Quin dan tetua Li Wang beserta 2 orang pengawal dari pagoda 9 pergi menuju ketempat di mana raja kota mengadakan perjamuan makan.
DI TUNGGU VOTE, LIKE AND KOMEN✌️