PENDEKAR MATA LANGIT

PENDEKAR MATA LANGIT
Bimbang


Suasana di balai pengobatan menara falan begitu hening, leluhur Wong ji Ang terus melakukan tehnik akupuntur yang dia miliki ketubuh Yan Lan.


Setelah beberapa jam berlalu, terlihat ada perubahan di tubuh Yan Lan, jari jari tangan dan kakinya mulai bergerak walaupun perlahan.


"Berhasil, peredaran Qi di dalam Merindiannya mulai mengalir walaupun belum sempurna," batin leluhur Wong ji Ang.


"Aku akan memberikan energi murniku padamu, semoga dengan ini kau dapat pulih seperti sediakala," ucap leluhur Wong ji Ang dalam hati.


Leluhur Wong ji Ang memberikan Yan Lan energi murni dengan kedua telapak tangannya yang mengarah ke tubuh Yan Lan. Cahaya keemasan tiba tiba menyelimuti tubuh Yan Lan dan pada akhirnya Yan Lan pun tersadar.


Leluhur Wong ji Ang terlihat sangat kelelahan, akan tetapi melihat Yan Lan tersadar membuatnya merasa senang.


"Lan er.., bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya leluhur Wong ji Ang sambil membantu Yan Lan untuk duduk.


"Keadaanku kurang baik guru, aku tak bisa menggunakan Qi di dalam tubuhku saat ini," jawab Yan Lan.


"Kau tak usah pikirkan itu, yang penting saat ini kau bisa tersadar guru sudah merasa tenang, sekarang telan lah pil ini dan segera lakukan penyerapan esensi di dalam pil ini" ucap leluhur Wong ji Ang sambil memberikan pil berwarna hijau muda ke pada Yan Lan.


Tanpa pikir panjang Yan Lan segera menelan pil pemberian dari gurunya, dan mulai melakukan meditasi penyerapan pil.


Leluhur Wong ji Ang terdiam, ada keraguan di dalam hatinya untuk memulihkan Dantian Yan Lan yang rusak.


"Kakek leluhur bagaimana keadaan kak Yan Lan sekarang?" tanya Zhao Quin.


Leluhur Wong ji Ang kembali menarik napas dalam dalam untuk kesekian kalinya dan menghembuskannya keluar secara perlahan lahan.


"Dantian Yan Lan telah rusak, untuk melakukan penerobosan ke tingkat selanjutnya itu tak mungkin lagi, kultivasinya hanya sebatas apa yang telah di milikinya saat ini yaitu Qi awan bintang 1," ucap leluhur Wong ji Ang.


Zhao Quin terperanjat kaget mendengar penjelasan dari leluhur Wong ji Ang.


"Yan Lan pasti akan merasa sedih dengan berita ini, dimana cita citanya untuk menjadi kultivator terkuat di Benua Permata Hijau akan sirna, dan untuk menjadikan Benua Permata Hijau damai serta tentram dengan terbebas dari semua Angkara murka akan menjadi angan angan baginya," batin Zhao Quin.


"Apakah ada jalan untuk memadatkan Dantian kak Yan Lan kembali kakek leluhur?" tanya Zhao Quin.


"Memang ada cara untuk memadatkan kembali Dantian Yan Lan yang rusak, yaitu dengan tehnik "Akupuntur jari matahari" akan tetapi tehnik itu hanya di miliki oleh pendiri pagoda 9 yang pertama, dan tehnik itu telah lama hilang lenyap bersama ke matiannya," jawab leluhur Wong ji Ang.


"Selain itu ada cara lain yang bisa menyembuhkan dantiannya, yaitu dengan mencari "Teratai roh cahaya kemilau putri" sambung leluhur Wong ji Ang kembali.


Zhao Quin terdiam dengan penjelasan dari leluhur Wong ji Ang.


"Cara pertama tentunya tak mungkin lagi, cara kedua pun sudah tak ada harapan karena teratai roh cahaya kemilau putri yang leluhur Wong ji Ang katakan sudah di pakai oleh tetua Dong Wung untuk menyembuhkan Dantian putranya," batin Zhao Quin.


"Leluhur apa masih ada cara yang ke tiga?" tanya Zhao Quin kembali.


"Cara yang ketiga pastinya tak mungkin lagi, walaupun mungkin belum tentu yang bersangkutan mau menyembuhkan Yan Lan," jawab leluhur Wong ji Ang sambil menatap tubuh Yan Lan yang sedang melakukan meditasi lekat lekat.


"Kakek leluhur tolong katakan padaku apakah cara itu!" ucap Zhao Quin.


"Cara itu sangat tabu untuk di lakukan, di mana pemilik tubuh roh teratai surgawi harus melakukan Penyatuan Yin dan Yang sehingga energi roh di dalam tubuh roh teratai dapat masuk untuk memadatkan Dantian Yan Lan yang tipis," ucap leluhur Wong ji Ang.


"Ada harapan bagimu kak Yan Lan untuk sembuh karena di tubuhku sekarang terdapat roh teratai surgawi," batin Zhao Quin.


"Kakek leluhur!! kakak Yan Lan ada harapan untuk sembuh, karena di tubuhku sekarang terdapat roh teratai surgawi," ucap Zhao Quin bersemangat.


"Ha..ha..ha..!! masih ada harapan untuk cucuku sembuh, terimakasih Quin er" ucap leluhur Wong ji Ang.


"Tapi kakek leluhur, aku tak tau cara menyembuhkan kak Yan Lan," ucap Zhao Quin.


"Itu hal gampang Yin er, kau tinggal melakukan penyatuan Yin dan Yang dengan cucuku itu, maka dengan sendirinya roh teratai surgawi yang ada di tubuhmu akan menyembuhkannya," ucap leluhur Wong ji Ang.


"Bagaimana cara melakukan penyatuan Yin dan Yang itu kakek leluhur?" tanya Zhao Quin kembali.


"Penyatuan Yin dan Yang adalah melakukan hubungan intim antara pria dan wanita, atau dengan kata lain melakukan hubungan suami istri," jawab leluhur Wong ji Ang menjelaskan.


"Ackh..hh!!" pekik Zhao Quin.


Seketika jantung Zhao Quin berdegup dengan sangat kencang, dia tak menyangka jika penyembuhan bagi Yan Lan harus mempertaruhkan mahkota berharganya sebagai seorang wanita.


Zhao Quin terdiam, banyak pertimbangan yang ada dalam pikirannya saat ini, jika dia memberikan mahkotanya pada Yan Lan, berarti dia telah memberikan diri seutuhnya pada pemuda itu, di mana Zhao Quin sendiri mengetahui jika Yan Lan begitu sangat di gilai oleh para wanita.


"Apa yang harus kulakukan, mengapa dalam menyembuhkan kak Yan Lan bisa menjadi serumit ini," batin Zhao Quin.


Leluhur Wong ji Ang yang melihat keraguan dan kebimbangan di wajah Zhao Quin, akhirnya berinisiatif untuk bertanya.


"Apakah kau mencintai cucuku itu Quin er?" tanya leluhur Wong ji Ang.


Mendengar pertanyaan tiba tiba dari leluhur Wong ji Ang, membuat Zhao Quin gelagapan dalam menjawab pertanyaan itu.


"I..i..ia kakek leluhur" ucapnya.


"Bagus!! aku tau kau merasa bimbang dengan Yan Lan bukan? kau tak usah khwatirkan hal itu,


Yan Lan bukan lah seorang laki laki yang tidak bertanggung jawab, aku yakin dia pasti menghargai semua bantuanmu," ucap leluhur Wong ji Ang.


"Sekang aku ingin mendengar dari mulutmu langsung, apakah kau mau membantu Yan Lan dalam memulihkan dantiannya yang rusak?" tanya leluhur Wong ji Ang kembali.


Zhao Quin kembali terdiam, dia membayangkan kembali saat dirinya masih bersama Yan Lan di dalam klan Zhao. "Aku tidak boleh mematahkan harapan kak Yan Lan di masa depan, aku harus berkorban sedikit untuknya walaupun aku harus melepaskan mahkota yang selama ini kujaga, aku harus menerima konsekuensinya jika suatu hari kelak kak Yan Lan tak menganggapku ada.


"Aku mau kakek leluhur!!" ucap Zhao Quin singkat.


"Baguslah.., mulai sekarang kau adalah cucuku karena kau lah satu satunya wanita yang berhak mendampingi Yan Lan di masa depan," ucap leluhur Wong ji Ang.


"Terimakasih kakek leluhur," jawab Zhao Quin.


Leluhur Wong ji Ang menepuk bahu Zhao Quin untuk menghilangkan keraguan di hatinya, dan Zhao Quin merasakan kehangatan dari tepukan di bahunya itu.


Ada rasa bahagia di hati Zhao Quin karena mendapatkan restu dari leluhur Yan Lan, dan ada perasaan takut akan kehilangan Yan Lan pemuda yang sangat di cintainya di suatu hari kelak.