
Keadaan di pertemuan itu semakin memanas dengan murkanya sang jendral kepada Yan Lan dan kelima sahabatnya, sang jendral yang mempunyai gengsi yang sangat tinggi, begitu sangat tidak dihargai oleh Yan Lan dan kelima sahabatnya hingga membuatnya ingin penangkap Yan Lan dan para sahabatnya untuk di masukan kedalam penjara dan akan dihukum seberat beratnya.
Ratusan prajurit tengah mengurang Yan Lan dengan pedang terhunus, yang membuat para tamu undangan pergi menjauh dari tempat itu.
Tiba-tiba sosok tua yang penuh kharisma masuk ke dalam ruangan itu, dia berjalan kearah diman Yan Lan dan sahabatnya terkurung oleh ratusan prajurit istana Giok.
"Hentikan kekacauan ini, jangan ada satupun yang berani menyerang keenam pemuda itu atau dia akan berurusan denganku!!" ucap sosok tua itu ke pada jendral dan para prajuritnya.
Mendengar perkataan sosok tua itu, seketika sang jenderal bersungut sungut, tapi tak berani melakukan penyerangan terhadap Yan Lan.
"Xing Cheng long...!! apa yang telah kau lakukan, bukannya anak muda ini yang telah membuatmu dapat menaruh muka kembali di benua permata hijau, setelah dia berhasil mengalahkan salah satu orang terkuat yang dimiliki bangsa iblis, apa kau lupakan itu?" tanya sosok tua yang baru datang ke ruangan itu kepada sang kaisar istana giok.
Kaisar giok terdiam, tak ada suara yang keluar dari dalam mulutnya, sementara itu sosok tua yang baru datang segera menghampiri putra mahkota ke kaisaran.
"Xing Ying...!! kau seharusnya sadar dan dapat menimbang sesuatu, bukan malah memperkeruh masalah, ingat Ying er kedepannya aku akan menjadi seorang kaisar yang menggantikan ayahmu di masa depan, jadi pertimbangkan lah baik baik jika ada suatu masalah, baru lah kau mengambil keputusan!" ucap sosok tua.
Dan kalian semua yang ada di dalam ruangan ini, kalian semua harus tau, jika keenam pemuda ini mau, mereka dapat memporak-porandakan dan bahkan menghancurkan istana Giok ini, seperti mereka membalikkan telapak tangan," teriak sosok tua itu kembali.
Setelah berkata demikian, sosok tua itu perlahan menghampiri Yan Lan dan kelima sahabatnya.
"Maaf kan semua tindakan mereka yang merugikan kalian, semoga kalian semua berkenan untuk tak menaruh hati pada tindakan mereka semua," ucap sosok tua itu.
"Tak apa apa paman, kami memakluminya," jawab Yan Lan singkat.
"Sosok tua ini sangat kuat, kultivasinya berada di Qi alam tingkat emperor. Dengan kemampuannya yang begitu kuat, dia bisa saja akan menjadi masalah baru jika bertarung dengan kami, akan tetapi sikap yang ditunjukkan nya begitu sangat merendah diri, dan sangat menghargai kami sebagai yang lebih muda, siapakah sebenarnya orang tua ini?" batin Yan Lan.
"Tunggu yang mulia kaisar terdahulu!!, ini sungguh sangat keterlaluan, yang mulia sudah sangat merendahkan diri dihadapan mereka!!" ucap jendral Ming Tian.
"Yang mulia, mereka hanya anak muda ingusan yang besar omongan saja, jika di ijinkan aku ingin bertarung dengan 6 pemuda ini sekaligus!!" ucap jenderal Ming Tian.
"Baik jika itu maumu jendral, kau boleh memilih salah satu dari mereka untuk menjadi lawan tarung mu, jika kau kalah kau harus meminta maaf kepada mereka, jika mereka yang kalah aku akan memberikan hadiah besar padamu," ucap kaisar terdahulu Xing Chuan Lin.
"Aku memilih dia!!" ucap Ming Tian sambil menunjuk ke arah Biyao.
"Baik...!! semua telah diputuskan, pertarungan akan diadakan di arena Yin dan Yang," ucap kaisar terdahulu.
Semua orang yang hadir, baik itu kaisar, maupun para ketua dan tamu undangan beserta para petinggi ke kaisaran, berkumpul di arena Yin dan Yang untuk menyaksikan pertarungan antara jenderal Ming Tian dan Biyao.
Untuk menghargai pertarungan itu, kaisar terdahulu menjadi pemimpin pertarungan yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Sang kaisar terdahulu membuat pelindung arena agar para penonton tak terkena bias serangan, dari kedua kultivator yang akan bertarung.
Setelah semua persiapan selesai, sang kaisar terdahulu segera meninggalkan arena Yin dan Yang, yang menandakan jika pertarungan itu telah di mulai.
Di atas arena Yin dan yang, tampak kedua Kultivator tengah berdiri saling berhadapan, Tak lama kemudian jenderal Ming Tian langsung memberikan serangan awal dengan pukulan dan tendangan tangan kosong yang dimilikinya.
Biyao yang sedari tadi sudah merasa kesal dengan jenderal Ming Tian, segera menghindar dan melakukan serangan balasan.
Gerakan dari Biyao sangat cepat dan terarah yang membuat jenderal Ming Tian, terlihat kewalahan dalam menghadapinya.
Jendral Ming Tian lalu mengeluarkan tombak yang berada dalam kotak penyimpanannya, dan langsung menyerang Biyao dengan ganas.
Pertarungan pun terus berlanjut, kali ini jenderal Ming Tian terus melakukan tebasan dan tusukan matikan ke arah Biyao,
Biyao yang merupakan ahli dalam simbol segel, segera menapakkan tangannya ke lantai arena, maka terciptalah pola yang membuat jenderal Ming Tian masuk ke dalam ilusi yang di buat oleh Biyao.
Jendral Ming Tian kali ini dihadapkan dengan sebuah fenomena alam yang baginya gak masuk akal, dia di hadapkan dengan hamparan pasir yang sangat luas, di mana setiap jarak satu meter, terdapat kubangan kubangan pasir hidup yang dapat menghisap jendral Ming Tian kapanpun juga.
Dari dalam pasir tiba tiba terbentuk sesosok monster pasir sebesar 5 kali orang dewasa, dan langsung menyerang ke arah jenderal Ming Tian.
Jenderal Ming Tian dibuat kelabakan karena harus menghadapi kubangan pasir hidup dan monster pasir, yang bisa saja melukainya kapanpun.
Dengan teknik meringankan tubuh yang sangat sempurna yang dimilikinya, jenderal Ming Tian dapat menguasai keadaan, dan dapat melakukan serangan balik yang membuat pertarungan itu semakin seru.
Walaupun jenderal Ming Tian dapat menghindari serangan dari monster pasir, namun lambat-laun Qi di dalam tubuhnya nya, semakin terkuras habis.
Setelah melakukan perlawanan berarti pada monster pasir, jenderal Ming Tian baru menyadari jika monster pasir dan kubangan pasir hidup, merupakan cara Biyao untuk menguras habis Qi yang berada di dalam tubuhnya.
Sumpah serapah keluar dari mulut sang jenderal yang mengetahui hal itu, dia pun langsung mengeluarkan teknik andalan yang selalu menjadi senjata terkuatnya.
"Roh dewa perang," teriak sang Jendral
Maka dari tubuh jendral Ming Tian keluar sosok raksasa berpakaian perang, lengkap dengan perisai dan pedang besarnya.
Jendral Ming Tian langsung menyerang monster pasir, hingga monster pasir itu hancur, dan kemudian sang Jendral menghantamkan pedangnya ke lantai arena, maka sosok raksasa yang merupakan roh dewa perang juga ikut menghantamkan pedangnya ke lantai arena, seketika itu segel yang dibentuk oleh Biyao, hancur seketika.
Terlihat nafas sang Jendral sudah tak beraturan, karena banyaknya Qi yang keluar akibat terserap oleh segel simbol yang dibuat oleh Biyao.
Biyao tersenyum dingin melihat keadaan sang jenderal yang mulai terlihat kelelahan.
"Sedikit pertarungan lagi aku akan bisa mengalahkanmu," batin Biyao.
Kembali Biyao menapakkan kedua telapak tangannya ke depan, maka terciptalah bulatan segel dengan simbol di dalamnya yang berdiameter sekitar 200 cm, dan langsung mengarah ke arah jenderal Ming Tian.
Melihat ada serangan yang mengarah padanya, jenderal Ming Tian kembali melepaskan tebasan ke arah depan, maka roh Jendral perang pun ikut mengarahkan tebasan nya ke arah depan. Sebuah sinar tebasan berwarna putih terang langsung tertuju pada segel yang mengarah padanya.
Seketika itu juga tebasan sang Jendral berhasil menghancurkan serangan dari Biyao yang mengarah kepadanya.
Kembali Biyao melakukan serangan segel ke arah jenderal Ming Tian, kali ini 10 segel langsung dilesakkan oleh Biyao, yang membuat jenderal Ming Tian kembali melakukan tusukan ke arah depan, tusukan jenderal mingtian itu langsung menghancurkan 10 segel yang dilesakkan oleh Biyao.
Terlihat Biyao tersenyum melihat serangan dari jenderal Ming Tian, yang telah menghancurkan 10 segel yang di lesakkan nya.
"Apa..!!?? serangannya merupakan serangan tipuan, celaka aku harus menghindar dari segel yang kini mengurung diriku!!" batin jendral Ming Tian.
Tapi sayang, segel kegelapan yang dipasang oleh Biyao, sekarang telah mengurung tubuh jenderal Ming Tian.
Jenderal Ming Tian segera mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menghancurkan dinding segel, akan tetapi dinding segel itu terlalu sangat kuat bagi jenderal Ming Tian, sehingga membuatnya frustasi dalam menghancurkannya.
Makin lama dinding segel itu semakin kuat menyerap Qi di dalam tubuh jenderal Ming Tian, kali ini jenderal Ming Tian benar-benar dalam keterpurukan, Qi di seluruh tubuhnya hampir habis, ditambah lagi dinding segel semakin lama semakin mengecil, tanpa dia bisa untuk melakukan apa-apa dalam menghalaunya.
Saat dinding segel jaraknya sisa setengah meter persegi, Yan Lan segera masuk ke dalam arena untuk menghentikan pertarungan itu.
Mendengar perintah Yan Lan, Biyao segera menghancurkan segel yang dibuat nya.
Tampak jenderal Ming Tian tertunduk malu, dia tak menyangka akan dikalahkan dengan mudah oleh seorang anak muda, apalagi dia sempat berkata akan menghadapi ke 6 anak muda itu semua.
Satu saja dia tak mampu apalagi berenam, hal ini lah yang membuat Jendral Ming Tian harus kehilangan muka karena terlalu meremehkan, dan menganggap enteng ke enam anak muda itu.
Kaisar terdahulu datang menghampiri jendral Ming Tian.
"Kau seorang pemimpin pasukan yang besar, jadikanlah hari ini pembelajaran bagimu di masa depan, sekarang kau harus meminta maaf kepada semua anak muda ini!!'' ucap kaisar terdahulu.
Mendengar perkataan kaisar terdahulu, jenderal Ming Tian dengan berat hati, segera meminta maaf kepada Yan Lan dan para sahabatnya.
Setelah semua urusan selesai, kaisar terdahulu mengajak Yan Lan ke kediamannya untuk sekedar minum anggur bersama nya, Yan Lan pun mengiyakan permintaan kaisar terdahulu untuk pergi tempatnya.
Semua tamu undangan beserta para sahabat Yan Lan, bermalam di istana giok dan dijamu seperti layaknya tamu kerajaan.
Sementara itu Yan lan kini sedang duduk berdua dengan sang kaisar terdahulu, mereka berdua membicarakan tentang masa depan istana giok kedepannya.
"Yan Lan, Aku ingin kau melatih para prajurit untuk dapat bertarung menghadapi para iblis yang nantinya akan menyerang istana giok, ini semua demi keamanan dan ketentraman benua permata hijau kedepannya," ucap kaisar terdahulu.
Yan lan berpikir sesaat untuk menjawab permintaan kaisar terdahulu, dia masih kepikiran dengan pernikahannya yang sebentar lagi akan terlaksana, tak mungkin dia akan meninggalkan Yan Ling setelah dia menikah hanya karena harus melatih pasukan istana giok.
"Aku tak bisa menjawabnya sekarang Paman, karena ada hal penting yang juga harus kulakukan dalam waktu dekat ini," jawab Yan Lan.
"Aku dengar kau akan menikah dengan Putri ketua Yan Lou, jika itu alasannya aku rasa kau bisa mempertimbangkan permintaanku ini, karena kedamaian di benua permata hijau itu melebihi segalanya karena disana terdapa hajat hidup orang banyak," ucap kaisar terdahulu.
"Aku ingin kau melatih prajurit yang khusus terbentuk dan dibuat oleh mu, dan kau bisa tinggal bersama istrimu kelak di istana giok, aku akan membuatkan istana khusus bagi kau dan istrimu yang mana istana itu hanya ditinggali oleh dirimu dan istrimu kelak.